Haii, ayuk dukung saya.
Disini saya akan menceritakan kisah cinta pertama Ayra Syifania dengan seorang cowok.
Pertemuannya dengan seseorang yang bernama Arsen.
Saat melihat wajah cantik dan lugu Ayra, membuat nya tertantang untuk mendekati gadis itu.
Tapi apakah usahanya berhasil?
Bagaimana cerita cinta mereka dimulai.
Kita coba baca yuk... 😚😚
Cerita ini hanya cerita fiktiv jika ada kesamaan tempat dan nama tokoh, itu faktor ketidaksengajaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M.Aɪɴᴜʀ Rᴏʜᴍᴀɴ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25
(Ting tong.. Ting tong..) Jojo memencet bel rumah Dave dengan semangat. Tak selang berapa lama, pintu rumah itu pun terbuka. Terlihat seorang wanita parubaya tersenyum menyapanya.
"Eh, selamat sore Non Jojo." Sapa Bi Sri, Asisten rumah tangga keluarga Dave.
"Sore Bi, Dave ada?
Tanya Jojo sambil tersenyum.
"Ada Non, silahkan masuk. Biar Bibi panggilkan Den Aaron." Ucap Bi Sri ramah.
"Nggak usah Bi, biar Jojo aja yang panggil sendiri. Dia diamana?" tanya Jojo.
"Den Aaron lagi tidur di kamarnya Non." Jawab Bi Sri.
Jojo berjalan menuju lantai dua ke arah kamar Dave. Dia menggebrak-gebrak pintu kamar Dave sambil berteriak lantang.
"AARON DAVIDSON BANGUN..!!!
Dia terus berteriak hingga si empunya kamar membuka pintu dengan wajah yang memerah menahan amarah dan rambut yang sudah acak-acakan.
" Berisik lo!!" Seru Dave.
" Muehehe.. Makanya jangan molor mulu. "Ucap Jojo sambil cengengesan.
" Ngapain si lo kesini?" Tanya Dave malas.
"Ah elah, disamperin temennya ke rumah bukannya seneng malah gitu." Ucap Jojo.
"Heleh, biasanya juga kalau butuh lo tinggal nelfon aja. ''Ucap Dave sambil menonyor dahi Jojo.
"Hehe, gue mau pinjem buku sekalian mau curhat." Ucap Jojo.
Dave masuk ke kamarnya mengambilkan buku yang ingin Jojo pinjam. Lalu Jojo menariknya ke taman belakang. Dia mengajak Dave untuk duduk di ayunan.
"Dave, gue mau lo bantuin gue buat dapetin Kak Andra." Pinta Jojo.
"Maksud lo? "Tanya Andra bingung.
"Lo kan tahu, gue suka banget sama Kak Andra." Jawab Jojo.
(Nyuutt) seketika hati Dave terasa ngilu mendengar permintaan Jojo.
"Cinta itu nggak bisa dipaksa Jo. "Dave menasehati.
"Nggak, Pokoknya gue harus dapetin Kak Andra!" Seru Jojo semangat.
"Serah lo deh," ucap Dave malas.
"Segitu sukanya lo sama Kak Andra Jo." Batin Dave.
SKIP
Ayra berjalan sendiri menuju kantin hendak menyusul keempat temannya yang sudah menunggunya disana. Dia berjalan sambil memainkan ponselnya.
Tiba-tiba murid laki-laki berlari dengan kencangnya menabrak Ayra dari belakang, membuat Ayra terjatuh tersungkur di lantai. Laki-laki itu terus berlari tanpa memperdulikan Ayra. Arsen yang sedang bermain basket di lapangan tak sengaja melihat Ayra terjatuh, segera dia berlari dan membantu Ayra berdiri.
Dia melihat lutut Ayra berdarah, dengan sigap Arsen berjongkok dan menyuruh Ayra naik ke punggungnya. Awalnya Ayra menolak, tetapi Arsen terus memaksanya hingga Ayra pasrah mengikuti perintah Arsen.
Disisi lain, ada sepasang mata yang sedang memperhatikan mereka dengan tatapan tidak suka.
"Sialann!!! Awas lo Ayra, ge bakal bales! " Umpat Niken.
Sesampai mereka di ruang UKS, Arsen langsung mendudukan Ayra di tempat tidur.
Dia mengambil kotak P3K untuk mengobati luka Ayra. Ayra hanya diam memperhatikan tingkah Arsen yang terlihat cemas.
