Lusiana mengakhiri hidupnya karena sangat kecewa dengan Sang Mama yang tidak pernah mengerti akan perasaannya.
Lusiana mengira setelah kematiannya adalah akhir dari rasa sakitnya, tetapi, justru arwah yang penuh luka dalam dendam itu membawanya harus terjebak di dalam boneka.
Lusiana yang berada di dalam boneka memuaskan dendam dan mencari siapapun yang pantas mendapatkan hukumannya.
Lusiana, dialah boneka yang akan menghasut siapa pemiliknya untuk melakukan kejahatan.
Cerita ini hanya fiktif, bagi yang menyukainya, jangan lupa untuk like dan komen setelah membacanya, ya.
Dukung karya author, ya. 💙
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masih Gentayangan
Lusiana yang belum mendapatkan wujud baru itu bersembunyi di sebuah gedung tinggi yang terbengkalai.
Dan sesekali Lusiana pergi untuk mengintai Karin dan Arion, Lusiana sangat membenci mereka.
Sementara Bram, ia masih menjadi target Lusiana, tetapi, Lusiana juga sedikit berterima kasih pada lelaki tua itu, karenanya lah Lusiana bisa terlepas dari boneka yang menyedihkan.
****
Malam ini, Bram sedang dalam perjalanan dan sosok arwah Lusiana ada di dekatnya.
Lusiana ikut masuk ke mobil Bram dan Bram yang duduk di bangku belakang itu tiba-tiba merasa dingin dan seluruh bulu halusnya berdiri.
"Apakah kamu merasakan sesuatu?" tanya Bram pada anak buahnya yang sedang menyetir.
"Tidsk, Tuan."
Lalu, anak buah Bram yang sedang menyetir itu dikejutkan dengan sosok bayangan hitam yang tiba-tiba menabrakkan dirinya ke mobil.
Terlihat kalau sosok itu berambut panjang dan karena ulah sosok itu membuat sopir harus mengerem mendadak dan mobil Bram harus tertabrak dari belakang dan kecelakaan beruntunpun terjadi.
Mobil Bram yang terseruduk dari belakang itu harus menabrak sebuah kendaraan yang berlawanan arah.
Lusiana yang melihat itu pun merasa senang. Setelah melihat Bram yang terluka, Lusiana pergi, Lusiana tidak ingin mengakhiri Bram semudah itu, ia berpikir akan terus mengerjai Bram sampai pria tua itu memohon.
****
Di rumah Karin, gadis itu sudah berada di bawah selimut seraya menatap jarinya.
Karin tidak menyangka kalau dirinya telah dilamar oleh Arion, pria tampan, tinggi dengan pekerjaan yang begitu keren. Ya, begitulah Karin yang begitu mengagumi Arion.
Setelah itu, Karin menarik nafas dan segera memejamkan matanya.
Lalu, Karin segera membuka mata saat melihat bayangan wanita berambut panjang yang berdiri di jendela.
Tetapi, bayangan itu tidak ada dan Karin berdoa, ia meminta perlindungan dan dijauhkan dari gangguan mahluk astral.
Setelah itu, Karin melanjutkan tidurnya dan Karin yang memejamkan itu langsung masuk ke alam mimpinya, Karin bermimpi, ia yang ada di samping rumah Adele melihat Lusiana yang terjun bebas dari jendela dan Karin yang ketakutan itu berusaha membuka mata, tetapi, Karin yang tidak dapat membuka matanya itu seperti sedang ketindihan.
Karin berteriak dan teriakannya itu di dengar oleh Hendru.
Hendru mengetuk pintu kamar Karin yang terkunci dan karena Karin masih terus berteriak, dengan terpaksa Hendru mendobrak pintu tersebut.
Lalu, Hendru segera membangunkan Karin dan Karin yang sudah bermandikan keringat itu membuka mata, ia segera merubah posisinya menjadi duduk.
Karin pun memeluk Hendru seraya menangis.
"Kenapa kamu selalu bermimpi buruk? Apa baiknya kita pergi ke orang pintar?" tanya Hendru dan Karin melepaskan pelukannya, Karin menggeleng, lalu, Karin bercerita kalau baru saja ia bermimpi buruk dengan melihat kematian orang banyak termasuk Laila.
"Itu hanya mimpi, sudah, tidur lah. Jangan lupa berdoa," kata Hendru dan Karin mengangguk.
****
Keesokannya, Karin ada di rumah sakit untuk menjenguk Bram dan kabarnya, sopir Bram tewas.
Karin merasa kalau Lusiana masih gentayangan dan segala mimpi buruknya itu adalah salah satu gangguan Karin.
Setelah melihat Bram yang masih koma, Karin pergi menemui Arion di kantornya dan di sana Karin melihat Melodi yang sedang bersama dengan Cila. Ya, Cila merengek pada Melodi meminta untuk bertemu dengan Arion.
