Pengkhianatan Suaminya disaat yang Laras hamil, merupakan langkah awal kehidupan bahagia Laras yang sesungguhnya karena setlah Suaminya menceraikan Laras, dia menikah dengan Pengusaha Sukses yang merupakan Boss dari mantan suaminya dikantor.
Kehancuran rumah tangga Laras berawal dari Kegatelan seorang wanita muda bernama Sandra yang sangat licik dan penggoda dari laki-laki yang ada di sekeliling keluarga Laras.
Setelah mereka bercerai, suami Laras, Bobby akhirnya menikah dengan sang pelakor, Sandra yang ternyata mencari keuntungan dari beberapa pria yang lain, termasuk dengan kakak ipar Boobby.
Bagaimana kisah mereka? Banyak yang terjadi diantara mereka bertiga, dan kisah Sandra yang membagi tubuhnya dengan laki-laki lain selain Bobby!
Ikuti Kisah "DUSTAMU...Berkah Bagiku!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KARIANGAU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HINAAN BOBBY..!!
Bab 26.
"Ya mas, terus bagaimana kalau perutku makin membesar?" Sandra memaksa.
"Ya, kan tidak apa-apa? Kita kan menikah dengan dihadiri oleh keluarga kita saja! Jangan takut sayang, kita akan menikah, cuma aku harus mempersiapkan segala sesuatunya saja!" Bobby meyakinkan.
"Ya sudah, gimana baiknya kamu saja!" Sandra sangat kesal karena belum bisa menikah secepatnya dengan Bobby.
"Bobby, jangan lupa besok kamu tetep harus menemui Laras, supaya semuanya jelas!"
"Iya, bu."
*
Besok paginya dirumah Mahendra, Laras dan keluarga Mahendra sedang sarapan, tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti di depan pagar.
"Siapa yang datang?" tanya Mahendra.
"Sebentar aku cek, pah." Nurma berdiri dari kursi dan berjalan keluar menemui tamunya. Setelah mempersilahkan tamunya duduk dia kembali ke meja makan.
"Siapa mah?" tanya Mahendra.
"Ada Bobby. Laras, ada Bobby di ruang tamu. Dia bilang mau ketemu dengan kamu!" Laras kaget dan melihat ke arah Mahendra.
"Sudah, habiskan dulu makanmu. Abis itu, nanti mas temani."
"Beneran ya mas, aku takut. Aku belum cerita ke mas Mahendra ada kejadian tadi malam, waktu pulang dari kafe di hotel Bantana," cerita Laras.
"Ada apa disana?" tanya Mahendra.
"Begini mas, aku pas keluar dari gedung bertemu dengan Bobby, Sandra dan Ibunya."
"Sandra siapa?" tanya Mahendra.
"Dia itu selingkuhan Bobby. Yang ketauan sedang ciuman sama Bobby di kantornya, mas!"
"Oh ya, terus?" tanya Mahendra lagi.
"Nah, mereka curiga dengan kehamilanku, karena mereka melihat perutku agak besar. Dan mereka memaksa aku untuk menjawab pertanyaan mereka sampai bang Satria mengerahkan keamanannya!"
"Hm, menurutku tak usah dikasih tau dulu, bilang saja kamu tidak hamil, tapi kamu makin gemuk!"
"Iya mas, nanti aku akan bilang seperti itu!" Setelah selesai makan, mereka semua menemui Bobby di ruang tamu. Setelah mereka duduk Bobby mulai bicara.
"Begini mas Mahendra, saya datang ke sini mau menanyakan kepada Laras, apakah dia sedang hamil? Kalau hamil pastinya hamil anakku!" sahut Bobby.
"Aku tidak hamil mas!"
"Kenapa kamu kemarin tidak berkata apa-apa kalau tidak hamil?" Bobby curiga dengan jawaban dari Laras.
"Aku tidak jawab karena kamu dan ibu memaksaku dan bicara dengan suara keras. Akukan jadi takut!" jawab Laras.
"Beneran kamu tidak hamil?" tanya Bobby penasaran.
"Tidak, saya tidak hamil, aku memang sedang banyak makan saja, jadi perutku gendut!" Laras mencoba menjelaskan agar tidak ada kecurigaan dari Bobby.
"Jadi kalau kamu tidak hamil, kemarin aku menemukan testpack di lemari, jadi itu bener punya Sandra, bukan punyamu??!" Bobby mencoba memancing Laras dan menatap lekat ke wajah Laras.
"Hm, jadi Sandra sedang hamil? Bagus deh, kamu dan Ibumu kan memang mausegera punya cucu!" Laras pura-pura senang.
"Ya sudah, kalau begitu saya pamit pulang. Saya lega karena Sandra memang hamil dan kamu memang mandul!" Bobby mencoba membuat keruh susana supaya Laras terpancing.
"Saya mandul atau tidak, itu bukan urusan kamu. Tapi saya akan buktikan ke kamu suatu saat nanti, kalau saya bisa punya anak!! Paham!" Laras membantah dengan jawaban elegan.
“Hahahaha, jangan marah dong, Ras? Kan memang kenyataannya? Kamu mandul, buktinya sampai sekarang tidak ada buktinya kamu hamil! Dan kamu harus buktikanbahwa kamu memang tidak mandul! Buktinya Sandra hamil sekarang!” Sahut Bobby dengan bangganya.
