Up tiap hari
pliss.... jangan lupa tinggalkan jejak
Ilmy Amelia adalah sosok gadis yang cantik dan juga pemberani, tapi ia juga sosok gadis yang sangat cuek pada sekitarnya, itu di karenakan sosok ilmy mempunyai kekuatan dapat melihat makhluk halus, ia juga dapat mengetahui masalalu orang lain.
Dimas adalah sosok arwah yang entah mengapa bisa melupakan kejadian disaat ia meninggal.
Pertemuan antara ilmy dan juga bima yang secara tidak sengaja, bisa membuat dimas mengingat sepenggal masalalunya.
Akankah ilmy membantu bima......???
Apakah yang sesungguhnya terjadi dan ada hubungan apa antara bima dan Ilmy....????
Penasaran....???
Nantikan kelanjutan ya......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dark Queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Season 26
Selamat membaca
Setelah mendengar penuturan Ilmy, kini Weni sedikit lebih memahaminya, jika Ilmy adalah gadis yang kuat dan tegar, ia tak akan pernah goyah hanya dengan kritik dan diskriminasi saat dirinya berbeda dengan yang lain, ia malah bersyukur dan yakin jika ia mempunyai tujuan hidup yang jauh lebih besar dengan di titipkan nya anugerah mata yang indah menurut Ilmy, alasannya karena ia dapat melihat sisi lain dari dunia ini, dunia yang berbeda tetapi saling berdampingan.
Dan ternyata di saat Ilmy sedang menjawab pertanyaan Weni tadi, Randy tak sengaja mendengar jawaban Ilmy di saat ia hendak memberikan mereka air yang di ambilnya dari sungai tadi, dan itu membuat Randy semakin mengagumi sifat dan pribadi Ilmy yang kuat dan selalu berfikir positif pada ketetapan allah.
"My...., ini air bersihnya.... " Randy yang mengejutkan Ilmy, Sinta dan juga Weni yang sedang sibuk memotong sayuran, karena kaget, Ilmy malah tak sengaja mengiris jari telunjuknya hingga berdarah.
"Aw....." ringis Ilmy yang tak sengaja mengiris tangannya.
"Loe kenapa my...???" tanya Sinta yang duduk di sampingnya.
"Ya ampun my...!!!, tangan loe berdarah...!!!." Weni yang terkejut melihat darah mengalir dari jari telunjuk Ilmy.
"Loe kenapa my...???, sini gue lihat....!!!." reaksi Randy yang juga refleks saat mendengar jari Ilmy teriris pisau.
"Ya ampun....!!!, darahnya lumayan banyak loh...!!!, Randy langsung membawa jari Ilmy masuk kedalaman mulut nya untuk menghentikan pendarahan ya.
"Hei...ka..randy...!!!, apa yang loe lakuin...???." tanya Ilmy dengan ekspresi datarnya.
"Gue hanya mau ngeberentiin darahnya doang" jawab Randy singkat dan meminta tolong kepada sinta untuk mencari kotak obat untuk membalut luka Ilmy.
"Apa ka Randy daraculla penghisap darah yah...??? Kenapa ngeberentiin darahnya dengan minum darah Ilmy ka...???. Kini Ilmy menatap Randy dengan cara memicingkan matanya, seolah-olah mencurigai sesuatu dari Randy.
" Hei.... Buang pikirin aneh loe itu" Randy mengetok jidat Ilmy yang seolah-olah sedang menyelidikinya.
"Bisa jadi kan ka..???, siapa tau ka Randy bener-bener daraculla..???, bisa abis kan darah Ilmy kaka hisap semua....???." jawab Ilmy dengan muka santainya tampa dosa.
Tak lama sinta datang membawa kotak p3k miliknya sendiri, untung saja Sinta sudah proper dengan baik dan memikirkan segala sesuatu yang mungkin terjadi, dan menyiapkan semuanya.
Randy mengambil kotak p3k yang ada di tangan Sinta, mencoba untuk membalut luka Ilmy, tapi tiba-tiba kotak p3k yang ada di tangan Sinta tak mau terlepas dari tangan Sinta, dan ternyata Dimas yang sedang memegang erat kotak p3k tersebut dan tidak membiarkan Randy untuk mengambilnya.
Melihat sikap Dimas, Ilmy lebih maik mengambil sendiri kotak p3k tersebut dan ingin membalut luka kecil di jarinya itu, ia sangat yakin jika Dimas akan membuat kekacauan jika Ilmy tak mengambil kotak p3k itu sendiri.
Ilmy berjalan memasuki tenda dengan kotak p3k di tangannya, sesampainya di tenda, Ilmy langsung mengobati luka di bantu Dimas.
"Loe kenapa ngebuat ulah kaya tadi sih...???" tanya Ilmy kepada hantu tampan di depannya.
"Gue nga suka aja dia ada di dekat loe, apalagi loe luka kaya ginikan karena kesalahan dia" jawab Dimas sambil memberikan obat dan memperbanya.
"Selesai.... " gumam Dimas.
"Makasih yah...udah ngebantuin Ilmy." Ilmy berterimakasih dan di balas anggukan oleh Dimas.
"Oh... Ya my..., aku ingin memberitahumu sesuatu....." gumam Dimas.