Garis besar cerita ini kelanjutan dari novel Aku mencintai istri kontrak ku 2, kedua anak Antonio dan Isabella sudah dewasa.
Awal cerita Isabella harus kembali terjun ke dunia mafia bersama dengan Antonio, hal itu mau tidak mau membuat Dua anak Isabella harus mengikuti jejak kedua orang tuanya.
Apalagi ditambah dengan Putra Paman Ridwan yang terjerumus pada lembah kegelapan karena dijebak oleh seorang wanita, cinta romansa ketiga orang itu membuat Isabella dan Antonio harus menghadapi begitu banyak permasalahan dengan dunia bawah tanah atau bisnis gelap.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gabriella yang tidak tahu malu
Langkah kaki sepasang suami istri itu berjalan memasuki perusahaan, seluruh karyawan yang ada di perusahaan itu menganggukkan kepalanya sembari memberikan hormat kepada Ricardo dan Aselia.
"Selamat pagi Tuan, Nyonya!" seru para pegawai yang ada di perusahaan Ricardo. Aselia menganggukkan kepalanya sambil tersenyum menatap para karyawan suaminya itu, tentu saja Ricardo mengikuti pergerakan sang istri karena wanita itu akan sangat marah jika suaminya tidak memiliki sifat dan temperamen yang baik.
Langkah kaki Ricardo memasuki ruang kantornya. terlihat Aselia sedang tersenyum sembari menatap wajah sang suami.
"Hai Ricardo!" seru Gabriela.
Langkah kaki Ricardo dan Aselia langsung terhenti saat mendengar seorang wanita memanggil namanya. tentu saja Aselia menatap wanita itu dengan Tatapan yang begitu tajam.
"Gabriela." ucap Ricardo.
"Ricardo, senang melihatmu!" seru Gabriela yang hendak berlari dan ingin memeluk Ricardo.
Tentu saja Aselia yang melihat hal itu, dia langsung pasang badan dan menutupi tubuh suaminya. langkah kaki Gabriela langsung terhenti saat melihat istri dari Ricardo sudah menghalanginya.
"Kau mau apa!" seru Gabriela dengan sangat tidak tahu malunya.
Tentu saja Aselia tidak akan membiarkan hal itu, dasar wanita tidak tahu malu.
"Seharusnya aku yang mengatakannya, kamu apa seluruh Aselia yang kemudian mendorong tubuh Gabriela hingga wanita itu mundur. meskipun tinggi badan Aselia dan Gabriella sedikit berbeda. namun dari segi kekuatan tubuh mereka tentu saja Aselia adalah wanita yang sangat tangguh.
"Minggir!" seru Gabriela.
Aselia menatap wajah Gabriela, tentu saja mana ada wanita yang akan melepaskan suaminya untuk wanita lain.
Aselia melinting salah satu lengan bajunya, wanita itu langsung menatap sang suami sembari tersenyum padanya.
"Kau mau menonton atau kau mau membantunya, suamiku?" tanya Aselia.
Tentu saja Ricardo langsung mundur dari jangkauan sang istri. tidak mungkin baginya untuk membela wanita lain bisa-bisa dia akan dilempar sang istri dari rumah mereka.
"Terserah kamu mau melakukan apa sayang, karena aku tidak mau mencampuri urusan mu." jawab Ricardo yang membuat Gabriela tidak percaya kalau pria itu akan membiarkan dirinya diperlakukan kasar oleh wanita lain. tentu saja bukan wanita lain karena Aselia adalah istri dari Ricardo.
"Kau kira kau itu siapa?!" seru Gabriela.
"Hanya Karena diberikan ruangan khusus oleh suamiku, maka kau ingin melonjak dan menginjak-injak diriku. cepat sini aku Mau nampar dan menghajar dirimu!" seru Aselia.
Dengan percaya diri Gabriella ingin membuat gadis muda yang ada di depannya itu malu di hadapan para karyawan, bukan Aselia namanya kalau wanita itu tidak membalas perlakuan wanita yang ada di depannya.
