Cerita ini merupakan cerita fantasi yang berunsur kisah manusia serigala di dalamnya. Mengisahkan seorang wanita bernama Elleona yang hidupnya selalu menemui masalah, dari pack tempat tinggalnya hancur, keluarganya habis di serang, ia di-reject mate-nya sendiri, hingga masalah-masalah yang selalu saja ia temui seakan kebahagiaan enggan untuk menghampiri.
Lalu, apakah Elleona akan berakhir bahagia?
atau
Elleona tidak akan pernah bahagia hingga akhir hidupnya?
Silahkan baca novel gratis ini dengan perlahan. Akan bosan di awal dan semoga tidak di akhir, selamat membaca :)
Salam kenal,
ptrmyllln
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ptrmyllln, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ELLEONA 25
60 jempol dan 20 komentar, lagi???
***
"Wah, sangat lucu!"
Elleona sedang memperhatikan benda yang sedang meliukkan tubuhnya dalam kain berbulu di atas ranjang Elle.
"Ah! Aku ingin memiliki yang seperti ini!" serunya lagi.
"Hei, tentu saja kau bisa memiliki yang seperti ini. Temukan pasanganmu, dan buat lebih banyak yang seperti ini." jawab seseorang yang sedang bersama Elle.
"Apa kau sedang mengejekku? Aku tidak memiliki pasangan lagi!" kesal Elle.
Namun hal itu membuat sang lawan bicara merasa bersalah atas ucapannya. "Elle, maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk mengejek mu, maafkan aku," ujarnya menyesal. "Kita bisa memeliharanya bersama jika kau mau," ujarnya lagi.
Elle menatap orang itu, ia memegang pundaknya. "Bella, jangan meminta maaf. Aku tidak tersinggung dengan ucapanmu, aku baik-baik saja. Aku bahagia di sini meskipun tanpa pasangan," jawab Elle kemudian mengalihkan tatapannya pada makhluk berbulu itu, Elleanor. "Elleanor adalah anakmu, kaulah yang mengurusnya. Jika aku mau aku akan berkunjung ke tempatmu," ujarnya lagi.
Bella mengangguk semangat. "Ya! Kau harus sering berkunjung ke pack ku, dan aku juga akan lebih sering menemuimu!" ujarnya. "Tapi, apakah alpha Revanio tidak marah jika aku sering ke sini?" tanya Bella gusar.
Elle menggeleng pelan. "Aku tidak tau, tapi alpha jarang berada di pack, kurasa tidak masalah selagi kau tidak merugikan pack ini." ujar Elle dengan cengiran di akhir kalimat.
"Elle, kau banyak berubah."
Elle terkekeh. "Berubah? Apa aku berubah menjadi sapu tangan seperti Donghua Dijun?"
"Kau juga menontonnya?!" seru Bella.
Elle mengangguk. "Raina yang meracuniku,"
"Aku sangat suka drama itu, tapi maksudku berubah darimu bukanlah hal yang seperti itu. Maksudku kau sekarang lebih tegas dengan dirimu sendiri, dan kau juga lebih segar dan cantik," puji Bella.
"Kau percaya jika kebahagiaan mempengaruhi sifat dan wujudmu?" tanya Elle.
"Tentu saja aku percaya, itu terjadi padamu dan aku yakin kau sangat bahagia di sini. Aku juga berharap kau tidak tersakiti lagi Elle, cukup sekali kau merasa kepedihan itu jangan sampai kau merasakannya kembali."
"Aku juga berharap seperti itu," ujar Elle.
"Ngomong-ngomong aku tidak percaya bahwa rumor itu benar," ucap Bella.
"Rumor?"
"Alpha Revanio," bisik Bella.
Elle mengernyit. "Kenapa? Ada apa dengan alpha?"
"Stt, jangan kuat-kuat! Aku hanya tidak menyangka bahwa rumor itu benar, alpha Revanio sangatlah tampan!" ujar Bella.
"Astaga! Ternyata itu? Bella, Bella, lihatlah kau sudah memiliki buntut tetap saja mata keranjang melihat wajah rupawan," ejek Elle.
Bella tertawa. "Tapi, apa kau tidak merasakan apapun? Tidak tertarik padanya?"
Elle termenung. Tertarik? Tentu saja Elle tertarik, alpha Revanio adalah alpha yang tegas, alpha yang disegani penduduk packnya. Terlebih lagi Elle selalu merasa aman dan nyaman ketika berada di dekatnya, tentu saja Elle tertarik Elle juga perempuan pada umumnya.
'Elle, jangan lupakan aroma coklat yang memikat itu,' sambung Lea.
Ya, aroma itu. Aroma coklat yang membuat hati Elle menghangat. Aroma itu juga menjadi tanda tanya besar dalam diri Elle, jika benar itu adalah aroma mate mengapa aroma itu tidak pekat? Mengapa aroma itu tidak menariknya seperti magnet yang kuat? Aroma itu terasa seperti hanya parfum yang digunakan alpha Revanio.
'Apa sebaiknya kau membicarakan ini pada Belle? Mungkin ia tau jawabannya,' usul Lea.
'Kau benar, aku akan memberi tahunya.'
"Bella," panggil Elle.
"Hm?"
"Bella, aku mencium--"
Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar dari arah luar.
"Siapa?" tanya Elle pada Bella.
"Aku tidak tau, lebih baik kita ke sana siapa tau James menjemput kami."
Elleona dan Bella pun keluar melihat orang di sana.
Elle membuka pintu tersebut, di sana Alpha Revanio berdiri beberapa warrior di belakangnya. Terdapat beberapa keranjang yang diletakkan di teras rumah Elle.
