NovelToon NovelToon
BERBAGI SUAMI

BERBAGI SUAMI

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Balas Dendam / Menantu Pria/matrilokal / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Yudhi Nita

Tahun kelima pernikahannya, Renata dan Haris belum juga dikaruniai seorang anak. Betapa sedih saat mertua menyalahkan Renata karena dia tak bisa mengandung, apalagi melahirkan seorang cucu untuknya.

Hati Renata merana saat mertua menyuruh Haris, suaminya, untuk menikah lagi dengan pilihan sang mertua demi mendapatkan seorang cucu.

Tak disangka Haris goyah juga menghadapi desakan orang tuanya hingga dia menikahi wanita pilihan ibunya.

Namun, di saat keputusan perceraian, hal yang tak disangka, Renata yang selalu dihina oleh mertuanya karena miskin dan merupakan anak yatim piatu, ternyata mendapatkan warisan yang begitu banyak!

Bagaimanakah penyesalan Haris? Bagaimana pula Renata bisa membalas semua perlakuan mertua dan suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yudhi Nita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BOLEH PULANG

Hari itu, Renata boleh pulang tapi masih harus selalu check-up kakinya ke rumah sakit. Rendy dan kedua orang tuanya menjemput Renata. Mereka nampak sangat bertanggung jawab.

"Jangan lupa, besok juga diantar check-up kalo suaminya Renata belum pulang kerja, Ren."

Bu Dian mengingatkan dari belakang, sementara Renata duduk malu di sebelahnya.

"Iya, Ma."

Mobil melaju ke rumah Renata. Karena gang sempit, terpaksa mobil diparkir di pinggir jalan dan Renata pun harus turun berjalan kaki dengan tongkat penopang. Satu kakinya masih digips.

"Hati-hati, Renata. Rendy, kamu tolongin Renata, donk!" ujar Bu Dian melihat Renata kesulitan untuk turun.

"Iya, Ma. Bentar, ini juga baru mau turun," sahut Rendy yang baru saja selesai melepas sabuk pengaman. Dia pun turun lalu bergegas mendekat ke arah Renata.

Karena kesulitan, Rendy pun merangkul wanita itu. Wajah Renata memerah meski tak memungkiri, dia agak terkesima mencium bau parfum yang lembut di ketiak Rendy.

Mereka turun perlahan. Bu Dian dan Pak Candra menatap keduanya lalu saling berpandangan. Baru kali itu mereka melihat Rendy memperlakukan wanita dengan halus. Namun, sayang sekali Renata sudah punya suami.

Hingga melupakan tongkat penopang yang masih ada di dalam mobil, Rendy memapah Renata sampai di depan pintu rumah kontrakannya.

"S-silakan masuk, Pak Candra, Bu Dian, Mas Rendy," ujar Renata yang telah membukakan pintu rumah.

"Iya, Ren."

Bu Dian langsung masuk ke dapur. Dia meletakkan roti, buah dan makanan di atas meja dapur. Dia kembali mengedarkan pandang. Merasa iba karena selalu melihat Renata sendirian di rumah kontrakan yang kecil. Lalu pandangannya bergulir merasa ada yang janggal dengan Renata yang berusaha jalan ke belakang.

"Ren, kamu mau ke mana? Nggak usah bikin minum. Kondisi kamu seperti itu, kami nggak haus, Rena," ujar Bu Dian.

"Eh, iya, Bu. T-tadi tongkat penopang saya, di mana ya?" tanya Renata mencari-cari benda itu.

Rendy menepuk dahinya. Dia segera beranjak lalu keluar dan mengambilkan tongkat penopang yang tertinggal di mobil.

"Sudah, kamu duduk saja, Ren. Kami mau ngobrol," ujar Bu Dian.

Renata pun kembali duduk dengan susah payah di atas karpet. Bu Dian membantunya turun. Renata merasa lega saat bisa duduk meluruskan kedua kakinya di atas karpet. Dia menatap ke mesin jahit. Sayang sekali beberapa bulan ini dia tak akan bisa memainkan lagi mesin itu. Tak lama, Rendy datang membawa dua tongkat penopang.