Plakk.
Plakk..
Aselia telah menampar wajah Gabriela dengan begitu keras. hingga membuat wanita itu terhuyung dan terjatuh dilantai, bahkan di hadapan para karyawan perusahaan Ricardo.
Lihatlah sekarang siapa yang akan malu, tentu saja Gabriela yang sekarang ada di depan para karyawan Ricardo. wanita itu mukanya sudah memerah, dua pukulan telah dia dapatkan dari istri Ricardo.
"Kau kira aku ini anak kecil apa! hingga kau mengertak aku lalu aku mundur, dengarkan aku baik-baik. Jangan karena suamiku memberikanmu ruangan di masa lalunya, maka aku akan diam saja!" seru Aselia yang kemudian memberikan perintah kepada salah satu sekretaris Ricardo untuk membersihkan ruangan yang telah terkunci itu.
"Suamiku Lebih baik kau berikan kunci itu kepada sekretaris mu, jika tidak... jangan salahkan aku jika para karyawan pria yang ada di perusahaan ini akan ku suruh untuk menjebol pintunya!" Seru Aselia dengan menekan kata-katanya sangat keras.
Ricardo langsung memberikan kunci ruangan yang ditempati oleh Gabriela, sebuah ruangan yang penuh dengan kenangan masa lalu. namun Ricardo ingin membersihkan semua kenangan itu, dia akan memulai kehidupan baru dengan gadis kecil yang selalu menempati hatinya yang paling dalam.
"Kau mau aku bantu membersihkan ruangan itu?" tanya Ricardo. Aselia menatap wajah suaminya itu.
"Apakah aku tidak boleh membersihkan ruangan itu?" tanya Aselia balik.
"Tentu saja boleh." jawab Ricardo yang begitu tegas. setelah mengatakan hal itu, Ricardo meminta beberapa karyawan di perusahaannya untuk membersihkan seluruh peralatan dan keperluan yang dimiliki oleh Gabriela di salah satu ruangan yang ada di perusahaan. Ricardo tentu saja pria itu tidak ingin membuat istrinya mencurigainya.
"Apa yang kau lakukan Ricardo!" seru Gabriela yang kemudian menarik tubuh Ricardo dan ingin mencari jawaban atas kelakuan pria itu.
"Kau dengar sendiri kan, Kalau istriku mau membersihkan ruangan itu. memangnya kenapa?" tanya Ricardo.
"Itu adalah ruangan kita berdua, ruangan itu penuh dengan kenangan kita berdua!" seru Gabriella yang berusaha untuk membuat Ricardo mengingat dirinya.
"Kenapa aku harus mengingat mengenai masa lalu kita, sedangkan aku sudah mempunyai masa depan bersama wanita yang ada bersamaku ini, aku tidak akan membuatnya terluka ataupun melukainya. jadi jangan pernah kau memprovokasi pikiranku untuk tetap bersamamu karena cinta itu cinta sementara, aku tidak pernah benar-benar mencintaimu hanya kebutuhan sebagai seorang pria yang menginginkan perhatian saja." Jawab Ricardo yang membuat Gabriela benar-benar marah.
"Apakah kau tidak ingat dengan cumbu rayuanmu di ruangan itu!" seru Gabriela yang mencoba memanas-manasi Aselia. tentu saja Aselia menatap wajah Ricardo, tidak ada rasa ketakutan di wajah pria itu. itu berarti wanita itu sedang memprovokasi Aselia untuk mencurigai sang suami.
"Lihatlah, bahkan kau tidak tahu malu sekali dengan mengatakan hal itu di depan orang banyak. jika kau benar-benar telah tidur dengan suamiku, dia ini pria yang keberapa denganmu?yang aku dengar kau itu seorang wanita yang suka bergonta-ganti pria, bahkan kau sudah tidak perawan bersama Ricardo.." ucap Aselia yang membuat Gabriela begitu marah dengan kata-kata yang dia ucapkan.
** bersambung **