NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Duda Pengacara

Menikah Dengan Duda Pengacara

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Duda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ulfa Zahra

"Menikahlah denganku dan jadilah istri juga ibu untuk kedua anakku!"
Apa jadinya jika pertemuan mu dengan seorang duda beranak dua bisa mengubah hidupmu dalam waktu singkat?
Itu yang dirasakan oleh Azkia Anandita Ayunindya. Gadis berusia dua puluh satu tahun. Seorang mahasiswa dari Universitas New Student Spirit, dari jurusan PG/SD.
Pertemuannya yang tidak disengaja dengan dua gadis kecil berhasil merubah hidupnya dalam waktu singkat. Sebab, ayah dari kedua gadis kecil itu memintanya untuk menikah dengannya.
Arkanza Abbiyya Bassam.
Seorang pengacara muda yang berusia dua puluh delapan tahun. Arkanza terkenal sebagai pengacara yang selalu berhasil menyelesaikan setiap permasalahan kliennya berkat ketelitiannya.
Karena desakan dari ibu nya, yang selalu memintanya untuk menikah dalam waktu cepat, membuat Arkanza pusing. Padahal banyak wanita yang selalu mengantri untuk menjadi istrinya, meskipun mereka tau bahwa Arkanza adalah seorang duda beranak dua.
Namun sayangnya Arkanza tidak bisa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfa Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Happy reading

❄️❄️❄️

Malamnya Arkanza bersiap membawa istri dan keduanya putrinya pinda dari kediaman orang tuanya untuk tinggal di rumahnya sendiri.

"Kalian yakin mau pindah?" Tanya Zafina menatap Arkanza dengan ragu melepaskan menantu dan juga cucu-cucunya di tangan pria itu, mengingat sifat Arkanza yang pemarah.

"Sangat yakin!" Jawab Arkanza datar dan tidak peduli melihat mata Zafina yang sudah berubah berkaca-kaca.

"Tolong jaga cucu ibu, jangan sakiti mereka dengan perkataan mu Arkanza. Ibu tau seperti apa kamu," ucap Zafina menasehati bagaimanapun dia tau seperti apa Arkanza kalau sudah bersama anak-anaknya.

Arkanza malah menjawabnya dengan gumam membuat Anugraha menepuk bahu putranya itu.

"Dengarkan kata ibu. Kami tau seperti apa kamu Arkanza." Sambung Anugraha.

“Kita lihat saja nanti.” Sahutnya santai sambil berlalu memasuki mobilnya.

Setelah berpamitan, Arkanza membawa mobilnya dengan kecepatan sedang membela jalan yang tidak terlalu padat. Hampir setengah jam melakukan perjalanan, akhirnya mereka sampai.

Azkia menatap bangunan itu dengan kagum karena rumah yang Arkanza pilih rumah berlantai dua dengan desain eropa yang tidak terlalu mewah tapi tetap terlihat mencolok.

Setelah Arkanza memarkirkan mobilnya di bagasi, Arkanza turun begitu saja tanpa meminta Azkia dan anak-anaknya untuk ikut. Hal itu membuat Azkia menghela nafasnya, karena perilaku pria itu.

"Bagaimana jadinya kami disini bersama pria menyebalkan itu. Ini baru hari pertama dia sudah mengabaikan anak-anaknya, bagaimana selanjutnya" Gumam Azkia lantas ikut turun, dan membuka pintu mobil bagian belakang. Azkia melihat kalau Vatha Dan Khilva sudah tidur."Entah terbuat dari apa hati ayah kalian sayang sampai tega mengabaikan anak selucu kalian." Ucap Azkia menatap penuh iba pada keduanya. Walaupun kasihan dan tidak tega, Azkia tetap membangunkan Vatha karena dia akan menggendong Khilva.

"Kita sudah sampai ya bunda?" Tanya Vatha mengucek kedua matanya.

Mata ngantuk itu masih terlihat jelas membuat Azkia merasa kasihan."Iya, sayang. Kita sudah sampai. Ayo turun yuk. Bunda mau gendong Khilva."

"Iya bunda." Azkia membantu Vatha turun terlebih dahulu barulah dia menggendong Khilva.

"Di mana kamar anak-anak." Tanya Azkia setelah berada didalam rumah. Dia menatap Arkanza yang sangat santai duduk di sofa dengan kaki yang menyilang.

"Di Ujung dekat tangga." Jawab Arkanza dingin dan tidak memperdulikan Azkia yang terlihat kesulitan saat menggendong Khilva.

Azkia melangkah mendekati kamar yang Arkanza tujukan dan meminta tolong pada Vatha untuk membuka pintu itu. Azkia menatap setiap sudut ruangan yang sudah tertata seperti kamar Vatha di rumah utama. Kamar bercat pink putih itu dan disana terdapat beberapa mainan dan juga boneka. Walaupun Arkanza mengabaikan anak-anaknya tapi untuk kenyama Arkanza tidak lupa itu.

