NovelToon NovelToon
Pura Pura Buta

Pura Pura Buta

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahkontrak / Poligami / Tamat
Popularitas:33.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nafsienaff

Demi membongkar perselingkuhan istrinya Marfel chandra seorang pengusaha kaya raya terpaksa harus bersandiwara dengan pura pura buta.

Namun siapa sangka istrinya Ariana chandra justru mengenalkanya dengan seorang gadis kampung bernama Laura yang harus di nikahi oleh marfel dengan alasan agar bisa merawat marfel dengan baik.

Laura lusiana datang dan dengan kebesaran hatinya mau di nikahkan dengan marfel demi kesembuhan nenek tercintanya tanpa mengharapkan apapun termasuk cinta.

Seiring berjalanya waktu marfelpun berlahan mulai bisa melupakan rasa kecewa juga sakit hatinya pada ariana berkat kehadiran laura di sampingnya. Hingga akhirnya marfel melupakan misi utamanya berpura pura buta dan terus melanjutkanya demi laura. Istri kecilnya.


Musim ke 2
Cinta berhasil membuat Marfel sadar bahwa tidak seharusnya Marfel terus menghindar dari masa lalu. Dan Trio kembarnya adalah jendela untuk Marfel berdamai dengan masa lalu yang sempat membuatnya terluka dan kecewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafsienaff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25

Laura mengusap air matanya sebelum menyentuh handle pintu kamarnya dan marfel. Gadis itu menarik napasnya dalam dalam kemudian menghembuskanya berlahan lewat mulut. Laura benar benar tidak bisa berkutik jika sudah menyangkut orang orang yang sangat di sayanginya. Seperti neneknya juga tian adiknya.

Laura membuka pelan pintu kamarnya dan marfel. Di atas karpet berbulu marfel masih duduk. Pria itu bahkan tetap duduk dengan posisi yang sama seperti saat laura hendak keluar kamar.

Marfel mengangkat sebelah alisnya. Wajah laura memerah dan matanya sembab. Kentara sekali bahwa gadis itu baru saja menangis.

“Laura, Apa itu kamu?” Tanya marfel pura pura tidak tau.

Laura menganggukan kepalanya.

“Ya tuan. Ini saya..” Jawab laura dengan suara sedikit bindeng seperti orang yang sedang flu.

“Kamu kenapa laura? Kamu nangis?”

Laura tersenyum. Marfel saja yang buta bisa tau dirinya habis menangis hanya karna suara saja.

“Nggak tuan. Saya nggak nangis. Hanya tiba tiba sedikit flu saja.”

Marfel mengepalkan tanganya. Laura membohonginya.

“Pasti ini karna ariana.” Batin marfel yakin.

Laura meraih tisu dan mengelap bagian sekitar matanya. Laura tidak ingin siapapun tau tentang apa yang di rasakanya sekarang. Yang laura tau laura harus kuat, laura harus yakin bahwa dirinya bisa melalui semua ujian hidupnya.

Laura kemudian melangkahkan kakinya dan duduk kembali di depan marfel. Laura akan menuruti kemauan marfel yang ingin menyentuh wajahnya untuk tau bagaimana parasnya.

“Saya sudah siap tuan..” Katanya tersenyum tipis.

Laura tau marfel tidak akan melihatnya meskipun laura tersenyum. Tapi laura tetap memberikan senyumanya pada suaminya yang buta itu.

Marfel menghela napas. Marfel bukan pria yang bodoh. Marfel tau istrinya habis menangis. Dan marfel bisa menebak karna siapa laura menangis. Siapa lagi kalau bukan ariana. Istri pertamanya.

“Baiklah. Bisa tolong kamu dekatkan wajah kamu laura? Supaya aku bisa dengan mudah menjangkaunya.” Pinta marfel.

Laura mengangguk kemudian segera mendekatkan wajah manisnya pada marfel.

“Sudah tuan..” Katanya memejamkan mata. Laura tidak mau matanya terkena jari marfel jika tetap membukanya.

