NovelToon NovelToon
Married With Neighbor

Married With Neighbor

Status: tamat
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:139k
Nilai: 5
Nama Author: Risalah_Hati

Berawal dari hubungan sebagai tetangga hingga pada akhirnya takdir merubahnya menjadi sebuah hubungan yang terjalin dalam ikatan rumah tangga.

Daffin Malik Narendra tidak pernah menyangka jika dirinya akan berjodoh dengan putri dari tetangganya. Tentu saja hal ini terjadi lantaran sang mama yang begitu terobsesi untuk menjadikan putri dari tetangganya itu sebagai menantunya.

Begitu juga dengan Kanaya. Dirinya sama sekali tidak pernah menyangka akan berjodoh dengan Daffin yang tak lain anak laki-laki dari tetangganya. Apalagi dimata Kanaya, Daffin adalah pria dingin dan menyebalkan.

"Bukannya dapat jodoh cowok yang cool, ini malah dapatnya kanebo kering." Kanaya Putri

"Buat apa cobak kuliah jauh-jauh sampai keluar negeri kalau ujung-ujungnya nikah sama tetangga. Mana cabe-cabean lagi." Daffin Malik Narendra.

Akankah keduanya mampu menjalani hari-hari mereka sebagai sepasang suami istri?

Yuk ikuti terus jalan ceritanya dan jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risalah_Hati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diluar Ekspektasi

"Loh Di, ini kenapa mukanya ditekuk kayak gitu sih. Perasaan tadi berangkatnya happy-happy aja" Bu Dania heran karena mendapati si bungsu pulang dengan wajah cemberut.

"Tanya aja sama tuh." Ardi menunjuk pada Naya yang tengah duduk diruang tengah sembari memainkan ponselnya.

"Bunda tau gak, aku itu ditinggalin sama kak Naya. Untung aku bawa ponsel jadi bisa pesan ojol."

Astaga, aku belum bayar kang ojolnya.

"Bunda bagi duit dong."

Bu Dania langsung menyerahkan selembar pecahan lima puluh ribuan pada Ardi. Hingga dengan cepat Ardi langsung berlari kedepan.

"Maaf bang ya agak lama. Kembaliannya buat abang saja."

Tentu saja kang ojol merasa senang meski dirinya tadi sempat kesal karena Ardi yang terlalu lama mengambil uang pembayarannya.

"Nay, bener tadi Ardi kamu tinggalin?" Bu Dania sepertinya belum percaya penuh dengan apa yang dikatakan Ardi. Karena saat Naya datang dia mengatakan Ardi memang berniat pulang belakangan karena disana dia masih ingin mengobrol dengan teman sekelasnya yang kebetulan juga berada disana.

"Ya elah bunda gak percaya sama Ardi. Kak Naya itu tadi langsung ninggalin aku gitu aja. Mana uang aku pas udah habis lagi. Untung aku masih bisa pulang, kalau misalkan aku diculik gimana? pasti bunda sama ayah sedih. Bener-bener kejam banget kan bun." Ardi terlihat mendramatisir keadaan.

"Gak usah lebay deh. Lagian siapa juga yang mau nyulik bocah kayak lo, yang ada mereka rugi besar. Dijual gak bakalan laku, dipelihara malah ngabis-ngabisin duwit mereka buat ngasih makan."

"Ya kali aku barang pakek acara mau dijual. Yang ada kakak yang bentar lagi mau di deportasi kerumah tante Lina." Ardi dengan mulut entengnya main nyerocos saja. Bahkan dia sampai tidak mempedulikan kode dari sang bunda yang secara tidak langsung memintanya untuk diam.

"Tau ah, gak asik banget bahasannya." Naya kembali kesal. Diapun langsung berlari kelantai atas menuju kamarnya.

Sementara Ardi tentu saja langsung dapat hadiah berupa jeweran telinga dari sang bunda.

"Aduh bun, kenapa dijewer sih. Mana sakit banget lagi. Heran deh perasaan baru sehari dirumah bawaannya di KDRT mulu."

"Makanya punya mulut itu jangan asal jeplak aja. Tuh kan kakak kamu ngambek lagi."

