NovelToon NovelToon
Satu Ranjang, Tiga Nyawa

Satu Ranjang, Tiga Nyawa

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh / Janda / Cerai / Tamat
Popularitas:865.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rini Antika

Bagaimana mungkin Satu Ranjang ada Tiga Nyawa? ucap Laras ketika Suaminya meminta ijin untuk berpoligami dengan Adik kandungnya sendiri.

Sedikit pun Laras tidak pernah mengira jika Suami dan Adik kandung yang selama ini telah ia besarkan dengan keringat serta kerja kerasnya telah tega berselingkuh di belakangnya, padahal selama ini Laras telah rela menjadi tulang punggung keluarga.

Akankah Laras berhasil melewati kejamnya Dunia ini?

Baca kisah selengkapnya dalam Karya ke-14 saya yang berjudul "Satu Ranjang, Tiga Nyawa"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini Antika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 ( Bersikap tegas )

Abi tersenyum ketika mendengar perkataan Laras, karena akhirnya Laras bisa bersikap tegas terhadap Anya.

"Apa maksud kamu berbicara seperti itu? seharusnya kamu sadar diri, kalau kamu tidak pantas bersanding dengan Kak Abi," ujar Anya.

"Jadi kamu pikir kamu yang pantas bersanding dengan Suamiku?" tanya Laras dengan penuh penekanan.

"Tentu saja, aku lebih baik segala-galanya dibandingkan denganmu, aku cantik dan berpendidikan tinggi, tidak bisa dibandingkan dengan kamu yang hanya barang bekas," hina Anya yang tidak mau kalah dengan Laras.

"Lebih baik menjadi barang bekas tapi punya harga diri, dibandingkan dengan barang baru yang tidak memiliki harga diri sama sekali. Seharusnya sebagai seorang perempuan yang berpendidikan kamu punya harga diri Anya, apa kamu pikir dengan mengejar-ngejar seorang lelaki, kamu pantas disebut memiliki harga diri? apalagi sekarang laki-laki yang kamu kejar sudah memiliki istri. Apa urat malu kamu sudah putus?" sindir Laras.

"Beraninya kamu melawanku, sampai kapan pun aku tidak akan pernah melupakan penghinaanmu," teriak Anya dengan menggebrak meja.

"Diam kamu Anya, jangan berani bersikap tidak sopan terhadap Kakak iparmu. Kalau kamu tidak bisa bersikap sopan santun dan masih saja bersikap seperti ini, sebaiknya malam ini juga kamu pulang ke Jakarta."

"Jadi Kakak lebih membela perempuan kampung itu daripada Anya?"

"Tentu saja, Laras adalah istriku, dan sudah menjadi kewajibanku melindungi serta menjaganya dengan segenap jiwa dan ragaku."

"Lalu apa artinya Anya untuk Kakak? meski pun kita tidak memiliki hubungan darah, tapi kita telah dibesarkan bersama semenjak kita masih kecil," ujar Anya dengan air mata buaya yang menganak sungai.

"Berhenti bersandiwara Anya, air mata buaya kamu tidak akan mempan terhadapku, karena aku sudah mengenalmu sejak kita masih kecil, bahkan kamu selalu menghalalkan segala cara untuk memenuhi semua ambisimu. Akan tetapi, semua itu tidak akan pernah berpengaruh kepadaku. Anya, kamu sendiri yang bilang kalau kita tidak memiliki hubungan darah bukan?"

"Iya Kak, makanya kita bisa menikah," ujar Anya dengan penuh percaya diri.

"Kalau begitu aku tidak akan sungkan untuk mengusirmu jika kamu masih berusaha untuk mengusik keluargaku termasuk Bi Surti dan Mang Diman, karena mereka sudah aku anggap sebagai orangtuaku sendiri. Dan aku tegaskan sekali lagi, sampai kapan pun, aku tidak akan pernah mau menikahi kamu, jadi kamu jangan pernah bermimpi bisa menjadi istriku."

"Kakak jahat, Kakak sudah tega berbicara seperti itu kepada Anya. Kakak pasti sudah diracuni oleh perempuan kampung itu," ujar Anya, kemudian berlari ke dalam kamarnya untuk membawa tas selempang dan juga kopernya, dan Anya berpura-pura akan pergi dari rumah Abi supaya bisa menarik simpatinya, tapi Abi terlihat acuh.

"Mas_" ujar Laras yang takut jika Anya akan berbuat nekad.

