NovelToon NovelToon
Perjaka Tampan & Wanita Malam

Perjaka Tampan & Wanita Malam

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Berondong / Tamat
Popularitas:320.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi tan

Fernando, seorang pengusaha muda belia yang masih kuliah, terpaksa menolong seorang wanita malam yang di siksa oleh seorang mucikari.

Hingga pertemuan mereka menghadirkan cinta, namun takdir mengharuskan Nando menikah dengan Vania, gadis pintar dan cantik yang merupakan pilihan orang tuanya.

Sedangkan sudah terlanjur ada benih yang tumbuh di rahim Sandra, sang wanita malam itu, tanpa Nando ketahui.

Sementara Vania juga harus berjuang melawan penyakitnya yang mematikan. Mampukah Nando menopang dua wanita yang sama-sama membutuhkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi tan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Acara Pertunangan

Hari ini di tempat kediaman Vania, terlihat sangat ramai, kerabat dan saudara datang ke rumah itu, karena ini adalah hari pertunangan Vania dan Nando.

Nando terlihat sangat tampan dengan balutan stelan batik modern, begitu juga Vania, terlihat cantik dengan gaun yang bernuansa batik juga.

Mereka baru saja menjalani prosesi pertunangan, di mana keluarga Nando datang dengan membawa berbagai macam seserahan untuk melamar Vania.

Sandra nampak sibuk di belakang, mengatur berbagai menu makanan yang di pesan Tante Rina dari catering yang ternama di kota itu.

Sandra hampir tidak menginjakan kakinya di depan, dia tidak ingin melihat Nando, mencoba untuk mengubur dalam-dalam nama laki-laki itu.

Nando juga tidak berusaha mencari Sandra, mereka telah sepakat untuk saling melupakan satu sama lain, demi kebahagiaan semua orang.

Pada saat Sandra mengatur makanan prasmanan yang akan di santap sebentar lagi oleh para tamu, sebuah tangan menyentuh bahunya. Sandra terkejut lalu membalikan tubuhnya.

"Hei, kamu Sandra kan? Sandra temannya Nando yang dulu mau cari tempat kos dan pekerjaan! Masih ingat aku?" tanya Kezia kakaknya Nando yang baru keluar dari toilet.

"Kak Kezia? Tentu saja aku ingat, kakak pernah menolongku waktu itu dengan mengijinkanku menginap di tempat kakak!" jawab Sandra.

"Kamu kemana saja San? Kata Mbak Rosi pemilik cafe, waktu itu kamu menghilang begitu saja!" ujar Kezia.

"Sekarang aku kerja di butik Tante Rina Kak, dan aku tinggal di butik itu!" sahut Sandra.

"Ooo, syukurlah kalau kau sudah dapat pekerjaan dan tempat tinggal, aku ikut senang!" kata Kezia. Kemudian dia kembali ke ruangan depan dan bergabung dengan keluarga yang lain.

"Jadi kapan pernikahannya akan di laksanakan?" tanya Ricky.

"Terserah pihak laki-laki saja, kapanpun kami siap!" jawab Tante Rina.

"Bagaimana kalau pernikahannya di laksanakan pada akhir bulan ini? Supaya kita bisa langsung cetak undangannya, lebih cepat lebih baik!" usul Lika yang kini duduk di kursi roda nya.

"Bagaimana Nando?" Ricky melirik ke arah Nando yang sejak tadi diam saja.

"Terserah Papa dan Ibu saja!" jawab Nando.

"Vania, kau tidak keberatan kan kalau lebih cepat menjadi istri Nando? Ibu sudah tak sabar ingin punya menantu perempuan ini!" tanya Lika.

Vania menganggukan kepalanya dengan malu-malu. Semua orang terlihat sangat bahagia.

"Syukurlah akhirnya mereka bisa bersatu juga!" ucap Tante Rina.

Setelah di pastikan tanggal pernikahannya, mereka semua melanjutkan acara makan malam bersama.

