NovelToon NovelToon
Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Teen / Beda Usia / Tamat
Popularitas:156.5k
Nilai: 4.7
Nama Author: Asni J Kasim

Info!!!! Ini lanjutan dari Novel Istri Nakal Dokter Aziz.

🍁Fadila & Farhan🍁👫

Fadila Annisa Zakri, di hari ulang tahunnya yang ke 18 tahun, dia mendapatkan kado istimewa. Fadila tiba-tiba di lamar oleh pria yang bernama Farhan Aqmora Ahman. Farhan adalah Dosen sekaligus asisten di Laboratorium tempat di mana Fadila kuliah.

Farhan sudah cukup umur, tapi umurnya tidak menjamin kedewasaannya. Pria itu menjadi tegas setelah mendapatkan nasehat dari orang terdekatnya.


Apakah Farhan bisa terus tegas? Atau dia akan kembali menjadi pria yang dibimbing oleh istrinya.

Mari simak kisah romantis mereka 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asni J Kasim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nasehat dari Papa Aziz

Aziz dan Farhan duduk di ruang tengah. Sementara yang lainnya sudah beristirahat di kamar. Keduanya berbincang-bincang cukup lama. Aziz menceritakan bagaimana dia dan almarhum istrinya. Mulai dari awal pertemuan mereka hingga keduanya harus terpisah karena ajal.

"Kamu laki-laki yang sudah cukup umur. Dan kamu memutuskan untuk menikah, itu tandanya kamu sudah mampu menjadi imam dalam rumah tanggamu. Jika kamu sendiri bengkok, lalu bagaimana dengan istrimu. Siapa yang akan membimbingnya"

"Papa punya mantan, punya teman, dan rekan kerja. Setiap kali Papa diajak untuk kumpul-kumpul, Papa menolak karena memikirkan perasaan almarhum Mama kalian. Memang Mama kalian nggak bilang kalau dia marah ataupun cemburu, tapi isi hati seseorang nggak ada yang tahu. Tanpa Mama minta, Papa sendiri yang berinisiatif untuk mencegah hal-hal membuat hati Mama kalian terluka"

"Fadila memang anak Papa. Tapi nggak semua sifatnya Papa tahu. Kamulah yang mengetahui semuanya, karena kamu suaminya. Kamu yang tidur dengannya, yang hampir 24 jam bersamanya. Itulah sebabnya, Papa nggak mau membanggakan anak Papa di depan orang lain ataupun di depanmu"

"Papa hanya minta padamu, jaga dia dengan baik. Kamu masih ingat kan, pesan Papa saat kalian datang ke rumah. Kembalikan dia bila kamu nggak mampu ataupun nggak mencintainya lagi"

Itulah sepenggal cerita dan nasehat untuk Farhan dari Papa Aziz. Perjalanan cinta dan nasehatnya mampu membuat Farhan menyesali perbuatannya selama pria itu sudah sah menjadi suami Fadila.

"Papa, maafkan aku" kata Farhan, pria itu menunduk sejenak lalu mangangkat kepalanya menatap Papa mertuanya. "Beberapa malam yang lalu, aku melukai hati putri Papa" ungkapnya. "Dan terima kasih, karena didikan Papa, Fadila menjadi istri pelengkap dalam kekuranganku" sambungnya.

Aziz tersenyum menatap menantunya. Pria itu tidak marah saat menantunya berkata bahwa dirinya telah melukai hati putrinya. "Itulah gunanya berumah tangga. Saling melengkapi dan meluruskan. Bila keduanya nggak ada yang mau mengalah dan masing-masing mementingkan ego, maka rumah tangga itu akan mudah retak" jelas Aziz.

Setelah berbincang-bincang, keduanya memilih beristirahat. Aziz mengantar menantunya di kamar karena pria itu tidak tahu Fadila tidur di kamar yang mana. Setelah mengantar menantunya, Aziz kembali ke kamar yang sering dia dan almarhum istrinya tempati.

Aziz merebahkan tubuhnya di tempat peraduan. Pria itu menatap langit-langit kamar yang dipenuhi dengan bintang-bintang.

"Amrita, istriku. Sekarang aku sudah tua. Bahkan aku sudah siap kembali untuk bertemu denganmu. Hanya saja malaikat Izrail belum datang memanggilku. Amrita, Istriku. Tunggu aku di surga, Sayang" batin Aziz kemudian memejamkan mata indahnya.

Di kamar yang lain, Farhan duduk di tepi ranjang. Pria itu menatap lekat wajah istrinya yang tertidur pulas. Jari-jari lentiknya menggeser anak rambut yang menutupi mata indah istrinya. Tanpa Farhan sadari, netra matanya mulai berkaca-kaca. Pria itu menyesali perbuatannya. Mulai dari kedekatannya dengan Fitri dan kurangnya perhatian yang dia berikan pada sang istri.

