Maggie adalah seorang gadis kecil yang tidak pernah dianggap oleh daddynya karena ia terlahir dari rahim wanita yang tidak diinginkan yaitu rahim seorang gadis desa yang bekerja sebagai pembantu.
Gadis berusia 2 tahun ini mencoba mengambil hati daddynya dengan berbagai cara namun sia-sia. Sampai suatu saat ia lelah dan menerima tawaran mommynya untuk pergi ke tempat yang jauh disanalah mereka memulai hidup baru dan mengubah takdir hidup mereka, saat itulah gadis kecil ini perlahan-lahan mulai melupakan sosok daddy yang begitu ia idamkan.
Apakah mereka akan bertemu kembali? ikuti terus novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lala Jingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24. Ryan
Sudah seminggu sejak kejadian Mey dan Reno. Hari ini seperti biasa mereka kembali menjalani pekerjaan dihari pertama minggu itu.
"Datang ke ruanganku sekarang" ucap tuan Devid melalui sambungan telepon kantor
"Baik tuan" jawab Mey dan langsung beranjak dari tempat duduknya menuju ke ruangan atasan mereka.
Saat tiba di depan pintu yang terpasang tulisan "Ruang CEO" Mey langsung mengetuknya
tok tok tok
"Masuk" suara dari dalam ruangan
Mey melangkah masuk dengan sopan dan langsung berdiri di depan atasan sekaligus ayahnya
"Bagaimana tuan? apa ada yang perlu aku lakukan?" tanya Mey sopan
"Ikut aku meeting di restoran F saat makan siang nanti karena Reno ada tugas yang harus dia lakukan." ucap tuan Devid to the poin
"Baik tuan, kalau begitu aku kembali ke ruanganku" ucap Mey
"Hmmm" tuan Devid hanya berdaheman
Mey membungkukan badan memberi hormat dan melangkah keluar meninggalkan ruangan kebesaran itu, menuju ruangannya.
Jam makan siang telah tiba, Mey merapikan mejanya dan pamit pada teman satu devisinya dan pergi lebih dahulu. Mey mengirim pesan singkat pada sang ayah bahwa ia akan menunggu di parkiran.
Tak lama kemudian, muncul tuan Devid yang langung masuk ke dalam mobil karena pintunya telah terbuka di susul oleh Mey di tempat duduk sebelahnya. Karena semua orang sudah tahu bahw Mey adalah putri tunggal bos mereka sehingga tidak ada lagi gosip miring tentang Mey yang beredar saat dia satu mobil dengan tuan Devid.
Saat tiba di restoran itu, tuan Devid melangkah duluan ke tempat yang sudah dipesan karena Mey masih pergi ke toilet. Di sana sudah ada seorang pria paruh baya dan seorang pemuda yang sangat tampan. Jika dilihat secara teliti maka kedua pria itu adalah ayah dan anak karena keduanya sangat mirip.
"Selamat siang tuan Moses, akhirnya berjumpa kembali" ucap tuan Devid sambil terkekeh ke arah teman lamanya itu.
"Selamat siang juga tuan Devid. Ternyata kamu semakin kelihatan lebih muda" ucap tuan Moses yang ikut terkekeh sambil menerima jabatan tangan temannya itu.
Tuan Devid juga menjabat tangan Pemuda berkarisma yang ada disebelah itu sambil tersenyum dan mengangkat kedu alisnya seolah bertanya Siapa pemuda ini? Tuan moses yang mengerti maksud temannya langsung menjelaskan.
"Ini Ryan putraku satu-satunya karena yang duanya putri" jelas tuan Moses
"Ryan, Om" ucap Ryan tersenyum sambil membalas jabatan tangan tuan Devid
Tuan Devid duduk tepat di depan kedua pria tersebut
"Apa kamu sendirian ke sini?" ucap tuan Moses
"Tidak. Aku ke sini dengan..." ucapannya terputus saat melihat Mey mulai melangkah mendekati mereka.
"Nah, itu dia" lanjut tuan Devid menunjuk jari ke arah belakang kedua pria ini, merekapun kompak menoleh ke belakang namun saat akan melihat siapa yang datang, tiba-tiba wanita itu menjatuhkan seauatu dari genggamannya sehingga ia menunduk untuk mengangkatnya dan rambut panjangnya yang tergerai itu menutup seluruh wajahnya.
Mey mengangkat kepalanya dan menata kembali rambutnya lalu melangkah mendekati ketiga pria beda usia tersebut.