Aneka hidangan telah tersedia di meja prasmanan yang besar itu. Mereka mulai makan menikmati sajian makan malam.

Nando nampak duduk termenung sambil memandang kolam ikan yang ikannya terlihat berenang kian kemari.

"Kau di sini rupanya Do, aku cari kemana-mana, sudah makan belum?" tanya Vania yang tiba-tiba muncul itu.

"Sudah!" sahut Nando.

"Akhirnya ya Do, rasanya ini seperti mimpi, sebentar lagi status kita akan berubah, Nando akan jadi suami aku, aku bahagia Do, sangat bahagia!" ucap Vania sambil menyandarkan kepalanya di bahu Nando.

Nando diam saja tanpa bisa merespon semua ucapan Vania, hatinya bingung, entah bahagia atau sedih, semua jadi abu-abu. Tapi Nando cukup bahagia melihat keluarga yang sangat di sayanginya itu bahagia.

"Kok diam saja sih Do? Ya ya ... aku tau dari dulu sifatmu memang cuek dan dingin, tapi Nando bahagia kan?" tanya Vania sambil menatap dalam wajah Nando.

"Iya, bahagia Van!" jawab Nando.

"Syukurlah, aku janji Do, akan jadi istri yang baik buat Nando, dan akan selalu menjaga hatiku untukmu!" ucap Vania.

Tiba-tiba terbersit rasa bersalah dalam diri Nando, seharusnya dia bisa belajar tulus mencintai Vania, wanita yang selama ini juga memberikan cinta yang tulus untuknya.

Nando kemudian memeluk Vania dengan erat, membenamkan kepala Vania di dadanya yang hangat.

Vania begitu bahagia meredakan sentuhan Nando yang selama ini sangat jarang di rasakan nya.

"Aku akan berusaha membahagiakanmu Vania, memberikan seluruh hatimu untukmu!" bisik Nando.

"Terimakasih Nando! Aku sangat bahagia, tidak sabar rasanya menunggu hari itu tiba, hari pernikahan kita, akan ku serahkan semua jiwa dan ragaku untukmu!" ucap Vania sambil mengecup cincin pertunangan mereka, yang kini tersemat di jari manis mereka.

Dari jendela dapur Sandra melihat Nando dan Vania saling berpelukan, walau hatinya begitu bergejolak, namun dia berusaha untuk tetap bisa tersenyum.

Sandra merasakan, bahagia bisa melihat orang yang di cintainya bahagia, setetes air matanya jatuh mewakili perasaannya.

"Eh Sandra, kau di sini rupanya, ayo ke depan, keluarga Nando ingin pamit pulang, Tante akan mengenalkan mu pada keluarga Nando!" ajak Tante Rina yang tiba-tiba sudah ada di dapur.

"Tidak usah Tante, lagi pula saya bukan kerabat atau keluarga Tante, jadi tidak perlu di kenalkan!" tukas Sandra.

"Lho, siapa bilang kau bukan saudara, saudara bukan hanya bicara masalah darah, selama ini kau telah memberikan Vania semangat dan hidup yang lebih berwarna, ayolah!" Tante Rina menarik tangan Sandra menuju ke depan.

Keluarga besar Nando nampak sudah berdiri dan akan bersiap untuk kembali ke tempat mereka.

Tak lama Tante Rina muncul sambil menggandeng Sandra.

"Ini Sandra, sahabat Vania yang juga membantu saya di butik!" kata Tante Rina memperkenalkan.

"Saya sudah kenal Tante, dia itu teman Nando juga, pernah menginap di rumah saya dan waktu itu ingin mencari pekerjaan!" timpal Kezia.

Semua yang ada di situ terkesiap menatap Kezia.

"Ooh, jadi Sandra ini teman Nando juga, kok tidak pernah cerita si Nando, selama ini yang kami tau hanya Vania yang dekat dengan Nando!" ujar Lika.

"Lho, bukannya Nando masih saudara jauh Sandra?" tanya Tante Rina heran.