"Nggak akan terulang lagi. Kamu akan menjadi prioritasku di kampus maupun di rumah" gumam Farhan.

...-----...

Berhubung Fadila dan Farhan harus ke kampus maka pasangan itu pamit pulang sebelum sarapan pagi. Dan kini, keduanya sedang dalam perjalanan pulang ke perumahan.

"By, maafkan aku" kata Farhan. Tangan kirinya menggenggam tangan kanan istrinya dan menciumnya.

"Maaf untuk apa, By?" tanya Fadila.

"Untuk segalanya" balas Farhan.

Farhan memarkirkan mobilnya di depan perumahan dosen blok A2/1, setelah beberapa belas menit diperjalanan. Di depan rumah, ada Nikollas yang baru saja pulang dari rumah orang tuanya. Fadila dan Farhan mengerutkan kening saat melihat mata Nikollas yang nampak merah. Pria itu seperti orang yang baru saja selesai menangis.

"Kamu kenapa?" tanya Farhan menghampiri Nikollas.

"Nggak" balas Nikollas berbohong.

"Kamu bawah keponakan mu itu!! Aku nggak mau lagi menjaganya. Dia hanya menyusahkan aku dan suamiku!" teriak Ibu Hima, Ibu Nikollas.

Degh!! Hati Nikollas seakan tersayat pisau. Sekalipun dia laki-laki, tapi kasih sayangnya begitu besar pada Ibunya, Ibu yang melahirkannya. Netra mata pria itu mulai berkaca-kaca. Andai orang baru melihatnya, maka mereka akan menganggap Nikollas adalah wanita. Namun sebenarnya bukan, dia pria tulen yang memiliki perasaan lembut seperti wanita.

"Keponakan? Aku keponakannya Om Farhan? Apa benar itu, Bu?" tanya Nikollas mencoba menahan bulir bening yang tertumpuk dari kedua kelopak matanya.

"Tanyakan saja pada Farhan" balas Ibu Hima lalu masuk ke dalam rumahnya.

Fadila menatap sayu Nikollas. Wanita itu ingin menghibur Nikollas tapi dia sadar diri, dia seorang wanita bersuami yang sangat tidak pantas untuk memeluk keponakan suaminya yang laki-laki.

"Ayo kita masuk dulu" kata Fadila menarik baju Nikollas. Farhan dan Fadila duduk di sofa yang sama, sementara Nikollas duduk di sofa depan Farhan.

"Niko, maafkan Om" kata Farhan. Pria itu mulai menyebut dirinya sebagai Om. "Sebenarnya--" hening. "Om tinggal di sini dan bertetangga dengan kalian juga karena inilah alasannya. Om diminta oleh Mama dan Papa mu untuk memantau dirimu" ungkap Farhan.

"Hahahahaha" Nikollas tertawa lepas. Membuat Fadila dan Farhan saling tatap. "Aku sudah tahu beberapa bulan yang lalu" kata Nikollas dengan santai.

"Lalu kenapa Kakak bertanya tadi?" tanya Fadila mengerutkan kening.

"Aku hanya nggak mau Ibu tahu kalau sebenarnya aku sudah tahu rahasia ini" kata Nikollas. "Om, sampaikan rasa terima kasihku pada Papa dan Mama" sambungnya.

...------...

Seminggu telah berlalu

Mahasiswa berlalu lalang di Fakultas Mipa, begitu juga di Fakultas yang lain. Fadila dan suaminya keluar dari mobil. Lalu masing-masing dari mereka kembali ke aktivitas masing-masing. Seperti biasa, Fadila akan menghampiri sahabatnya yang selalu setia menunggu di parkiran bawah pohon.

"Kakak, ini uang jajan. Tadi Kakak ke kampus tanpa pamit. Kayak orang di usir aja" kata Fadila meledek. Nikollas terkekeh. Lalu mengambil uang jajan yang diberikan Fadila.

"Kalian seperti anak yang tinggal dengan orang tua. Pake dikasih uang jajan lagi" kata Ummu menggeleng.

"Memang kami tinggal dengan orang tua. Kan Pak Farhan sudah tua" balas Nikollas sekedar bercanda gurau.

"Berarti Fadila menikah sama pria tua dong" timpal Rahmat meledek.

"Nggak apa-apa tua kan Dila, asal penting tenaganya masih seperti pucuk" canda Ukma mengedipkan mata.

"Hahahaha. Benar sekali. Cie cie... yang udah ehem ehem..." ledek Ummu.

"Cieee... ada yang kepo nih. Hahahahaha" balas Fadila lalu tertawa. Wanita itu tidak mau menanggapi candaan sahabatnya dengan hal yang tidak wajar.

