NovelToon NovelToon
Surat Penuh Cinta

Surat Penuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta
Popularitas:70.5k
Nilai: 5
Nama Author: SANG PURNAMA

Kehidupan dua insan manusia yang berbeda latar belakang namun saling berkaitan secara tidak langsung.

Sahabat Pena...

Mungkin itulah yang membuat mereka terhubung hingga sekarang. Diawali dengan sebuah pertemanan melalui surat semenjak kecil namun tidak pernah sekalipun bertemu.
Hingga akhirnya mereka dipertemukan dalam sebuah ikatan pekerjaan.
Akankah mereka saling mengenali satu sama lain???

Serta, apakah surat yang selama ini mereka tulis dan terima hanyalah sebuah mainan belaka atau adakah diantara mereka yang menuangkan perasaan di setiap baitnya.

Dan bagaimanakah akhir dari pencarian mereka satu sama lain???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SANG PURNAMA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

Setelah puas berbelanja dan tidak terasa jam berputar dengan sangat cepat membuat mereka dengan segera berlalu kearah kasir untuk membayar belanjaan yang sudah mereka pilih.

Mereka berempat mengantri seperti layaknya pembeli biasa padahal seandainya jika David mau dia akan menghubungi Manager supermarket ini untuk membantunya mengingat mall terbesar di kotanya ini milik keluarga Brawijaya yang juga masuk dalam naungan Brawijaya Group.

Mall ini hanya salah satu atau sedikit dari properti yang keluarga Brawijaya miliki mengingat keluarga itu memang menjadi orang terkaya di negara mereka.

Namun dalam mengantri David melihat beberapa pria sepertinya sengaja mendekat untuk mencari kesempatan saat sedang mengantri. Apalagi David tahu jika Rose yang akan menjadi mangsa mereka mengingat Jessica dan Sekertaris Ren berada didepan mereka.

Dengan langkah cepat David mendekat dan memposisikan dirinya semakin dekat kepada Rose.

"Sayang, kamu ngga lelah ikut ngantri. Mending duduk disana aja sambil nunggu aku bayar semua barang belanjaan kita" ucap David sembari merapikan rambut Rose yang agak berantakan.

Rose pun terkejut melihat tingkah David namun beberapa saat kemudian David memberikan tatapan matanya kearah rose seperti memberitahukan kalau ada seseorang yang ingin mendekatinya.

Untung saja Rose pintar dan dapat mengerti dengan cepat kode yang diberikan David kepadanya.

"Engga sayang, aku mau nemenin kamu disini aja" sahut Rose dan tanpa disangka Rose melingkarkan tangannya di lengan David membuat mereka terlihat seperti pasangan sungguhan.

Sekertaris Ren yang paham betul dengan kondisi itu hanya diam saja dan mengalihkan perhatian Jessica dengan membawa perempuan itu berbicara agar atasannya dan Rose tidak malu di hadapan Jessica nantinya.

🍂

Mengendarai mobil mewah dengan membelah jalanan ibukota yang semakin siang semakin padat apalagi di akhir pekan seperti ini membuat banyak keluarga memilih jalan-jalan disekitaran ibukota sekedar untuk melepaskan penat ditubuh dan pikiran mereka.

Masih dengan formasi yang sama yaitu Rose dan David yang duduk di kursi belakang dan Sekertaris Ren yang menjadi pengemudi dengan Jessica berada disampingnya.

David melemparkan pandangannya ke arah jalanan lewat kaca mobil disampingnya, dengan memikirkan sesuatu yang secara tidak sengaja hinggap di kepalanya.

Iya, sesuatu tentang Rose yang memiliki kesamaan dengan Vero wanita yang David sukai sejak dulu. Bukan sekali, namun dua kali David mendapati jika Rose memang miliki kesamaan dengan Vero namun sampai saat ini David masih menepis itu semua dan mungkin kesamaan dua kali itu memang hanya kebetulan.

