NovelToon NovelToon
One Punch Man Di Dunia Marvel

One Punch Man Di Dunia Marvel

Status: tamat
Genre:Komedi / Action / System / Anime / Tamat
Popularitas:229.5k
Nilai: 4.7
Nama Author: Naga Hitam

Up tidak menentu.

One Punch Man di dunia Marvel.

Agus tidak tau jika reinkarnasi di dunia Marvel dirinya mendapatkan sistem yang mengharuskannya untuk merugi.

Agus tanpa sengaja membuat game kubus kesabaran yang menghasilkan ratusan juta dan game berikutnya Plants vs Zombies.

Sistem tidak memberikannya skill apapun namun dirinya tidak menyerah.

Di hadapkan dengan kenyataan yang kejam. Agus melakukan polah pelatihan seperti yang di lakukan Saitama dalam anime favoritnya yaitu One Punch Man.

100 kali push-up, 100 kali sit-up, 100 kali squat dan berlari sejauh 10 kilometer setiap hari.

[DING]

[Selamat tuan rumah mendapatkan skill one punch man]

[Setiap perbuatan baik akan mendapatkan hadiah uang dari sistem]

[Membuang sampah mendapatkan uang 100 ribu]

[Menyebrangkan jalan nenek-nenek mendapatkan uang 1 juta]

[Menyelamatkan keindahan mendapatkan uang 100 juta]

Dari sini titik balik Agus di mulai...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naga Hitam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 26 - Tes 2 Wahana Yang Membosankan

Dufan Ancol...

Setelah datang dan memarkirkan mobilnya, Kelimanya memasuki Dufan dengan di biayai oleh Shandra.

Agus merasa sangat bersyukur karena bukan dirinya yang membayar tiket masuk jika tidak itu akan dikatakan sebagai pemborosan.

"Baiklah... Ini adalah Tes terakhir, Jika Mas Agus bisa menyelesaikan Wahana Ekstrim yang ada di Dufan. maka Mas Agus akan di nyatakan Lulus dan akan di Terima menjadi penyewa kamar..." Selika berkata keras, kali ini dirinya yang akan menjadi juri.

Wahana ini terlihat seperti ayunan taman kanak-kanak, Apakah kita harus melakukannya Bukankah kalian bisa menolak jika tidak ingin menerima penyewa kamar, kenapa Aku harus melalui ini semua.

Agus mengikuti keempatnya yang memiliki penampilan aneh karena melakukan penyamaran, dengan pergi ke salah satu wahana ekstrim yaitu Hysteria.

"Mas Agus silakan..." Selika berkata dengan senyuman.

"Kalian tidak ada yang ikutan?..." Sebelum naik wahana Hysteria Agus bertanya kepada keempatnya.

"Tidak karena ini Tes kita tidak akan ikutan..." Silvi adalah yang paling penakut namun saat memikirkan nasib buruk orang lain. Karena Agus mengalami keterpurukan setelah naik wahana Hysteria, Silvi menjadi bersemangat.

"Mas Agus, selamat menjalani tes untuk menjadi penyewa kamar..." Silvi menyemangati Agus.

Agus secara perlahan memasuki tempat pemeriksaan seperti pendaftaran, selain Agus ada selusin orang pemberani yang berniat menaiki wahana Hysteria.

Sekarang Agus duduk di antara orang-orang pemberani dengan beberapa pengaman mengikat dirinya.

"Apakah ini akan berhasil?..." Shandra bertanya dengan khawatir, walaupun dirinya berniat menyiksa Laki-laki, namun apa yang keempatnya lakukan sudah berlebihan.

"Kak Shandra, Laki-laki seperti dia tidak layak di khawatirkan..." Sarah berkata dengan dingin.

Hysteria, tempat di mana Agus duduk beserta orang-orang yang ada di samping kanan kirinya. secara perlahan naik keatas dengan begitu berhenti di ketinggian tertentu.

Agus yang duduk di ketinggian dapat melihat sekeliling kota jakarta menjadi ukuran kecil. Agus melihat sekelilingnya ada orang-orang yang tidak di kenalnya, mereka semua ada yang memejamkan mata. ada yang mencengkeram duduk baja dengan kuat, ada juga yang membaca doa akan makan.

"Aaahhhhh..."