"Nikollas, ayo ikut aku. Aku mau bicara sama kamu" kata Fitri yang entah dari mana datangnya. Tiba-tiba saja wanita itu memanggil Nikollas.

Nikollas melirik Ummu, namun Ummu nampak biasa saja. "Bicara di sini saja" kata Nikollas.

"Banyak orang" ujar Fitri.

Nikollas menghela napas pelan kemudian menuruti permintaan Fitri. Keduanya pergi di depan Auditorium. Sesampainya di depan Auditorium, Fitri menatap Nikollas dengan Netra mata berkaca-kaca.

"Kamu kenapa?" tanya Nikollas.

"Ko, kamu mau kan kita balikan. Jujur saja, sebenarnya aku masih mencintai mu" kata Fitri.

"Jika kamu masih mencintaiku lalu kenapa kamu mengejar-ngejar Pak Farhan selama aku tidak ke kampus. Bukankah kamu bisa menungguku setelah putus dari pacar teknik mu itu. Bukankah kamu bisa menghubungiku. Bukankah aku sudah mengatakannya padamu untuk kembali padaku, apabila hubunganmu kandas dengan anak teknik itu. Lalu kenapa kamu mengejar Pak Farhan. Kenapa?" tanya Nikollas mengepal tangannya.

"Karena kamu nggak ke kampus lagi. Dan kontak mu sudah aku hapus sejak aku masih dengan anak teknik" balas Fitri menunduk.

Nikollas mengangguk. "Baiklah. Tapi kesempatan yang aku berikan sudah habis masanya" kata Nikollas serius. "Sekarang aku sudah punya pacar jadi kamu nggak perlu minta balikan sama aku" sambungnya memperingati namun dengan kebohongan. Pria itu belum punya pacar.

1
Redmi Lima
suka ceritanya lucu
Charisya Amelia Adhinata
sangat bagus benget semoga author sehat selalu ya bisa bikin novel yang sangat menarik
Rosmi Yanti Yanti
lanjut
Sery
kapok lu surlin
Sery
Mpok netizen+62
Elisabeth Ratna Susanti
like plus 🌹
Be___Mei
sesal kemudian tiada berguna surlin 🥲🥲🥲🥲 sering-seringlah berkirim doa agar hima tenang di alam sana
Be___Mei
😭😭😭😭 kau menaruh bawang di sini kak asni!!
Be___Mei
😭😭😭 ya Allah niko, yang sabar ya,

Farhan oh Farhan,kau suami idaman.kalo suamiku......jangankan masak, rebus air aja bisa di hitung dengan jari lima 🤣
Satriya Bagus
buat surlin dan aini hidup dalam penyesalan yang mendalam thorrr
dan buatlah niko tuk tinggal bersama dengan pak asiana thorr 🙏✌
faridah ida
sediih yaa kalo percintaan seperti pak Surlin...
semoga Niko dan Ummu tidak seperti ke dua orang tua nya ...
semangaatt Niko ....💪💪💪
Satriya Bagus: lebih kasian niko karna keegoisan surlin dan juga aini
total 1 replies
faridah ida
sabar yaa Niko .. apa yang kamu alami Fadila juga , beda nya Niko lebih beruntung bisa merasakan ada nya seorang ibu ,..
kalo Fadilah dari bayi ,ibu Amrita sudah tidak ada ...
Satriya Bagus
kasian niko thorrr
berharap surlin segra tau kebenarannya tentang isi hatinya ibunya niko 🙏✌
Asni J Kasim
5 episode baru aku baca 😆😆. Mau tunggu Adila tobat 😂😂
Be___Mei
beruntungnya fadila, dia punya suami yang sangat baik seperti farhan, dan satu lagi keberuntungan fadila, saat hamil selera makannya begitu bagus 🥰🥰🥰 tidak seperti aku 🤣 saat hamil cerewetnya sampe mau di tendang ke planet Pluto 😅😅
Be___Mei: kwkwkwk di tabung ada dulu bab jena nya kak 😂😂😂 mungkin 2/3 bab lagi akan ada jalan untuk jena bertemu pria pujaanya.entah itu dewa, rio atau agam 🤭
total 6 replies
Be___Mei
cintanya di charger dong 🤣🤣🤣 kalo sudah 100% kalian mau ngapain???? 🤭🤭🤭
Be___Mei: jan lupa undangan buat jena yak 🤣🤣
total 2 replies
Be___Mei
idih!!! cowok kok mau kasar sama cewek 😖😖😖😖
faridah ida
duuuhh jarang jarang ini suami seperti Farhan di suruh beli apa aja sama istri mauu... suami idaman ..👍👍🤗🤭
faridah ida: 😄😄😄 bisa aja athorr ini ...😁😁
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like 👍👍👍👍👍
Elisabeth Ratna Susanti
hadir 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!