"Ini," kata Rendy sambil meletakkan kedua tongkat itu di dekat Renata.

"Makasih, Mas."

"Lho, suami kamu kerja, Ren? Nggak ada liburnya?" tanya Bu Dian.

Belum dijawab oleh Renata, Rendy sudah memberi kode agar ibunya itu diam. Bu Dian sampai melotot, tak mengerti apa yang dimaksudkan oleh Rendy.

"Iya, Bu. Kerja," sahut Renata lirih, walau Rendy sudah tahu apa yang terjadi padanya, tapi dia berharap agar Pak Candra dan Bu Dian tak mengetahui cerita hidupnya.

Mereka mengobrol hingga sore setelah makan bersama. Lalu dirasa sudah cukup, mereka berpamitan pulang.

Rendy melihat Renata begitu kesulitan untuk berdiri. Dia meraih lengan Renata dan menahannya agar bisa berdiri. Rasanya sangat iba melihat wanita berhidung mancung itu kesulitan. Itu juga karena dia. Rendy merutuki dirinya sendiri.

Namun, setiap mau dibantu, Renata selalu mengatakan bahwa dia bisa. Rendy salut dengan sikap wanita itu. Dia begitu tegar menghadapi hidupnya.

Mereka bertiga telah berjalan masuk ke mobil. Bu Dian yang penasaran akhirnya mendesak Rendy agar menceritakan apa yang terjadi.

"Suaminya itu punya istri lagi, Ma."

Kening Bu Dian berkerut mendengarnya. Begitu juga Pak Candra. Mereka tak pernah melihat Renata menunjukkan kesedihannya. Namun, ternyata hidupnya begitu menyedihkan.

"Kamu tau darimana?" tanya Pak Candra di sebelah Rendy yang sedang mengemudi.

"Dia bilang sendiri waktu di rumah sakit ...," sahut Rendy.

"Waktu itu, aku juga penasaran, kenapa kok Renata nggak pernah dijenguk sama suaminya. Nah, dia keceplosan cerita itu. Sudah beberapa bulan ini, Pa, Ma."

Pak Candra dan Bu Dian merasa trenyuh akan cerita hidup Renata. Mereka tau bahwa Renata berasal dari panti asuhan hingga menikah dengan Haris. Namun, mereka baru tau jika suami Renata itu menikah lagi.

"Katanya, kenapa kok menikah lagi, Ren?" cecar Bu Dian, penasaran.

"Katanya karena belum hamil, Ma."

Bu Dian berdecak. Sebagai wanita, dia merasa sangat dilecehkan. Dia sendiri pernah merasakan dulu sulit hamil. Hingga dua tahun baru bisa merasakan perutnya membesar setelah beberapa tetangga juga menggunjingkan karena belum juga hamil.

Rasanya sakit sekali. Apalagi Renata, pasti sudah digunjingkan, ditambah dengan suami yang membagi cintanya. Pasti berlipat-lipat rasa sakitnya.

***

Sementara itu, Bu Helen nampak senang melihat rumahnya perlahan tapi pasti telah dibangun atasnya. Tiga orang tukang yang selalu rajin jika ditunggui oleh Melia yang memakai baju minim itu, sangat bersemangat dan berusaha tepat waktu saat Melia meminta mereka tak mengulur-ulur pekerjaan.

Memang sebagian orang kadang mengulur waktu agar dibayar lebih dalam pekerjaan borongan. Namun, Melia bisa membuat mereka bergerak cepat.

Bu Helen sangat bangga dengan menantunya itu, walau sedikit risih dengan pakaian yang dipakai oleh Melia. Ingin rasanya dia memperingatkan tapi Bu Helen takut Melia tersinggung dan tak mau lagi melanjutkan pembangunan rumah.

Tak henti juga cemilan dan minum serta makan para tukang itu. Semua Melia yang mengaturnya. Makanan yang memuaskan lidah para tukang tentunya hingga mereka senang sekali. Sudah disajikan makanan enak, pemandangannya juga enak.

