NovelToon NovelToon
The Hunter Bloods

The Hunter Bloods

Status: tamat
Genre:Vampir / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:32.1k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Caitlin Magnolia, seorang gadis cantik yang jatuh cinta pada Aaron Smith, vampire cerdas dan tampan pemilik perusahaan mebel tempat Caitlin bekerja. Aaron berusaha menyembunyikan jati dirinya sebagai seorang vampire, namun seiring berjalannya waktu akhirnya Caitlin mengetahui bahwa Aaron merupakan sesosok vampire.

Perbedaan ras tak menyurutkan cinta di antara mereka, bahkan Aaron memberanikan diri untuk memperkenalkan Caitlin ke keluarga vampir-nya. Hal ini tentu saja menimbulkan goncangan pada hubungan mereka.

Keluarga besar vampir dari orangtua Aaron, dengan keras menentang hubungan mereka, bahkan Frank Smith, paman dari Aaron mengancam nyawa Caitlin jika Aaron tak memutuskan hubungan kisah asmaranya.
Lantas bagaimana mereka menyelesaikan masalah ini?
Kelanjutan kisahnya dapat kalian baca di novel The Hunter Bloods.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER - 26

"Kita harus menghubungi Aaron,” Caitlin menyambar handphonenya, kemudian ia menyalakan layar handphonenya. Belum sempat terhubung dengan Aaron, handphone Sean berbunyi.

"Dari Aaron," ucap Sean, lalu ia menekan sebuah tombol dan mendekatkan telepon itu ditelinganya, tapi ia tidak bicara lebih dulu.

“Aaron,” desahnya, lalu hening sejenak.

“Ya,” ucap Sean, menatap Caitlin. Sean mendengarkan handphonenya untuk waktu yang cukup lama.

"Aku baru saja melihatnya.” Ia menggambarkan lagi apa yang dilihatnya barusan “Tapi sungguh, aku tidak tahu itu ruangan apa dan di mana, semuanya nampak gelap.” Sean terdiam.

“Ya,” Sean berbicara di telepon, kemudian ia berbicara pada Caitlin. “Caitlin?” Sean menyodorkan teleponnya. Caitlin beranjak dari tempat tidurnya kemudian berlari menghampiri Sean.

“Halo?” desah Caitlin.

“Sayang,” ucap Aaron

“Oh, Aaron! Aku sangat khawatir.”

“Caitlin,” Aaron mendesah frustasi, “sudah aku bilang jangan mengkhawatirkanku dan yang lainnya kecuali dirimu sendiri.”

Caitlin Tak menyangka jika rasanya senyaman ini mendengar suara kekasihnya, kekhawatiran dan keputusasaan sekejap lenyap saat mendengar suara Aaron.

“Kau sekarang dimana sayang?” tanya Caitlin

“Kami masih di Solo. Caitlin, maafkan aku, kami kehilangan jejak uncle Frank. Dia mengetahui jika kita mengelabuhinya, kemudian ia menjaga jarak denganku sehingga aku tak bisa mendengar apa yang dipikirkannya."

"Ya, aku tahu. Barusan Sean mengatakannya."

"Meski begitu kau tak perlu khawatir, aku yakin uncle tak akan ke sana. Kau hanya perlu tetap disana dan menunggu sampai kami menemukannya lagi.”

“Aku akan baik-baik saja, Aaron. Apa benar mommymu bersama eyang?”

“Ya, mommy beralibi ingin membuat pabrik teh dan mengajak kerja sama eyang agar hubungan makin erat, mommyku menginap di rumah eyang, jadi kamu tidak perlu khawatir. Eyang aman dalam pengawasan mommy."

"Aku merindukanmu,” bisik Caitlin.

“Aku juga. Rasanya seolah-olah kau telah membawa separuh diriku bersamamu.”

“Kalau begitu datang dan ambillah,” Caitlin menantangnya.

“Segera, begitu aku bisa. Aku akan membuatmu aman dulu.”Suara Aaron tegang.

“Aku akan menunggu.”

Setelah percakapan selesai, kabut depresi pun menyelimuti Caitlin lagi. Caitlin berbalik untuk mengembalikan telepon itu kepada Sean yang tengah membuat sketsa pada sehelai memo hotel. Caitlin bersandar di sofa, mengintip dari balik bahunya.

Sean tengah menggambar sebuah pesawat. "Sepertinya uncle Frank sudah pergi dari sini," ucapnya. "Aku melihatnya dia pergi menggunaakan pesawat."

