NovelToon NovelToon
Malam Panas Di Monaco

Malam Panas Di Monaco

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor / Karir / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Margaret R

"Kau siapa?" Charlotte tak menemukan jejak ingatan siapa laki-laki yang berdiri didepannya dengan hanya handuk dan rambut basah di kamar hotel itu.

"Kau tak tahu aku siapa? Kau tidur di ranjangku..." Bahkan bajunya sudah berganti dengan baju kebesaran dari pria itu.

Sial! Bahkan namanya pun tak bisa diingatnya. Nasib sial apa yang menimpanya sekarang.

Dari kecil dia tak pernah percaya cinta, tak percaya pangeran berkuda putih, Charlotte Blaine adalah pengacara perceraian paling dicari di London, melihat begitu banyak perceraian dalam hidupnya dan tidak mempercayai cinta, tapi sekarang dia jatuh ke pelukan pria asing karena minum di Monaco.

Apapun yang terjadi semalam tetap tinggal di Monaco. Begitu batinnya.

Benarkah kisahnya begitu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Margaret R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25. Hoping a Miracle 1

** Jika kalian menemukan keanehan part dan komen gak sesuai\, view turun drastis\, itu krn bab pernah dihapus sampai part 8 doang  dan dipublish ulang dengan penyesuaian part

-----******-----

Aku merapikan penampilan terakhirku, sambil memeriksa dokumen yang harus kubawa untuk bertemu Anna.

"Josh, kau bisa menjemputku di Shard jam 3 sore?" Aku akan bertemu Anna di Aqua The Shard, Southwark London sekitar jam satu, sebelumnya aku harus ke kantor untuk konsultasi junior partner,  aku memang menghindari bertemu Anna di Mansionnya agar tak bertemu Lionel.

Aku berjalan ke ruang tengah, Josh tampaknya juga sedang bersiap-siap tadi, dia juga harus ke kantor untuk konsultasi junior partner.

"Josh, kau sudah siap?" Aku melihat Josh berdiri mematung di pintu. Ada seseorang datang?

"Siapa itu?" Bukankah ini suara Sarah, Ibu Josh?! Apa! Aku tak bisa bergerak dari tempatku dan Sarah masuk bersama Susan.

"Nyonya Sarah ... " dia terkejut melihatku seperti aku terkejut melihatnya.

"Jadi kalian tinggal bersama?!" Aku memandang Josh dengan takut. Dia datang dan memegang tanganku.

"Kami memang tinggal bersama, ..." aku melihatnya memandang Ibunya, kenapa dia mengakuinya. Kami harusnya hanya bilang kami berteman.

"Dan kami memang saling mencintai Mom, kau harusnya tahu sejak aku membawanya ke Paris. Ini kenyataan yang tidak bisa didebat."

Susan dengan dramatis memulai dramanya, dia benar-benar  menangis, kali ini sambil memeluk Sarah.

"Kau dan Susan masih berhubungan sebelumnya?! Apa yang kau lakukan!"

"Mom, aku dan Susan sudah putus sejak lama kau tahu itu, tak mungkin aku berjalan dengannya lagi."

"Kau tahu siapa wanita itu, dia pengacara perceraian! Kau berani menikah dengannya, wanita pengeruk harta di seluruh negeri ini menggunakan jasanya untuk merebut harta mantan suami mereka, kau buta! Kau pikir dia tidak bisa melakukan hal yang sama padamu! Dia bahkan tidak punya seorang Ayah!" Hawa dingin menjalar di punggungku saat Sarah  mengatakan itu sambil menunjuk ke wajahku, aku hanya bisa diam menerima perkataan Ibu Joshua. Mataku memanas dengan cepat.

"Aku pergi Josh... " Aku tidak bisa lagi menerima kata-kata tuduhan itu. Di satu titik aku tidak bisa membalasnya karena dia Ibu Josh.

"Dia bahkan berdiri di kakinya sendiri dari umur 18 tahun Ibu. Kau tak punya hak mengatakan hal yang tidak kau tahu. Kau tahu bahkan mungkin dia punya penghasilan lebih besar dariku di bidang hukum. Dia tidak perlu harta dariku, bahkan satu sen pun." Josh memegang erat tanganku. Sementara air mataku sudah menetes, aku memalingkan mukaku dan menghapus air mataku.

"Ayo kita pergi Charlotte, ... kami punya perkerjaan untuk dibereskan. Sihlakan anggap rumahmu sendiri Mom." Josh menarik tanganku, menggambil tasnya dan menarikku yang masih terisak pergi keluar.

Kami berjalan ke lift dengan cepat. Josh tidak bicara apapun. Saat sampai didepan pintu lift , dengan cepat dia merangkulku. Mencium keningku.

"Maafkan aku, kau harusnya tidak perlu mendengar perkataan seperti itu... " Aku berusaha keras mengendalikan tangisku.

Lift berdenting terbuka. Dia menarikku masuk. Kali ini dia memelukku dengan erat.

"Maafkan aku Charlotte, aku berjanji akan membereskan ini. Just stay with me."

"Ibumu membenciku.... "

"No no no ... dia hanya belum mengenalmu  aku berjanji aku akan membuatnya mengerti, beri aku waktu. Just stay with me. Please don't cry honey. I'm really sorry ... please don't cry." Josh berkali-kali berbisik meminta maaf padaku, sambil memelukku. Bukannya tambah tenang aku malah tambah menangis. Dia menghentikan lift khusus penthouse itu hanya untuk menenangkanku.

1
💜Ilalang Senja💜
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
💜Ilalang Senja💜
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
💜Ilalang Senja💜
satu kata untuk Author
KEREN
💜Ilalang Senja💜
like....
💜Ilalang Senja💜
Lop yuuu....Mak Othor....
setuju pakai banget...
Lenni Namora
Luar biasa
Lenni Namora
setuju pendapat autor
siti nuriatul
top banget kak😍
Riri
Luar biasa
palupi
terimakasih 🙏💐
Mamma Miauw
Luar biasa
Novi Yantisuherman
itulah budaya eropa,
klo indo ?? Whatever
Dyah Oktina
ceritamu bagus... ma kasih ya thor... maaf ngak punya koin. 🤭🙏🏻😍
Dyah Oktina
kasihan jhos... cintanya harus sama2 d kubur... 😢😢😔
Dyah Oktina
Luar biasa
Theresia
selalu happy baca karya mu Thor 😍😍
Icha Yonas Zackhrie
banyak banget typo,,kadang jadi bingung bacanya.. tp ceritanya oke
Sulayah Kingdom
bagus meski banyak typo ya
Dewi Indah
bagus
Faidullah Ahmad
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!