"Apa masih sakit?" Tanya Arsen sambil menempelkan plaster ke lutut Ayra.
"Udah nggak, makasih. "Ucap Ayra sambil tersenyum tipis.
"Makanya kalau jalan tuh jangan meleng, nggak usah mainan hp! Heran deh sama lo, hobby banget jatoh." Omel Arsen.
"Ihh Apaan sih, mana ada orang hobby jatoh!" Ucap Ayra tak terima.
"Ya elo! Setiap gue ketemu lo pasti lo jatoh atau nggak gue yang jatoh!" Seru Arsen.
"Sialan! Jadi maksud lo, gue bawa sial?" Tanya Ayra dengan nada meninggi.
"Emang!" Jawab Arsen cuek.
"Gue nggak terima! " Ayra sangat marah, wajahnya pun sudah memerah. Saat dia hendak memukul wajah Arsen, dia melihat hidung Arsen mengeluarkan darah. Dia terkejut dan mengurungkan niatnya. Arsen pun langsung menutupi hidungnya menggunakan tangan, dia tidak ingin terlihat lemah di depan Ayra.
Ayra terlihat panik karena saat ini wajah Arsen sangat pucat. Dia mendudukan Arsen ke tempat tidur, lalu dia mengambil tissue dari dalam sakunya, dan menyumpalkannya ke hidung Arsen.
"Sebenarnya lo sakit apa?" Tanya Ayra cemas.
"Gue nggak sakit, cuma kecapean doang." Ucap Arsen.
"Tapi ini bukan pertama kalinya gue liat lo mimisan." Ucap Ayra.
"Nggak usah bawel deh, mending lo ambilin obat di tas gue sono. "Perintah Arsen.
"Disini juga banyak obat. "Ucap Ayra.
"Gue itu orang yang spesial, jadi obatnya juga harus spesial. " Ucap Arsen.
"Idiihh,kok gue enek dengernya." Ucap Ayra sambil menyincingkan bibirnya.
"Udah sana ambilin, gue pusing nih. " Perintah Arsen.
"Iye iye bawel, tunggu sini jangan Kemana-mana!" Perintah Ayra.
Setelah beberapa saat Ayra keluar ruangan UKS. Niken masuk menghampiri Arsen yang sedang berbaring dan memejamkan matanya di tempat tidur.
Dia sangat khawatir dengan keadaan Arsen, dia berusaha untuk mengajak Arsen berbicara. Namun, Arsen hanya diam dan tidak memperdulikan kehadirannya.
Niken sangat kesal karena merasa tidak dihiraukan oleh Arsen. Dia menyentuh pipi Arsen dan hendak mencium Arsen. Sontak Arsen membuka matanya dan mendorong tubuh Niken dengan kuat, membuat Niken jatuh tersungkur di lantai.
Dia sangat marah pada Niken saat ini, dia mengusir Niken dengan suara lantangnya, membuat Niken menangis tersedu-sedu.
Tanpa disadari Ayra sudah berdiri didepan pintu ruangan. Sedari tadi dia sudah memperhatiken Arsen dan Niken. Dia sangat terkejut dengan keberanian Niken yang hendak mencium Arsen.
Niken bangun dan berlari sambil menangis hingga dia menabrak Ayra yang sedang berdiri di depan pintu. Dia menatap Ayra dengan tatapan benci, dia mendorong Ayra hingga tubuh Ayra menghantam tembok. Lalu dia berlari entah kemana.
Ayra menatapnya kesal. Dia masuk ke dalam ruangan menghampiri Arsen dan memberikan Obat yang Arsen minta.
Arsen segera meminumnya dan merebahkan tubuhnya kembali di ranjang.
Sebenarnya Ayra ingin sekali bertanya tentang hubungan Arsen dan Niken, tetapi dia takut Arsen akan marah. Dia membiarkan Arsen untuk beristirahat lalu dia kembali ke kelasnya.
Saat jam pulang sekolah, Ayra kembali ke UKS dengan membawakan tas milik Arsen.
Dia membuka pintu, tampak Arsen masih memejamkan matanya di atas tempat tidur. Ada rasa sesak di dadanya saat melihat tubuh Arsen terbujur lemah.
Dia terus memandangi wajah pucat Arsen diam-diam.
"Gue nggak suka lihat lo kaya gini, gue lebih suka lo yang dingin dan nyebelin. "Batin Ayra.