Deg
Jantung Ryan seolah ingin melompat saat melihat wanita yang ada di depan mereka saat ini. Bahkan Mulut Ryan sampai terbuka melihat sosok tuan putri yang sudah mendudukan bokongnya di kursi sambil tersenyum manis.
"Selamat siang semuanya,, maaf tadi aku masih di toilet" ucap Mey sopan
Ryan bahkan lupa untuk membalas salam dari Mey saking kagumnya.
Wanita ini mendapat kode dari ayahnya lalu bangkit berdiri dan mengulurkan tangannya kepada tuan Moses untuk menjabat
"Mey, tuan" uap Mey dan kembali menjabat tangan pemuda yang masih diam sejak tadi ketika melihat sosok Mey.
"Oke karena Mey sudah ada, sekarang kita pesan makan" ucap Tuan Devid
Mereka masing-masing mulai memesan makan siang sesuai salera.
Sambil menunggu pesanan datang, tuan Moses kembali bersuara.
"Apakah ini sekretaris barumu?" tanyanya penasaran
"Bukan, sekretarisku sibuk dengan kerjaan di kantor dan asistenku lagi pantau pembangunan di luar kota. Ini salah satu tim dari devisi keuangan" ucap tuan Devid yang belum saatnya untuk membuka jati diri putrinya.
"Sepertinya dia orang yang cerdas dan bisa dipercaya sehingga tuan Devid sampai membawanya ke meeting sepenting ini" ucap tuan Moses tersenyum
"Iya, aku bukan hanya percaya tapi sangat percaya padany" ucap tuan Devid yang kembali terkekeh
Ryan sepat berpikir negatif tentang Mey yang mau saja diajak pria hidung belang, tapi rasa kagum mengalahkan pikiran buruknya.
Pesanan merekapun datang, mereka makan sambil mengobrol santai. Pandangan Ryan yang sejak tadi terus mengarah pada Mey membuat wanita itu salah tingkah.
Meeting hari ini berjalan dengan baik. Saatnya mereka bersama-sama melangkah keluar menuju parkiran, tuan Devid dan tuan Moses berjalan di depan sedangkan Mey dan Ryan mengikuti kedua pria paruh baya itu dari belakang. Ryan yang tidak mau menyia-nyiakan kesempatan akhirnya memberanikan diri untuk berbasa basi dengan Mey.
"Apakah kamu akan kembali ke kantor?" akhirnya pertanyaan itu yang keluar dari mulut pemuda ini
"Iya, kan sekarang masih jam kantor" jawab Mey sambil terkekeh
"Kapan kamu punya waktu luang" tanya Ryan lagi
"Aku banyak sibuk akhir-akhir ini jadi aku belum tahu kapan bisa punya waktu luang" jawab Mey jujur karena ia memang hampir tidak punya waktu luang. Jika tidak ke kantor otomatis ia akan menghabiskan waktu bersama putri cantiknya.
Untuk sekarang memang fokus Mey cuma untuk perusahaan dan putrinya lalu keluarganya.
"Hmmm aku pikir kamu punya waktu, kita bisa ketemu sekedar minum teh atau yang lainnya" ucap Ryan sedikit kecewa karena tidak bisa berduaan dengan wanita yang ada di sampingnya sekarang.
"Apa aku bisa minta nomor handphone kamu?"ucap Ryan lagi penuh harap
"Boleh" jawab Mey singkat. Ryan langsung memberi hpnya dan Mey memasukan nomornya.
mereka tiba di parkiran dan masing-masing masuk ke dalam mobilnya lalu pergi meninggalkan tempat itu ke arah yang berlawanan.
Di Mobil tuan Moses
"Apakah putraku ini jatuh cinta pada pandangan pertama?" ucap tuan Moses dengan senyum jahilnya
"Apa menurut papi, dia gadis baik-baik?" tanya Ryan ingin tahu penilaian papinya tentang gadis yang baru saja mereka temui tapi sudah mengganggu pikirannya
"Antara ya dan tidak" jawab papi memgambang membuat Ryan semakin penasaran
"Apa Ryan boleh dekat dengannya pih?" tanya Ryan lagi
"Papi tidak pernah melarang kamu untuk dekat dengan siapapun. Tapi untuk memcari pendamping, papi mau kamu pilih wanita yang baik-baik" jelas papi
"Baik pih, tapi apakah dia salah satunya?" tanya Ryan lagi yang membuat sang papi gemas
"Ryan, rupanya kamu lagi kebelet kawin. Kenapa dari tadi yang dibahas cuma dia mulu?" ucap papi
"Karena Ryan menyukainya pih" ucap Ryan malu-malu.
*****
-Bersambung-