Sementara dirumah sebelah Daffin baru saja pulang dari kantor.

" Udah pulang sayang?" Sapa bu Lina saat melihat putranya baru pulang.

"Hem..."

"Capek ya?"

"Hem..."

Meski jawaban yang diberikan putranya hanya berupa satu kata singkat, namun hal itu tetap membuat bu Lina masih menanggapinya dengan begitu lembut. Terlebih setelah putranya setuju untuk dijodohkan dengan Naya, maka saat itu itu juga sikap jutek dan sering ngomel-ngomelnya musnah seketika.

Semenjak Daffin setuju untuk menikah dengan Naya, bu Lina memang terlihat selalu ceria. Tentu saja karena impiannya selama ini akan segera terwujud. Bu Lina pun bahkan sampai meminta suaminya agar menemui kembali pak Erwin dan meminta agar pernikahan putranya dengan Naya dipercepat.

****

Suasana makan malam dirumah Daffin nampak hening. hanya ada bunyi benturan sendok dan garpu yang memenuhi ruang makan tersebut.

"Fin, kamu mau kemana?" Pak Malik tiba-tiba membuka suara begitu melihat Daffin yang hendak beranjak.

"Bisa gak sebentar saja papa minta waktu kamu?"

Daffin kembali memposisikan dirinya untuk duduk setelah beberapa saat sebelumnya Daffin yang terlihat sempat berdiri.

"Jadi begini Fin......"

Pak Malik pun menjelaskan maksud dan tujuannya memanggil Daffin. Mereka ingin agar pernikahan keduanya dipercepat. Dan pak Malik akan segera mengabari keluarga calon besan.

"Pa, tunangan aja belum resmi ini kenapa ujung-ujung udah mau nikah aja sih. Apa gak terlalu terburu-buru."

"Satu lagi pah, nikah itu persiapannya butuh waktu. Gak bisa instan gitu lah."

Tentu saja Daffin keberatan. Kemarin dia berfikir dengan menerima perjodohan kedua orang tuanya akan merasa tenang hingga fikirannya bisa teralihkan sedikit dan moment ini akan Daffin manfaatkan untuk mencari cara agar bisa mengulur-ngulur waktu.

Namun sayang, semua diluar ekspektasinya. Karena nyatanya kedua orang tuanya malah ingin segera meresmikan hubungan mereka. Bahkan jika dulu mamanya yang paling antusias, kini malah berganti sang papa yang tiba-tiba main tancap gas saja.

"Udahlah Fin, kamu tinggal duduk manis saja. Semua urusan biar mama sama papa yang nyiapin segalanya."

Huft........

"Terserah mama lah. Daffin kekamar dulu."

Rasanya Daffin sudah merasa lelah untuk meladeni sang mama. Toh lagi pula dari awal dia sudah menyetujuinya. Jadi mungkin ini adalah konsekwensi dari keputusan yang sudah diambilnya.

Benar saja, keesokan harinya bu Lina dan suami langsung berkunjung kerumah sebelah. Disana mereka langsung menyampaikan keinginannya untuk mempercepat acara pernikahan putra putri mereka.

"Bulan depan itu apa tidak terlalu cepat? Kami belum ada persiapan apa-apa ini. Dan lagi apa tidak mengganggu kuliah Naya" Jelas pak Erwin yang merasa khawatir rencananya ini berbenturan dengan kuliah putrinya. Dia khawatir ini akan membuat putrinya kembali kesal.

"Pak Erwin tenang saja kami sudah memikirkannya dalam-dalam. Karena untuk masalah WO dan catering kebetulan adik saya punya usaha itu. Jadi saya bisa meminta bantuannya. Dan jika pernikahan ini dilakukan dibulan ini insya'alloh bersamaan dengan libur kampus. Jadi sama sekali tidak akan mengganggu kuliah Naya."

Pada akhirnya pak Erwin dan bu Dania menyetujui ya. Karena sepertinya mereka sama sekali tidak menemukan celah untuk mengeluhkan masalah pernikahan ini.