"Sudahlah sayang, kita tidak perlu memperdulikan dia, lagian dia juga sudah besar," ujar Abi yang sengaja berbicara seperti itu supaya Anya mendengarnya, karena Abi sangat tau sifat Anya yang hanya menggertaknya saja.

Anya yang tidak mau hidup jauh dari Abi, akhirnya membiarkan kopernya di ruang tamu, kemudian Anya ke luar hanya dengan membawa tas selempang miliknya, karena saat ini Anya ingin mencari makan di luar.

"Sayang, kamu bisa lihat sendiri kalau Anya hanya berpura-pura saja supaya bisa menarik simpati dari Mas, tapi Mas sudah mengenal Anya dari kecil, jadi Mas tidak akan tertipu oleh akal bulusnya."

"Tapi Anya perempuan, Laras takut jika sampai dia kenapa-napa, tidak baik malam-malam begini dia ke luar sendirian."

"Mas yakin kalau dia hanya mencari makan saja, karena dia merasa malu kalau ikut makan bersama kita. Sebaiknya sekarang kita lanjutkan lagi makannya."

Sebenarnya saat ini banyak sekali pertanyaan dalam benak Anggi, tapi Anggi tidak mau ikut campur dalam rumah tangga Laras dan Abi, sampai akhirnya Anggi memutuskan untuk pamit pulang ke rumah kontrakannya setelah selesai makan.

"Laras, Abi, makasih banyak ya atas jamuan makan malamnya. Kalau begitu aku pamit pulang dulu," ujar Anggi.

"Iya sama-sama Anggi, kalau ada apa-apa kamu tidak perlu sungkan terhadap kami ya. Memangnya malam ini kamu tidak mau menginap di sini saja?" tanya Laras.

"Aku pulang saja Laras, lagian rumah kontrakanku juga deket, gak nyampe lima menit juga sampai."

"Kalau begitu kamu hati-hati ya," ucap Laras dengan memeluk tubuh Anggi, kemudian Anggi mengucap Salam sebelum pulang.

"Sayang, tidur yuk, Mas udah ngantuk, besok kan kita mau pergi liburan," ujar Abi dengan memeluk tubuh Laras dari belakang.

"Mas, Laras merasa khawatir terhadap Anya."

"Sudahlah, tidak perlu dipikirkan. Anya bukan Anak kecil lagi, bahkan dari dulu Anya sering gak pulang ke rumah. Anya tidak pernah bisa di atur, kalau dinasehati, dia juga tidak pernah terima. Semua itu karena kesalahan Papa yang selalu memanjakan Anya sejak kecil."

"Semoga semuanya menjadi pelajaran untuk kita sebagai orangtua. Seharusnya kita tidak boleh terlalu memanjakan Anak, Jika memang mereka salah, kita harus bilang salah, bukan membenarkan perbuatannya, dan kita harus memberikan pengertian terhadap Anak secara baik-baik."

"Iya sayang, istriku yang cantik ini pinter sekali sih. Kalau belum ngantuk, sebaiknya kita bikin Adik saja buat Daffa," ujar Abi kemudian mengangkat tubuh Laras dan membawanya ke dalam kamar.

......................

Anya saat ini tengah berada di sebuah Restoran yang tidak terlalu jauh dari Pabrik.

"Anya, sedang apa kamu di sini? tanya Mawar yang baru masuk ke dalam Restoran bersama dengan Rahman.

"Mawar, aku sedang cari makan. sini gabung."

Mawar dan Rahman akhirnya bergabung bersama Anya.

"Mawar, kamu apa kabar? kamu sedang hamil ya? kapan kamu nikahnya?" tanya Anya yang mencecar Mawar dengan banyak pertanyaan.

"Aku baik Anya. Aku menikah beberapa bulan yang lalu, dan kebetulan kami masih belum mengadakan resepsi, karena kami masih sibuk kerja. Oh iya, kenapa kamu bisa berada di sini? bukannya kamu pulang ke rumah orangtua kamu di Jakarta?"

"Aku masih mengejar cintaku Mawar, meski pun sekarang Kak Abi sudah menikah."

"Jadi kamu masih mengejar Kakak angkat kamu itu ya? meski pun dia udah menikah, pepet aja terus, nanti lama-lama juga pasti klepek-klepek. Aku juga dulu gitu, dan sekarang aku sudah berhasil merebut Suami Kakakku," ujar Mawar tanpa tahu malu.

"Waah kamu hebat sekali Mawar. Oh ya, sekarang kamu kerja dimana?"

"Nanti aku kasih tau cara jitu supaya kamu bisa mendapatkan lelaki yang kamu cintai. Aku dan Suamiku bekerja di PT. Abimana milik Kakak angkatmu itu."