David masih merasa Vero memang sangat berbeda dengan Rose yang mempunyai sifat acuh dan berwajah dingin karena dalam bayangan David selama ini hingga sekarang jika wajah Vero sangatlah manis dan murah senyum karena setiap kata-kata yang Vero tuangkan disurat yang David baca seperti menggambarkan kalau wanita itu adalah seorang wanita yang menyenangkan dan yang pastinya murah senyum.

Tidak seperti Rose yang dari wajah saja sudah dingin apalagi untuk murah senyum pikir David. Itu sangat tidak mungkin, lihat saja sekarang Rose duduk disampingnya dengan wajah yang sangat dingin tanpa ekspresi apapun.

Bukankah harusnya seorang laki-laki yang memiliki wajah dingin, datar dan tatapan tajam itu namun sekarang adalah keterbalikannya yang dimana semua itu di miliki oleh seorang perempuan yang David baru kenal.

"Tidak mungkin, apa-apaan pikiran ku ini bisa sampai kepada sebuah titik yang menggelikan seperti itu".

David dengan segera membuyarkan lamunannya dengan bertepatan mobil mewah miliknya berhenti di depan pagar rumah yang sudah pasti milik Rose dan Jessica.

Mereka semua pun turun dengan Sekertaris Ren yang tentu saja paham akan tugasnya untuk menurunkan barang belanjaan di bagasi mobil. Namun tanpa di sangka David juga ikut membantu Sekertaris Ren dalam melakukan hal tersebut.

"Tidak perlu Pak, saya bisa melakukannya, anda bisa langsung masuk saja ke dalam" ucap Sekertaris Ren yang merasa tidak enak membuat atasannya itu melakukan pekerjaan seperti ini.

Karena tangan mewah David sekaligus pewaris tunggal keluarga kaya itu tidak akan cocok melakukan pekerjaan seperti ini.

"Biarkan saja jika dia mau membantu dari pada dirinya disini hanya berdiam diri" sahut Rose dengan melangkah pergi meninggalkan bos dan atasannya itu.

"Hei apa maksud ucapan mu itu" teriak David namun Rose hanya membalikkan tubuhnya dan memberikan pandangan tajam kerah David yang dengan seketika membungkam mulutnya.

"Kalian sungguh lucu, apalagi anda Pak David. Belum juga apa-apa namun anda sudah lemah lebih dulu dari wanita itu apalagi kalau anda sudah tau nanti pasti akan tambah seru".

Sekertaris Ren sangat menyukai dimana atasannya itu terlihat sangat takut dengan Rose dan tidak berani untuk melawan ucapannya.

Ayolah dimana Steven David Brawijaya yang selama ini dikenal oleh Sekertaris Ren. Sosok pria dingin yang tidak pernah mau kalah dalam hal apapun apalagi pekerjaan, David di kenal bertangan dingin jika itu menyangkut pekerjaan yang ia kerjakan. Jangan harap ia akan memberikan celah sedikitpun untuk pesaingnya mengalahkan dirinya.

Tapi sekarang apa, bahkan David tidak berani mengeluarkan kata-katanya lagi setelah mendapat tatapan tajam dari seorang Artis perempuan yang baru mereka kenal dengan baik beberapa hari ini.

"Sudahlah Ren aku akan membantumu dari pada aku harus berdebat dengan perempuan dingin itu" sahut David dan mengambil dua kantong belanjaan yang ia tempatkan di masing-masing tangannya.

David dan Sekertaris Ren pun membawa belanjaan itu ke dalam rumah.

"Bawa langsung ke dapur saja" ucap Jessica kemudian menjadi penunjuk jalan untuk kedua pria tersebut berjalan menuju dapur.

Sebuah dapur dengan gaya minimalis namun terlihat elegan apalagi dapur tersebut tertata dengan rapi dan bersih membuat siapa saja akan menatap kagum.

"Letakkan di dekat kulkas agar aku nanti tidak sulit untuk menatanya" perintah Jessica yang dengan mudah di lakukan oleh David dan Sekertaris Ren.

