Wanita cantik dan pintar, bahkan dijuluki sebagai bunga kampus, namun saat malam dia berubah menjadi wanita panggilan.
Baru berusia 19 tahun namun menanggung beban berat untuk menghidupi dirinya dan menanggung biaya pengobatan sang ayah.
.
.
Bertemu seorang lelaki yang butuh pacar simpanan untuk menolak perjodohan
Namun sesuatu hal yang buruk terjadi, sang ayah membutukan oprasi segera dan dia harus menyiapkan 1 juta dolar.
Menawarkan keperawanannya pada pengusaha sukses seharga 1,5jt dolar
Namun sang Bos mengajaknya ke catatan sipil dan memberikan kontrak baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KAY_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 26
✨
< NaNa >
Kaget!! Saat dilobi aku cuma lihat Stive dan Jordhan, tapi waktu masuk justru melihat Han Yu ada diantara kita.
Han Yu yang sedang marah langsung menarik tanganku. Dia mengajak masuk keruang Presdir yang selama ini jarang dipakai. Han Yu menjatuhkan badanku di sofa lalu berjalan mengambil kotak obat.
“Apa yang kamu lakukan” tanyaku penasaran.
Han Yu hanya diam, dia mengambil kapas dan mengoleskan antiseptik. Perlahan mengobati memar di wajahku, lalu memerban tangan yang terluka.
“Siapa yang buat luka ini??”
“Aku cuma menyerahkan hasil laporan, tapi mereka menyuruh petugas kamanan untuk mengusirku.”
“Melakukan hal konyol untuk perusahaan kecil kayak gini”
Perusahaan kecil?? Aku juga ngak akan sudi. Kalaupun harus keluar atau di depak, aku ngak mau cuma karna fitnah.
“kamu ngak pernah tau rasanya jadi pembicaraan di belakang. Kamu ngak tau seberapa kuat aku nahan air mata dan amarah. Kamu ngak tau rasanya saat kamu ingin ngasih penjelasan, tapi sejujur apa penjelasanmu, mereka yang udah terlanjur benci ngak akan ngerubah pandangan mereka.”
Setidaknya aku berusaha membuat namaku bersih dengan sebuah bukti. Entah akhirnya mereka percaya atau ngak. Setidaknya aku udah berusaha.
Aku berdiri dari sofa sambil menghapus air mata yang keluar. Berusaha mengendalikan emosi yang sudah keluar tanpa kendali. Aku perlahan melangkah meninggalkannya. Namun dia berdiri dan langsung menarik tanganku.
Dia memelukku dengan erat, hangan tubuhnya membuat emosiku sedikit terkendali.
“Maaf. Aku ngak pernah tau rasanya. Tapi aku akan belajar merasakannya agar lebih memahamimu”
Han Yu...
Jangan memahamiku lebih jauh lagi. Aku beneran ngak akan sangup mengendalikan perasaanku.
Air mataku tiba tiba mengalir lagi, aku membiarkan hatiku sesaat tanpa pertahanan, mencoba menikmati pelukan hangatnya. Perlahan aku mengangkat tangan, lalu memeluknya dengan erat.
“Han Yu.... hikshikshiks”
< Han Yu >
Semalam aku menghubungi Stive dan Jordhan untuk mengakhiri akar masalah di Demio. Siapa yang tau kalau NaNa akan di usir dengan cara kasar seperti itu.
Dari kecil sampai sekarang, aku ngak pernah jadi bahan pembicaraan para pengosip. Tapi melihat air matanya, sekarang aku sedikit tau, bagaimana berada diposisi mereka.
Aku menarik lengannya, menghapus air matanya dengan perlahan lalu mengecup bibirnya dengan lembut. Berusaha menenagkan perasaan yang sedanh tidak stabil itu.
“Udah lebih tenang?? Ayo duduk”
“U’uumm”
“Han Yu.. bisakah aku meminjam bahumu??”
“Pakailah”
NaNa meletakkan kepalanya di pundak HanYu. Pundak ternyaman yang pernah dia sandari selama ini, bahkan mengalahkan pundak ayahnya.
“Bagaimana kamu bisa ada disini??”
“Aku presdirnya, tentu aja bisa”
“Jadi?? CEO Stive adalah orangmu??”
“Ya”
“Han.. bisakah aku tidur sebentar?? Air mata itu menguras emosiku”
✨
Ciihhh... ini cuma alasan kecil. Katakan saja jika kamu terlalu nyaman dengan pundakku.
Aku hanya mengusap rambutnya beberapa kali, namun dia sudah tertidur cukup nyenyak.
Aku membaringkan tubuhnya ke sofa, lalu menyelimutinya dengan Jas. Entah kenapa aku jadi senang melihatnya tertidur seperti ini.
✨
**cklakk***
“Tuan Han”
HanYu melangkah lalu duduk dikursinya. Empat petinggi itu saling berbisik satu sama lain saat melihat NaNa tidur disofa.
“Katakan!!”
“Pree...presdir.. kami mengaku salah. Kami mengaku salah..”
“Bagus!! Siapa dibalik ini??”
“Itu..... kamii....”
“Kalau kalian berkata jujur, aku ngak akan blackklist nama kalian, sehingga kalian bisa bertahan hidup”
“Ma...manager umum dan sekertarisnya!!! Presdir.. kami terhasut, tolong lepaskan kami.!!!”
“Oke. Aku ngak ingin liat kalian lagi”
“Ba...baik”
Mereka ber empat bergegas pergi, namun sebelum membuka pintu, Han Yu menghentikan mereka.
“Tunggu!!!”
“Siapa yang memanggil petugas keamanan”
“Sa....saya Presdir”
“Yang lain pergi. Kamu tinggal disini”
“Ba..baik”
Han Yu merogoh ponselnya dan memanggil Jordhan. Mereka bertiga telah pergi, kini hanya seorang lelaki tengah baya yang menunggu diruangan dengan penuh kringat.
*cklaaakkk*
“Han Yu”
“Beri tau dia, gimana resikonya udah memperlakukan nyonya Han dengan buruk.”
“Aaiiyyyaaa. Ternyata lelaki ini yang udah buat nyonya Han terluka. Ngak usah khawatir, kamu lanjut aja deeh sama NaNa”
“Setelah itu suruh Stive mengurus Manager umum dan sekertarisnya.”
Dengan senyum jahat Jordhan menarik kerah lelaki setengah baya itu keluar dari ruangan. Jordhan menyeretnya sampai ke besment.
“Tu..tuan Jordhan, maafkan saya.. maafkan saya”
“Aku tuh sebenarnya baik, cuma perintah dari Han Yu ngak bisa ku tolak. Kamu juga terlalu lancang sampai berani suruh orang untuk nyentuh Nyonya Han”
“Nyo...nyonya??? Maksut anda wanita itu?? Ta..tapi yang memberi perintah Manager umum.. Tuan Jodhan lepaskan saya”
“Oohh manager umum, tenang saja. Aku akan balaskan dendammu padanya”
**bugg buggh bughh**
Jordhan merogoh ponselnya, lalu menghubungi seseorang untuk mengatasi jenazah lelaki paruh baya itu.
✨
✨ see you in the next chapter
Jangan lupa dan jangan lupa..!!!
Mimin nunggu like dari kalian 👍🏻😉
sambil munggu ani ani up 🤭