Diakhir hidupnya, Akira sangat menyesal karena tak pernah menikmati hidup, jika tuhan memberi ia kehidupan kedua maka ia akan hidup untuk bersenang senang.
Tapi nyatanya hidup tetaplah sebuah perjuangan bukan hanya tempat untuk bersenang senang.
"Adelia yang kamu selamatkan itu sudah mati, Jendral Agra. Dia sudah mati. Dan aku bukanlah Adelia Putri Kerajaan Akris, aku bukan adik dari sahabat mu, aku bukan tuan putri yang hidup lemah lembut dan pemalu. Aku adalah jiwa yang berasal dari masa depan."
Penasaran gimana Akira yang pindah ke tubuh Adelia menjalani hidup di dunia kuno yang penuh dengan trik,
cus baca 👉👉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria ardila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Duduk di temani dengan segelas teh yang sekarang sudah mulai dingin, dengan punggung yang sudah mulai lelah karena terlalu lama duduk tak membuat semangat Adelia surut.
Mungkin sekitar tiga jam dia duduk disini tanpa melakukan apapun, bahkan langit pun sudah mulai jingga.
Tiba tiba dari arah pintu taman terdengar bunyi ketukan sepatu yang berirama membuat kepala Adelia berpaling melihatnya.
Siluet pria yang berbadan kurus namun tinggi tampak, pakaian kuning berukiran emas membuat kesan mahal dari Pria itu, apalagi dengan mahkota kecil yang ada diatas kepalanya membuat ia tampak sempurna.
Dia adalah Pangeran Lotus. Putra ketiga kaisar Abani.
Adelia bangkit dari kursi dan memberikan salam tapi pangeran itu tampak acuh tak acuh dia lebih memilih duduk di hadapan Adelia.
"Kau ingin menemuiku karna sebuah kerja sama, tapi kau bahkan tidak mempercayaiku," ucap pangeran Lotus sambil meminum teh yang dari tadi tersaji untuk Adelia.
"Aku memiliki prinsip lebih baik mencegah dari pada mengobati," ucap Adelia dengan santai lalu ia pun duduk di tempat tadi.
"Aku tak menyangka Istri Jendral Agra menemuiku di taman secara pribadi, jika orang melihat bukankah aku akan dikatakan berhubungan khusus denganmu," ucap pangeran Lotus lalu ia meletakkan gelas teh.
Dalam cadar Adelia tersenyum mendengar ucapan Pangeran Lotus, dia bahkan langsung tau identitasnya setelah ia mengatakan satu kalimat, benar benar teliti.
"Aku sering berfikir kalau pangeran Lotus adalah orang yang pintar tapi aku tak berfikir dia akan begitu jenius, mengenali orang hanya dengan mendengar sepenggal kalimat," ucap Adelia memuji pangeran Lotus.
"Tidak perlu memuji, aku tidak suka dipuji. Katakan saja apa sebenarnya yang kamu inginkan!" ucap Pangeran Lotus sambil menatap ke arah Adelia.
Adelia mengeluarkan suatu gulungan kertas dari bajunya dan memberikan itu pada Pangeran Lotus.
"Pangeran dapat membacanya di bawah cahaya lilin malam ini dan aku sangat berharap balasan dari pangeran.," ucap Adelia sambil berdiri.
Tujuannya sudah tercapai dan sudah saatnya Adelia pergi.
"Bukankah kerja sama di lakukan atas dasar untung sama untung, jika aku menolongmu, apa keuntungan yang aku dapatkan?" ucap Pangeran Lotus.
"Tentu saja kerja sama ini mendapatkan keuntungan kedua belah pihak dan Pangeran tenang saja, di dalam gulungan itu sudah aku sebutkan hal hal apa saja yang akan pangeran dapatkan," ucap Adelia dengan sebuah senyuman.
Pangeran sedikit terbuai dengan mata indah itu, dia sedikit iri dengan Jendral Agra yang bisa mendapatkan istri secantik dan sepintar ini.
"Hmm, aku akan mengabari mu jika aku menyetujuinya, tunggu saja," ucap Pangeran Lotus dengan wajah yang begitu tenang.
"Aku berharap mendengarkan kabar baik. aku pergi dulu." setelah mengatakan itu Adelia pun pergi meninggalkan pangeran Lotus yang menatapnya begitu lama.
'Dia seperti bukan Adelia yang pernah ku lihat.' ucap pangeran Lotus dalam hati setelah siluet Adelia menghilang di balik tembok istana.
.
.
Adelia tiba di kediaman saat malam hari dan ia sudah memakai baju biru perempuan, sedangkan baju hitam sudah ia letakkan di tempat yang aman.
Saat ia ingin berbaring di tempat tidur tiba tiba pintu kamar terbuka karna sebuah dobrakan kuat.
Tampaklah Jendral Agra yang berjalan dengan langkah lebar mendekati Adelia, wajahnya tampak tidak bersahabat.
"Apa yang kamu lakukan hari ini Adelia?!"
.
.
bersambung
jangan lupa like and vote ya
salam hangat dari author