Sudah kering air mata ku menangisi pria seperti mantan suamiku.Setelah penghianatan yang begitu sakit akhirnya aku sadar mencintai pria berlebihan sangat tidak baik.Sekarang aku akan balas semua perbuatan mu dengan kesuksesanku kamu akan menyesal telah mengkhianati ku.
Ikuti kisah rumah cerita ini sanggup kah Sarah bangkit dari keterpurukannya setelah penghianatan suaminya Bima,akan kah Bima menyesal mengkhianati Sarah wanita pekerja keras yang tidak banyak tuntutan? ikuti kisahnya dalam cerita ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustina Pandiangan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 ~ Hubungan yang salah ~
Bima dan Raisa hannya bertemu sebentar,mereka terus bermain dengan cantik dan menutupnya dengan rapat karena tidak ingin ada yang tau akan hubungan mereka.
Sarah segera bergegas pergi ke kamar anaknya,dia masih bingung dengan hubungan Raisa dia tidak mendengar apa yang mereka bicarakan bahkan dia melihat Bima memberi sesuatu kepada Raisa tapi dia tidak bisa melihatnya dengan jelas.
"Apa ya yang mereka lakukan,dan sejak kapan mereka terlihat begitu dekat sepertinya selama ini mereka biasa-biasa saja." Ucapnya bingung.Dia gelisah sendiri di dalam kamar mondar-mandir tidak jelas entah kenapa kali ini dia merasa ada yang aneh dengan Raisa dan suaminya.
"Ma...Ada apa? dari tadi ibu terlihat gelisah dan panik? "
"Tidak papa sayang,lanjutkan pekerjaan mu,sebentar lagi kita makan habis itu kalian istrahat." Jawab Sarah mencoba untuk terlihat tenang.
Setelah kedua anaknya kembali belajar,pikirannya kembali memikirkan apa yang dia lihat tadi,dia merasa keduanya pasti ada yang disembunyikan.
" Tidak....Tidak mungkin Bima melakukan hal bodoh itu,emang masih ada wanita sebaik aku yang menerima segala kekurangannya,kalau pun dia selingkuh itu adalah hal terbodoh yang pernah dia lakukan." Ucapnya dalam hati mencoba menenangkan hatinya yang masih tetap gelisah.
Setelah malam tiba Sarah dan kedua anaknya telah selesai makan malam,seperti biasa mereka tidak makan bersama,Sarah memilih makan dikamar karena mertunya selalu cari masalah dengannya.Untuk saat ini Rumah yang di beli Sarah dengan kredit di kuasai oleh keluarga suaminya kadang dia bingung kenapa mertuanya begitu berkuasa di rumah itu,berkuasa atas perabotan dan juga dapur.Sarah hannya memilih diam karena tidak ingin ribut dengan wanita itu lagi dan juga keluarga besar dari suaminya.
Malam sudah mulai larut,Sarah mulai memejamkan matanya mungkin karena terlalu lelah bekerja seharian tidak butuh waktu lama untuk tidur pulas.
Sementara itu seperti biasa,saat melihat lampu di kamar Sarah dan anak-anaknya mati Raisa langsung keluar lalu menemui Bima di kamar utama mereka tempat dimana selama ini dia dan istrinya melakukan kewajiban suami istri.
"Sayang!!! kamu kok udah tidur? kelelahan ya?" Raisa memakai baju dinas pembelian Bima,baju yang begitu seksi yang menampakkan seluruh lekuk tubuhnya.
"Belum,mana bisa aku tidur sebelum kamu datang? aku tidak bisa tidur kalau tidak dipeluk oleh kamu?" Jawab Bima sembari duduk di samping Raisa yang sudah duduk di sampingnya sambil bersandar di sandaran tempat tidur.
"Mas,kenapa sih kamu hannya memberikan aku lima ratus ribu,uang segitu mana cukup mas untuk biaya hidupku,harusnya kamu memberi lebih untukku." Ucap Raisa dengan manja.
Raisa membalikkan badannya menghadap Bima lalu memainkan jemarinya yang lentik di dada bidang milik Bima.Saat itu Bima sudah tidak memakai baju karena dia memang selalu membuka bajunya kalau sedang tidur.
" Sayang,kamu kan tau uang di rekening istrimu bukan jumlah yang sedikit,dia punya tabungan yang hampir mencapai ratusan juta kenapa kamu tidak mengambilnya saja lalu kita menikah dan hidup bahagia,aku tidak tahan kalau terus seperti ini rasanya tidak bebas."Ucap Raisa.
