NovelToon NovelToon
Zuraida & Si Kembar

Zuraida & Si Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Ibu Tiri
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kuswara

Hanya karena menolong seorang pria Zuraida difitnah sampai diusir dari desa dan dinikahkan dengan pria itu. Pria yang menjadikannya seorang ibu bagi kedua anak laki-laki.

Bagaimana Zuraida yang dari desa menjalani hidup di kota di tengah rasa tidak suka anak-anak tiri dan pihak keluarga suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kuswara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Sesaat Arfan terbawa suasana. Menerima Wilona memeluk dirinya. Arfan tahu Wilona sangat takut. Tidak sedang berbohong. Wilona mendongak menatap wajah Arfan. Ada terbersit sesal dalam hati telah berpaling dari pria sebaik Arfan.

Tangan Wilona mengusap wajah pria yang menjadikan seorang ibu si kembar. Kenapa bisa dirinya bodoh, malah jatuh dalam pesona Edwin. Tangan itu turun ke bawah di mana bibir sudah sedikit terbuka.

Ciuman itu tak terelakkan lagi. Arfan sama Wilona sama-sama menikmati ciuman itu. Malam itu hubungan Arfan dan Wilona sangat kembali dekat tanpa jarak.

'Dari tempatnya Sean diam mematung menyaksikan kedua orang tuanya. Sean keluar karena takut suara geledek yang terus bersahutan. Ia tak bisa tidur. Namun justru ia malah mendapati orang tuanya berciuman.

Jujur saja Sean senang tapi ada juga perasaan tak suka. Entahlah...

Ciuman itu berlangsung cukup lama sampai Arfan hampir saja hilang kendali. Ia disandarkan oleh suara geledek. Tiba-tiba Arfan melepas ciuman, menjauh dari jangkauan Wilona.

"Ini salah."

"Kita bisa memulainya lagi Ar. Kita masih memiliki perasaan yang sama." Mendekati Arfan. Arfan segera menjauh, memperlebar jarak di antara kita.

"Nggak, aku nggak bisa." Kemudian Arfan memasuki kamarnya. Di sana ia menatap wajah Zuraida yang terlelap. Rasa bersalah menyeruak, ia harus jujur pada Zuraida. Ia telah melakukan kesalahan.

"Sayang..." panggilnya lirih. Arfan tak ingin menyembunyikan apa pun dari Zuraida.

Namun sepertinya malam itu Zuraida sangat terlelap. Panggilan hingga sentuhan Arfan tak membangunkannya.

Keesokan paginya.

Wilona sudah berada di meja makan dengan wajah berseri. Peluang untuk kembali rujuk dengan Arfan kian besar setelah ciuman semalam. Bahkan ia sudah menceritakannya pada orang tua Arfan dan mereka sangat senang. Mereka sangat mendukung.

Arfan dan Zuraida serta anak-anak baru ikut bergabung di sana. Sambil terus tersenyum mama menatap menggoda putranya.

"Ada apa? Mama kelihatan sangat senang."

"Sangat senang malah." Senyum mama semalam lebar.

"Mama tahu apa yang terjadi semalam antara kamu dan Wilona. Sudah rujuk saja kalian, tunggu apa lagi." Mulut mama sangat bocor.

Mata Zuraida langsung beradu pandang dengan suaminya. Kemudian memutus kontak mata itu lalu beralih menatap mantan istri dari suaminya. Arfan terlihat sangat gugup dan Wilona berseri berbinar.

"Mama rasa Zuraida harus tahu."

"Ma..."

Bersamaan dengan itu Sean yang tak rela Zuraida terluka langsung berdiri dari duduknya menghampiri Zuraida.

"Aku lupa mau menunjukkan sesuatu padamu." Katanya pelan.

"Menunjukkan apa?." Tanya Zuraida pelan.

"Bisik-bisik apa Sean? Tidak sopan di depan banyak."

"Maaf, Oma."

Sean menarik paksa Zuraida. Membawanya masuk ke dalam kamarnya. Sena berlari mengikuti.

"Kamu di sini aja," kata Sean. Menutup pintu namun kemudian didorong Sena.

"Ada apa Se?," tanya Sena dan Zuraida berbarengan.

Mereka bertiga saling tatap satu sama lain.

"Bagaimana kalau mommy sama daddy kembali bersama? Apa kamu akan pergi dari rumah ini Zuraida?."

Deg

Tubuh Zuraida seketika menjadi lemas. Ia mundur beberapa langkah supaya mancapai bibir ranjang. Bokongnya menempel, menopang seluruh tubuhnya.

"Apa kamu akan pergi Zuraida?," tanya Sean lagi.

"Kamu ini kenapa tanya begitu Sean?. Daddy bilang nggak akan pisah dari Zuraida." Sena merespon.

"Jadi Zuraida nggak akan pergi kan?." Sena memastikan. Sena tak rela jika Zuraida harus pergi dari mereka.

"Saya tahu kalian sangat ingin bersama dengan mommy dan daddy kalian." Lirih Zuraida dengan mata berkaca-kaca menatap Sean dan Sena. Hatinya tak bisa dibohongi, sangat sakit.

