NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Nisa

Kisah Cinta Nisa

Status: tamat
Genre:Teen / Cintapertama / Contest / Badboy / Tamat
Popularitas:598k
Nilai: 5
Nama Author: Elis Kurniasih

Tinggal di kota besar yang padat penduduk, membuat kelima orang anak manusia ini menjalin persahabatan sejak kecil, walau keadaan status sosial dan suku berbeda, tapi mereka tetap bersama.

Kelucuan, kepolosan, dan kebahagiaan persahabatan mereka mulai memudar seiring usia yang beranjak remaja. Benih benih cinta muncul di antara persahabatn mereka.

Perbedaan di mulai, ketika mereka duduk di bangku SMA.

Bagaimana akhir persahabatan kelima anak manusia ini? Bagaimana kisah cinta mereka? akankah cita-cita kecil mereka menjadi kenyataan?

baca sampai end ya guys
Terima kasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elis Kurniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

hari raya

Hari raya pun tiba. Semua orang pasti akan berkunjung ke rumah Angga, karena ayah Angga yang cukup terpandang di wilayah ini. Dan, satu lagi yang di kejar. Ibu Angga selalu memberi angpao untuk anak-anak di sekitarnya, teruatam yang datang berkunjung ke rumahnya, sehingga kala hari raya tiba rumah Angga penuh dengan tamu yang hilir mudik datang.

Keluarga Nisa pun sudah bersiap ingin datang ke rumah Angga, karena memang setiap tahun seperti itu. Sepertinya, Angga pun menanti kedatangan keluarga Nisa.

“Haduh, anak mama ganteng banget sih.” Ucap Marisa.

Levin sang adik yang sebelumnya mondok di pesantren dan baru akan mulai berkuliah di Bandung itu pun ada di rumah ini. Ia sedang duduk menikmati sayur ketupat buatan sang ibu.

“Lo, gugup banget, A.” Kata Levin.

“Iya, pasti sebentar lagi, keluarga Nisa datang.” Jawab Angga.

“Terus kalau datang, Ayah harus ngomong apa? Minta Nisa buat kamu nih sekarang?” Tanya Wijaya meledek.

Walau Angga sudah tau bahwa sang ayah memiliki anak dan istri di luar sana. Namun, ia tak pernah mengatakannya pada sang ibu. Ia menutup rapat rahasia ini. Biarlah berjalan seperti ini, yang penting semuanya bahagia. Tapi, Angga agak sedikit menjauh dari sang ayah, ia tak lagi sedekat dulu. Berbeda dengan Levin yang sangat dekat dengan sang ayah.

Wijaya pun merasakan perubahan Angga, tapi ia tetap berusaha untuk bisa selalu dekat dengan putra-putranya.

“Memangnya kamu suah siap menikah, Ga?” Tanya Marisa yang ragu dengan keputusan putranya.

“Siap, Ma. Apalagi dengan Nisa.” Jawab Angga yakin.

“Kerja aja belum, A.” Sahut Levin.

“Semua sambil berjalan, yang penting sama-sama Nisa dulu, soalnya dia ngga mau pacaran, Vin.” Ucap Angga.

“Bagus donk, perempuan yang baik memang seperti itu.”

“Nah, itu dia. Terus gue sekarang udah ngga tahan banget pengen bersama Nisa.” Ucap Angga lagi kepada sang adik.

“Dasar lo, A. Parah. Ngga tahan pengen ngapain?” tanya Levin sambil tertawa.

“Ya, ngapain kek udah gede ini.”

“Ya sudah nanti papa lamarin Nisa buat kamu.” Celetuk Wijaya menghampiri kedua putranya yang tengah duduk di meja makan.

“Janji, Pa!” Ucap Angga dengan menampilkan jari kelingkingnya.

“Janji.” Wijaya menempelkan jari kelingkingnya juga.

“Terus Nisa mau di kasih makan apa? Sementara kamu belum kerja, lulus kuliah juga belum.” Melisa masih tak setuju.

“Sekarang juga Angga lgi ngebut, Ma. Semua mata kuliah udah Angga ambil supaya cepet skripsi. Sambil menunggu Angga kelar kuliah dan mencari kerja, kami akan tinggal di sini dulu.” Kata Angga.

“Berarti, Mama dan Papa menampung biaya hidupmu setelah menikah. Uh, dasar. Harusnya itu tanggung jawabmu, Ga.” Sahut Marisa lagi.

“Ya sudah, Ma. Tidak apa.” Jawab Wijaya.

“Ah, kamu selalu memanjakan Angga, Pa.” Marisa mengerucutkan bibirnya.

“Biar sekalian Angga belajar tanggung jawab pelan-pelan.” Kata wijaya lagi.

