Mengisahkan tentang seorang gadis bernama Fatimah yang biasa di panggil Fatim berasal dari keluarga yang cukup berada namun sangat tomboy dia anak semata wayang yang tak pernah menyukai laki - laki karena menganggap semua lelaki adalah sama seperti ayahnya yang menurutnya berengsek karena tega meninggalkannya dan ibunya sewaktu ia masih kecil.
Akankah semuanya berubah sejak ia mengenal sosok Abas lelaki sederhana murid pindahan yang sekarang sekelas dengannya.
Apakah Fatim akhirnya akan merasakan jatuh cinta dimasa SMA nya???
Siapakah lelaki yang dapat memenangkan hatinya??? ikuti kisah selanjutnya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEMBALI KE JAKARTA
Dengan cepat Fatim berlari meninggalkan kerumuman itu, tanpa ada yang tahu kemana Fatim melabuhkan kakinya.
Ali hanya terpaku melihat reaksi Fatim yang diluar dugaannya, gadis manis yang cantik namun menyimpan luka yang dalam karena sebuah kata CINTA.
Setelah merasa cukup jauh berlari meninggalkan Ali, akhirnya Fatim berhenti dengan nafas yang tersenggal , dadanya terasa sesak karena menahan perasaannya yang bercampur baur antara marah dan sedih. Namun karena terlalu cepat berlari dan tak memperhatikan keadaan sekitarnya , kini Fatim baru menyadari kalau ia telah terlalu jauh berlari karena suasana telah menjadi sepi dan gelap, hanya terang cahaya bulanlah yang meneranginya saat ini.
Fatim terduduk dibawah sebuah pohon yang rindang dengan memeluk kedua lututnya, Fatim menangis menumpahkan semua kekesalannya.
"Mengapa... mengapa... semua ini terjadi padaku, hiks... hiks... " Tangisan Fatim pecah. "Semua ini karena kau ayah.. lelaki yang paling aku benci didunia ini...kau yang membuatku membenci semua tentang cinta."
Karena menangis sepanjang malam, akhirnya Fatim tertidur dibawah pohon itu, dalam mimpinya Fatim bertemu dengan seorang lelaki paruh baya yang berpakaian serba putih, namun lelaki itu menangis berusaha menggapai tangan Fatim, namun tak pernah bisa, dalam mimpinya Fatim seolah kasihan melihat lelaki itu dan berusaha tersenyum padanya, melihat senyum Fatim lelaki itu semakin menangis.
Fatim masih terbalut mimpinya bersama lelaki paruh baya itu.
*****
Balai Desa....
Semua rangkaian acara perpisahan telah selesai, dan semua mulai bersiap untuk kembali ketempat menginap mereka masing - masing. Begitu juga dengan Yati yang baru menyadari kalau Fatim tidak bersamanya, dengan cepat ia segera menghampiri Ali dan bu Neneng.
"Maaf bu... Ali... apa kalian melihat Fatim? "
Wajah Ali telah memucat saat Yati menanyakan keberadaan Fatim. Melihat wajah pucat Ali, Yati merasa yakin kalau telah terjadi sesuatu pada sahabatnya itu.
"Ali... loe tahukan apa yang terjadi? Mana Fatim? Jawab Ali !" Teriak Yati yang memancing perhatian yang lain.
Melihat ketegangan yang terjadi Rangga segera menghampiri Yati.
"Ada apa Yati kenapa loe berteriak pada Ali hah? "Tanya Rangga.
"Begini kak Fatim menghilang dan gue yakin ini semua ada hubungannya dengan Ali, lihat wajahnya pucat !" Ucap Yati meyakinkan Rangga.
"Apa benar Ali? " Tanya Rangga yang mulai gusar.
"Nak, apa benar kepergian Fatim ada hubungannya denganmu? " Tanya bu Neneng.
"I.. iya bu, waktu Ali menyatakan perasaan Ali yang mencintai Fatim, dia langsung marah dan pergi berlari kearah hutan sana." Sambil menunjuk ke arah hutan dekat ujung kampunh mereka.