"Dengan senang hati saya akan pergi, asalkan kalian bisa kumpul bersama mommy daddy lagi."

"Jangan...." tiba-tiba saja kedua anak laki-laki itu memeluk Zuraida sambil menangis.

"Jangan..." Sena mengatakannya lagi.

"Jangan pergi Zuraida." Sean menambahkan.

Mata berkaca-kaca Zuraida menjadi basah. Begitu terharu dengan anak-anak yang berada dalam pelukannya.

Zuraida melangkah keluar dari kamar anak-anak. Perasaannya masih sangat terganggu dengan perkataan mama mertuanya. Apa yang terjadi pada suami dan mantan istrinya?. Kenapa juga sikap anak-anak berbeda terhadapnya. Apa ada kaitannya?.

Langkah Zuraida terhenti, samar-samar terdengar suara keributan. Zuraida mendatangi sumber suara dan ternyata keributan itu terjadi antara Arfan dan Wilona. Dua orang itu langsung terdiam.

Hening untuk sesaat.

"Ada apa, Mas?." Tanya Zuraida.

"Kamu atau aku yang bicara?," tanya Wilona pada Arfan.

"Pergilah," usir Arfan lirih pada Wilona.

"Kita harus jujur sama Zuraida, Arfan."

"Diamlah Wilona!," bentak Arfan.

Wajah Wilona memerah. Sangat marah atas suara tinggi Arfan terhadapnya di hadapan Zuraida. Harga dirinya terinjak-injak.

"Aku dan Arfan..."

"Wilona!." Teriak Arfan.

"Kami berciuman, semalam kami berciuman panas Zuraida." Wilona tak mempedulikan suara tinggi itu. Nyatanya ia mampu menyelesaikan kalimatnya.

"Berciuman?," tanya Zuraida lirih.

"Aku bisa jelasin sayang."

Air mata Zuraida jatuh lagi.

"Apa itu artinya kalian akan kembali bersama?." Dengan mata yang semakin basah pertanyaan itu terucap dari bibir Zuraida.

"Iya," Wilona membenarkan. Sedangkan Arfan malah diam.

Zuraida memaksakan senyumnya. Lalu meninggalkan mereka berdua. Ia menutup pintu kamar. Berdiri di dekat jendela, memegangi dadanya yang sesak. Tak pernah mengira akan hari ini. Zuraida tak tahu harus pergi sekarang atau bagaimana...

Tak berselang lama Arfan datang, berdiri tepat di belakang Zuraida.

"Aku minta maaf Zuraida."

Zuraida segera menghapus air mata dan ingus yang menetas berbarengan. Lalu berbalik menghadap Arfan.

"Saya bisa kembali ke desa sendiri. Tak perlu mengantar saya."

"Kamu bicara apa Zuraida? Aku ke sini untuk meminta maaf padamu. Aku khilaf, aku salah. Tapi aku nggak pernah berniat mengembalikanmu ke desa. Selamanya kamu akan menjadi istriku."

Entah harus percaya atau nggak, Zuraida tak kuasa di hadapan Arfan. Ia memanjat kencang sejati-jadinya.

"Maafkan aku Zuraida. Aku..."

Arfan menarik Zuraida masuk ke dalam pelukannya. Ciuman itu terjadi begitu saja. Tapi sejujurnya perasaan itu sudah tak ada untuk Wilona. Hanya terbawa suasana saja.

Arfan bertanggung jawab dengan mengakui apa yang sebenarnya terjadi. Tak melebihkan atau mengurangi. Berjanji tak akan mengulanginya.

Apa Zuraida percaya begitu saja pada Arfan?.

Iya, rasa cinta pada Arfan membawanya untuk mempercayai suaminya itu. Memaafkan kekhilafan suaminya. Suaminya hanya manusia biasa.

"Kamu memaafkan aku?," Arfan memastikan lagi.

"Iya, Mas." Sahut Zuraida.

"Terima kasih sayang." Arfan langsung mencium bibir Zuraida dengan sangat lembut.

Di luar kamar Wilona dan mama tidak menyukai apa yang dilihat dan didengarnya. Semudah itu Zuraida memaafkan Arfan.

"Aku harus buat yang lebih lagi, Ma."

"Iya Wil, mama dukung kamu. Apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?."

Kemudian Wilona membisikkan sesuatu ke telinga mama mertuanya.

"Mama akan membantumu." Sambil tersenyum.

Bersambung

1
Elina thea
fix~~~ Zuraida wanita paling bodoh kalo sampai kembali sama suami yg suka celap celup kayak Arfan,harusnya si Arfan merasa beruntung nikah sama Zuraida... statusnya aja duda anak dua,eh masih aja suka celap celup sama mantan yg dah membuang dia lagi,ih amit-amit...
Mai_mai
cepat lah ketahuan tentang sena kalo bisa pindah sekolah saja
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut thor cerita bagus bgt .
𝐈𝐬𝐭𝐲
sena udah salah jalan semoga orang tuanya segera menyadarinya... dan Sena masih bisa di selamatkan kalo bisa pindah dari sekolahan itu...
Soraya
q mampir thor lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!