"Sampai kapan lo mau tidur terus? Ayok pulang!" Ajak Ayra. Namun, Arsen tetap diam.
"Sen? Bangun dong, udah sore ini." Ucap Ayra sambil menggoyang-goyangkan lengan Arsen. Arsen sengaja menahan nafasnya untuk mengerjai Ayra.
"Sen, lo nggak mati kan?" Tanya Ayra cemas, dia mendekatkan telinganya ke hidung Arsen. Dia sangat terkejut mengetaui Arsen sudah tidak bernafas.
Dia panik dan juga sangat takut saat ini, dia memeluk tubuh Arsen sambil menangis histeris memanggi-manggil nama Arsen.
"Arsen, please bangun! Jangan tinggalin gue!" Ayra terus menangis dan memeluk tubuh Arsen sangat erat. Membuat Arsen tidak tahan lagi untuk tertawa.
"Bwahahah!" Arsen tertawa terbahak-bahak, membuat Ayra melepaskan pelukannya dan memukul lengan Arsen. Dia sangat kesal karena sudah ditipu oleh Arsen.
"Sialan! lo ngerjain gue!" Umpat Ayra.
"Gue nggak akan ninggalin lo kok tenang aja, haha. "Goda Arsen membuat Ayra semakin malu.
"Sialan, jadi gini rasanya diposisi Keanu waktu itu. "Batin Ayra.
"Anterin gue pulang!" Pinta Arsen
"Ogah!" Tolak Ayra.
"Lo tega? Lihat gue pulang bawa motor sendiri dengan keadaan gue yang seperti ini, nanti kalau gue nabrak gimana? Katanya lo nggak mau gue tinggalin." Goda Arsen sambil terkekeh.
"Hihh.. Nyebelin banget sih! Ya udah Ayokk..!!" Ajak Ayra.
"Papah gue, gue lemes, susah jalan." Pinta Arsen sambil tersenyum tipis.
"Gak usah manja deh!" Ucap Ayra kesal.
"Kalau gue jatuh gimana? Katanya lo nggak mau gue tinggalin?" Goda Arsen. Membuat Ayra sangat geram. Dia menuruti permintaan Arsen, memapahnya sampai di parkiran.
Ayra memakaikan helm ke kepala Arsen dan menyuruhnya untuk duduk di jok belakang. Arsen duduk memeluk tubuh Ayra erat dan menyandarkan dagunya ke bahu Ayra sambil memejamkan matanya. Membuat jantung Ayra tidak karuan.
"Eh kampret! Kepala lo jangan gitu dong, berat tau!" Seru Ayra.
"Gue pusing Ra, kepala gue sakit. Nanti kalau gue jatuh gimana, Katanya lo nggak mau.." Belum selesai Arsen bicara, Ayra sudah menyela terlebih dulu.
"Oke oke lo boleh sandaran. Diem, nggak usah ngomong lagi." Ayra sangat kesal dengan Arsen yang selalu menghodanya.
"Setan nih Anak!" Batin Ayra.
Ayra melajukan motornya meninggalkan gedung sekolah, sepanjang jalan Arsen tersenyum puas tanpa berbicara sedikitpun. Dia semakin mengeratkan pelukannya karena dia merasa sangat nyaman saat memeluk tubuh Ayra.
Sesampai di rumah Arsen, mereka masuk dengan Ayra yang masih memapah tubuh Arsen, lalu dia mendudukan Arsen di sofa. Tiba-tiba Angel muncul dan berlari menghampiri mereka.
"Sayang kamu kenapa?" Tanya Angel khawatir.
"Nggak apa-apa Bun, Arsen cuma kecapean."
Jawab Arsen.
"Apa ini pacar kamu?" Tanya Angel sedikit menggoda.
"Eh, bukan tante, saya Ayra temannya Arsen. "
Jawab Ayra sambil menggoyang-goyangkan tanganya.
"Anaknya Tante Ria. "Ucap Arsen.
"Astaga, kamu Ayra anaknya Ria?" Tanya Angel terkejut.
"I.. Iya tante hhe." Jawab Ayra nyengir.
"Ya ampun, Bunda seneng banget ketemu kamu nak. Kamu cantik sekali seperti mamamu. "Puji Angel sambil tersenyum tulus.
"Bunda kira kalian pacaran, padahal bunda udah berharap banget. "Ucap Angel sendu.
Ayra hanya tersenyum canggung mendengar perkataan Angel.
📽To be continue🎞
hai bang!