"Aku juga mulai besok bakalan kerja di sana untuk membantu Kak Abi. Nanti kita bisa membicarakan cara jitu kamu itu dengan leluasa. Sekarang kalian pesan semua makanan yang kalian mau, biar aku yang traktir," ujar Anya.

"Kamu baik banget sih Anya, terimakasih ya," ucap Mawar, kemudian memesan banyak makanan, dan Mawar tidak menyia-nyiakan traktiran dari Anya.

"Mawar, aku seneng banget deh karena akhirnya aku bisa bertemu sama kamu. Jadi, aku gak bakalan kesepian lagi," ucap Anya dengan memeluk Mawar.

"Kamu tenang saja Anya, aku pasti bakalan membantu kamu mendapatkan lelaki yang kamu cintai."

"Kamu memang teman terbaikku Mawar."

Kamu salah Anya, sebenarnya aku adalah musuh dalam selimut. Kamu tidak tau saja kalau dari semenjak lama, aku sudah menjadi simpanan Papa angkat kamu, bahkan Om Dirga yang sudah memasukan aku dan Mas Rahman bekerja di Perusahaan milik Kakak kamu, ucap Mawar dalam hati dengan tersenyum licik.

1
gaby
Msh untung othornya baik cuma amputasi kakimu. Kalo aq yg jadi othornya yg aq amputasi Anu mu biar ga bisa clapclup lg. Jgn kan clapclup, pipis aja bakalan susah/Facepalm//Facepalm/
Rini Antika: aduh 😁
total 1 replies
Munah
cerita Kak Thor sll luar biasa. semangat terus
Munah: masama thor
total 2 replies
Tukang Ngehalu
wa'alaikumsalam, aku udah baca Kak Thor. sehat dan sukses selalu juga untuk Kak Thor, 🤲🙏
Tukang Ngehalu: masama Kak Thor
total 2 replies
Asyatun 1
lanjut
Rini Antika: Terimakasih banyak sudah berkenan membaca karya receh saya. semoga berkenan baca karya saya yang lainnya, 🙏
total 1 replies
Tukang Ngehalu
ending yang sangat mengharukan. semoga semuanya selalu bahagia. terimakasih banyak Kak Thor untuk semua karya" nya yang luar biasa..😍
Tukang Ngehalu: masama Kak Thor
total 2 replies
Tukang Ngehalu
akhirnya Raya membuka hatinya untuk Raja
asya yussi
Luar biasa
Rini Antika: makasih banyak dukungannya Kakak, 🥰
total 1 replies
Tukang Ngehalu
akhirnya Kayla dan Rayyan bersatu, tinggal Raja sama Raya, Kanaya sama Daffa. semangat terus Thor, smg cepet sembuh, makasih banyak update nya
Rini Antika: Amin, sama", makasih banyak do'anya, 🤲🙏
total 1 replies
Tukang Ngehalu
Kanaya mending sama daffa saja biar gak jd orang ketiga
Asyatun 1
lanjut
Tukang Ngehalu
semangat terus Kak Thor, 💪💪
Rini Antika: pasti 💪💪
total 1 replies
Tukang Ngehalu
betul bgt Thor
Tukang Ngehalu
nah lho ada kata miliki nyelip 🤣🤣
Tukang Ngehalu: masama Kak Thor
total 2 replies
Tukang Ngehalu
kenapa Raya nya jd Naya thor? 🤭
Rini Antika: mungkin ingat cerita sebelah 😁
total 1 replies
Tukang Ngehalu
cerita yang membuat aku mewek, 💪
Tukang Ngehalu
nyesek bgt sih
Tukang Ngehalu
aku sudah baca semua karya" Othor yg luar biasa. semangat terus Thor, smg cepat sembuh
Tukang Ngehalu: masama Thor
total 2 replies
Upriyanti II
apa jangan2 kak laras anak kandungnya tante lasmi
Rini Antika: sepertinya begitu, 🤭 terimakasih banyak sudah berkenan membaca karya receh saya Kak 🙏
total 1 replies
Patrick Khan
. kasian rico..
. lanjutkak.. q br dr awal ini br selesai.. ya meskipun kadang2 sering lupa lagi😁😁
Rini Antika: aku juga yg nulisnya sering lupa, 🤭 makasih banyak ya dukungannya 🥰
total 1 replies
Patrick Khan
.. enak bgt watu matinya gitu.. gk adil kak😡
Rini Antika: nanti d akhirat semuanya akan di adili, 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!