“Tapi menikah itu tanggung jawabnya besar Pa. Lagi pula Nisa punya dua kakak yang belum menikah. Apa ayahnya bersedia menikahkan anak bungsunya lebih dulu, dan apa kakak-kakaknya juga setuju untuk di langkah.”

Ketiga pria yang sedang duduk di meja makan itu pun terdiam. Angga pun tidak sampai berpikir ke arah itu.

“Assalamualaikum.” Suara Ayah dan Ummi Nisa di luar rumah Angga.

“Itu suara camer lo, A.” Kata Levin.

Wijaya dan Marisa pun langsung keluar, di iringi Levin dan Angga di belakangnya.

“Waalaikumusalam. Eh ada keluarganya Nisa.” Ucap Wijaya.

Orang tua Nisa dan orang tau Angga saling bersalaman dan berpelukan. Nisa dan Dhira pun menyalami orang tua Angga, begitu pun Angga dan Levin yang menyalami orang tua Nisa bergantian dengan Nisa dan Dhira juga.

“Ayo duduk dulu.” Ucap Wijaya pada ayah Nisa.

“Wah, kami mau keliling lagi nih.” Jawab Ayah Nisa tersenyum.

“Duduk dulu lah sebentar.” Ucap Wijaya lagi.

“Iya, Ayo di cicipi dulu makanannya.” Sahut Marisa.

Kemudian, merasa tak enak, akhirnya Ayah dan Ummi Nisa pun duduk di ruang tamu Angga. Angga terus melirik ke arah Nisa, kemudian melirik ke arah ayahnya.

“Nisa gimana kuliahnya?” Tanya Wijaya basa-basi.

Ia juga menayakan tentang Dhira dan Hafidz.

“Baik, Om.” Ajwab Nisa.

“Semester berapa sekarang, Nis?” Tanya Marisa.

“Baru masuk semester tiga, tante.”

“Masih lama lulusnya ya, Nis.” Jawab Marisa lagi, membuat Angga dan Wijaya menoleh ke arah Marisa.

Marisa sebenarnya sangat menyukai Nisa, tapi dengan menikah sekarang, ia sangat tidak setuju, karena menurutnya Angga dan Nisa masih sangat muda, perjalanan masih panjang, dan ia tak ingin mereka menyesal karena telah menikah muda.

“Ini Levin?” Tanya Ummi Nisa yang tak pernah melihat adik Angga.

Levin tersenyum dan mengangguk.

“Sudah besar ya, ganteng lagi.” Kata Ummi Nisa.

“Uh.. Ge-er nanti kalau di bilang ganteng, Ummi.” Jawab Wijaya, membuat semuanya tertawa.

Kedua keluarga itu berbincang ngalor ngidul, tapi tak membahas tentang hubungan Nisa dan angga sama sekali, hingga akhirnya keluarga Nisa pamit pulang. Hal ini membuat Angga terlihat kesal dan uring-uringan.

“Papa, katanya tadi mau bicara serius dengan ayahnya Nisa.” Ucap Angga pada sang ayah.

“Momennya belum pas, Ga. Tadi itu kurang etis kalau papa membicarakan itu.”

“Terus kapan, Pa?’

“Kamu serius saja dulu kuliahnya. Nanti juga ada saatnya.” Jawab Wijaya lagi.

“Tapi, Angga ingin bersama Nisa, Pa.”

“Papa tahu, papa juga pernah muda dan pernah merasakan apa yang kamu rasakan sekarang. Tapi bersabarlah dan terus berdoa, semoga semua berjalan seperti yang kita inginkan. Papa janji akan melamarkan Nisa untukmu. Oke.”

Angga menghirup nafasnya panjang. Ya, ia akan bersabar dan terus berdoa, semoga semua berjalan sesuai dengan yang ia inginkan.

1
Ulum
baru baca,tapi andingnya bikin taku
Ulum
kangeeeeen
Azalea New
cerita baguss, apalagi pas angga meninggal. sama kokom bikin sedih.. /Sob/
Indah Martin
Luar biasa
Lela
ceritanka elis udah aku baca semuahbdan terahir kisah cinta nisa,,,,rada nyesek sih karna nisa ga ternyata ga berjodoh sama angga
Ami
bagus ceritanya sangt mendidik
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
memang kisahnya pendek. tapi dampaknya ke jiwa bener2 dah.. bagus ini kisahnya
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
Terima kasih kak Elis
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
jadi kepikiran anak kokom sama siapa ya? suaminya jahat
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
bisa ketemu lagi gak ya?
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
nyesek banget.
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
ujian hidup harus dihadapi angga. jangan lari
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
kasihan mama angga
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
kalau jodoh pasti bersama
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
nisa memang cantik, rangga
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
angga cukup dewasa dengan merahasiakan pernikahan kedua ayahnya
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
maniiis.... 🙈🙈🙈🤩🤩🤩🤩😘😘😘😘😘
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
masa depannya adalah nisa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!