Chaterine banedict 21 tahun anak dari pasangan Axel banedict dan jovinka Gilles Villeneuve, yang memiliki paras cantik sehingga membuat laki-laki jatuh hati pada nya
Chaterine memiliki 4 kakak mereka kembar dan seorang CEO dan ketua mafia.di karena kan satu hal orang tua nya menjodohkan putri kesayangan mereka dengan seorang anak dari teman nya papa nya.
Leon crown Van 27tahun putra dari pasangan Ludwig crown Van dan Stella Carey Mulligan, dengan sifat yang dingin kejam dan cuek terhadap perempuan dan bisakah Chaterine membuka hati seorang leon.leon sendiri seorang CEO dan ketua mafia
Chaterine memiliki sifat ceria,lemah lembut,polos dan mudah bergaul dengan orang sehingga membuat teman-teman di sekitar nya menyayangi nya.
di balik itu semua Chaterine memiliki banyak rahasia yang dia harus sembunyikan dari keluarga maupun orang-orang terdekatnya
MAAF JIKA TIDAK BAGUS DAN BILA ADA KESAMAAN DALAM NAMA MAUPUN TEMPAT NYA.
TERIMA KASIH KARENA SUDAH MAU MAMPIR DI NOVEL KU.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon charlotteyoung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 26
Samuel dan kedua adik nya sudah tiba di mansion. sebelum menemui sang adik ia membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. Sedangkan chaterine sudah kembali duduk bersama kedua orang tua nya.
"hai dad, hai mom." sapa Samuel yang turun lebih dulu setelah membersihkan tubuh nya.
"hai sayang, apa kamu baru kembali hmm?." tanya Samuel dengan memeluk erat tubuh sang adik.sesekali ia juga mencubit pipi sang adik sehingga membuat empunya cemberut.
"kakak, ishhh.... sakit tahu." omel Chaterine dengan menyingkirkan tangan sang kakak dari pipi nya.
"maafkan kakak sayang, bagaimana dengan kampus kamu tadi sayang?."ujar Samuel yang masih memeluk sang adik.
"tidak menyenangkan. Dosen nya killer semua yang mengajar!."
saat mereka sedang asyik mengobrol, keluarga leon sendiri masih berada disana karena daddy axel meminta mereka untuk menginap, lagi-lagi leon merasa cemburu melihat kedekatan antara adik dan kakak didepannya itu.
Chaterine pun menyipitkan matanya saat melihat Leon tersenyum ke arah nya, dan itu membuat Chaterine menjadi gugup.
"ada apa dengannya? " batin chaterine setelah melihat leon yang tengah tersenyum menatap nya, bahkan senyuman itu ada yang aneh menurut nya.
"apa kamu baik-baik saja sayang?." tanya Samuel yang khawatir jika sang adik jatuh sakit.
"hah... emmm Chaterine baik-baik saja kak." jawab Chaterine dengan tersenyum lebar.
"kak sam, nanti temani Chaterine ke toko buku ya?." ujar Chaterine yang duduk di pangkuan sang kakak.
"kalau sekarang kakak tidak bisa sayang! kakak ada meeting via online nanti! besok saja ya." jawab Samuel dengan memeluk tubuh Chaterine.
"kalau besok Chaterine yang tidak bisa kak! besok Chaterine di kampus untuk menyelesaikan tesis Chaterine yang sempat tertunda." ujar Chaterine dengan cemberut, Samuel yang melihat adiknya cemberut pun menjadi tidak tega.
"gini aja, bagaimana kalau setelah kakak selesai meeting kita baru pergi, tapi kakak agak lama sayang!." ujar Samuel yang tidak mau membuat sang adik kecewa dan sedih.
"emm... tidak usah kak, kakak meeting saja nanti Chaterine bisa pergi sama teman-teman di kampus. kata nya mereka juga akan ke toko buku."jawab Chaterine yang tidak ingin membuat sang kakak menjadi tidak konsentrasi saat meeting.
"apa kamu yakin sayang?." tanya Samuel dan di balas anggukan kecil, sedang kan Leon tersenyum kecil melihat interaksi antara kakak dan adik yang sedang berada di depan nya.
"sayang, ajak leon dan yang lainnya ke gazebo belakang.." chaterine menganggukkan kepala nya, ia segera pergi dari sana.
