NovelToon NovelToon
Perjalanan Cinta Di Campus Galaksi

Perjalanan Cinta Di Campus Galaksi

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Contest / Nikahmuda / Mafia / Cintapertama
Popularitas:110.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sholeha Nurjanah

🌿PCDCG 🌿

Seberapa jauh pun kita terpisah
jika takdir menyatukan, maka keajaiban
pun akan datang.

- Lena & Lyon 🔆

Menceritakan tentang sepasang kekasih yang harus di paksa terpisah karena takdir dan di persatuan kembali oleh takdir itu juga.

Di sebuah kampus bernama Campus Galaksi yang akan menjadi tempat dan saksi bisu pertemuan sepasang kekasih yang telah terpisahkan dengan semua permasalahan yang akan mereka hadapi tentang cinta, masa lalu, dendam, iri, dan sebuah hubungan yang akan segera terkuak di tempat ini.

Apa saja rintangan yang akan mereka hadapi ke depan nya?

Apakah mereka akan dapat bersatu kembali seperti takdir yang telah memisahkan mereka?

Semua jawaban tersebut akan terkuak di cerita ini.

☘️ •••••☘️

PERJALANAN CINTA DI CAMPUS GALAKSI

☘️•••••☘️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sholeha Nurjanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24

Di saat Ellena tengah sibuk berperang batin mendadak saja terdengar suara seseorang yang berhasil membuat mereka menoleh terkejut ke arah nya.

"Lho, Tuan dan Nona muda sudah datang? Maaf tadi Bibi tidak tahu, karena tadi ada di belakang untuk angkat jemuran". Kata seorang wanita paruh baya sambil berjalan menghampiri mereka.

"Ngak papa, Bi Inah. Papa juga kasih kunci cadangan nya ke saya". Balas Elyon penuh nada sopan dengan arah pandang sekilas menatap ke arah Ellena yang terlihat bingung dengan keberadaan wanita di hadapan mereka saat ini.

"Lena, ini Bi Inah. Dia yang mengurus rumah ini dan merawat aku sejak kecil". Kata Elyon yang memperkenalkan Bi Inah dan mampu menjawab segala kebingungan Ellena.

"Ohh. Hallo, Bi Inah nama saya Ellena. Salam kenal Bik". Balas Ellena kemudian menyalami dan mencium tangan Bi Inah dengan sopan.

"Ehh! Salam kenal juga, Nona muda tidak perlu terlalu sopan dengan saya. Saya hanya seorang kepala pelayan di rumah ini". Kata Bi Inah merasa tak enak dengan perilaku Ellena yang mendadak mencium tangan nya.

"Ihh! Bi Inah jangan gitu dong! Tenang, saya ngak pernah membedakan orang menurut kasta. Kan Bi Inah lebih tua dari saya, jadi bukankah saya memang harus menghormati Bi Inah? Jadi Bi Inah tidak perlu merendahkan diri hanya karena saya lebih tinggi kastanya dari Bibi". Jelas Ellena sambil tersenyum ramah.

"Baiklah Nona, sepertinya Tuan besar dan Nyonya Besar tidak salah memilih anda sebagai calon menantu mereka dan sebagai pendamping Tuan muda". Kata Bi Inah dengan bola mata yang mulai berkaca - kaca karena merasa bahagia.

"Bi Inah tidak perlu berlebihan. Ini semua memang sudah takdir saya untuk menemani perjalanan hidup Elyon". Balas Ellena sekilas melirik ke arah Elyon yang terlihat masih setia memandangi dirinya.

"Saya harap Nona muda Ellena dan Tuan muda Elyon tidak akan bisa terpisah lagi. Semoga saja kalian selalu bahagia dan bisa melewati semua cobaan yang menimpa kalian di masa depan nanti". Batin Bi Inah penuh harapan.

Di sisi lain terlihat seorang manusia bumi yang masih nyaman menikmati senyum manis berasal dari seorang perempuan yang entah sejak kapan telah memenuhi salah satu sudut dalam hatinya.

"Lena orang tua ku memang tidak salah dengan memilihmu untuk menjadi pendamping hidupku. Aku akan berusaha menjadi kan takdir ini sebagai anugerah terindah dalam hidup ini". Batin Elyon terdengar penuh ketulusan.

"Ekhm. Ayo kita lanjut berkeliling". Kata Elyon pada mereka fan di balas anggukan singkat dari Sang empu.

"Mari saya antar". Kata Bi Inah dengan ramah, lalu mereka pun mulai mengelilingi rumah tersebut untuk mengecek dan memperkenalkan beberapa ruangan yang ada di rumah kepada Ellena.

"Wah! Rumah ini begitu elegan dan desain nya juga menarik. Aku suka sekali rumah ini!". Kata Ellena terdengar begitu bahagia.

"Baguslah". Balas Elyon terdengar ikut bahagia, karena kebahagiaan Ellena lah yang terpenting baginya.

"Ehh? Tunggu dulu! itu ruangan apa kok ada tulisannya? Terus kenapa cat pintunya berbeda dengan yang lain?". Tanya Ellena sambil menunjuk penasaran ke arah pintu bercat biru muda dan terdapat tertempel tulisan MEMORY E♥️E di pintu nya.

"Emm. Ruangan itu, aku juga ngak tahu". Jawab Elyon yang merasa tak tahu menahu tentang isi ruangan tersebut.

"Bi. Tolong bukakan ruangan ini". Kata Elyon pada Bi Inah terlihat ikut penasaran, tetapi hanya di balas gelagat aneh dari Sang empu.

