NovelToon NovelToon
SUATU HARI NANTI

SUATU HARI NANTI

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:92k
Nilai: 5
Nama Author: Neng Neng

Suatu hari nanti, anganmu akan menjadi nyata, mimpimu akan terwujud, dan do’amu akan terkabul.

Liliana Pramesti, seorang gadis yatim piatu yang hidup dalam sebuah kemiskinan, menjadi tulang punggung bagi adik semata wayangnya yang menderita penyakit down syndrom, tentu saja adalah hal sulit baginya.

Namun, kerasnya hidup, tidak lantas menyurutkan keyakinan dan perjuangannya untuk tetap bertahan.

Hingga ... suatu hari, dia terpaksa harus menikah dengan cinta pertamanya sedari kecil, semenjak itu, dunianya berubah, jungkir balik, kedamaiannya terenggut begitu saja.

“Bang Ilham itu, seperti batu, dan aku seperti air, batu dan air bisa hidup berdampingan, meski batu memang memiliki karakter yang keras, dan air memiliki karakter yang lembut, namun tidak tersentuh. Tapi suatu hari nanti ... air mampu menghancurkan batu”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neng Neng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebakaran

Kadang ada kalanya aku percaya, bahwa cinta itu seperti ketika kita sedang mengikuti lomba lari maraton. Pada awalnya dengan santai dan penuh percaya diri aku mulai bergerak, lalu mulai melaju kedepan, lalu aku mulai berlari, dalam hati aku berteriak “Kamu pasti bisa!!!”.

Tapi, selama aku terus berlari, ketika di tengah jalan aku mendapatkan banyak ujian, terutama aku mengalami kelelahan, perlahan napasku  memburu, dan aku mulai terengah-engah. Lalu aku mulai ragu, “Apakah daya tahan tubuhku akan kuat?? Jika aku terus berlari hingga garis finish??”.

Perlahan kakiku mulai melambat, kakiku tidak bergerak selebar pertama kali aku berlari. Aku  merasa lelah, dan amat lelah. Lalu aku berfikir “Apa aku harus menyerah?? Menyerah saat ini mungkin akan lebih baik, daripada aku kalah. Itu akan lebih melelahkan lagi”.

Apalagi, ketika aku melihat punggung lawanku yang sudah jauh di depan, meninggalakanku sendirian jauh di belakang “Menyerah saja” dua kata itu muncul di benakku.

Tapi, pada akhirnya aku tetap memaksakan diriku untuk tetap berlari, ku gertakkan gigiku dan aku terus memaksakan diri untuk terus bertahan hingga akhir. Alasanku menggunakan lari maraton sebagai contoh percintaanku, bukan karena lari maraton adalah hal yang enteng.

Tapi, karena aku tahu, hidup ini adalah sebuah perlombaan. Aku tahu, aku tengah menginginkan seseorang. Aku tahu jika dia jodohku, maka aku harus terus mengejarnya, dan dia akan menungguku. Meski kini dia tak bisa melihatku, tapi aku tahu dia tengah menungguku di garis finish.

Dan itulah alasanku masih tetap bertahan berlari hingga menuju garis finish. Karena aku tahu, dia masih berdiri, tepat di sana. Di garis finish. Dan garis finishku adalah ‘Kebahagiaan’.

Aku memang tidak pernah tahu, siapa jodohku? Namun, bolehkah aku berharap?? Aku ingin dia yang menjadi imamku, dia orang yang kini tengah menunggu calon mempelai perempuan masuk kedalam mesjid ini.

Aku duduk melipat kedua kakiku, dengan khusyuk di belakangnya, sesekali ku tatap punggungnya, harusnya dia mengucap ijab dari setengah jam yang lalu, tapi itu belum dilakukannya, karena Sisil dan rombongan keluarganya belum juga datang.

Satu jam berlalu, rombongan mempelai perempuan belum juga tiba, semua orang mulai berbisik-bisik, aku dan Mira sudah menghabiskan dua gelas air mineral, sementara Bu Fatimah sudah mulai berdiri, dan mondar-mandir di depan mesjid, tapi yang di tunggu belum juga muncul.

Akhirnya pihak keluarga memutuskan untuk mendatangi rumah keluarga Sisil. Dan utusanpun berangkat.

Seperempat jam perjalanan yang harus di tempuh dari mesjid ini menuju rumah Sisil, tapi rasanya sungguh sangat lama sekali. Bu Fatimah masih berdiri di teras mesjid menunggu kepastian. Sementara itu, ku lihat pangeranku tengah menundukkan kepalanya sambil komat-kamit, entah doa apa saja yang sedang di rafalkannya. Tangannya terlihat gemetar. Aku tahu, dia tengah di landa kecemasan.

Perlahan ku ambil ponsel bututku, lalu aku menekan nomor ponsel Sisil. Tapi entah kenapa gadis itu menon aktifkan nomor ponselnya. Tak bisa di pungkiri, akupun mulai resah. Takut ada apa-apa dengan pernikahan

Bang Ilham.