"Sayang,tidak mudah mengambil uang itu,buku tabungan atas namanya,dan juga aku tidak tau nomor pin ATM,sudahlah aku kan selalu menuruti keinginan mu tapi untuk kali ini aku tidak bisa,kamu sabar saja nanti kalau gaji ku naik aku akan tambahi uang saku mu." Ucap Bima lalu mencium kening Raisa dengan lembut.
Sebenarnya Raisa tidak puas dengan jawaban yang di lontarkan kekasihnya,tapi mau gimana dia harus sabar dan mencari cara agar pria itu menuruti keinginannya dia juga tidak mau terburu-buru dia takut Bima curiga dengannya kalau dia sampai terlalu memaksa keinginannya.
Seperti biasa mereka menghabiskan malam dengan permainan yang mereka inginkan, Raisa selalu punya cara yang baru untuk membuat Bima benar-benar puas akan pelayannya.Desahan demi desahan terdengar di dalam kamar itu bahkan keringat membasahi tubuh mereka.
Sementara itu Sarah terbangun dari tidurnya,dia dibangunkan mimpi yang begitu buruk dimana Raisa menjatuhkan dirinya dari tebing yang sangat tinggi hingga dia kehilangan nyawanya.
" Mimpi apa itu seram sekali,aku belum pernah bermimpi buruk seperti ini,untung hannya mimpi tidak bisa aku membayangkan bagaimana nasib kedua anakku kalau aku sampai mati." Ucapnya.Dia menoleh ke arah dua putri cantiknya lalu mencium kening mereka satu persatu.
Sarah turun dari atas ranjang lalu membuka pintu kamarnya,saat melewati kamarnya dan juga suaminya samar-samar dia mendengar desahan kenikmatan dari dalam kamar.
Deg.....
"Desahan....Suara siapa itu,apa mungkin aku salah dengar?" Ucapnya dia menoleh ke arah jam dinding sekarang sudah pukul dua dini hari dia mendekatkan telinganya ke pintu dan suara itu semakin jelas membuat jantungnya bergetar sangat hebat.
Sarah mendorong pintu dengan kasar ternyata pintu ditutup dari dalam,dia berusaha mendorongnya dari luar tapi pintu tidak bisa dibuka.
Sementara itu Raisa yang sedang berada di atas tubuh Bima,langsung turun lalu memunguti pakaiannya dia sangat gugup,bahkan keringat dingin bercucuran dari tubuhnya.
" Kamu melompat dari jendela,dan lari sejauh mungkin jangan sampai wanita itu tau kalau kita tidur di kamar yang sama." Bisik Bima lalu membantu Raisa turun dari jendela setelah itu dia menutup jendela dengan rapat,sementara diluar Sarah terus menggedor pintu,dia memang tidak kasar karena takut mengundang kericuhan di dalam rumah mengingat kedua anaknya harus sekolah besok.
Bima dengan wajah marah membuka pintu kamarnya,dia sangat kesal karena Sarah telah menganggu permainannya barusan padahal dia hampir mencapai puncak.
"Apa-apaan kamu ribut tengah malam menggedor pintu kamar ku,kamu sudah tidak waras ya?" Sarah menerobos masuk ke dalam kamar lalu memeriksa setiap sudut bahkan dia memeriksa lemari pakaian tapi dia tidak menemukan apa pun.
"Dimana kamu menyembunyikan wanita itu? apa yang telah kamu lakukan barusan dikamar ini?" Bentak Sarah dengan nada tinggi membuatnya hampir tidak bisa menahan amarahnya.
"Wanita....Wanita apa maksudmu? dasar wanita gila kamu memang sudah gila atau jangan-jangan itu alasan mu untuk datang ke kamar ini untuk meminta jatah karena kamu sudah lama tidak ku sentuh? iya dasar wanita murahan?" Maki Bima.Dia menghina Sarah dengan kata-kata kejam seakan Sarah itu wanita yang paling rendah dan murahan.
" Jangan terlalu percaya diri mas,aku benar-benar mendengar tadi kamu mendesah di kamar ini,apa yang telah kamu lakukan mas? kamu berzinah di kamar ini?"
Bima dengan kasar mendorong tubuh Sarah lalu melemparnya keluar dari dalam kamarnya,kepalanya hampir pecah selain karena tadi dia belum mencapai puncak dia juga sangat jijik melihat tampang istrinya itu.
" Keluar kamu wanita murahan,aku tidak sudi memberikan nafkah batin untukmu,minta saja kepada pria yang mau melayani mu."Maki Bima membuat hati Sarah benar-benar hancur.
🌺🌺🌺 Bersambung 🌺🌺🌺
sungguh mantap sekali
terus lah berkarya dan sehat selalu