" Jika Allah menganugerahkan rasa cinta ini untukku sementara aku tak bisa memilikinya. Maka jadikanlah doa ku sebagai pengantar kebahagiaan untuknya, " Alif.
Saat cinta terhalang dinding pemisah yang begitu tinggi, akankah keduanya bisa bersatu atau bahkan mundur melupakan semuanya?
Alif seorang lulusan terbaik sebuah pesantren dan juga berprofesi sebagai guru Agama di sekolah dasar malah jatuh hati pada gadis non muslim bernama Shakira.
Lalu bagaimana kisah cinta keduanya menghadapi masalah yang rumit dan segala pertentangan orang-orang di sekitar mereka terutama keluarga masing masing. Akankah mereka bisa melewati semua itu? Ikuti kisahnya di novel ini.
Cerita ini hanya fiktif belaka hasil imajinasi penulis. Jika ada kesamaan tokoh, nama, tempat dll itu hanya ketidaksengajaan semata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keanu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Pukul 03.15
Shakira tiba di depan panti, ia baru saja pulang dari kantor dan langsung datang ke panti seperti biasa.
Shakira turun dari mobil dan berjalan menuju pintu utama panti tersebut. Langkahnya seketika terhenti saat mendengar suara motor dari arah belakang. Shakira pun membalik badan, ia menyipitkan mata melihat siapa yang baru saja tiba di panti asuhan miliknya.
Hafizah. Kakak Alif rupanya datang ke panti. Hal yang tidak biasa. Shakira menghampiri Hafizah dengan mengulas senyum ia menyambut kedatangan kakak dari Alif itu.
" Hafizah ! " seru Mbak Minah yang baru saja muncul dari pintu utama dan kini tergopoh-gopoh melewati Shakira untuk menghampiri Hafizah.
Shakira menautkan kening melihat keakraban Mbak Minah dan Hafizah. Ia pun memutuskan untuk bergabung bersama mereka.
" Mbak Minah kenal sama Kak Hafizah? " tanya Shakira setelah ia berdiri di dekat keduanya.
Hafizah melihat Shakira dengan tatapan tak mengenakan, sementara Mbak Minah mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan yang Shakira lontarkan. Mbak Minah masih harus bersikap sopan pada Shakira karena bagaimana pun ia bekerja di tempat Shakira.
" Kalau gitu mari masuk Kak, biar saya panggilkan Alif. Kebetulan saya juga baru datang. " Shakira menjulurkan lengan mempersilahkan Hafizah untuk masuk ke dalam panti asuhan dan menunggu di ruang utama.
Hafizah pun masuk ke dalam setelah di persilahkan Shakira, namun tak sepatah katapun yang keluar dari mulut wanita itu.
" Mbak buatkan minum untuk Kak Hafizah, biar aku yang panggil Alif. " Shakira berjalan masuk menuju ruangan Alif yang berada di belakang.
Mbak Minah yang masih berada di sana tampak saling beradu pandang dengan Hafizah setelah kepergian Shakira dari hadapan mereka. Seakan keduanya sedang saling memberi kode.
Shakira mengetuk pintu ruangan Alif.
" Masuk ! " Terdengar suara Alif memintanya untuk masuk ke dalam ruangannya.
" Lif, di depan ada Kak Hafizah, " kata Shakira setelah dia membuka pintu.
Alif yang semula sedang duduk di meja kerja pun kini bangkit berjalan mendekat pada Shakira.
" Kak Hafizah? Ada apa dia datang ke sini? Tumben, " ucap Alif yang segera keluar ruangan bergegas menemui kakaknya di ruang utama panti.
Shakira hendak mengikuti langkah Alif namun sebelum itu ia melihat selembar kertas terjatuh dari meja kerja Alif, dan Shakira pun segera mendekat untuk menyimpan kembali kertas yang terjatuh itu ke tempat semula.
Shakira memungut selembar kertas yang berada di atas lantai, tak sengaja ia membaca tulisan dalam kertas tersebut.
" Apa ini? " gumam Shakira yang kini mulai duduk di meja kerja Alif, membaca rangkaian kata dalam kertas yang di pungutnya tadi. Seperti sebuah puisi yang di tulis tangan.
Penasaran, Shakira pun membaca rangkaian kata demi kata dalam kertas tersebut. Benar dugaannya, itu adalah puisi. Dan sangat indah sekali isinya.
Puisi itu menunjukan kekaguman seorang lelaki pada perempuan. Apakah puisi itu buatan Alif? Tapi untuk siapa? Shakira berpikir sejenak lantas kembali membaca bait kedua dari untaian puisi yang di tulis dengan sangat rapi itu.
*Saat Tuhan menciptakan makhluk dengan segala kesempurnaanNya*
*maka wanita di hadapanku adalah bukti nyata kesempurnaan itu*
*sebagai hamba, aku memuji keindahan yang Engkau ciptakan*
*dan izinkan hamba untuk mencintainya karena-Mu*
*Meski aku sadar jika cinta ini hanya bisa aku genggam sendiri*
*dia dan aku berada di bawah langit yang sama namun di pisahkan dalam dua sisi yang berbeda*
*hingga aku hanya bisa mengagguminya tanpa bisa memilikinya*
Mata Shakira berkaca-kaca membaca puisi buatan Alif yang mungkin di tujukan padanya. Bahkan tak hanya satu puisi saja, berbagai kata-kata indah terdapat di meja kerja Alif yang isinya menunjukan perasaan Alif terhadap seseorang yang tak bisa di ungkapkan dan hanya bisa di rasakan karena terhalang dinding pemisah yang begitu kokoh, yakni sebuah keimanan.
Tiba-tiba Alif datang dan berdiri di ambang pintu ruang kerja, segera Shakira bangkit dan menghampiri Alif yang mungkin curiga jika Shakira menemukan sesuatu di meja kerjanya.
" Kak Hafizah sudah pulang? " tanya Shakira sedikit gugup.
" Iya, barusan dia pulang. " Alif menjawab.
" Apa ada masalah di rumah mu? "
" Tidak, Kak Hafizah cuma mau tau panti asuhan ini. Kebetulan dia lewat dan mampir dulu kemari, " jawab Alif.
Shakira manggut-manggut, jantungnya seakan berdegup kencang setelah mengetahui bagaimana perasaan Alif padanya. Ternyata selama ini cinta Shakira pada Alif tidak bertepuk sebelah tangan.
" Kamu kok masih di ruangan ku? Sedang apa di sini? " tanya Alif sedikit kikuk.
" Tadi aku mau cari dokumen panti, aku lupa simpan soalnya. Ku pikir ada di sini rupanya enggak ada. Mungkin di tempat Aska, " kilah Shakira yang kini hendak keluar ruangan melewati Alif yang masih mematung di depan pintu.
Shakira bergegas pergi dengan tertunduk tak berani menoleh pada Alif. Wajahnya saat ini pasti sudah merah setelah tau perasaan pria itu padanya.
Sedang Alif sendiri merasa heran melihat sikap Shakira yang terasa sedikit aneh setelah ia tinggalkan sebentar keluar untuk bertemu Hafizah.
😊😊😊😊semangat u/ berkarya kakak....