Tak lama utusan Bu Fatimah datang, lalu dia membisikkan sesuatu pada Bu Fatimah. Entah apa? Tapi aku sempat melihat mimik wajah Bu Fatimah yang terlihat shock. Bu Fatimah mematung, lalu tak lama ...

Bbbbrruukkkk ....

Seketika tubuh Bu Fatimah ambruk di lantai, lalu tak sadarkan diri. Aku langsung berlari menuju luar, memburu Bu Fatimah, tak beda dengan Bang Ilham dan yang lainnya. Merekapun sibuk melihat keadaan di luar.

“Mamah!!!” teriak Bang Ilham dan Mira kompak.

“Mamah kenapa??” Bang Ilham merengkuh tubuh Ibunya, lalu memeluknya. Seketika semua orang berbisik hingga suasana menjadi gaduh.

“Ayo angkat kedalam mesjid saja” Suami Bu Fatimah dan Bang Ilham menggotong tubuh Bu Fatimah untuk masuk kedalam mesjid.

“Mamah, bangun Mah” Mira mulai menangis, gadis itu terlihat sangat shock, aku berusaha memeluknya, mencoba menenangkan Mira.

“Mamah gak apa-apa” Aku menggeleng, sambil mengusap air mata Mira.

“Kak Lia, apa Mamah akan seperti Ibunya Kak Lia??” tanyanya polos.

“Enggak, Mamah Mira gak apa-apa, hanya lelah saja mungkin” jawabku.

“Aku takut Kak, hiks ...” Mira menggisik matanya, yang sudah mengeluarkan lelehannya.

“Gak apa-apa” Aku memeluk tubuh kecil Mira, lalu mengelus kepalanya dengan sayang.

Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas siang, akhirnya Bu Fatimah mulai siuman, sementara itu tamu undangan sebagian sudah undur diri, dan sebagian lagi masih ada yang bertahan, mungkin mereka ingin tahu, sebenarnya apa yang sudah terjadi.

“Mamah?? Mamah kenapa??” tanya Bang Ilham, setelah aku menyodorkan satu gelas air mineral.

“Ilham!! Kamu harus kuat Nak!!” tiba-tiba Bu Fatimah memeluk putranya dengan erat sambil menangis meraung-raung.

“Iya, Ilham kuat, tapi Mamah kenapa??” tanya Bang Ilham, menatap Ibunya lekat.

“Rumah Sisil kebakaran Nak, dia sekeluarga tidak bisa di selamatkan” jelas Bu Fatimah.

“Gak, ini gak mungkin!!” Bang Ilham berdiri, lalu berlari menuju luar mesjid.

“Lia, tolong ikuti Ilham!!” teriak Bu Fatimah, refleks aku berdiri, lalu ikut berlari mengejar Bang Ilham.

“Abang!! Tunggu!!” teriakku.

Tapi, Bang Ilham masih tetap berlari, tanpa alas kaki, begitu pula denganku, aku melupakan sandalku sendiri.

“Abang!!! Tunggu Lia!! Huh huh huh” Aku berteriak sambil ngos-ngosan.

Bang Ilham tidak menolehku, dia hanya terus berlari menuju rumah Sisil, tak lama akupun tiba di rumah Sisil, ku lihat dari kejauhan Bang Ilham tengah bersimpuh di hadapan Rumah Sisil yang sudah luluh lantah bersatu dengan tanah, yang tersisa hanya tinggal puing-puing rumah, dan puing-puing kenanganku bersama dengan sahabat dan juga rivalku, aku tidak menyangka, bahwa semua ini akan terjadi pada Sisil di hari bahagianya.

Garis polisi sudah di pasang, beberapa polisi juga ada di sana, mereka mengamati penyebab sesungguhnya kenapa bisa terjadi kebakaran tiba-tiba, yang harus memusnahkan seluruh keluarga Sisil. Yah ... untuk sementara polisi menduga, tidak ada yang selamat atas kecelakaan tersebut. Dan untuk sementara juga, polisi memutuskan jika kebakaran terjadi akibat listrik dengan arus pendek.

“Sisil sungguhkah kamu sudah pergi?? Kenapa kamu pergi dengan cara seperti ini?? Aku mungkin pernah membencimu, tapi kenapa kamu harus pergi secepat ini?? Kenapa pula rumahmu bisa terbakar?? Bukankah tadi pagi aku melihat rumahmu baik-baik saja?? Tidak Sisil, harusnya ini menjadi hari yang bahagia untukmu dan untuk pangeranku” berkali aku menggeleng, masih tidak percaya akan semua yang tengah aku lihat.

“AAAAAAAAAAAAA!!!!!!!” Tiba-tiba Bang Ilham berteriak sekuat tenaga.

“Abang, Abang tenang, aku yakin Sisil sudah tenang di sana” Aku menghampiri Bang Ilham.