Paha dan dada Melia yang sedikit terlihat seringkali membuat para tukang berebut untuk melakukan pekerjaan di atas agar bisa melihat garis belahan dada wanita itu.

Haris sendiri sedang fokus dengan pembangunan rumah. Setidaknya selama tiga bulan dia tak akan pulang ke kontrakan.

"Bodo amat, si Renata mau apa. Hilang satu tumbuh satu yang lebih cantik dan berharga, kan?" ocehnya pada Ferdi, teman kerja yang akrab dengannya.

"Kok bisa gitu, jangan-jangan terjadi sesuatu sama istri pertamamu itu, Ris."

Haris mengerutkan dahi. Dia sempat memikirkan perkataan Ferdi, tapi ditepisnya.

"Ah, dia itu pasti cuma mau balas aku saja. Buktinya waktu itu aku lihat cowok ke rumah kontrakan dia. Baru berapa hari, Fer. Dia udah macem-macem gitu! Pasti dia minggat sama cowok lain! Biarin, aku juga udah enak sama Melia!" pungkas Haris.

"Hah? Udah bawa cowok lain ke rumah? Wah, kurang ajar itu, istrimu, Ris! Benar kalo kamu nggak usah pulang ke sana, jangan-jangan dia dibawa lelaki itu," tuduh Ferdi.

Haris melengos, meski ada rasa cemburu dalam hatinya mendengar kalimat tambahan dari Ferdi yang menggugah emosi.

"Halah, wanita. Gampang banget aku dapet. Sekelas Melia saja aku bisa dapat, kok cuma Renata. Biar aja dia pergi sama cowok lain. Kukasihin kalo perlu," kata Haris sesumbar.

1
Soraya
gelinya ada keselnya juga ada ema sama anak sm sama epleng
Soraya
Luar biasa
Soraya
haris sama ibunya dikasih nafkah uang lendir sama Melia
Soraya
motor bututmu kmu haris
Soraya
Ooo baru tau tujuan Melia nikah sama Haris
Soraya
ketawa ngakak aku haris blg Melia pembuka rezeki nya gak nyadar kalo udah diporotin Melia
Soraya
yang di arep Melia apa dri Haris ky kgk kendaraan aja cuma motor butut dh gitu suami orang lgi klo mau mau jadi pelakor jgn nanggung cari yang konglomerat Melia
Soraya
si Melia katanya cantik banyak pria yang tertarik tp kok mau jd pelakor anehh
Soraya
Susi nyuruh suami orang selingkuh dia gak takut nanti klo suaminya selingkuh juga
Soraya
mampir thor
Anisah
Luar biasa
Puji Rahayu
rampungkn crita ni dulu..br lnjt kesana thor...
Adiba Shakila Atmarini
critax bgus.suka bngt.sukss sllu dngan kryax.d tnggu nvel brikutx.dngn kisah yg tdak kalah sru lgi💖💖💖💪💪👍👍👍
elsya
bagus
Richard
Susi mulutnya kaya yang minta di ulek..
Rere
semoga makin sukses kami menunggu ahirnya
yore_offical
cerita nya banyak mengandung hikmah..tulisan nya sederhana dan tidak bertele tele sehingga mudah di pahami
Elzahra
Cobaan rumah tangga memang lebih sensitif urusan keturunan
Tp d liat dr sifat haris emang kayak nya lemah gampang tergoda
Azaidane Azaidane
bayak pelajaran yg bisa di ambil dari cerita ini..
tak boleh sombong
jangan julid
jangan berprasangka buruk
jika tuhan sudah berkehendak... maka terjadilah..
terima kasih otor.. cerita y nano nano
Warsini Handini
Bagus ceritanya thor...sangat detil dlm menyampaikan keadaan, perasaan sehingga pembaca ikut membayangkannya...terimakasih dan tetap semangat 👍👍👍👍💪😍
Yudhi Nita: Makasih Kakak 😘
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!