"Ya, tidak apa-apa, yang jelas aku tidak mandul, aku dulu sering terlambat bulan. Jadi aku tidak mandul. Mungkin banyak faktor yang mempengaruhinya!" Laras membela diri.
“Ah, masa sih? Coba aja buktikan nanti, haahaha…!” Bobby makin senang dengan kemarahan Laras.
“Hahahaha, kalaupun Sandra hamil, aku rasa juga wajar. Karena secara Sandra, wanita yang kamu agung-agungkan itu hanya seorang pelacur menurutku! Hahaha!” Laras tak mau kalah mengejek Bobby yang sudah mulai tersulut emosi.
“Brengsek lo, Ras! Berani kamu ya bilang kalau Sandra itu pelacur! Apa buktinya?cKamu jangan menuduh orang kalau kamu tidak punya bukti! Kamu tuh yangcpelacur! Abis sama aku langsung deketin Satria!!” Bobby melotot marah kepada Laras karena tak terima Sandra dibilang Pelacur. Mahendra sudah melototin Bobby.
“Hahahaha, heh! Mantan suami Laras! Saya peringatkan ya, ke kamu! Kamu itu orang yang terbodoh dan tertolol di dunia ini! Tidak punya hati dan tidak punya otak! Kamu kira, kita semua tidak punya bukti dengan kepelacuran Sandra yang kamu agung-agungkan itu?? Melek wooyyy!!” Nurma tidak suka Laras dipojokkan dan dikata-katai, dia akhirnya membalas Bobby yang sok suci itu.
“Maksud kalian apa?” Bobby bertambah marah dengan perkataan Nurma.
“Alah sudahlah, saya hanya mau melihat kamu hancur karena Sandra! Saya sebagai kakak ipar Laras, tidak sudi kamu melecehkan dan merendahkan Laras, karena sebenarnya Sandralah yang rendah akhlaknya! Ingat itu!” Nurma sampai menunjuk ke muka Bobby.
“Hahaha, keluarga ini tetep senengnya memfitnah orang tanpa bukti! Kalian saja nanti yang hancur bersama dengan fitnahan kalian yang membosankan itu!” Bobby berdiri dan menatap ke arah Laras.
“Selamat tinggal, mandul!” Bobby menatapnya dengan sinis.
"Belum saja aku memberikan buktinya kepada kamu. Tapi ingat, aku akan membeberkan semua!" Laras sangat marah.
"Kalau kamu sudah tidak punya urusan lagi dengan Laras, silahkan pergi!" Mahendra daritadi mencoba menahan amarahnya.
"Oke, saya akan pergi! Terima kasih atas penerimaannya!" Bobby langsung beranjak pergi rumah itu tanpa pamit.
"Gimana Ras? Kamu yang sabar. Ini hanya ujian kecil saja. Nanti ujianbesar akan segera muncul kalau dia tahu kamu melahirkan anaknya!" Mahendra memberikan semangat kepada Laras yang terlihat masih marah dengan pertengkaran tadi.
“Iya."
"Sabar, ras. Dia akan kena karmanya sendiri. Allah tidak tidur, Ras!" Nurma memberikan semangat kepada Laras yang tampak sedih karena sudah dibentak oleh Bobby.
"Ya, dia sudah dibohongi oleh Sandra. Tapi aku merasa kasihan sama dia. Dia hanya ingin memuaskan nafsunya saja. Kenapa diasangat bernafsu kepada Sandra? Aku masih heran saja mbak. Bobby itu orang yang rajin, sebenarnya dia itu berubah semenjak ketemu dengan Sandra."
"Ya sudahlah, kan sudah ada penggantinya, Ras." Nurma meledek Laras.
"Udah ahh, jangan dibicarakan yang belum pasti!" Laras pura-pura tidak mau membahasnya.
"Emang sama siapa, mah?" tanya Mahendra.
"Sama siapa yaaaa?? Hahahaha...." Laras melotot ke Nurma.
"Laras, sama siapa?" tanya Mahendra.
"Hmm...Eh bukan siapa-siapa mas...hmm.."
"Ayo siapa? Nanti mas akan cari tau sendiri, nih!" Mahendra pura-pura marah.
"Apa sih mas, bukan siapa-siapa!" Laras merajuk.
"Aku tau, pasti Satria, ya?" Mahendra memainkan alisnya.
"Hmm...Ah nggak tau aku mas...Aku mengikuti kata hatiku saja. Aku masih bingung, dia ingin menikah denganku. Tapi aku ini janda mas, dan yang terberat adalah aku sedang hamil bukan anaknya! Apa dia mau menerima apa adanya anakku ini?" Laras merasa sedih dan air matanya mulai terbendung di kelopak matanya.
...
...
BERSAMBUNG
mngkin bisa direvisi kembali atau untuk novel selanjutnya bisa lebih diperhatikan kembali untuk penulisannya supaya pembacs lebih nyaman 🙏🏻
terima kasih & tetap semangat menulisnya 💪🏻💪🏻💪🏻🌹🌹🌹
atau bang mas? hehe