"Benarkah?"

Sean mengangguk. "Tapi aku belum tahu uncle kemana, mungkin kembali pulang ke Eropa atau mungkin juga ke tempat lain."

Telepon genggam Caitlin berbunyi, kali ini ia mendapatkan telepon dari ayahnya. Segera saja Caitlin mengangkatnya. "Hallo," ucap Caitlin.

"Ayah dengar dari eyang kau sedang di Semarang?" tanya Dion tanpa basa-basi.

"Ya, aku mendapat tugas penelitian di sini," jawabnya sesuai dengan yang ia katakan kepada Lauren kemarin saat izin dengannya.

"Caitlin, ayah tahu kamu sedang berbohong." dari dulu Caitlin memang tidak pandai berbohong sehingga bagi orang terdekatnya tentu tahu saat Caitlin tengah mengarang cerita. "Ayah akan menjemputmu kembali ke Jakarta atau kau pulang sekarang!!!"

"Aku akan pulang setelah penelitianku selesai."

"Lupakan tentang penelitian, kau sedang tidak melakukan penelitian. Bahkan kau tidak ada tugas ke luar kota, ayah mengetahuinya dari dosenmu. Frank."

"Frank?" Caitlin terkejut bukan main mendengar nama Frank. "Bagaimana bisa ayah mengelanya? Apa ayah bersamanya?" tanya Caitlin panik.

"Tidak. Beliau yang menghubungi ayah untuk menanyakan keberadaanmu karena beliau mengatakan kau belum mengumpulkan tugas minggu lalu. Beliau bilang perlu bantuan orangtua agar mahasiswanya disiplin dalam mengumpulkan tugas. Tapi ya sudahlah Caitlin besok pagi kalau kau tak pulang ke rumah eyang, ayah akan menjemputmu!" ucapnya dengan tegas kemudian mematikan sambungan teleponnya.

"Mungkin uncle ingin mencari jejakmu dari orangtuamu," ucap Sean ia bersandar pada sandaran sofa. "istirahatlah, besok Aaron akan menjemput."

"Tapi bagaimana rencana selanjutnya?" Caitlin benar-benar semakin frustasi di buatnya.

"Besok kita susun rencana baru, tapi setidaknya uncle sudah tidak ada di Solo jadi kau bisa pulang." Sean beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju ranjang. Ia menyibakan selimut dan meminta Caitlin masuk ke selimut. "Tidurlah, aku akan menjagamu."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

 

Keesokan harinya Caitlin bangun pukul 6 pagi, ia melihat Sean masih duduk di sofa tengah membuat sketsa. "Kau melihat apa lagi?" tanya Caitlin penasaran, ia beranjak dari tempat tidurnya kemudian menghampiri Sean.

“Ya. aku melihat uncle di sebuah ruangan yang terang," jawab Sean.

Caitlin melihat gambar yang di buat oleh Sean, sebuah ruangan persegi dengan dengan langit-langit atapnya yang menjulang tinggi, lantainya diselimuti karpet berpola warna cokelat. Di dinding di sebelah selatan ada jendela besar, san di sebelah baratnya ada ruang keluarga yang terdapat sebuah perapian dari batu, ada pula TVdan VCR ditaruh diatas lemari pajang, serta sofa panjang terletak di depan TV, meja bundar berdiri di depannya.

“Itu rumah ayahku," ucap Caitlin, ia meraih sketsa tersebut, kemudian menatap ruang keluarga rumah ayahnya.

“Caitlin,” ucap Sean. Aaron sedang dalam perjalanan untuk menjemputmu. Dia, akan membawamu ke suatu tempat, menyembunyikanmu untuk sementara waktu.”

“Aaron akan datang?” Kata-kata itu bagikan pelampung penyelamat, menjaga kepala Caitlin tetap terapung.

“Tapi ayahku... pamanmu datang ke Jakarta untuk mengincar ayahku, Sean!” kepanikan terdengar jelas dalam suara Caitlin,

“Daddyku sedang menuju bandara, ia akan terbang ke Jakata untuk mengawasi ayahmu agar aman.”

“Aku tak bisa menang, Sean. Keluargamu tak bisa menjaga semua orang-orang terdekatku selamanya."

“Kami akan menangkapnya, Caitlin,” Sean meyakinkan Caitlin.