"Aaahhhhh..."

"Aaahhhhh..."

Dalam sekejap tempat duduk Hysteria yang berhenti di ketinggian, turun dengan cepat dan membuat jantung orang-orang sangat terkejut.

Dengan mengejutkan tempat duduk Hysteria turun kebawah, Semua orang berteriak setengah mati. itu adalah pengalaman yang luar biasa untuk jantung manusia.

Hysteria naik dan turun sebanyak Tiga kali dan banyak orang yang berteriak berulang kali, namun hanya ada satu orang yang tidak bersuara, Dia aadalah Agus yang danya duduk diam di tempat.

Agus bahkan menguap di saat orang lain berteriak. sampai akhirnya Hysteria di hentikan beberapa orang pingsan di tempat.

Saat keluar dari wahana Hysteria, beberapa orang memiliki kaki gemetar bahkan ada yang muntah mengeluarkan isi makan yang di makan sebelumnya.

Agus tidak menghiraukan pihak lain dirinya pergi menuju Empat saudari yang memiliki mata membulat dengan rahang jatuh ke lantai.

Silvi yang termuda di antara mereka menggunakan lengan mungilnya untuk mengusap kedua matanya berharap jika yang di lihatnya hanyalah mimpi.

Shandra, Selika dan Sarah tidak jauh berbeda, mereka berempat seperti melihat hantu pada siang hari.

"Bukannya Wahananya masih ada lagi, mengapa kalian berempat diam..." Agus berkata dengan santai.

"Benar, masih ada lagi..." Selika langsung memimpin jalan, tujuannya adalah Tornado.

"Tornado..."

Agus tanpa basa-basi langsung mendaftar dengan cepat duduk bersama dengan beberapa pengguna yang lain.

Keempat saudari melihat Agus yang duduk di wahana Tornado.

"Apakah kali ini akan berhasil?..." Sarah berkata dengan dingin.

"Tentu saja..." Selika berkata dengan yakin.

Agus dan beberapa pengguna wahana yang pemberani di bawa naik ke ketinggian lalu kursi yang menjadi tempat duduk mereka pengguna Tornado berputar-putar beberapa kali.

"Ahhhh..."

"Ahhhh..."

"Ahhhh..."

Setelah Tornado yang berputar-putar berakhir Agus keluar dengan santai seolah tidak memiliki beban sama sekali.

Penjaga wahana Tornado tidak jauh berbeda dengan penjaga wahana Hysteria. mereka hanya bisa terdiam melihat Agus yang keluar dengan santai.

Apakah dia manusia.

Keempat saudari tidak bisa berkata-kata lagi, tidak ada satupun dari keempatnya yang berpikir jika semua wahana yang ada di dufan dapat membuat Agus menyerah.

"Hasilnya sama, yang mana selanjutnya..." Selika berkata dengan tidak berdaya.

"Bagaimana dengan Komidi putar..." Silvi berkata dengan yakin.

"Tidak... tidak... apakah kamu pikiran Mas Agus itu anak kecil?..." Sarah berkata dengan kesal.

"Bagaimana dengan Istana Boneka..." Silvi menyarankan lagi.

"Tidak, Lebih baik Rollercoaster Halilintar..." Shandra yang dari tadi diam saja menyarankan.

Dengan cepat Agus menunggangi Rollercoaster Halilintar, dan hasilnya sama tidak bisa membuat Agus ketakutan.

Berikutnya mengikuti saran Silvi yakni Komidi Putar.

Itu terlihat cukup aneh dimana banyak anak kecil yang menunggangi kuda mainan yang ada di wahana Komidi putar dan Agus menjadi satu-satunya orang dewasa.

Sial... Apakah aku akan terus mengikuti permintaan keempat gadis bodoh itu.

Tes berlanjut Agus merasakan semua wahana yang ada di Dufan Ancol.

Kora-kora, Agus duduk di atas perahu besar yang berayun karena hanya bergerak maju mundur.

Water Boom, Agus menggunakan balon karet pelampung yang tersedia lalu meluncur turun menelusuri setiap jalur lalu jatuh pada kolom renang.

Baling-baling, Hampir sama dengan tornado berputar-putar namun sedikit berbeda karena berputar-putar ke sisi kanan dan sisi kiri.