Marfel tersenyum. Wajah laura benar benar sangat manis. Auranya bersinar membuat hati marfel terasa sejuk saat menatapnya.

Berlahan marfel mulai mengangkat kedua tanganya dan mendarat dengan lembut di kedua pipi chuby laura. Senyum marfel terus menghiasi bibirnya. Kulit wajah laura begitu kenyal juga lembut. Marfel membelai lembut kedua pipi chuby laura kemudian menyentuh hidung mancung gadis manisnya. Tepat saat itu juga air mata laura kembali menetes. Marfel yang melihat itu mengeryit bingung. Di usapnya lembut air mata yang menetes di pipi chuby laura.

“Kamu menangis laura?” Tanya marfel pelan.

Berlahan laura membuka matanya yang langsung bertemu dengan tatapan teduh marfel. Laura sendiri bingung. Entah kenapa sentuhan lembut tangan marfel di wajahnya membuat laura semakin merasa rapuh. Namun bersamaan dengan itu juga laura merasakan nyaman yang tidak pernah laura rasakan sebelumnya. Laura merasa terlindungi hanya dengan sentuhan itu.

“Kenapa? Apa ada yang menyakiti kamu?” Tanya marfel lagi dengan nada lembut.

Laura tersadar kemudian segera menjauhkan wajahnya dari jangkauan tangan marfel. Laura tidak mau terlihat lemah dimata siapapun. Sekalipun itu marfel yang buta.

“Eemm.. Saya nggak papa tuan. Saya hanya tiba tiba merasa kangen sama nenek dan adik saya.” Jawab laura.

Lagi laura berkilah akan luka yang sedang di rasakanya. Namun bagaimanapun juga marfel tidak bisa memaksa. Marfel tidak mau laura merasa tertekan karna paksaan darinya.

“Baiklah kalau begitu. Bagaimana kalau kita ke rumah nenek sekarang?”

Laura mengeryit dan segera mengusap air mata yang membasahi pipi chuby nya.

“Tuan serius? Memangnya tuan nggak ke kantor?” Tanya laura tidak percaya.

Marfel tersenyum dan menganggukan kepalanya.

“Aku lagi nggak ada kerjaan. Tapi kamu jangan nangis lagi yah. Kan kita mau ke rumah nenek..”

Laura tersenyum merasa senang dengan apa yang di lontarkan marfel. Laura kemudian meraih tangan marfel dan menggenggamnya lembut.

“Tuan semakin tampan kalau baik begini. Sering sering baik sama saya ya tuan. Biar awet muda.” Katanya.

Marfel tertawa. Marfel merasa semakin kagum pada laura yang masih bisa melawak padahal hatinya sedang di rundung pilu.

Tidak mau membuang waktu marfel pun segera mengajak laura untuk pergi. Dan seperti biasanya laura menuntun marfel dengan telaten. Laura bahkan sesekali melontarkan candaan pada marfel membuat pria tampan itu tertawa dan merasa bahagia.

Dari balkon kamarnya tanpa laura dan marfel sadari ariana sedang mengamati. Kedua matanya tampak berkaca kaca namun sorotnya penuh dengan kebencian.

Ariana tidak pernah meninggalkan cintanya untuk marfel. Ariana hanya mencari hiburan di luar dengan menjalin hubungan di belakang marfel bersama david. Sedangkan posisi marfel di hatinya masih tetap sama seperti awal mereka menjalin kisah. Ariana masih memiliki rasa indah itu untuk marfel bahkan masih utuh dan sama sekali tidak terkikis sedikitpun.

“Apa yang aku lakukan salah? Aku hanya ingin bahagia.. Aku ingin selalu bahagia dimanapun aku berada..” Lirihnya.

Tes

Buliran bening itu jatuh dan menetes tepat di atas cincin pernikahan yang masih ariana kenakan. Melihat marfel yang selalu bersama laura ariana merasa cemburu. Ariana merasa tersisihkan dan ariana merasa tidak lagi di butuhkan oleh marfel juga kedua orang tuanya.