"Jika besok Naya tidak ada agenda kemana-mana, pulang kuliah biar dijemput Daffin. Saya ingin mengajaknya kebutik buat fitting baju pengantinnya."

"Akan saya sampaikan nanti sama Naya."

Saat pak Malik dan istri baru saja pamit, Naya baru saja datang bersama Ardi. Mereka habis keluar untuk membeli sesuatu diminimarket.

"Abis ada siapa bun, kayaknya barusan habis ada tamu." Tanya Ardi saat mendapati dimeja ruang tamu ada beberapa bekas cangkir teh lengkap dengan cemilannya.

"Ada om Malik sama tante Lina."

Glek....

Naya tentu saja kaget. Hingga tanpa terasa dia menelan ludahnya sendiri dengan kasar.

Tiba-tiba firasatnya merasa tidak enak dan sepertinya akan kembali terjadi sesuatu kepadanya.

"Ada apa mereka kesini bun?" Baru saja Naya bertanya, namun pertanyaan itu sudah lebih dulu dilontarkan oleh adiknya Ardi.

"Ada keperluan sama bunda dan ayah. Udah sana kamu belajar, katanya besok ada ulangan."

Beruntung Ardi tak banyak protes, karena biasanya anak ini akan bertanya ini itu sebelum mendapat jawaban yang dia inginkan.

"Nay...kamu disini dulu, bunda sama ayah mau bicara hal penting sama kamu."

Dari ekspresi kedua orang tuanya Naya yakin sepertinya memang ada hal yang sedang direncanakan oleh kedua orang tuanya untuk dirinya.

"Ada apa yah?" Naya yang sebenarnya hendak ikut beranjak bersama sang adik, malah mengurungkan niatnya dan langsung berbalik badan.

"Duduk sini nak." Bu Dania memintanya untuk duduk. Dan mau tidak mau Naya menuruti dengan memposisikan dirinya untuk duduk disebelah sang bunda.

"Jadi begini......"

TBC.

1
Ntaaa___
Jangan lupa mampir di ceritaku kak😇💪
adin
Buruk
Risalah_Hati: Terima kasih atas penilaiannya. semoga menjadi tambahan motivasi buat saya untuk bisa membuat cerita yg lebih baik lagi.
total 1 replies
Rini Anggraini
Luar biasa
Mukmini Salasiyanti
krn Cu-Cu nya blm muncul..
nah bonusnya Bunga aj ya, Fin..
😂🤣
Mukmini Salasiyanti
bang..
bang..
bangKruutt



😆🤣
Mukmini Salasiyanti
payahhh
Mukmini Salasiyanti
bener itu....
gaskeunnnnn
Mukmini Salasiyanti
hadehhhhhhh
Mukmini Salasiyanti
ada..
itu barusan
Mukmini Salasiyanti
nindiiii??
satria???
Mukmini Salasiyanti
hahhh
aqu pun jd nyesal nih dukung naya
udah jd istri pun blm bisa berubah..
Mukmini Salasiyanti
tuh kan??
kena lagiiii


ampyuun uunn Bund
Mukmini Salasiyanti
laah..
author dan naya joinan stres nih????
Mukmini Salasiyanti
iya
mmg benar..
ingin kebahagiaan mu..

smg langgeng ya, Nay....
sing sabar....
Mukmini Salasiyanti
nah loh????
singkat jelas padat dan SiGap!
😃🤣🤣
Mukmini Salasiyanti
waduhhhh
gawat darurat nih...
.
awas aj loe gk.nikahin naya ya, fin..
gue kaburrrrrrrrrr
Mukmini Salasiyanti
hadehhhhh
sok. Jaim
ujung ujungnya narik tangan juga..
😃🤣
Mukmini Salasiyanti
GUE suka Gaya, loe!!
Biarin JuTek tp ttp Tegas!!
tapi juteknya cukup ma Raisa
aj ya, No Naya!!!

😁🤣🤣
Mukmini Salasiyanti
aishhhhhhh
berat nih, Nay...
ada saingan CLBK
cinta lama berjuang kembali...
wkwkwk 🤣
Mukmini Salasiyanti
Flowers 4 Da-Na🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!