Niagara-gara, Hampir sama dengan rollercoaster namun menunggangi perahu yang saat sampai di bawah akan berbenturan dengan genangan air.

Istana Boneka, Kali ini Agus di temani keempat saudari dengan duduk di atas perahu sambil berkeliling melihat-lihat boneka.

Sial... Apa yang aku lakukan di sini, bukannya aku ingin menyewa sebuah kamar, lalu kenapa aku merasa seperti berlibur dengan di temani empat gadis cantik.

Agus kali ini duduk di bagian belakang, sedangkan Shandra, Selika, Sarah dan Silvi asik duduk di depan sambil tertawa saat melihat Boneka yang lucu dan akan berteriak ketika melihat boneka yang seram.

Melihat ini Agus ingin muntah darah.

Sabar-sabar ini semua hanya tes untuk mendapatkan penyewaan kamar.

Agus menghabiskan waktunya untuk menikmati tes yang begitu menyiksa yaitu mencoba segala macam wahana yang ada di Dufan.

"Bagaimana, Apakah tesnya sudah selesai?..." Agus bertanya kepada keempat saudari.

Keempat kehilangan harapan untuk menyiksa pihak lain dan diri mereka juga bersenang-senang tanpa memikirkan niatan awal mereka sebelumnya.

"Apa lagi yang bisa menyiksa seorang laki-laki?..." Selika bertanya tanpa daya.

"Bagaimana dengan Wahana Rumah hantu..." Saat memikirkan sebuah tempat seram dengan penampakan hantu jadi-jadian keempat saudari langsung bergidik.

"Benar, ini adalah wahana yang terakhir, jika dia berhasil maka kita tidak punya pilihan lain selain menerimanya tinggal bersama dengan kita" Shandra berkata dengan sungguh-sungguh.

"Wahana Rumah Hantu?..."

Agus hanya bisa mengikuti tes yang di katakan menjadi yang terakhir oleh keempat saudari.

Agus berjalan dengan wajah datar, setiap penampakan tidak ada yang membuatnya takut apa lagi terkejut hingga berteriak.

Setelah mengikuti rute yang ada di dalam rumah hantu, Agus keluar dengan santai.

"Sepertinya mereka berempat hanya mengerjai Diriku..." Agus menguap, setelah keluar dari rumah hantu dirinya tidak menemukan keberadaan keempat saudari tersebut.

"Ahh... Tolong... tolong..."

Agus dapat mendengarkan teriakan dan permintaan pertolongan dari arah tempat parkir.

"Ah... itu pasti seseorang yang sedang syuting sinetron..." Agus mengabaikannya.

"Mas Agus Tolong..."

Agus menghentikan langkah kakinya lalu ekspresi wajahnya menjadi serius karena teriakan itu sangat mirip dengan suara Silvi.

Bersambung...

1
Pembenci MC naif dan lemah
hmm...
Axel
alur ceritanya bagus dan menghibur.
kakek sholeh
tuh kan benar
kakek sholeh
semoga saja tidak ada korban lain
TechnoEyes
wahh wahh Agus lapar buk
Lucian
Makin kesini makin ga jelas, padahal yg mau dilihat ya sistem kerugian malah berubah jadi konsep super hero
Muhammad Mk: kont kan konsepnya didunia marvel baca tittle gk?
total 1 replies
Afif
ini cerita Marvel terbagus sejauh yg saya baca, tetap semangat thor
mabar
Dasar anak yatim 😌
Fathir
kok mirip ya sama nama bapak temen gua namanya Azzam nama bapaknya adalah Agus
orang awam
sinetron di konoha :v
Edosetiawan
ya ......ya .....
TERAKOTA
bagus
yuce
sistem bikin orang malas bukannya rajin halah.
Anshor Abu Jazid
entahlah
adi_aza
menghibur
✧༺ 𝘽𝙝𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙂𝙪𝙧𝙪༻✧
uh
Hiu_Ramah
lanjut up thor, udh ku beri hadiah.. mampir jg ke novelku y thor.. 🙏🤗
Hiu_Ramah
kirain namanya Saitama, eh ternyata agus.. 🤭
dsnbl
kasihan sekali anda anak tua
Deni Alexis
anjritttt...... sumpah di bab ini gua ngakak abis wkwkwkwkwkkk.... mantap thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!