Gara-gara ucapan nenek misterius yang entah darimana asalnya, Raya dan Rafa terpaksa menerima perjodohan oleh kedua orangtua mereka yang bersahabat.
NOVEL INI MASIH BANYAK YANG BELUM DIREVISI, MOHON MAAF BILA MASIH BANYAK KESALAHAN PENULISAN🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azra ziya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 pelet parfum
Setelah menyemprotkan parfum, Juna bukan semakin menjauh malah semakin seperti lem yang menempel erat pada Raya. Berulang kali Raya menolak tapi Juna tetap pada pendiriannya akan menunggu Raya siap membuka hatinya, yang ntah sampai kapan. segala jurus digunakan Juna untuk mendapatkan hati Raya. Termasuk memberi Raya hadiah yang harganya tak murah.
"Aku beneran belum mau pacaran kak, aku sekarang masih fokus belajar, bukannya aku gak suka sama kakak, cuma sekarang emang aku gak ada niat buat pacaran." alasan Raya yang sudah sering diulang.
"Aku gak maksa kamu Raya, aku cuma mau kamu jangan menjauh aja."
"Ray gak ngejauh kakak, tapi akhir-akhir ini Ray banyak tugas jadi sibuk, Ray minta maaf ya, Ray mohon kakak ngerti!"
"Iya Ray." jawab Juna pasrah.
Hari-hari Ray selama kuliah terus berubah, semenjak kehadiran Juna. Perhatian yang diberikan Juna, membuat Raya sedikit melupakan tentang masa lalunya. Rafa yang juga jarang memberikan kabar membuat Raya semakin tak memikirkan nya. Raya hanya tau kabar Rafa dari bundanya dan Aima yang kadang sering video call. Tawa Ghaisan yang semakin menggemaskan membuat Raya kadang rindu dengan putranya itu.
"Hai anak mami." panggil Raya pada ican anaknya yang tampak sedang di suapi makan oleh sang Oma Aima.
"Ganteng banget ciih anak mami." lagi lagi Raya hanya bisa menatap sang anak lewat ponsel.
Raya takut jika ia pulang kekampung halamannya sekarang, setelah melihat putranya ia mungkin tak kembali lagi kesini. Karena bagaimanapun Raya seorang ibu. seorang ibu yang akan melakukan apa saja untuk anaknya. Dan itu membuat Raya takut pulang dan fokus belajar di kota orang jauh dari keluarga.
Namun komunikasi dengan sang putra tak akan ia lewatkan. Raya tidak ingin Ghaisan tidak tau siapa ibu yang melahirkannya kelak.
Aima dan Rahma juga terus mengenalkan Raya dan Rafa sebagai orang tua Ghaisan.
. . . .
Tak terasa tiga tahun sudah Raya berada di kota orang sendirian tanpa Keluarga. Hanya 2x Raya pulang kekampung halamannya untuk bertemu keluarganya namun tak bertemu Rafa. Karena Rafa tak pernah punya waktu dan hanya bisa sesekali berkomunikasi lewat telpon. Entah apa yang Rafa lakukan di negera asing, Raya tak ingin ambil pusing. Karena bagaimanapun ini keinginannya.
"Aku lagi ada kelas nanti aku telpon lagi ya kalo udah selesai." hanya itu kata-kata Rafa setiap Raya mencoba berkomunikasi dengan Rafa.
Sejak saat itu, Raya hanya fokus belajar dan belajar dan perlahan hatinya pun luluh dengan keberadaan Juna yang selalu menyemangatinya. Mendukung dan tentu memberi perhatian lebih padanya.
Raya sudah merasa seperti wanita limited edition, dengan cara Juna memperlakukannya. Seolah Raya adalah bidadari dari surga yang tersesat di bumi.
"Kenapa bete gitu Ray?" tanya Hanum pada Raya yang sedang tampak lesu saat mereka sedang makan di kantin kampus.
"Capek banget." oceh Raya sambil menyeruput jus di atas meja.
"Capek PHP in kak Juna maksud kamu?" tanya Hanum yang sudah tahu tentang kisah Juna dan Raya.
"Kok dia gak bosen ya Num, udah tiga tahun gitu lo tapi masih kekeh minta aku jadi pacarnya."
"Emang kamu gak ada rasa sama kak Juna?"
"Gak tau sih, cuma akhir-akhir ini aku nyaman aja sama semua perhatian kak Juna, gak benci sama sekali tapi belum tau udah cinta apa belum."
"Ya udah coba aja dulu! jalani pelan-pelan siapa tau cocok."
Raya berpikir sejenak mencerna ucapan Hanum.
"Apa salah aku nyoba sama kak Juna?" batin Raya.
"Di coba aja kali ya, mungkin aja kak Juna itu jodohku yang tertunda." batin Raya lagi.
Aaaahhhhh pusing ah.
* * *
Kau dengar gosip aja udh marah berhari hari, pdahal cuma gosip.
Semantara drimu dgn sadar, dn sukarela berhubngan dgn laki2 lain bahkan smpai jumpa kluarganya disaat berstatus istri org