NovelToon NovelToon
A Man In Disguise

A Man In Disguise

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:619.5k
Nilai: 5
Nama Author: Althamira Frishka

Ganteng tapi galak. Euh, punya manager gitu bikin nggak betah di kantor nggak sih?

Kerja di luar negeri memang enak. Punya banyak teman dari negara lain plus memiliki kesempatan untuk dapat calon laki yang H.O.T banget

Tapi apa daya jadi budak corporat startup, sebagai copywriter, Dania Daneswara cuma bisa duduk di balik komputer sambil di marahin sama manager super duper galak yang bikin hari tambah runyam di negeri asing.

"Ganteng mah bebas ya," pikirnya setiap kali si manager berkoar-koar di balik mejanya.

Keagan O'Malley, pria berdarah campuran Indonesia-Jerman. Sebagai manager, ia kerap dianggap galak dan tidak berperasaan.

Tapi ketika bertemu Dania, pelan-pelan pribadinya berubah. Lebih usil dan tengil.

IG : @althamirafrishka

Saran dan kritik sangat diterima. Terimakasih sudah membaca 😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Althamira Frishka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Good Bye

Dania berangkat ke kantor pagi-pagi sekali. Bertandang ke kubikel Rio. Si sumber informasi dari berbagai penjuru kantor.

Dengan langkah besar-besar, Dania menghampiri Rio.

“Kamu gimana sih, Yo. Pak Keagan punya pacar ya? Atau udah tunangan?” Dania membombardir pertanyaan pada Rio.

“Apa masalahnya ini?” tanya Rio yang masih ngobrol dengan wanita-wanita lain di dekat kubikelnya. Rio mengusir secara halus dan tinggal berdua dengan Dania agar lebih leluasa.

“Kayaknya Pak Keagan udah punya calon. Dia kemarin beli mobil baru!”

“Maka apa hubungannya?”

“Terus aku tanya, kenapa beli mobil baru. Coba tebak apa jawaban Pak Keagan?”

“Apa?”

“Dia bilang supaya lebih mudah bawa anak. Lamborghini-nya dijual Yo!”

“Waaw. Big news. Terus kenapa awak ni? Suka juga?”

“Sedikit sih. Tapi belum banget.” Ucap Dania jujur.

“Ah, awak ni cuek-cuek rupanya sama dengan wanita lain.”

Dania hanya tertawa sumbang dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

“Cari tahu dong. Siapa yang bisa menggaet Pak Keagan. Penasaran banget nih. Siapa yang mau sama orang kayak dia.” Ucap Dania berbisik.

“Tapi awak kan suka dia juga. Tanya lah sama diri awak sendiri.” Balas Rio telak dan ia tertawa.

“Sialan.” Balas Dania.

Dania kembali ke ruangan divisinya. Rekan-rekannya sudah pada datang. Masing-masing mereka sudah absensi checklog.

“Pagi sekali.” Sapa Lee Nan begitu melihat Dania memasuki ruangan. Sedari tadi, Lee Nan sudah melihat mini sling bag Dania di kubikelnya. Namun bertanya-tanya kemana perginya Dania.

“Morning.” Sapa Roki. “Gimana pertandingan kemarin?” tanya Roki pada Dania. Lengannya bersandar pada dinding kubikel Dania. Sementara tangannya menopang pipi.

“Beberapa materi sudah aku ambil. Sekalian dokumentasi. Tapi nanti siang kita harus kembali. Tinggal ambil materi fasilitasnya apa saja.”

“Oke. Maaf kemarin aku tidak bisa menemani.”

“It’s okay. Lagian ini pekerjaan tim. Kalau aku berhalangan, kamu pasti menggantikan juga.” Dania tersenyum.

“Ya kamu benar.” Ucap Roki singkat kemudian ia kembali ke kubikelnya yang berada di pojokan.

Sudah pukul sebelas siang, Keagan tidak terlihat di mejanya. Ruangan mereka tidak seberisik biasanya. Hanya terdengar suara keyboard.

Sementara Bu Mai juga tidak kelihatan batang hidungnya. Kata Lee Nan, Bu Mai di rumahkan sampai kakinya mendingan. Revisi awal akhirnya sistem remote saja.

Tidak berapa lama, Keagan datang. Menggendong bocah kecil laki-laki. Lengan kemejanya tergulung. Pakaiannya sedikit kusut. Bocah laki-laki itu memandang sekitar dan berceloteh asal.

“Maaf saya baru datang.” Ucap Keagan sambil menggendong bocah kecil yang kira-kira sekitar umur lima tahun itu.

“Anak siapa itu Pak?” tanya Lee Nan.

