NovelToon NovelToon
Air Mata Mella

Air Mata Mella

Status: tamat
Genre:Cinta Beda Dunia / Chicklit / Tamat
Popularitas:116.3k
Nilai: 5
Nama Author: Qiana Lail

Mella adalah seorang yatim piatu, seluruh keluarganya meninggal karena keserakahan seseorang yang berpangkat.

Mella menjalani kehidupan ini seorang diri, dengan penuh hinaan dan cacian orang-orang yang mengenal keluarganya, yang hanya tau berita yang disiarkan di televisi tanpa tau kebenarannya.

Mampukah Mella menjalani kehidupan ini meskipun ia hanya seorang diri ? Dan mampukah ia membuktikan kebenaran tentang kematian keluarganya ?.

Yuk simak cerita lengkapnya dalam novel karya Qiana Lail, jangan lupa dukungannya serta tinggalkan jejak sebagai motivasi penulis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qiana Lail, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 26. Lomba

Setiap manusia pasti mempunyai sebuah rencana, meskipun terkadang hal itu belum tentu bisa terwujud. Tapi jika mau berusaha pasti akan terwujud meskipun tidak berhasil seratus persen.

Sama halnya dengan rencana Mella, yang berjuang untuk mendapatkan keadilan bagi sang ayah, hal itu saat ini terwujud. Karena hakim telah memutuskan bahwa ayah tidak bersalah dan ayahnya bukan seorang *******.

Hanya saja hukuman untuk Jendral Pranoto belum ditetapkan, karena masih dilanjutkan dengan tuntutan seorang wanita yang tiba-tiba muncul di akhir persidangan.

Kini Mella tidak ingin berusaha lagi dengan jendral Pranoto itu lagi. Ia ingin menjalani kehidupannya dengan sederhana.

Melanjutkan aktivitasnya sebagai seorang pelajar dan juga masyarakat kecil pada umumnya. Meskipun kini sebenarnya Mella telah mempunyai banyak kekayaan bahkan bisa dikatakan bahwa ia orang yang sangat kaya raya namun ia memilih untuk menjalani kehidupan ini dengan sederhana.

Kini Mella sedang duduk di bangku sekolah, sambil menunggu kedatangan guru bidang studi Mella membaca buku pelajaran. Meskipun sebenarnya Mella telah menguasainya.

"Mella, bagaimana ceritanya kau bisa menang melawan Jendral Pranoto itu bahkan saat ini ayahmu Talah dinyatakan tidak bersalah ?." tanya Chika sambil duduk di depan Mella.

"Karena ayahku memang tidak bersalah. Dan kebenaran itu akan menunjukkan jalannya sendiri." jawab Mella.

"Apa kau yakin ? bahwa ayahmu tidak bersalah ? atau kau sebenarnya dibantu oleh ayahmu yang menjadi hantu karena mati penasaran, sehingga kau bisa membalikkan fakta ?." tanya Chika lagi.

"Kau akan melihat sebuah kebenaran jika hatimu tulus, tapi tidak jika sebaliknya." jawab Mella sambil tersenyum.

Ia tidak habis pikir, bagaimana mungkin Chika berfikir seperti itu, meskipun hakim telah memutuskan bahwa ayah tidak bersalah tetapi mereka masih tidak percaya akan kebenaran.

Chika hanya memancungkan mulutnya mendengar ucapan dari Mella. Ia kemudian kembali duduk di bangkunya dan segera menarik Raisa agar ia mengikutinya.

"Selamat pagi anak-anak !, untuk Mella Sulkan temui kepala sekolah sekarang juga dan untuk yang lainnya kita lanjutkan pelajaran sebagai mana mestinya." ucap guru bidang studi yang sudah berada di depan kelas.

Huuuu, riuh suara kelas. Sementara Mella melangkah keluar menuju ruang kepala sekolah setelah berpamitan kepada guru bidang studi.

"Jun, apa yang membuat aku harus menemui kepala sekolah sepagi ini?." tanya Mella saat diperjalanan.

"Aku juga tidak tau, kita akan mengetahui setelah kita sampai." jawab Jun sambil tersenyum.

"Kalau itu aku juga tau." jawab Mella sambil mencubit pinggang Jun.

AW, Jun hanya bisa pasrah saat tangan Mella sudah mendarat di pinggangnya. Keduanya tersenyum sambil bergandengan tangan menuju ke ruang kepala sekolah.

"Selamat pagi." ucap Mella setelah mengetuk pintu ruang kepala sekolah.

Mella dipersilakan masuk, ia kemudian duduk di sofa sambil menunggu sang kepala sekolah. Ia melihat sekeliling ruangan untuk mengurangi rasa penasarannya.

"Selamat pagi Mella." ucap sang kepala sekolah.

"Selamat pagi pak." jawab Mella.

"Mella bagaimana keadaan mu setelah kau memenangkan sidang itu ?." tanya sang kepala sekolah.

"Alhamdulillah baik pak, maaf pak apakah ada sesuatu sehingga sepagi ini bapak memanggil saya ?." tanya Mella.

"Benar Mella, saya memanggil mu karena ada sesuatu. Sekolah kita diminta untuk mengirimkan salah satu siswanya untuk mengikuti lomba menciptakan atau menemukan sesuatu yang baru."

"Penemuan itu boleh tentang teknologi, pengobatan dan lainnya. Temanya sangat luas sehingga semua siswa bisa menunjukkan kemampuannya di bidang yang mereka kuasai." jelas kepala sekolah.

"Apakah bapak ingin saya mengikuti lomba tersebut ?." tanya Mella.

