NovelToon NovelToon
Love You More

Love You More

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:6.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Asri Faris

Bagaimana jadinya kalau sad boy bertemu dengan sad girl.

Disarankan membaca Dosenku Suamiku dulu biar feel-nya dapat. Novel ini merupakan squel dari Dosenku suamiku.

"Sayang..... jangan bobo dulu aku mau lagi." ~ Zidane

"Apaan sih Bang, tinggal comot aja langsung."~ Anna

"We....asyik...."~Zidan

"Abaaang.... gubrak"~Anna

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asri Faris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sedikit Perhatian

Sudah dua hari rumah Mama Alin sepi sebab semua orang sedang berkumpul di rumah Naya. Alhasil seharian ini setelah pulang dari kediaman Naya, Anna hanya berleha-leha di kamar tanpa ada kegiatan yang berarti. Sementara Zidan sibuk bekerja di kantor.

Anna merasa harinya membosankan, hari ini tidak ada jadwal ke kampus, untuk mengisi waktu luangnya ia berniat menyusul Zidan ke kantornya. Namun sebelumnya ia meminta bantuan ART di rumah Mama Alin untuk memasak yang akan di bawa untuk bekal makan siang di kantor Zidan.

Dengan menggunakan taksi online Anna meluncur ke kantor Zidan tanpa memberi tahu terlebih dahulu. Ia ingin memberikan kejutan sekaligus kepo kegiatan apa saja yang di lakukan suaminya itu selama di ruangan kantornya.

Apakah mempunyai sekertaris yang cantik seperti di kantor-kantor pada umumnya. Atau asisten pribadi yang ganteng pada kebanyakan perusahaan.

Sesampainya di kantor Anna langsung masuk ke gedung bertingkat tersebut. Seorang satpam nampak menyapa melihat Anna yang terlihat bingung.

"Maaf mbak cari siapa?" tanya satpam ramah meneliti penampilan Anna dari atas sampai bawah lengkap dengan bekal yang di bawa tak luput dari pandangannya.

"Khem...! Mau ketemu seseorang yang bekerja di sini."

"Oh, silahkan masuk mbak tanyakan pada resepsionis yang bertugas." Anna mengangguk ngerti dan menuju meja resepsionis.

"Selamat siang ada yang bisa saya bantu?" ucap salah satu resepsionis berwajah oval dengan senyum manisnya.

"Saya mau ke ruangan Pak Zidan ada di lantai berapa ya?"

"Pak Zidan wakil dirut? apa anda sudah membuat janji?" tanya resepsionis dengan senyum yang tak pernah luntur.

Ribet bener sih mau ketemu suami pakai acara janji segala.

"Iya mbak, saya belum buat janji tapi saya ini is---"

"Anna!" Suara Pak Dahlan tiba-tiba menggema memanggil namanya. "Disini sayang mau ketemu Zidan?"

"Iya Pah," jawab Anna kikuk merasa malu.

"Ruangan Zidan ada di lantai enam," ujar Pak Dahlan.

"Oke siap Pah, terimakasih." Anna mengangguk ngerti. Setelah martuanya pergi dari hadapannya Anna langsung menuju lift.

Thing

Lift terbuka dan sampailah Anna di lantai enam. Matanya menyusuri ruangan dengan tulisan wakil direktur. Di luar ruangan terlihat ada wanita cantik yang duduk di meja kerja sepertinya sekertaris nya Zidan. Terbukti ketika Anna mendekat, perempuan dengan pakaian khas kantor itu langsung berdiri mendekat.

"Mohon maaf mbak, Pak Zidan sedang ada tamu di dalam, mohon menunggu." Ujar wanita yang di duga sekertaris itu.

Astaga... disini juga di tahan? yang benar saja ini bahkan jam makan siang.

"Mbak cantik yang terhormat tamunya siapa ya? saya mau masuk." Kesal Anna ngeyel. Ia menjadi kesal sendiri mau ngasih kejutan dengan membawa makan siang harus seribet ini.

Anna langsung menerobos masuk walaupun wanita itu melarang.

Brak

"Maaf Pak wanita ini ngeyel masuk," ucap wanita itu dengan mimik menyayangkan. Zidan menatap tajam pada wajah cantik Anna yang terlihat kaget.

"Iya nggak pa-pa kamu bisa keluar dari ruangan saya Tam."

Anna memaku di tempatnya dengan suasana yang sulit di artikan. Ingin memberikan kejutan tapi malah dirinya yang di buat terkejut. Zidan tengah duduk di sofa dengan seorang wanita dengan bekal makan siang yang tersimpan di atas meja.

"Ann? tumben nyusulin kesini ada apa?"

Oh jadi aku nggak boleh datang ke kantor gitu maksudnya.

Zidan mendekat ia mempersilahkan istrinya untuk duduk namun Anna terlihat tidak nyaman begitu pula dengan perempuan seumurannya di depannya.

"Maaf, aku cuma mau ngasih ini." Ujar Anna sambil menyerahkan bekal yang ia masak tadi. "Tapi sepertinya kamu sudah punya bekal makan siang ya?" Ucap Anna kecewa melirik ada bekal di atas meja yang sepertinya wanita di depannya yang membawa.