“Anak Bu Mai. Dia minta tolong saya jemput anaknya di TK.” Jelasnya. Kemudian menurunkan bocah itu dan membiarkannya berlari-larian di dalam kantor.

Dania melihat dari kubikelnya. Dia masih terpesona dengan sosok Keagan yang galak tapi begitu lembut dengan anak kecil.

Boyfriendable banget. Sayang sudah ada yang punya. Pikir Dania sambil mulut menganga. Ia menumpukan kepalanya pada sebelah tangan. Melihat sosok Keagan dari balik kubikelnya.

Walau hatinya sedikit nyeri, tapi Dania masih bisa mengontrol perasaannya. Apalagi perasaan naksir Dania belum se dalam saat dia bersama Kevin. Kini Dania lebih memilih tidak mendekati pria manapun yang prospek jadi suaminya. Dia lebih memilih untuk meniti karirnya sedikit demi sedikit. Lalu kembali ke Indonesia dan membantu ayahnya.

Tiba-tiba, anak lelaki Mai menghampiri Dania. Menepuk-nepuk kakinya. Dania terlepas dari lamunannya.

“Hai.” Ucap Dania seramah mungkin dan tersenyum lebar.

Balita lelaki itu mengoceh panjang lebar dan mengangkat tangannya ke arah Dania. Meminta untuk di gendong. Dania yang merasa gemas langsung menggendong bocah kecil itu.

“Hello. Can you speak english?”

Bocah kecil itu hanya mengoceh dengan bahasa yang tidak diketahuinya. Akhirnya Dania hanya mencolek-colek pipinya dan mengajaknya bermain. Berkeliling ruangan untuk melihat apa yang menarik di kantornya. Ia kemudian melihat penghapus berbentuk mobil milik Roki dan mengambilnya.

“Can I have it?” tanya Dania masih menggendong anak lelaki Mai.

Roki mengangguk dan memberikan pada Dania. Tangan mereka bersentuhan. Entah Dania berhalusinasi atau tidak, ia merasakan ada sengatan listrik. Namun, hal itu tidak terlalu di perhatikannya.

“Yay! We got it! Brumm Bruum.” Ucap Dania menirukan suara mobil. Anak lelaki itu kemudian mengambil penghapus mobil-mobilan itu dari tangan Dania dan menggenggamnya.

Tiba-tiba Keagan sudah berada di dekat Dania.

“Give him back. I should return this boy to his mom.” Ucap Keagan di dekat Dania kemudian mengambilnya dari dekapan Dania. Namun, bocah kecil itu tidak melepaskan pelukannya pada leher Dania.

Dania hanya meringis. “Hei. You should go home.” Dania melafalkan pelan-pelan maksud kata-katanya.

“Má” ucapnya mengeratkan pelukannya.

“Bukan, aku bukan ibumu.” Kata Dania.

Mata bocah lelaki itu berkaca-kaca. Bibirnya sudah melengkung ke bawah. Bersiap untuk menangis. Ia semakin mengeratkan pelukannya pada leher Dania.

“Don’t cry. Don't cry.” Bujuk Dania menepuk-nepuk punggungnya dan menggoyang-goyangkan badannya sedikit.

“Oh come on.” Ucap Keagan frustasi melihat bocah lelaki itu hendak menangis. “Kamu bawa dia. Ikut aku.” Ucap Keagan cepat. Dania langsung bergegas mengikuti Keagan. Sedikit berlari karena langkah Keagan yang besar.

Rekan-rekan Dania hanya saling berpandangan, kemudian mereka tertawa. Melihat kepanikan Keagan dan Dania. Tapi tidak dengan Roki.

🍃🍃

Sepanjang perjalanan bocah kecil itu menangis meraung-raung. Dania bingung apa yang hendak dilakukannya. Secara ia tidak pernah merasakan memiliki adik.

“Bentar lagi kita ketemu dengan má. It's okay.” Dania menepuk-nepuk punggung bocah kecil itu. Bocah itu masih terisak pelan. Antara menangis dan mengantuk karena kelelahan. Sementara Keagan melajukan mobil dengan kecepatan penuh.

“Slowly.” Ucap Dania. Namun tidak digubris oleh Keagan.

“Slowly, sir. We bring a child.” Ucap Dania lagi dan menyentuh tangan Keagan yang berada di perseneling. Karena dia hampir saja mempercepat laju mobil menjadi perseneling lima.

Keagan tersadar kemudian memperlambat laju mobilnya. “Oh ya. I'm sorry.” Kata Keagan.

