Seorang gadis desa yang di Carikan jodoh oleh sang kakek,badan yang semakin lelah dan umur yang kian bertambah usia,membuat sang kakek mencari kan sang cucu jodoh,agar ada yang menemani cucu nya yang tidak punya siapa - siapa lagi,di saat kakek nanti sudah tiada. dan di pertemukan dengan 2 Pria kakak beradik yang sangat berbeda sikap nya membuat Reina sangat binggung saat di suruh oleh sahabat kakek nya memilih siapa yang akan Reina pilih sebagai suami.
hari - hari Reina di mulai di rumah itu untuk mengenal sebelum ia menjatuhkan pilihan.
Menurut kalian siapa yang akan di pilih Reina?,Yuk di simak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25 - Tidak Karuan
Saat sedang memilih buku,Reina lalu ingin raih sebuah buku namun tubuh nya yang tidak tinggi pun sulit mencapai nya,ia lalu mengambil sebuah tangga kecil yang ada di perpustakaan itu dan menaiki nya.
Saat ia mendapatkan buku itu,karena tidak menjaga keseimbangan Reina terjatuh,namun tidak sampai menyentuh lantai,karena lansung di sambut oleh Elang yang kebetulan saja baru datang.
Adu Tatapan pun terjadi antara Reina dan Gilang,Reina yang bisa melihat lebih dekat wajah Elang pun tersenyum terpesona,karena terlalu dekat nya,Mereka pun hampir saja berciuman,namun sebuah Buku terjatuh dan mengagetkan mereka.
"Terimakasih." Ucap Reina. sembari melepaskan diri dari pelukan Elang.
"Hati - hati mengambil buku nya,kalau jatuh kau akan sakit." Ucap Elang.
"I - iya." Balas Reina gugup.
Elang dan Reina pun duduk di bangku taman sembari menikmati Sunset di sana.
"Elang,kau sangat baik pada ku,aku sangat senang. kau memperlakukan dengan sangat baik." Ucap Reina sembari melihat ke atas perpohonan menikmati udara Sore.
"Kau orang yang spesial,makanya aku memperlakukan mu dengan baik." Jawab Elang.
"Spesial?." Ucap Reina,seperti ingin melayang mendengar kata ini.
"Kalau kau tidak spesial,maka kakek tidak mungkin membiarkan kamu memilih salah satu dari kami." Ucap Elang.
Reina yang tadi nya tersenyum lansung berubah wajah nya,ia tidak bisa mengartikan ucapan Elang yang entah itu pujian atau sindiran.
"Maaf ya Elang,karena aku,kau harus berada di posisi saat ini,kalau kau tak suka,kau bisa memberi tahu ku,aku tidak akan memilih mu.", Ucap Reina.
Elang hanya tersenyum,sembari ia memegangi tangan Reina dengan lembut dan mengajak Reina untuk menikmati saja sore ini.
Tangan nya yang di pegang dengan lembut oleh Elang,tentu saja semakin membuat hati Reina tidak karuan.
.
.
.
Saat hari sudah malam.
Reina masuk ke kamar nya,ia begitu senang,ia menghempaskan tubuh nya di atas tempat tidur sembari melihat tangan nya yang tadi di pegang oleh Elang.
Ia memeluk dan mencium tangan nya sendiri dan rasanya tak ingin ia cuci apa pun yang terjadi.
Perlakuan Elang yang begitu Lembut pada nya membuat Reina ia sudah memantapkan hati nya pada Elang.
.
.
.
Di Suatu malam.
Reina duduk di sebuah kursi di teras rumah,sembari membaca novel.
Tiba -, tiba kakek irwan datang menghampiri Reina. dan membuat Reina lekas berdiri saat mengetahui kakek Irwan datang dan berdiri di hadapan nya.
"Kakek." Ucap Reina.
"Tidak apa - apa nak,duduk saja." Kata Kakek Irwan dan ikut duduk di kursi kosong sebelah Reina duduk.
"Reina,Kakek ingin bertanya pada mu,apa kamu sudah memikirkan dan memilih siapa yang ingin kamu pilih?." Tanya Kakek Irwan.
Reina yang mendengar pun terkejut saat mengetahui pertanyaan itu yang akan kakek Irwan tanya kan.
"Em,Reina sudah memilih kek siapa yang akan Reina pilih." Jawab Reina.
Seketika senyuman di wajah Kakek Irwan semakin lebar. tapi ia tak ingin mendengar lanjutkan siapa yang akan Reina pilih,karena ia ingin pilihan Reina nanti di dengar juga oleh anggota keluarga yang lain.
"Bagus lah Reina,kalah begitu,kamu istirahat lah,Besok kita akan bicara kan ini semua." Ucap Kakek Irwan.
Reina pun tersenyum ragu lalu berjalan masuk meninggalkan kakek Irwan di ruangan tamu.
.
.
.
.
Bersambung
gak suka tp nempel x