"kalian bisa ikut dengan chaterine."
"baik uncle.." para anak muda pun pergi mengikuti kemana pergi nya chaterine, chaterine yang sudah berad di luar justru tengah bermain dengan seekor singa besar.
"apa dia tidak takut? " tanya dion, mereka memang memiliki peliharaan yang sama tapi entah mengapa mereka merasa jika singa itu sedikit berbeda dari singa yang lain.
"zero sudah, aku tidak sanggup lagi untuk berlari. Kapan-kapan kita main lagi oke." seolah mengerti apa yang di katakan oleh chaterine, singa itu pun pergi meninggalkan chaterine sendirian.
"apa kamu tidak takut dengan singa tadi? " tanya hans dengan penasaran.
"kalau sama zero tidak takut tapi kalau sama yang lainnya takut." alvin tertawa kecil mendengar nya.
"apa beda nya? Singa itu sama-sama buas nya." kali ini alvin yang bertanya, melihat chaterine entah mengapa mengingatkan nya dengan sesosok adik nya yang sudah tiada.
"beda zero kan peliharaannya grandpa, kalau yang lainnya juga peliharaan tapi kan belum tentu jinak seperti zero kak... " chaterine menatap kearah alvin, alvin yang mengerti dari tatapan mata itu hanya bisa tertawa.
"alvin.. "
"kak alvin ya, lalu mereka siapa?" tanya chaterine yang memang belum mengetahui nama-nama temannya leon yang lainnya.
"dia hans, itu dion, erick, zack" chaterine kembali menganggukkan kepalanya.
"kalau dia kamu tidak lupakan nama nya? " tanya hans seraya menggoda chaterine, chaterine mengedikkan bahu nya dan tidak menjawabnya.
Kini mereka sudah berada di gazebo, chaterine duduk yang paling pojok dan mengambil salah satu buku yang memang berada disana.
"kalian suka baca buku atau tidak?" tanya chaterine yang fokus memilih buku yang ingin ia baca hari ini.
"suka, tapi sepertinya tidak ada buku yang biasa nya kami baca di antara buku-buku milik mu ini. " ucap dion mewakili semua sahabat nya, chaterine berhenti sebentar dan kembali melanjutkan kegiatannya.
"pasti buku tentang bisnis! Itu sangat membosankan kak, lebih seru baca buku novel atau komik." alvin kembali tertawa mendengarnya, leon terus saja memperhatikan gerak gerik chaterine.
"itu kan kamu, berbeda dengan kami! Atau kamu mau kita ajarin tentang bisnis."
"tidak mau, aku tidak tertarik dengan bisnis. Lebih baik berdiam saja di rumah lebih enak." ucap nya dengan santai sambil membuka sebuah buku novel yang ia pilih.
"kamu tidak akan punya penghasilan jika seperti ini! Memangnya kamu tidak suka dengan uang?" perkataan dari hans membuat chaterine tertawa terpingkal-pingkal.
"memang nya ada jaman sekarang perempuan yang tidak suka dengan uang kak! aku sih suka tapi untuk apa aku bekerja jika tiap bulan nya dapat uang jajan dari daddy, mommy, kakak, uncle, aunty dan juga kakak sepupu. Lagi pula kalau aku ingin bekerja belum tentu daddy dan kakak kasih izin nya."
"jadi kamu juga matrealistis?" tanya dion dengan bercanda, ternyata mengobrol dengan calon tunangan sepupu nya sangatlah menyenangkan.
"tergantung keadaan saja. Tapi ya kak, perempuan itu juga butuh modal perawatan dan lain-lainnya. Jika kita tidak matrealistis memang nya akan cukup dengan makan yang nama cinta, mana kenyang. Beli make up butuh uang, perawatan kecantikan juga butuh uang, belum lagi yang ini dan yang itu, kalau tidak suka dengan perempuan yang matrealistis lebih baik jangan menikah atau lebih baik suka sama sesama jenis saja pasti utuh tuh uang kakak." jawab chaterine yang tidak menampik perkataan dari dion.
"amit-amit... " mendengar hal itu justru kini chaterine yang tertawa, leon mengambil sesuatu di pipi chaterine hingga membuat gadis itu diam dan tidak bergerak.