Sampai di rumah Mai, bocah kecil itu sudah tertidur lelap. Kelelahan akibat sepanjang perjalanan terus menangis.

Dania merasa bersalah pada anak Mai. Kini bocah itu terlelap dalam dekapannya. Dania menyerahkan bocah kecil itu ke tangan Keagan dengan hati-hati.

“Saya rasa sebaiknya saya tunggu di sini saja. Sampaikan salam saya untuk Bu Mai.” Ucap Dania di sertai anggukan Keagan. Keagan berjalan masuk sambil menggendong bocah kecil itu. Terkulai lemah dengan mata sembabnya.

Rumah Mai sedikit lebih besar dari rumah Dania. Dengan pagar tinggi dan halaman sedikit lebih kecil. Namun beberapa pepohonan buah-buahan tersusun rapi di sisi kanan halaman.

Dania menunggu di luar mobil. Melihat jalanan. Menunggu agak lama. Dania berjongkok dan mulai menggambar asal di pasir.

Tidak berapa lama Keagan keluar.

“Kenapa tidak menunggu di dalam mobil saja?” tanya Keagan.

Dania menoleh dan berdiri. Menepuk bajunya yang terkena pasir. “Lebih nyaman di luar.” Jawab Dania sekenanya.

Mereka lalu kembali ke kantor. Siang nanti Dania masih ada tugas untuk mengunjungi dojo.

“Bu Mai baik-baik saja?”

“Ya. Kamu tidak perlu kawatir. Besok dia sudah bisa masuk.”

“Hmm, Apa Bu Mai sendirian, Pak?” tanyanya ragu namun tingkat keingintahuan Dania lebih besar. Hingga dia berani bertanya demikian.

“Iya. Suaminya meninggal tahun lalu.”

Dania langsung terdiam. Tidak berani bertanya lebih jauh lagi.

Apa Keagan sedang berencana balikan dengan Bu Mai? Tanpa sepengetahuan Bu Mai sendiri? Apa Keagan sengaja mengganti lamborghini-nya untuk persiapan membawa bocah kecil itu?

Begitu banyak pertanyaan di benak Dania. Namun, dia tidak bertanya lebih jauh lagi. Takut akan jawaban Keagan nanti.

Sepertinya Dania tidak perlu lagi bertanya pada Rio, siapa yang bisa meraih hati Keagan.

🍃🍃

1
Lasmining Firdasya
🤣🤣🤣🤣🤣
Miqolatte
Part yang paling ku suka adalah ini. Closed manis dari author. Keren ih!
A.F: thx besti 🫰
total 1 replies
mamaqe
dua kali membaca dan msh keren
Devi Safitri
dania yg mnahan air mata,tp air mata ku yg g bisa ku tahan😭😭😭😭
Quinza Azalea
bagus
Hikmah saja
good
Air
Luar biasa
ₛₐcₕᵢ ₘₑgᵤₘᵢ
yakin..
Dania bukan selera kamu keagan 😁
ₛₐcₕᵢ ₘₑgᵤₘᵢ
keren
ₛₐcₕᵢ ₘₑgᵤₘᵢ
Defenisi patah satu tumbuh satu lagi wkwkwk..

mangats Dania..keagan layak diperjuangkan 😀
ₛₐcₕᵢ ₘₑgᵤₘᵢ
keren ceritanya
aku suka..aku suka 😀
Dimpi
mampir setelah lama ga baca si ntoon
RithaMartinE
sudah ku duga Le Nan samai Mai 😍😍 berasa kurang kak .udh end aja 😅
RithaMartinE
luar biasa
RithaMartinE
😭😭😭
RithaMartinE
😁😁😁
Al Fatih
bagus bngt ceritanya,, keren, sampe maraton bacanya saking penasaran terus...,, terus kelanjutannya gimana,, keren abis,, baru tau ad cerita sebagus ini,, makasih Kaka utk karyanya
A.F: sama² ya semoga bisa menghibur 💃
total 1 replies
Al Fatih
sudah abis tho.....,, berasa kuraaaaang kaka
A.F: hehehe gimana dongs
total 1 replies
Al Fatih
cerita ini super super keren....,, semoga ke depannya akan banyak yg mampir k sini utk membacanya,, www
A.F: Amiin trima kasih doa dan semangatnyaa 🫶
total 2 replies
Al Fatih
laki2 yg hanya suka nurutin emosi,, ga mau bicara baik2,, biar se emosi apapun,, itu menyeramkan ...,, bisa saja dia maen tangan. Alhamdulillah paksu kalo lagi marah,, milih keluar dulu,, pulang bawa jajanan baru nanya ,, piye tho...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!