Wanita cantik yang hidup dengan orang tua tunggal yaitu ayahnya, harus mengikuti jejak ayahnya menjadi seorang mafia.
Tidak di sangka, teman masa kecilnya yang terpisah bertemu kembali dan saling jatuh cinta dengan peradaban yang berbeda.
Gus Rayyen putra dari istri kedua yang jadi sorotan, karena mencintai seorang mafia cantik yang bertato, tidak hanya satu nyawa yang terbunuh oleh tanganya, bahkan puluhan nyawa.
Sedang semua kakaknya, menikah dengan anak kiayi, atau anak ustad.
Cinta Rayyen harus menimbulkan pro dan kontra, kakak - kakaknya sampai ibu kandungnya membencinya. hanya umi istri abah pertama yang mengertinya.
Bagaimana kisah cinta Gus Rayyen dengan Humaira andreas, adik dari Leonardo andreas yang ikut dengan ayahnya ?
Selamat membaca ini pecahan dari kisah ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKU .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Welga Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Manusia, di antara binatang
Ira yang selalu cuek ternyata, menyimpan dalam rasa cinta pada Rayyen.
" Kau seperti Deonku, polos, lucu imut " kata Ira di dalam kamar, di markasnya.
" Ira jangan pernah kau jatuh cinta, dia seorang gus tidak mungkin mencintaimu dia hanya simpatik padamu, kau harus sadar, kau hanya seorang gadis mafia yang bermandikan darah manusia " kata Ira meruntuki nasibnya.
" Ayah kenapa kau lahirkan aku sebagai seorang mafia, aku ingin hidup normal, seperti gadis lainya, aku lelah ayah, aku lelah. Ira ingin memiliki cinta dan kasih sayang seperti yang lain, oh tuhan, kirimlan aku pendamping yang membawa ke damaian, yang bisa membawaku keluar dari lembah hitam yang berdarah ini !" tidak terasa air mata Ira menetes.
Rayyen tersenyum sendiri di dalam kamarnya, membayangksn kecantikan Ira, tapi di kagetkan oleh dering ponselnya. senyuman tadi bertambah mengembang, setelah melihat ponselnya siapa yang menelpon.
[" Apa yang kamu lakukan Rayyen ?" ] tanya Ira dengan nada marah.
[" Ada apa emang Bel ?"] tanya Rayyen kaget.
[" Kau ikut organisasi ilegal, datanya telah masuk !, ganti datamu,! atau kau akan mati oleh pasuknku !"] kata Ira, Rayyen belum tahu apa maksudnya.
[" Aku masuk dalam, organisasi, yang orangnya taat beragama !"] kata Rayyen.
[" Bodoh, tidak semuanya, yang taat agama islam itu baik, dia punya organisasi penyelundup barang haram, menggunakan agama hanya buat kedok Rayyen. . !"] bentak Ira.
[" Dari mana kau tahu ? apa kau seorang. . . !" ] kata Rayyen terputus.
[" Tidak usah banyak nanyak, kau harus mengganti identitas palsu, dan foto palsu, sebelum kau mati "]
" Seharusnya kau masuk organisasi selidiki [dahulu !"] bentak Ira
Tut * * *. . ! sambungan di matikan sepihak oleh Ira.
Rayyen masih berpikir, sambil menatap plafon kontrakanya " Siapa sebenarnya Bella, kenapa dia tahu, setiap organisasi, padahal dia di China dan aku di Turkey, bukankah dia jauh, tidak ada salahnya, aku menyelidiki, organisasi yang aku ikuti, dan benar juga, mereka, kadang menggunakan, organisasi berkedok agama islam, ******* juga banyak yang memakai agama islam " gumam Rayyen.
Rayyen ke kampus, dengan hati bertanya - tanya, saat akan masuk kampusnya, ponselnya berdering, dan ada pertemuan di gedung, organisasi XXX, organisasi yang di ikutinya.
Setelah pulang kuliah, Rayyen langsung menuju gedung yang di sebutkan tadi.
" Ini target kita, !" kata syeh Habibi pemimpin organisasi XXX dengan bahasa Turki, membuat Rayyen tercengang, walaupun wajahnya, tidak terlihat dalam foto itu, tapi dia yakin, kalau dia Bellanya.
" Dia seorang wanita, dari seorang mafia, dia pemimpin yang licin, licik, dan suka mengelbui lawan, asalnya dari Cina, tapi dia bisa di mana saja !" jelasnya lebih detail.
" Namanya, Shu chen, di bawah kepemimpinanya, dari dia masuk kuliah, geng mafia ini, bisa menaklukan musuh dari berbagai negara, organisasi kita merasa terancam !" jelas syeh Habibi.
' Apakah Bella seorang mafia !' gumam Rayyen. Rayyen langsung kepikiran, harus mengganti identitasnya, dan fotonya, Rayyen harus bisa menyelidiki, organisasi ini, seperti yang Ira minta.
Setelah metting selesai, semuanya bubar dan tinggal beberapa yang tinggal, salah satunya Rayyen.