"Kenapa tulisan ini sama kayak kalungku?E♥️E? Ini pasti bukan hanya kebetulan kan?". Batin Ellena terlihat sedang bergulat dengan pikiran nya sambil terlihat menggenggam erat bandul di kalung yang ia pakai.

"Maaf. Tuan muda di larang memasuki ruangan ini, karena Tuan besar sudah memerintahkan saya untuk melarang anda masuk". Jawab Bi Inah terlihat gugup juga takut.

"Aneh". Batin Elyon terlihat menatap Bi Inah penuh curiga, tetapi aku bagaimana lagi ia tak akan membuang waktu untuk memaksa masuk jika memang tidak di perbolehkan.

"Ya udah, Bi. Kami langsung pulang saja takut Mama Adelina menunggu kami". Balas Ellena yang berusaha menepis segala penasaran dan kecurigaan nya terhadap ruangan tersebut.

"Kami pamit". Kata Elyon selanjutnya.

"Emm. Baiklah, Tuan dan Nona muda hati-hati di jalan". Balas Bi Inah yang merasa tak enak kepada kedua majikan nya.

"Maaf, Tuan muda. Belum saat nya anda mengetahui kebenaran tentang ruangan itu". Batin Bik Inah merasa terbebani dengan rasa bersalah pada Tuan muda nya yang sudah ia anggap sebagai putra nya sendiri.

Kemudian sepasang calon pengantin itu pun mulai pergi dari rumah tersebut dengan meninggalkan rasa amat bersalah di dalam diri kepala pelayan rumah itu.

"Saya harap takdir memberi kalian bahagia yang setimpal". Batin Bi Inah penuh harap sambil melihat mobil mereka mulai melaju pergi meninggalkan halaman rumah. Saat masih di perjalanan timbul perbincangan kecil di antara mereka.

"Lyon. Kamu masih penasaran ngak tentang isi ruangan bertulisan MEMORY E♥️E itu? " Tanya Ellena pada Elyon yang sedang fokus menatap kedepan jalan.

" Hmm, sedikit. Tapi gimana lagi Bi Inah melarang. Sebenarnya rumah itu udah di bangun disama Papa 6 tahun lalu untukku. Jadi kadang aku juga nginep di rumah itu hanya saat hari libur atau ada waktu senggang ajah". Kata Elyon mulai menjelaskan sejarah tentang rumah itu.

"Dan tentang ruangan itu, aku tidak pernah tahu. Sejak aku mengalami amnesia tiga tahun lalu, tidak pernah ada yang memberi tahuku tentang ruangan itu". Jelas Elyon dengan tatapan masih tetap fokus memperhatikan jalan. Sayangnya, penjelasan itu tidak sedikit pun menghilang rasa penasaran di dalam hati nya.

"Kayak nya gw perlu bicara lagi sama Bi Inah". Batin Elyon yang ternyata masih penasaran tentang isi ruangan tadi.

Pada akhirnya pergulatan batin itu pun harus berhenti, setelah mereka sampai di kediaman Gorneo Aditya. Sebelum Ellena pulang, ia memutuskan untuk bertemu dengan calon mertua nya lebih dulu.

"MAMA ADELINA!!! ELLENA YANG CANTIK SEDUNIA INI UDAH DATENG!!!".Teriak Ellena terdengar menggelar saat ia memasuki kediaman yang tinggali oleh anggota keluarga Gorneo Aditya yang sebentar lagi akan menjadi keluarganya.

Berbeda dengan Elyon terlihat sedang menghela nafas lelah, karena dirinya yang belum terbiasa dengan sikap bar-bar dalam diri calon istrinya itu.

"Sabar. Nanti juga terbiasa". Batin Elyon dengan pasrah.

"Ehh. Calon mantu Mama dateng, kok lama banget sayang?". Tanya Mama Adelina sambil memeluk Ellena dengan erat.

"Maaf, Mah. Tadi kita pergi dulu buat ngecek rumah". Jawab Ellena merasa bersalah pada Mama Adelina.

"Ohh, ya sudah. Ayok masuk dulu". Kata Mama Adelina merangkul Ellena dan mengajaknya memasuk ke dalam rumah.

Lihatlah! Ellena yang bahkan belum menjadi menantu di rumah itu sudah berhasil mengambil perhatian penuh Mama Adelina sampai-sampai Sang empu tak menyadari keberadaan putra satu-satunya.

"Nasih anak yang terganti kan oleh calon menantu". Gumam Elyon terlihat sedang meratapi nasib nya. Dia pun langsung pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri tanpa menggubris sedikit pun ke arah Mama dan calon istrinya yang terlihat sedang mengobrol seru di ruang tamu.

BERSAMBUNG....

1
Sholeha
Aku akan selalu menunggu Author update
Sholeha
Semangat!!!!!
Sholeha
Akhirnya update Jugakk!!!
Sholeha
Semangat!!!
Sholeha
Akhirnya update jugakk!!!
Sholeha N.J.
Luar biasa!!!
Sholeha
kacian banget Erren
Sholeha
Faithing thorr!!!
Sholeha
Akhh!!! puas banget bacanya
Sholeha
Cemangat!!!
Sholeha
makasih update nya
Sholeha
Semangat!!!
Sholeha
Akhh!!! aku baper
Sholeha
aku akan setia menunggu update mu
Sholeha
Faithing!!!
Sholeha
Semangat!!!
Sholeha
Semangat terusss!!!!
Sholeha
Ku tunggu update nya!!
Sholeha
Semangat
Sholeha
semangat!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!