Setelah menaruh beberapa kantong belanjaan itu keduanya menjadi bingung untuk melakukan apalagi sekarang terlebih mereka berada dirumah orang lain. Jessica pun mengerti maksud dari kebingungan yang ada diwajah David dan Sekertaris Ren.

"Kalian bisa tunggu diruang keluarga saja sembari aku dan Rose yang akan memasak untuk nanti kita makan siang" ucap Jessica.

"Apakah kau tidak memerlukan bantuan kami" tanya Sekertaris Ren kepada Jessica.

Jessica menggeleng sembari memberikan senyuman. "Tidak perlu Ren aku dan Rose yang akan memasak, kalian hanya perlu menunggu dengan tenang. Dan buat diri kalian senyaman mungkin dirumah kami yang biasa ini" Jessica menyuruh David dan Sekertaris Ren untuk menunggu saja, kalau mereka berdua membantu yang ada masakan nanti tidak akan selesai.

Jessica tau jika para pria itu pasti tidak bisa memasak apalagi jika dilihat dari segi materi yang pasti semua keperluan mereka di siapkan oleh asisten rumah tangga meskipun pada saat dirumah Sekertaris Ren kemarin Jessica tidak melihat asisten rumah tangga disana.

Sembari menunggu Rose berganti pakaian, Jessica pun membongkar belanjaan yang mereka beli tadi namun terlebih dahulu Jessica juga sudah berganti pakaian menggunakan pakaian rumahan.

Jessica dengan telaten dan rapi menaruh sayuran, buah, dan berbagai macam jenis ikan dan daging kedalam kulkas.

Begitupun dengan berbagai macam bumbu masakan seperti garam, gula, penyedap rasa dan sebagainya Jessica taruh di dalam toples yang sudah memang tersedia rapi di dapur mereka.

...****************...

...Vote, like & komen jangan lupa ya 🙃...

1
it's me oca -off
em , hhh pada ga seneng aurel
✰͜͡w⃠JENINA༄㉿ᶻ⋆
lanjut lg dong
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ☘𝓡𝓳𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Kok ngk lanjut thorrrr... bikin pinisirin aja... lanjut donk🤔🤔🤔
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ☘𝓡𝓳𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Knp ngk up thorrr...🤔🤔
Yunia Afida
takut di rebut alex ya
lanlan
suka tidak suka klo yg masak orang yang kita cinta pasti rasanya enak kan pak David 🤭🤣🤣
lanlan
sangking asiknya berbelanja dan debat jadi gk sadar klo ada yg ngawasin sambil ambil foto mereka
lanlan
mode cemburu duo cogan 😂😂😂
lanlan
apa isi kotak nya ya . sampai membuat mereka meradang 🤔🤔
lanlan
wkwkwk belum juga menikah dh gk bisa berkutik,saat rose bicara gitu . langsung bungkam tuh mulut nya
Dave Navarro
wkwkwk cieee salting ya rose, merah tuh pasti pipi
Dave Navarro
buset jahat bnr si aurel berarti baik nya di dpn doang fans doang ya?
Dave Navarro
wkwkwk gengsi" jg dimakan ya vid?
Dave Navarro
nh bnr itu klo kgk suka gk ush dimakan
Dave Navarro
untung si rose percaya sm alasan mereka
tp itu siapa yg kirim surat nya?
HIAT DOLO "🅱🅸🅱🅰🅷🦈
mudah bagi David siapapun yang meneror rose,
💋ᴰᵉᵈᵉรωεεƭყˡᵉⁿ🤎•§¢•🦢🍒
aduhh aurel makan punggir jalan kebanyakan itu malah lebih enak dr pada diresto2 mahal loo...
Dave Navarro
nh lho alex di interogasi ada apa ya? 🤔😅
HIAT DOLO "🅱🅸🅱🅰🅷🦈
makanya hati2 lah Lex, jangan sampai jadi sasaran empuk David sama sekretaris ren
HIAT DOLO "🅱🅸🅱🅰🅷🦈
ayo lah vid sadar lah kalau rose itu sebenar nya vero
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!