*Shitttt anak kampung ini malah duluan menyatakan perasaannya pada Fatim, tapi syukurlah Fatim tak menerimanya, tetapi mengapa Fatim marah ya???!Batin Rangga.*
"Ya udah, hayuk kita cari Fatim."Ajak Yati dengan wajah yang sudah panik.
Akhirnya mereka semua mencari Fatim, termasuk beberapa warga juga ikut mencari. Mereka berpencar untuk mempermudah pencarian Fatim.
Setelah hampir setengah jam mereka mengitari hutan akhirnya Yati dan bu Neneng menemukan Fatim yang telah tergeletak dibawah pohon, masih tampak jelas bekas air mata dipipinya.
"Bu... itu Fatim !" Menunjuk kearah pohon rindang.
"Iya itu neng Fatim, Ayo kita kesana! " Ajak bu Neneng.
"Ya Allah, kasihan fren gue, kayak abis nangis gitu, badannya udah dingin, yuk bu bantuin angkat fren gue." Pinta Yati memelas.
"Neng Yati tunggu dimari ya, biar ibu yang manggilin tuh anak - anak cowok buat bantu ngangkatain neng Fatim." Ucap Bu Neneng.
Tinggalah Yati dan Fatim sekarang, dengan setia Yati memeluk tubuh sahabatnya yang semakin dingin karena cuaca. Yati membuka jaketnya dan memakaikannya ke tubuh Fatim, agar tak terlalu dingin.
"Fren bangun dong, loe kenapa? Gue nggak pernah liat loe kayak gini, please bangun dong! " Ucap Yati berbisik ditelingga Fatim.
Kini rombongan para pria telah datang, Ali tak berani mendekat, jadi Rangga dan Ikhsan yang membawa Fatim kembali ke rumah bu Neneng.
Sampai dirumah bu Neneng, Fatim segera dibaringkan ditempat tidur dan ditemani Yati, sementara bu Neneng membuat air jahe untuk Fatim agar badannya cepat menghangat.
Diluar rumah bu Neneng, Rangga menatap tajam pada Ali karena merasa kesal padanya yang telah membuat orang yang disayanginya menjadi terluka.
"Loe beneran hanya ngomong begitu doang sama Fatim hah?" Tanya Rangga sedikit kesal.
"Iya maaf, aku nggak tahu kalau ternyata reaksi Fatim akan seperti itu!" Jawab Ali tertunduk karena merasa bersalah.
*Ya Allah baru pertama aku merasa jatuh cinta pada perempuan tetapi aku langsung patah hati, aku tak bermaksud membuatnya histeris seperti itu, maafkan aku Fatim, batin Ali.*
Malam itu Rangga dan Ikhsan akhirnya menginap dirumah bu Neneng karena khawatir dengan kondisi Fatim.
*****
Keesokan Hari....
Alunan suara azan Subuh sudah berkumandang, menyapa penghuni jagad raya, membelah kesyahduan fajar yang sebentar lagi akan menyingsing. Aroma khas pedesaan sangat sejuk dan adem merasuki indera pernafasa seorang gadis yang kini teah duduk ditepi ranjang, yah dia adalah Fatim.
Keadaan Fatim kini terlihat segar bugar seolah tak terjadi apapun padanya tadi malam. Perlahan Fatim turun dari tempat tidur dilihatnya Yati yang masih terlelap dengan balutan selimut, segera Fatim menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan segera berwudhu.
Setelah selesai sholat Fatim segera membangunkan Yati untuk sholat juga, dan barulah akan merapikan barang bawaannya katena rencananya mereka akan pulang kembali ke Jakarta.
"Yati.. Yat... ayo bangun, sudah Subuh ini, loe belum sholat, mau loe dikeloni setan pakai selimut baunya? "Canda Fatim.
Dengan cepat Yati berangkat dan melepaskan selimutnya.
"Ogah gue pakai selimut setan." Sambil membuang selimutnya.
"Dasar Oneng enak aja selimut gue main lempar aja pake manggil selimut gue selimut setan lagi." Renggut Fatim sambil mengambil kembali selimutnya yang dilempar Fatim.
"Maaf eh fren.. gue haluu soalnya loe sih pakek bisikin gue selimut setan segala."