“Ini tidak adil bagiku, aku sangat mencintainya, aku tidak bisa hidup tanpanya, bagaimana mungkin dia pergi dengan cara seperti ini???!!!!” teriak Bang Ilham.

“Abang, Allah pasti punya alasan kenapa semua ini bisa terjadi, suatu hari nanti akan ada hikmah untuk setiap musibah” jawabku.

“Alasan apa?? Hah??!!!” tiba-tiba Bang Ilham membentakku.

“A abang tenang” dengan suara gemetar aku masih mencoba menenangkannya.

“Tidak!!! Ini tidak mungkin, aku harus menikah dengan Sisil, dia cinta sejatiku, tidak mungkin dia meninggalkanku setelah semua yang telah kami lakukan!!” Bang Ilham semakin kalap.

“Abang, jodoh, maut, suka, duka, sudah menjadi takdir Allah, Abang jangan begini, Abang harus ikhlas”.

“Tidak!!! Aku akan tetap mencarinya, aku hanya ingin menikah dengannya!!!” teriak Bang Ilham lagi.

Entah kenapa?? Tapi ada rasa sakit yang menyelusup kedalam dadaku. Bang Ilham sangat mencintai Sisil.

“Abang, ayo kita pulang saja” ajakku.

“Tidak!!! Aku mau menunggunya disini!!”.

“Abang, kasihan Bu Fatimah, beliau pasti tidak mau melihat Abang seperti ini” bujukku akhirnya.

Bang Ilham terdiam sejenak, lalu dia menatap puing-puing rumah Sisil dalam, tak lama dia melangkahkan kakinya menuju mesjid tadi. Dan akupun ikut berjalan di belakangnya.

Pangeranku, aku harap kamu baik-baik saja.

Suatu hari nanti, aku akan tahu, apa yang sebenarnya terjadi pada Sisil dan keluarganya.

Bersambung .................

Next??

1
Ruzita Ismail
Luar biasa
Ai Oncom
luar biasa.. Bagus banget ceritanya..
Beauty JK
😘
elen situmorang
tetap semangat thor..senang dgn karyamu..suatu hari nanti..akan ada ribuan like untuk mu..jgn menyerah..teruslah buat cerita baru
elen situmorang
cerita bagus kog jempol dikit...
elen situmorang
jatuh cinta di kepalsuan cinta..aku mampir ya thor
Nani Desmiwati
keren
Mirfatin Khanani
dibodohi trs
Hersus
jgn ambil Lia Thor poko y Ending y harus happy jgn ky Mira ending y bikin nyesek 😭😭😭
Hersus
😭😭😭😭
Risfa
siapp teteh 🤗🤗
Kadek Bella: lanjut thoor
total 1 replies
sitiazzahra
di tunggu novel berikut nya
Yuna Rahma Azaria
makasih teh untuk cerita2nya...

jujur saya lbh suka cerita yg real life drpd yg haluu....


semua cerita teteh bagus2 kok. semangat terus ya teh....🥰🥰🥰🥰
Risfa
Makasih tetehh sudah buat cerita yang buat aku selalu terharu, nggak pernah berhenti mengucap syukur. Pelajaran hidup yang sangat berarti, lewat sosok perempuan muda bernama Lia. Ketegarannya, kesabarannya, keikhlasannya dalam mnjalani hidupnya yang sangat sangat tidak mudah, sampai tiba suatu hari Lia menerima, menikmati, hasil manis perjuangan hidupnya selama ini.

Sehat terus tetehku, terus lah berkarya. Love you 🤗🤗🤗
ᵇᵃˢᵉ™
wa'alaikumussalam warohmatullah wabarokatuh...
semangat berkarya Teteh, ttp sehat & bahagia, maafin para readers yg suka komplen ky netizen😌
tapi percayalah, aku menikmati cerita Lia yg bnyk bgt beri pelajaran bt kita. makasih Teteh🤗
ᵇᵃˢᵉ™Ꭼ𝔩𝔦𝔫⌥
Waalikumussalam.... Terimakasih sudah memberikan cerita-cerita yang membuka mata hati kita, bahwa kita harus terus bersyukur atas segala nikmat yang Tuhan berikan.. Semoga Teteh, sehat terus. Dan terus menulis di manapun...
...
ᵇᵃˢᵉ™Ꭼ𝔩𝔦𝔫⌥
kalau jodoh g akan kemana.. Yang penting iklas. Perbaiki diri. Allah akan memantaskan diri kita dengan jodoh kita..
Risfa
Tidaklah Allah mengambil sebuah nikmat, kecuali Allah akan siapkan pengganti yang lebih baik selama ia bersabar dalam mnghadapi musibah 🤗🤗🤗
Risfa
Mimpimu sudah terwujud Rudi, jadi Chef ternama dan bertemu dengan Lia.
ᵇᵃˢᵉ™𝒔𝒂𝒎𝒚
bakal up judul baru kah teh 👀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!