“Nggak. Aku nggak boleh putus asa. Laura disini karna aku.. Dan marfel.. Marfel hanya milikku.. Dia suamiku..”

Ariana mengusap kasar air mata yang membasahi pipinya. Ariana merasa yakin bahwa masih ada ruang indah di hati marfel untuk dia tetap singgah. Ariana juga yakin marfel masih sangat mencintainya.

“Tenang ana.. Mungkin sekarang marfel hanya merasa minder karna sedang buta.. Tapi nanti setelah dia bisa melihat kembali semuanya akan kembali seperti sedia kala.. Kamu akan kembali menjadi ratu di rumah ini juga di hati marfel.. Dan laura.. Laura akan pergi dengan sendirinya.”

Ariana tersenyum membayangkan laura yang menangis dan pergi dengan tas jinjingnya dari kediaman keluarga chandra.

“Aku harus mencari donor mata untuk marfel.. Aku harus bisa mengembalikan semuanya..” Ariana kembali bergumam dengan ekspresi berpikir.

“David..”

“Yah.. David. Aku harus minta bantuan david. Cuma dia yang bisa membantu aku sekarang.”

Ariana menatap kembali pada laura dan marfel. Senyum sinisnya mengembang ketika melihat laura yang sedang membantu marfel masuk ke dalam mobil mewahnya.

“Kamu boleh merasa berada di atas awan untuk sekarang laura. Tapi nanti setelah aku menemukan pendonor yang tepat untuk marfel kamu akan langsung tersingkirkan. Kamu akan terhempas layaknya daun kering yang tidak berguna oleh angin. Marfel akan kembali melihat lagi. Kamu akan di buang. Dan aku akan kembali memiliki apa yang seharusnya memang hanya menjadi milikku seorang.”

1
223
sukaaa
223
sukaa
evita19
udah baca sejauh ini blm ada tindakan yg pasti dari pura pura buta nya
Retno Palupi
Luar biasa
Retno Palupi
yg cari wanita lain kan kamu sendiri? kenapa jd g rela?
Zur Thoib
ceritanya bagus Thor..... semangat 💪
Zur Thoib
Kecewa
Zur Thoib
Buruk
Rhaniie
Luar biasa
Bang Ken
sangat sangat sangat menyentuh
Rosnaeni Ros
cerita nya bosankn / kurang greget
Rosnaeni Ros
ihh laura ny trllu munafik
Siti Nurlelah
kok aku jadi gereget sendiri sih?
si Ariana itu selingkuh kenapa gak terciduk coba. malah seperti tidak terjadi apa2.
harusnya si Jo itu selidiki setiap ariyana selingkuh dan rekam juga perbuatannya buat bukti.
Abis itu ya gimana kek si Marfel bertindak tegas gitu loh.
ceraikan sekaligus penjarain si David karna nidurin istri org🤦
plis deh Thor yg tegas gitu loh ceritanya jgn di situ2 mulu
Nur Lela
❤️❤️❤️❤️
Dewiefatmawati Istri Mohamad Kuswantoro
lha si david jg go*lok...udh tau noh ariana cinta mati m lakinya...elu cuma dimanfaatin doang...sadarrr
Dewiefatmawati Istri Mohamad Kuswantoro
lah si marvelnya jg gitu..udh ditantang ariana cere gc dikabulin...toh bukti" jg udh kuat...aneh
Hijrah Dwi Rahayu
kembar 3 knp ngk sc ya, resiko banget yak
Mami Ani Aryani
nana koq goblok banget sih..
mosok daffa pria yg hampir sempurna koq bisa bisanya di tolak jd menantu..
trus, yg mo dijodohin sm klara cowok yg sperti apa.
Mami Ani Aryani
😂😂😂😂😂😂😂
Mami Ani Aryani
laura, sosok ibu yg hebat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!