"Hormat kami, Alpha Revanio." Elleona dan Bella membungkuk menyambut kedatangan Alpha Revanio.
"Aku ke sini untuk mengantarkan hadiah perlombaan dan beberapa hadiah kecil lainnya." Alpha Revanio mengintruksikan para warrior untuk membawa hadiah itu masuk.
"Ini adalah sutra laut, banyak sekali manfaat dari sutra ini, salah satunya bisa menjadi pelindung untukmu." ujar Alpha Revanio. Ia memberikan sebuah box kaca berlian yang berisi sutra laut, box kaca itu berada di atas nampan yang dilapisi kain emas.
Elle menyambut nampan berisi box kaca berlian itu. "Terima kasih, Alpha. Saya merasa tidak enak hati melihat Alpha sendiri yang mengantarkan hadiah ini."
"Aku juga memiliki kaki yang lelah jika berdiri, mungkin akan sangat menyenangkan duduk sebuah kursi yang nyaman," ujar Alpha Revanio.
"Ah, maafkan saya. Silahkan masuk, Alpa, ini adalah rumah Anda." ujar Elle.
Alpha Revanio masuk kemudian duduk di kursi dengan tenang.
"Elle, aku akan pulang. Tenang saja aku akan sering mengunjungi mu, sampai nanti."
Elle mengangguk seraya tersenyum. "Kau harus berjanji."
"Tentu saja," Bella beralih pada Alpha Revanio, ia membungkuk sebentar. "Alpha Revanio, saya Bella Turner dari pack Grey Moon, mohon ijin untuk pulang." ujar Bella.
Alpha Revanio hanya mengangguk sebagai jawaban.
Elle melambaikan tangannya ketika punggung Bella sudah mulai menjauh.
"Duduklah," ucap Alpha Revanio.
Entah bagaimana di atas meja sudah tersedia arak siap teguk.
"Apakah Anda--"
"Ya."
Dengan senyum kikuk Elleona duduk di hadapan Alpha Revanio.
"Minumlah," ucapnya. "Tapi jangan sampai mabuk."
'Jika kau mabuk lagi aku tidak akan berbicara padamu!' ucap Lea.
'Arak ini sangat nikmat, mabuk sekali lagi tidak akan masalah kan?'
'ELLEONA!'
Tanpa sadar Elle tertawa mendengar teriakan kesal dari serigalanya itu.
"Apa sebegitu bahagianya setelah bertemu dengan mate? Oh tidak mantan mate."
"Ah?"
"Kurasa aku tidak perlu mengulanginya," jawab Alpha.
Mengapa suasananya jadi kaku begini, rutuk Elle. Jika ada Raina mungkin tidak secanggung sekarang, lanjutnya.
"Apa kau suka hadiahnya?" tanya Alpha.
"Sangat suka, Alpha. Tapi kurasa hadiahnya sangat berlebihan, aku tidak berperan banyak. Alpha Alex lah yang memenangkan itu, sebaiknya hadiahnya Anda berikan kepada Alpha Alex."
Alpha Revanio mengangguk pelan, ia meletakkan cangkir arak itu ke atas meja. "Bukankah kalian sangat romantis? Sang wanita membela sang pria, ah alpha Alex sungguh beruntung," ucapnya.
Elle mengerjapkan matanya, mengapa Alpha di hadapannya ini selalu berasumsi bahwa ia dan mantan matenya itu masih memiliki hubungan? Bukankah Alpha Revanio terlihat--
"Bukankah kau terlihat seperti seseorang sedang cemburu?"
Elle membulatkan matanya, apa tadi? Siapa yang berbicara? Mana mungkin seorang Elle berbicara seperti itu?
"Bu-bukan aku yang berbicara, Alpha. Di-dia Lea, serigala ku." ujar Elle gugup.
'Lea! Apa kau gila?! Kau mengambil alih tubuhku tanpa sepengetahuan ku!'
'Santai saja, Alpha juga tidak mempermasalahkannya, mengapa kau jadi salah tingkah seperti ini?' tanya Lea. Bukankah Lea terlihat sedang menggodanya?
'Lea aku malu!' teriak Elle.
"Ada apa denganmu mengapa matamu melotot seperti itu?"
Kembali Elle menatap Alpha Revanio. Benar sekali, Alpha tidak mempermasalahkannya tetapi mengapa ia terlihat gugup begini? Astaga, aroma itu, mengapa parfum Alpha Revanio sangat menyengat?
"Alpha, maafkan aku sekali lagi, itu adalah serigala ku. Dia memang selalu begitu kepada pria tampan," ucap Elle. Apa Elle tidak menyadari ucapannya? Atau mungkin karena terlalu gugup hingga ia tidak menyadari?
"Apa aku tampan?" tanya Revanio jahil, ia sangat menikmati wajah malu kemerahan milik wanita di hadapannya.
"Ya!"
Lagi-lagi Elle membulatkan matanya.
"Astaga! Alpha, itu bukan aku!" tanpa sadar Elle berteriak.
"Heum, kupikir aku lebih tampan dari alpha Alex sehingga serigala mu pun berpaling kepadaku," kata Alpha Revanio. "Ups, itu bukan aku, tetapi serigala ku."
Sialan! Wajah Elle semakin memerah menahan malu, semua ini karena Lea!
LEA AKU MENGUTUKMU MENJADI 4NJ1NG!
Lalu suara gelak tawa Alpha Revanio memenuhi ruangan itu.
Ya, Alpha dingin itu tertawa.
***
60 jempol yaaa :))
Hrs'a ada keterangan dlm kurung apa itu pack, mate, alpa, rougu dll,,, bikin bingung di awal bc..
Cb lanjut lg..