Karin dan Melodi saling menatap dan Karin yang ingin bercerita itu harus mengurungkan niatnya, Karin tak ingin mengganggu.
Lalu, Karin memilih untuk pergi ke mall, di sana, Karin melihat teman kuliahnya dulu dan Karin memilih untuk menghindar.
Lalu, Karin yang sedang berjalan melewati toko pakaian itu hampir kejatuhan manekin dan beruntungnya Karin, ia di selamatkan oleh ibu-ibu.
Ibu itu menarik Karin membawanya ke pelukan dan usaha Lusiana untuk mencelakai Karin itu gagal.
"Kamu tidak apa?" tanya wanita itu dan Karin mengangguk, Karin juga mengucapkan terimakasihnya.
"Lebih baik berhati-hati, ada yang sedang bersamamu, dia bukan orang baik," kata wanita itu yang kemudian pergi meninggalkan Karin.
Karin terdiam, ia mencoba memahami perkataan wanita itu dan Karin seketika menjadi merinding.
"Lusiana, dia belum pergi," gumam Karin.
Lalu, Karin yang melanjutkan langkah kakinya itu merogoh saku celananya, mengambil ponselnya, ia mengirim pesan pada Arion.
"Dia masih ada," pesan Karin.
Arion yang sedang mengemudi itu . e. buka pesan dan Melodi yang duduk di sampingnya itu mengingatkan kalau berbahaya jika mengemudi seraya bermain ponsel.
Dan Arion hanya membuka pesan itu.
****
"Dia hanya membaca, mungkin sedang sibuk dengan Melodi juga Cila," gumam Karin.
****
Di rumah dukun, Hendru membawa foto Karin, ia menanyakan apa yang mengganggu putrinya dan dukun itu mengatakan kalau Karin sedang diganggu oleh arwah penasaran.
Mendengar tiu, Hendru meminta padanya untuk membantu putrinya dan dukun itu mengatakan kalau arwah itu akan pergi setelah dendamnya terbalaskan.
Dan dukun yang sedang menerawang itu harus terpental saat Lusiana menyerangnya dan karena itu dukun menolak untuk membantu Hendru dan Karin.
Singkat cerita, sekarang, Hendru sudah duduk di sofa ruang tamu, ia menunggu Karin dan yang ditunggunya pun datang.
Hendru menyuruh Karin untuk duduk dan Karin yang membawa belanjaannya itu menurut.
Tanpa basa-basi lagi, Hendru memberitahu kalau Karin tengah diikuti arwah penasaran dan Karin yang memang sudah mengetahui itu mengangguk.
"Iya, Pa. Karin tau dan Karin tau siapa dia, dia Lusiana," kata Karin.
Kemudian, Karin bangun dari duduk, ia pergi ke kamar dan duduk di tepi ranjang.
"Aku harus bicara padanya, apa yang dia inginkan, kenapa dia masih menggangguku!"
Lalu, Karin mengambil ponselnya dari saku celananya. Ia mengirim pesan pada dua temannya semasa duduk di bangku SMA.
Setelah itu, Karin dan teman-temannya membuat janji untuk bertemu.
Mereka berkumpul di kafe tempat biasa dan Karin yang datang lebih awal.
Tidak lama kemudian teman Karin datang, Karin bersalaman dan pertama bertanya kabar.
Setelah itu, Karin langsung ke intinya.
"Aku ada masalah dan kali ini aku kira kalian bisa membantu," kata Karin seraya menatap teman-temannya satu-persatu.
"Apa itu?" tanya Fara teman Karin yang paling pemberani.
"Kami akan bantu jika memang bisa," timpal Dania, teman Karin yang paling dermawan.
"Ini masalah hantu, apa kalian siap?" tanya Karin seraya menatap teman-temannya.
"Karin, setelah kejadian dulu, aku tidak ingin mengulangi," kata Fara seraya menggenggam tangan Karin yang ada di meja.
"Benar, sudah cukup kita kehilangan Wendy," kata Dania yang terdengar sedih.
"Aku diganggu olehnya dan ingin menanyakan apa alasannya," kata Karin yang kemudian menyenderkan punggungnya ke kursi.
"Dengan cara lain," kata Fara dan Dania mengangguk.
"Apa?" tanya Karin dan dua temannya itu saling menatap.
Bersambung, dapatkah Karin lepas dari gangguan Lusiana?
Thanks 🙏
kunti pula,lain perangai kok suka anak manusia...tpi untung bisa di atur juga...menurut orgtua2...kunti klo di paku cantik amat.....gimana klo kunti laki2 pasti ensome ya thor...🤣🤣
gimana menghapus kn lusi itu....gercep amat...brandal loh
jgn kmu coba2 lepas kn kalung cincin itu cilla...klo nggk mau kluarga mu mampus oleh lusi...dgn kau sekali mampus lohhh...
ada aja kelakuan.ny..
buruan cariin..