"Saudara jauh? Sepertinya bukan, kami pasti mengenali kalau Nando punya saudara jauh!" tukas Ricky. Tante Rina nampak mengerutkan keningnya.

Tak lama Nando dan Vania terlihat baru datang dan bergabung dengan mereka. Nando terkejut saat melihat Sandra ada diantara mereka.

"Sudahlah Pa, ini sudah malam, pasti keluarga jeng Rina capek mau istirahat, kita pulang saja!" ujar Lika yang wajahnya terlihat lelah.

"Baiklah, kalau begitu kami pamit ya, terimakasih atas waktu, tempat dan jamuan makan malamnya, ayo Nando, kita pulang!" ucap Ricky.

Keluarga besar Nando akhirnya pulang meninggalkan kediaman Vania.

"Vania, kau ganti pakaianmu dan langsung istirahat di kamarmu!" titah Tante Rina.

"Baik Ma!" sahut Vania yang segera beranjak masuk ke dalam kamarnya.

"Sandra, Tante ingin bicara denganmu!" kata Tante Rina sambil menoleh kearah Sandra. Mereka kemudian duduk di ruang tamu yang telah sepi itu.

"Sandra, coba jelaskan padaku, apa hubunganmu yang sebenarnya dengan Nando? Dia bukan saudara jauh mu kan?" tanya Tante Rina.

"Di-Dia ... teman saya Tante!" jawab Sandra.

"Teman? Tante tau siapa kau yang sebenarnya, apakah mungkin Nando berteman dengan seorang wanita malam?" tanya Tante Rina lagi setengah berbisik.

Sandra tercekat mendengar pertanyaan Tante Rina. Tidak tau lagi dia harus mengatakan apa.

****

1
Sri Astuti
nando nekad🤣🤣
Sri Astuti
ayah tiri yg kejam.. ibunya mati anak dijual
Kumala Dhara98
kak nando harus ceraikan vania..kak nando hanya pantas bahagia dengan Sandra.. kRna vania terlalu memaksakan cinta.
Tua Jemima
kq jadi sandra yg jecelakaan bkn vania sampe disini bacax males
Tua Jemima
mati aja vania biar gk ada lgi yg menghalangi sandra ma nando
kavena ayunda
nando sana sini mau buaya hadeh
kavena ayunda
nando sana sini mau buaya
Cantika Ahtania
bingung 😕
R.dwi. A
kalau menurut agama Islam...seorang suami meminum ASI istri tidak di perbolehkan...ini koq...
Katherina Ajawaila
lucu aja bcnya
Whitney
mantap
Tri Febsah
nyesel bc novelmu thor...dah sejauh ini bcnya tp g ada teges"nya sikapnya nando.ank y ank tp g begitu jg...kesane kyk banci.....kecewa thor
Nova Yuliati
salah kamar ternyata othor.....✌✌✌
Dewi Tjahjadi: iya salah kamar nih 😁
total 1 replies
☠ѕυнυ༄⃞⃟⚡🏡s⃝ᴿ
bingung 😆
Dewi Tjahjadi: salah upload kak maaf🙏 itu punya di laapk sebelah salah kirim
total 1 replies
Ummi Solihah
aku juga bingung thor
Otje Sunarsih
ini bukan cerita nando yaaaa.... akuh bingung
Dewi Tjahjadi: Maaf kak salah upload 🙏 itu ceritaku di lapak sebelah nyasar ke sini
total 1 replies
sry mulyati
ini cerita apa ya thor
.kayak nya bukan cetita nando sama sandra...
sry mulyati: di lapak apa ya kak..pake koin gak
total 2 replies
Pecinta Pena
trimakasih Thor, karyamu the best
Rianah
terima kasih Thor.. terharu sama cerita ini.. terutama sama Nando dan keluarga Nando.. luar biasa.. memang keluarga yang baik akan menghasilkan anak yg baik juga..
Hendry Jo
mantap thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!