Azkia membaringkan Khilva ke atas kasur yang cukup luas untuk tiga orang.

"Vatha bisa lanjut bobo. Bunda mau ambil barang-barang di mobil." Ucap Azkia mengusap lembut kepala gadis kecil itu yang kini sudah mulai mengantuk lagi.

"Bunda tidak ikut tidur temani Vatha?"

"Nanti sayang. Vatha temani adek Khilva tidur dulu ya, nanti bunda kesini lagi."

"Iya bunda." Vatha kembali berbaring dan tertidur sementara Azkia melangkah kembali ke mobil untuk mengambil barang-barangnya serta barang-barang milik anak-anak.

"Ada yang ingin saya bicarakan." Azkia menghentikan gerakannya. Pria itu masih saja duduk di sofa yang sama tanpa berniat membantunya yang sudah kerepotan bolak-balik mengantar barang-barang.

"Apa itu?"

"Duduk!" Walaupun malas Azkia tetap melangkahkan kakinya untuk duduk di sofa berhadapan dengan pria itu.

Arkanza menyodorkan sebuah kertas ke arah Azkia, hal itu membuat gadis itu mengerutkan keningnya bingung.

"Apa ini?" Tanya Azkia menatap Arkanza penuh selidik.

"Baca." Titahnya membuat Azkia mulai dari membacanya. Wajahnya berubah terkejut saat membaca isi dalam kertas itu.

"Anda tidak salah tuan Arkanza? anda akan membayar semua biaya kuliah saya dan mengembalikan beasiswa saya?" Tanya Azkia agak terkejut karena tiba-tiba saja pria itu mengembalikan beasiswa nya dan membayar tunggakan kuliahnya.

"Tapi semuanya tidak gratis nona Azkia." Jawab Arkanza dengan santai, gaya angkuhnya kembali terlihat membuat Azkia mendengus melihatnya."Rumah ini tidak memiliki art untuk bersih-bersih dan tidak memiliki pengasuh untuk mengasuh anak-anak. Saya mau anda yang mengerjakan semuanya tanpa terlewatkan satupun… kalau sampai anda tidak mengerjakannya maka perjanjian ini batal." Lanjut Arkanza semakin membuat Azkia terkejut mendengarnya.

"Anda menjadikan saya sebagai pekerja di rumah ini?"

"Lebih tepatnya tidak, karena saya hanya berniat membantu. Bukannya anda membutuhkan beasiswa ini dan saya membutuhkan tenaga anda. Semua bantuan saya tidak gratis nona, Azkia. Disini kita sama-sama diuntungkan." Jawab Arkanza lagi sambil berdiri dari duduknya."Pikirkan baik-baik, ini kontrak kedua untuk kita setelah pernikahan."

Setelah mengungkapkan maksudnya pria itu melangkah kembali ke lantai atas tempatnya kedalam kamarnya.

"Sial, dia betul-betul memanfaatkan ku. Aku mengerti sekarang, dia ingin menyiksaku secara perlahan-lahan dengan berbagai perjanjian ini. Ya Tuhan, kenapa aku bisa menikah dengan pria semenyebalkan dia." Ucap Azkia menatap kertas di depannya kemudian berpikir keras. Kuliahnya hanya tunggu sebentar lagi setelah itu ia akan lulus. "Hanya satu tahun setelah itu semuanya berakhir."

Di Dalam kamar, Arkanza tersenyum menyeringai. Dia dengan asal melemparkan kunci mobilnya ke atas meja. Setelah itu membuka pakaiannya."Selamat datang di permainan ku nona Azkia. Anda sangat suka ikut campur dalam urusan ku, maka jangan salahkan aku bermain-main dengan mu.”

💧💧💧

Terima kasih sudah membaca, jangan lupa kasih like, vote dan subscribe biar author makin semangat buat update lagi.

Salam manis dari author😉

1
Lisa
👍👍 Azkia..semangat yaa 💪
Lisa
Setuju Kak..Azkia harus bersikap tegas terhadap Arkanza..
Ulfa Zahra: okey kak
total 1 replies
Sak
jangan mau kalah Azkia. lanjutkan Thor
Ulfa Zahra: siap kak
total 1 replies
Lisa
😊😊👍 biar kapok tuh si Arkanza
Sak
Nggak apa-apa Vatha masih ada bunda mu di rumah..
Lisa
Kasihan banget y Vatha..punya papa model kyk gitu 🤭
Ulfa Zahra: harus banyak banyak sabar kak
total 1 replies
Lisa
Kasihan 2 anak itu..moga aj papanya mau membuka hatinya utk wanita lain.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!