Rayyen di suruh, membuatkan minum oleh syeh Habibi sebagai pemimpin organisasi dan yang lainya sebagai petinggi, tapi tanpa sengaja ponselnya tertinggal, Rayyen mau mengambilnya, tapi langkahnya terhenti saat dia mendengar para pemimpin.
" Kau sudah manjakan dia baba ?" tanya syeh Habibi pada baba Abdul, tentang Rayyen.
" Pasti, dia tidak bakalan curiga pada kita, karena aku, pura - pura sudah menganggapnya, sebagai putra angkatku " kata baba Abdul.
" Kau pintar, berarti dia belum tahu, organisasi kota, dan kita bisa gunakan dia untuk umpan !" kata syeh Habibi.
" Beres, pasti semuanya aman, nunggu dia lulus skripsi, tinggal nunggu enam bulan lagi, jadi kita tidak mencurigakan lagi karena dia telah libur, tinggal nunggu wisuda " kata baba.
" Hai, . . !" teman Rayyen mengagetkanya, membuat dia terkejut, dan segera lari ke belakang, dan keluar membawakan minum, untuk para pemimpin lalu masuk lagi ke dapur menemui temanya, sesama orang Indonesia.
" Syahid. . !" panggil Rayyen.
" Ada apa ?" tanya Syahid.
" Kau sudah lama ikut organisasi ini ?" tanyanya.
" Kita bicara di luar, yang tanpa CCTV " bisik syahid pada Rayyen dan Rayyen mengangguk.
Ahirnya mereka keluar mencari tempat, tanpa CCTV, supaya aman.
" Aku tahu apa yang kau pikirkan kawan !" kata Syahid.
" Lalu !?" tanya Rayyen.
" Aku sama sepertimu, aku terjebak, tapi aku tidak bisa keluar, karena dari sini aku bisa membiayai kehidupan keluargaku di tanah air " kata Syahid.
" Dan identitasku sudah tersebar luas, jika aku keluar dari sini sama saja aku bunuh diri, karena mafia, menunggu kita, dan anak biah syeh Habibi, tidak segan - segan membunuh kita dengan keji !" kata Syahid
" Memang kejahatan apa saja yang mereka lakukan?" tanya Rayyen
" Dia pengedar Narkoba, ganja, dari tanah air kita yak ni dari Aceh, lebih tepatnya, jual manusia, dia masih menanamkan sistem anarkisme, perjualan budak " cerita Rayyen.
" Bukanlah mereka semua taat beragama ?" tanya Rayyen.
" Itu hanya buat kedok, mereka bisa di bilang ******* " jelas Syahid.
" Apa kau ingin keluar dari sini ?" tanya Rayyen, syahid tertunduk lemas dengan senyum sinis.
" Sudah tidak mungkin, karena aku sudah lama di sini, jadi seluruh musuh sudah tahu aku " kata Syahid menyerah.
" Kita bisa berusaha, aku punya teman yang bisa membantu kita " kata Rayyen menyemangati.
" Kalau kau masih bisa keluar Rayyen, belum semua musuh, dan organosasi XXX mengenal dirimu, karena identitasmu baru di masukan kemarin, dan fotomu, belum banyak " kata Syahid.
" Aku yakin kita bisa berusaha bersama ! " kata Rayyen sambil menepuk pundak Syahid.
" Baiklah, aku akan membantumu, menghapus datamu, tapi sebelumnya aku titip ini, jika nanti aku tidak selamat, tolong berikan ini pada keluargaku, di situ tertera alamatku, dan dan kartu ATM ini terisi saldo milyaran, untuk biaya keluargaku " kata Syahid menyerah.
" Kenapa kau menywrah sebelum berjuang ?" tanya Rayyen.
" Aku sebenarnya hanya seorang budak, jika aku di sini, aku seperti anggotanya saja, mereka pintar bersandiwara " kata Syahid dengan meneteskan air mata.
" Aku jijik pada diriku sendiri, harus melayaninya, dan sudah hilang rasa maluku di depan mereka, aku tidak pulang ke tanah air, karena aku takut aku sudah terkena virus Rayyen " tangis Syahod pecah.
" Hai yang sabar !" kata Rayyen.
" Tapi saat ini, waktunya aku melepaskan hinaku, kau harus selamat, jika aku mati aku ingin dalam keadaan tidak hina, dan muliya " kata Syahid.
" Aku . . !" kata Rayyen terputus.
" Kau akan buat mancing sang mafia kan, aku dengar tadi saat mereka berbincang !" kata Syahid dan di angguki Rayyen.
" Kita susunn rencana, malam ini juga, identitasmu, harus lenyap, dari data mereka, kebetulan nanti malam aku melayani bagian data " kata Syahid.
Rayyen mengagguk.
" Kau harus semangat, karena aku bertemu kamu, aku seperti di lahirkan kembali, seberkas cahaya bersinar, ternyata masih ada manusia di antara binatang " jelas Syahid.
bingung kan jadinya 😪
mampir thorr