"Ya, pihak sekolah telah memutuskan bahwa kau akan mewakili sekolah kita. Dan mulai hari ini kau bisa langsung memakai laboratorium sekolah untuk memulai penemuanmu." jawab sang kepala sekolah.

Setelah menjelaskan semuanya kepala sekolah mempersilakan Mella ke laboratorium. Setelah Mella menemukan sebuah ide, maka pihak sekolah akan membantu dengan guru pendamping yang bisa membantu Mella melakukan percobaan demi percobaan yang di perlukan.

Mella berjalan menuju ruang laboratorium, setelah sampai Mella hanya duduk diam, ia masih bingung untuk memulai semuanya.

"Jun, apa yang harus aku lakukan ? dan apakah ini benar ? bukankah tidak ada pengumuman terkait lomba selama ini ?." tanya Mella.

"Coba aku lihat." jawab Jun.

Jun mulai melihat ke waktu sebelumnya, dimana keputusan untuk mengirimkan Mella sebagai perwakilan sekolah di putuskan.

Setelah bisa melihatnya, Jun menggenggam tangan Mella. Mentransfer apa yang ia lihat sebelumnya. Tiba-tiba saja Mella melihat Chika datang bersama seorang menemui bapak kepala sekolah.

"Bagaimana apakah kau sudah mempunyai cara untuk mengeluarkan anak yang bernama Mella itu ?." tanya seseorang yang bersama dengan Chika.

"Sedang saya usahakan pak, anda tenang saja. Hanya saja saya tidak bisa langsung mengeluarkan Mella tanpa ada bukti kesalahan yang ia lakukan." jawab sang kepal sekolah.

"Saya tidak mau tau, mulai pagi ini anak itu jangan ada lagi dihadapan putri ku ini. Jauhkan dia dan secepatnya kau keluarkan dia dari sekolah ini." ucap pria itu dengan mengeluarkan sebuah amplop coklat dan memberikannya kepada sang kepala sekolah.

Dengan senyum menghiasi wajahnya, sang kepala sekolah mengambil amplop itu dan mereka segera berjabat tangan sebagai tanda kesepakatan itu telah keduanya setujui.

Setelah itu Chika dan orang tuanya segera keluar meninggalkan kepala sekolah yang sedang berbahagia itu.

Bagaimana beliau tidak bahagia, di pagi hari yang cerah ini ada rejeki nomplok menghampirinya.

"Untuk mengeluarkan Mella tentu saja tidak mungkin, saat ini ia masih menjadi sasaran pencarian media karena ia telah berhasil memenangkan sidang itu."

"Jadi agar aku aman dan uang datang lagi dan lagi, aku harus memikirkan cara agar Mella tidak menampakkan diri lagi di depan Chika." ucap sang kepala sekolah sambil menggunakan uang yang baru saja ia terima sebagai kipas.

Mella menghela nafas panjang, ternyata benar bahwa sebenarnya lomba yang dijelaskan oleh kepala sekolah hanyalah sebuah kebohongan.

Mella mulai curiga saat mendengar ia boleh menentukan keputusan penemuan apa yang ingin ia buktikan. Dan ia harus ke laboratorium tanpa ada seorang guru pendamping.

Sebenarnya Mella ingin menjalani kehidupan dengan sederhana seperti masyarakat pada umumnya. Namun lagi-lagi ada saja hal yang membuatnya harus berjuang untuk mendapatkan sebuah keadilan.

Hanya karena Chika tidak menginginkannya maka ia harus dikeluarkan dari sekolah apapun caranya. Dan lagi-lagi uang yang berbicara di sini.

Bahkan hanya karena uang, sang kepala sekolah rela melakukan segala cara agar Mella tidak bertemu dengan siswa-siswi di sekolahnya.

Ia harus berada di laboratorium setiap hari agar ia bisa menemukan sebuah penemuan yang sangat luar biasa dan didampingi oleh siapapun.

Lagi-lagi Mella meneteskan air matanya, ia hanya ingin hidup sederhana seperti anak seusianya. Namun keinginannya itu belum bisa terwujud.

1
X'tine
kepsek nya gak bijaksana,, mudah di suap.. silai mata...
Muhammad Zaqian
meskipun tidak bersalah tetapi harus menerima nasib yang sungguh sangat tidak wajar
Muhammad Zaqian
Seperti kisah nyata dalam kehidupan
Muhammad Zaqian
Seru banget
Zaqian Laili
Tolong pertemuan Mella dengan Jun, aku mohon thor
Zaqian Laili
Terkadang memang ada yang seperti itu
Zaqian Laili
Kasihan Mella
Zaqian Laili
Terkadang manusia lebih mengerikan dari seekor binatang
Zaqian Laili
Seandainya semua sekolah seperti ini
Zaqian Laili
Lanjut Thor up yang banyak untuk mengisi waktu luang
Zaqian Laili
Hahaha ... gimana mau beraksi kalau senjatanya lemah begitu
Yiping
penasaran thorr reaksi nya orang yg menghakimi
Zaqian Laili
penyesalan selalu di belakang
Zaqian Laili
Lanjut dong Thor up yang banyak, aku penasaran dengan kelanjutan ceritanya
Zaqian Laili
Betul sekali
Zaqian Laili
Harusnya hukuman mati, ditembak atau jika perlu di hukum cambuk sampai mati
Zaqian Laili
Banyak pejabat yang melakukan hal ini, sumpah hanya karena persyaratan untuk naik jabatan dan untuk diunggah.
Zaqian Laili
Hatinya sudah hilang sejak naik jabatan
Zaqian Laili
Sungguh luar biasa keimanannya
Zaqian Laili
Lindungi Hana, Thor aku mohon lindungi Hana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!