"Eh Ann kenalin, ini Nayla teman aku waktu kuliah. Kebetulan kami dari kota yang sama jadi cukup akrab." Ujar Zidan memperkenalkan.

"Anna." Anna mengulurkan tangannya.

"Nayla, senang bertemu denganmu." Ucap wanita itu sambil tersenyum tapi yang Anna lihat sekilas ia menangkap sorot kecewa di matanya.

Anna tidak tahu ada hubungan apa antara suaminya dengan wanita di depannya. Sejauh ini Anna memang belum mengenal pria yang berstatus suaminya itu. Ia bahkan baru mengenalnya karena insiden mobilnya, tak pernah menyangka berlanjut setingan dan bahkan berakhir ke pelaminan. Takdir seakan bermain dengannya.

"Kamu bawa apa? kamu yang masak?" Zidan bertanya penuh antusias.

"Dan, sepertinya makanan aku kurang enak soalnya aku baru belajar masak lebih baik kamu makan bekal yang di bawa Nayla saja sepertinya menggugah selera." Anna merasa tak enak, ia merasa kedatangannya di waktu yang kurang tepat.

Nayla diam saja, dia juga sepertinya bingung ingin mengucapkan sesuatu.

Maaf Nayla aku tidak ingin melukai, namun ada perasaan istriku yang harus ku jaga.

"Aku makan bekal kamu dulu ya, nanti aku makan juga bekal yang di bawa Nayla." Ucap Zidan bijak.

Sweet banget kamu Dan, Dengan kamu begini sudah cukup menjaga perasaan aku yang masih entah.

"Ayo kita makan sama-sama." Anna menyiapkan untuk suaminya di bawah pandangan Nayla yang terus menatapnya.

"Nay... ayo makan juga," tawar Anna mencoba berakrab kepada sahabat suaminya itu.

"Aku masih kenyang kebetulan tadi sebelum kesini sudah makan, silahkan menikmati makan siangnya." Ucap Nayla berbohong.

"Kalau begitu aku pamit dulu, senang bertemu denganmu Ann." Pamit Nayla yang terdengar sendu.

Sebagai seorang perempuan Anna tahu jika wanita yang baru saja di kenalkannya itu menaruh rasa dengan suaminya. Entah Zidan yang tidak peka atau dia tahu tapi pura-pura bodoh karena ada Anna di dekatnya.

"Gimana, enak?" tanya Anna ketika Zidan mulai menyuap makanan ke mulutnya.

"Lumayan, untuk pemula. Tujuh dari sepuluh." Nilai Zidan.

"Pelit banget cuma tujuh itu masakan bibi lho... aku cuma bantu ngrecokin doang." Keluhnya sok drama.

"Kalau di masakin setiap hari, di temenin makan kaya gini setiap hari seratus deh buat kamu." Anna tersenyum mendengarkan penuturan Zidan.

"Kalau aku nggak sibuk, kapan-kapan aku buatin lagi sambil belajar."

Zidan sudah selesai makan namun pria itu masih diam memperhatikan Anna yang makan dengan lambat.

"Anna, aku mau ngomong serius?" Ucap Zidan yang tiba-tiba menatap dengan wajah yang serius.

"Perasaan dari tadi udah ngomong." Sela Anna sambil mengunyah makanan, sementara Zidan sendiri masih menatapnya lekat.

Huhf

Zidan tampak menghela nafas sabar. "Pulang kantor aku mau mengajak kamu tinggal di rumah baru."

Uhhuk...

Anna tersedak makanannya sendiri mendengar penuturan Zidan.

"Makannya pelan-pelan dong Ann," Zidan mengangsurkan segelas minuman yang langsung ditengguknya.

"Harus banget emangnya Dan?"

"Iya, aku mau kita tinggal di rumah sendiri."

"Tapi Dan," Anna menatapnya ragu.

Tinggal berdua hanya dengan Zidan? yang benar saja. Aku bahkan tidak tahu menahu masalah rumah tangga dan kerepotanya. Masak saja belum bisa masih butuh banyak bimbingan. Belum lagi kalau Zidan kerja dan di rumah sendirian.

"Keputusan aku udah bulat." Final Zidan pada pendiriannya.

"Yah... harus banget ya emang tinggal berdua doang?"

"Iya lah biar kita lagi bikin dedek embul tidak ada yang ganggu!"

1
mei
kocak... waras??macam tak ad cowok lain lagi ckckckck
wiwin winarti
ini namanya jodoh🤣
nobita
salah faham berujung nikah
Siti Nurbaidah
seru💖💖👌👍suka dg alur cerita ny
Zana Putri Zakhira
Lumayan
Wiwik murniati
Luar biasa
gia nasgia
zidan pecicilan 😂
gia nasgia
zidan 😁
gia nasgia
Nggak sabar lihat mereka jadi pasangan halal 😍
gia nasgia
Zidan mode posesif 😂
gia nasgia
Next
gia nasgia
cieee 😊☺
gia nasgia
katanya nggak ada rasa
gia nasgia
Zidan menang banyak
gia nasgia
Alurnya Darren dan Naya belum aku kepoin 🤭
gia nasgia
Nah lho
gia nasgia
zidan tengil juga 😂
gia nasgia
Next
gia nasgia
Aku mampir kak 😊
Nuryati Yati
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!