Tiwi salah satu anak pembantu di keluarga Pratama, setelah tamat sekolah keluarga Pratama memintanya menikah dengan anak kedua mereka yaitu Raihan Pratama..
Tiwi terjebak di dalam pernikahan palsu,dia hanya menjadi tumbal untuk menutupi penyakit menyimpang Raihan,Tiwi sampai putus asa dengan takdirnya..
Tapi nasib berkata lain,Bara seorang pebisnis hebat menikah dengan anak pertama keluarga Pratama..sejak masuk di dalam keluarga Pratama Tiwi dan Bara menjalin kedekatan di karena kan sama-sama membutuhkan kehangatan sehingga mereka saling cinta..
Bagaimana kah kisah antara Bara dan Tiwi,apakah mereka bersatu atau malah terpisah kan dan kembali pada pasangan masing-masing...
untuk cerita selanjutnya silahkan mampir di Noveltoon 🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menjemput Tiwi
pagi ini Raihan sudah bersiap untuk bertemu psikiater,,nyonya Fatyah sudah berjanji untuk bertemu pukul 9 pagi ini...
" kalian mau kemana?" tanya Raina melihat mama dan adiknya berjalan serentak
" Raihan akan mengantarkan mama untuk periksa kesehatan" bohong nyonya Fatyah
" mama sakit?" tanya Raina lagi
" ti-dak hanya periksa kesehatan biasa" jawab nyonya Fatyah sedikit gugup
" kenapa mama dan Raihan kelihatan rapi dan sedikit gugup..jangan bilang mereka akan pergi berobat..." batin Bara
" kerumah sakit ma?" tanya Bara
" ya...kami sudah janjian jam sembilan " ceplos Raihan
" janjian..???" tanya Bara menaikan alisnya
" ya...tadi mama sudah menghubungi dokter kenalan mama untuk cek" elak Nyonya Fatyah
Bara menatap curiga pada ibu dan anak ini
" aku tidak mau Raihan berusaha untuk sembuh demi Tiwi,aku tak akan melepaskan Tiwi" batin Bara lagi
Raihan dan Nyonya Fatyah segera berangkat sedang kan Bara memberanikan diri untuk datang kerumah Tiwi, semalam dia sudah menanyakan alamat Tiwi pada Bik Sari dengan alasan Raihan ingin melihat keadaan Tiwi dari jauh...
****
Bara memberhentikan mobilnya di halaman rumah Tiwi dia melihat dari dalam mobil keberadaan Tiwi,tapi keadaan rumah Tiwi tampak sepi...
cukup lama Bara berada di luar, Akhirnya Tiwi keluar dengan memegang sapu,Tiwi menyapu halaman rumah nya...dan melihat mobil terparkir di pinggir halaman
" siapa??" batin Tiwi yang memang tidak hafal dengan mobil Bara, Bara memang sering gonta-ganti mobil...dan koleksi mobil Bara berada di rumah mama nya.
Bara menarik sudut bibirnya memperhatikan Tiwi yang terlihat bengong melihat kearah mobil...
" aku merindukan mu wi" gumam Bara
Bara membuka pintu mobilnya,lalu mendekat pada Tiwi
" sayang ...." panggil nya
" mas...." pekik Tiwi
" kenapa kamu kemari??" tanya nya lagi
" aku merindukan mu, kenapa kamu pulang?" ucap Bara hendak memeluk Tiwi
" mas...stop,,ada ibu di dalam,dia tak mengenal mu mas,,,ayo pulang,besok aku akan segera pulang" usir Tiwi
" tapi aku benar-benar merindukan mu sayang" rengek Bara
d
" aku tau...aku juga sama mas,," ucap Tiwi tersenyum malu
" hoek....hoek..." perut Tiwi tiba-tiba bergejolak
" kamu sakit yank?" tanya Bara khawatir
" tidak hanya masuk angin biasa mas...sudah sana pulang,aku tak mau ibu tau mas,malah makin rumit" ucap Tiwi
" baiklah mas pulang,tapi besok kamu harus pulang yank,aku sudah tidak bisa menahannya lagi" ujar Bara
Tiwi hanya mengangguk kan kepalanya,dan Bara pun segera pergi
" Wi... seperti nya tadi ibu mendengar suara mobil" ujar Ibu Tiwi
" iya bu,tadi ada yang tanya alamat" bohong Tiwi lalu segera masuk ke dalam rumah
malam ini Tiwi sedang duduk di depan jendela kamar nya menatap rembulan malam
" kenapa tiba-tiba aku ingin kamu di sini mas" gumam Tiwi
" apa kamu masih mau menerima ku kalau kamu tau aku hamil anak kita"
" sayang...maafkan mama belum bisa bicara jujur pada papa mu,mama takut dia tak menerima kita" ucap Tiwi menggosok perut nya lembut
****
dua hari berlalu,hari ini Raihan ingin menjemput Tiwi,dia ingin Tiwi mensupport nya untuk kembali normal...
" kemana han?" tanya Raina
"menjemput Tiwi kak,aku sudah merindukan nya" jawab Raihan pergi
" mas....hari ini kita jadi kerumah mama?" tanya Raina
" besok saja na..aku lelah" jawab Bara dia ingin menunggu kepulangan Tiwi
" mas,,kamu sudah janji pada ku akan membawaku kerumah mama,aku ingin dekat dengan mertua ku mas" pinta Raina
" telat....." ucap Bara ketus lalu masuk kedalam kamar,Raina mengikuti nya dari belakang
" mas...aku sudah mencoba menerima mu mas,kenapa sekarang malah kamu marah-marah begini" kesal Raina
" telat na...kamu menerima ku di saat hati ku bukan untuk mu,aku sudah berulang kali memperjuangkan hubungan kita,tapi kamu malah terang-terangan selingkuh,dan di saat selingkuhan mu berulah kamu ingin kembali pada ku,,hati ku sudah terisi orang lain" tegas Bara
" mas......kamu selingkuh di belakang ku?" pekik Raina
" apa kabar kamu,bukan nya selama ini kamu juga selingkuh di belakang ku...!!" seru Bara
"tapi aku sudah mengakhiri semua nya mas,,oke Fix kita sama-sama selingkuh aku memaafkan mu,dan sekarang aku minta kita mulai semua dari awal,kamu tinggalkan dia dan kita hidup dari awal,aku janji tidak akan menyelingkuhi mu lagi" ungkap Raina
" ck...tidak semudah itu na,dia sudah masuk di dalam hidup ku "
" mas...tolong jaga perasaan ku mas,aku ini istri sah mu" marah Raina
" sudah lah...aku tak ingin berdebat saat ini" ucap Bara pergi meninggalkan Raina