“Bagaimana kalau kau terluka, Sean? Atau salah seorang anggota keluargamu yang lainnya terluka? aku takan bisa menerima itu, Sean." Kabut kesedihan tebal menyelimuti Caitlin. Pikirannya mencoba melawan kabut itu, menyadari apa yang sedang terjadi.

Caitlin berjalan ke tempat tidurnya lagi ia meringkuk sembari menatap dinding. Pikirannya berputar-putar, mencari cara untuk keluar dari mimpi buruk ini. Tak ada jalan keluar, tak ada kompromi. Caitlin hanya bisa melihat satu-satunya akhir yang menghadang masa depannya.

Satu-satunya pertanyaannya adalah, berapa banyak lagi orang yang harus terluka karena hubungannya bersama Aaron. Satu-satunya penghibur dan harapan yang tersisa adalah ia akan segera bertemu Aaron. Barangkali, kalau bisa melihat wajah kekasihnya, Caitlin bisa melihat solusi masalah yang tak terlihat olehnya sekarang.

"Aku mau ke bawah sebentar, untuk check out. Kau bersiap lah, sebentar lagi kita keluar dari hotel ini." Sean pun pergi meninggalkkan kamar.

Ketika Sean pergi meninggalkan kamar, handphone Caitlin berbunyi dari nomor yang tak ia kenal, dengan ragu-ragu Caitlin mengangkatnya.

"Hallo."

"Caitlin, Caitlin."

Caitlin mendengar suara yang familier yang telah ia dengar ribuan kali, itu adalah suara Dion yang terdengar panik. "Iya Yah, ada apa?" tanya Caitlin cemas.

Suara berikutnya yang ia dengar sangat asing yang tak pernah ia dengar. "Seharusnya aku tak perlu melukai ayahmu, jika kau mau melakukan semua yang kuperintahkan," ucap suara asing itu, yang tanpa Caitlin ketahui itu adalah Frank.

1
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
ilove you to Aaron eh udah tamat aja kak nggak ada spesial nya belah durennya Aaron ma Catlin nih siapa tahu caranya beda kan mereka beda bangsa eh beda jenis😄😄😄
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
Will you marry me 💏
YESS i Will😄😄😄
Catlin maksudnya 😄😄😄
akhirnya kebahagiaan itu menyertaimu cat pikir keri yak gimana nanti akhirnya pokoknya kawin dulu eh nikah🏃🏃🏃
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
eh kok Frank gadungan????hmmmm
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
astaga aku galfok sama uang di kaus kaki😂😂😂dipikir lebih malah kurang maafkan cat pak dia lagi ketakutan jadi oleng😁
hmmmm masuk perangkap Frank kan go Aaron selamatkan Catlin
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
happy ending ya........selamat ya buat Aaron dan Caitlin ahkir nya menikah juga
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
ya lebih baik menikah supaya Caitlin bisa di jaga Aaron selalu
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
semoga Caitlin selamat ya
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
cuma jebakan ternyata ya dari frank nya
ㅤㅤʳᵛ✦
Pastinya, rasa khawatir, rindu dan lain² akan hilang seketika berganti nyaman dan lega, pas mendengar suaranya itulah Cinta
ㅤㅤʳᵛ✦
Wow satu abad menjomblo, padahal memiliki segalanya....
harta, tahta dan rupa
ㅤㅤʳᵛ✦
Ah jadi ngeri sendiri ngebayangin jadi Caitlin, harus mencintai laki² yang berasal dr keluarga Vampire yang notabene penyuka darah manusia, otomatis Caitlin jd mangsa 🙈🙈🙈
🌟𝙈𝙗 𝙔𝙪𝙡²🇵🇸
yuhuuu akhirnya aaron punya pasangan setelah berabad-abad jumblu... happy wedding aaron caitlin 💑💑💑
Asti •§͜¢•🦢🍒
Hwd Caitlin Aaron💒
Asti •§͜¢•🦢🍒
Jack yang menyerupai paman Frank
Asti •§͜¢•🦢🍒
Frank palsu 🤔
Asti •§͜¢•🦢🍒
Frank njebak Caitlin
Asti •§͜¢•🦢🍒
Caitlin dijebak 🤔
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
berhati-hati lah Caitlin pasti kamu bisa ngadapin Frank nya Aaron dan keluarga nya ngak akan tinggal diam mereka pasti akan nyelamatin kamu Caitlin
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
mungkin itu cuma jebakan Caitlin supaya kamu keluar dari tempat persembunyian mu dan Frank menangkap mu
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
Sean kamu harus segera sembunyiin Caitlin nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!