"Ya udah buruan loe sholat, gue mau lari pagi bentar ya."Pamit Fatim.
Perlahan Fatim membuka pintu kamar dan berjalan menuju pintu keluar, tetapi pandangan tertahan diruang tamu karena melihat Rangga, Ikhsan, dan Ali masih tergolek diruang tamu.
*Mengapa mereka bertiga kompak nginep diruang tamu? Apa karena perbuatan gue semalam? Apa mereka yang telah membawa gue pulang ya? Ihhh malunya gue, kenapa gue spontan sih histeris hanya karena kata cinta dari Ali. Kasihan tuh anak masih culum, pasti dia takut deh sama gue, dan eh iya siapa lelaki paruh baya yang ada dimimpi gue ya? Mengapa wajahnya begitu terluka melihat kearah gue? Akhhh pusing gue nggak ngerti aneh saja mimpi itu buat gue. Batin Fatim.*
Perlahan Fatim membangunkan ketiga lelaki yang sedang terlelap diruang tamu bu Neneng.
"Kak... kak.. bangun udah Subuh ini."
"Ikhsan... Ikh.. bagun dong nanti kalian kesiangan."
"Ali.. bangun sudah Subuh."
Akhirnya ketiga pemuda itu terbangun masing - masing memasang wajah heran, karena orang yang mereka khawatirkan terlihat sehat walafiat.
"Loe udah baikan Fatim? " Tanya Rangga.
"Alhamdulillah kak udah, nih sekarang mau lari pagi." Jawab Fatim sambil tersenyum.
"Ya udah gue tinggal ya! "
Ketiganya hanya melonggo melihat kepergian Fatim, dan bergegas untuk solat Subuh sebelum diketawain ayam karena kesiangan.
*****
Balai Desa....
Kini semua peserta Karya Wisata dari SMA. Unggulan Jakarta telah bersiap untuk kembali ke Jakarta, mobil bus yang akan membawa mereka pulangpun sudah stanby ditempat.
Semua sudah berpamitan kepada semua warga yang menjadi tempat mereka meginap, tak terkecuali dengan Fatim dan Yati.
"Bu Neneng.. Fatim pamit ya, dan maaf kalau telah membuat ibu repot tadi malam, terimakasih untuk semuanya selama Fatim disini."
"Yati juga ya bu, maaf kalau ada salah selama dirumah ibu." Ucap Yati sambil tersenyum.
Bu Neneng tak dapat berkata - kata tetapi langsung memeluk kedua gadis itu air mata haru mengalir disudut matanya, meski cuma dua hari tapi dia bahagia bisa merasa punya anak perempuan yang selama ini dia impikan.
Setelah berpamitan semua sudah naik kedalam mobil, dan karena masih berpelukan dengan bu Neneng Fatim dan Yati menjadi yang terakhir naik kedalam bus. Kini Yati sudah naik juga ketika Fatim akan naik seseorang memanggilnya.
"Fatim! "
Dengan cepat Fatim menurunkan tangannya yang sudah menyentuh pintu mobil dan berbalik.
"Ali, ada apa? "
"Maaf ."
"Gue yang harus minta maaf pada loe, nggak seharusnya gue kayak tadi malam, maaf ya udah buat loe merasa bersalah, tapi gue nggak mau jatuh cinta, cinta membuat gue sengsara, loe tampan dan baik, pasti dapat gadis yang lebih baik dari gue."
"Kamu nggak marah sama aku? "
"Nggak, gue makasih karena loe sudah jujur, maafin gue ya bye see you next times."
Kini Fatim juga sudah duduk disamping Rangga tak lupa memasang headsetnya yang membuat Rangga kembali muram karena alamat akan dicuekin sama Fatim dimulai , mobil mereka telah meninggalkan Lembang menuju Jakarta. Goodbye Lembang yang punya sekelumit cerita buat Fatim.
Terimakasih ya readres sudah baca karyaku jangan lupa tinggalkan like dan komennya, dan jangan lupa baca juga karyaku Nyanyian Takdir Aisyah dan novel Favku Cinta Untuk Dokter Nisa.
Semoga Readers semua sehat dan bahagia selalu, aamiin 😍
semangat Thor,, sehat selalu