NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Ceo Dingin

Istri Rahasia Ceo Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / CEO / Rumah Tangga / Cinta Murni
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Armelia Melmel

Seorang Ceo yang merahasiakan pernikahannya dengan wanita yang di cintainya. Semua itu di lakukan karena keinginan sang istri. Sang istri ingin membuktikan diri ke keluarganya jika ia mampu berdiri sendiri. Bukan tanpa alasan, semua itu terjadi karena selama ini. Sang istri selalu mendapatkan perlakuan tidak adil dari keluarganya sendiri.Sang istri juga tahu jika pernikahan mereka berdua tidak akan di restui oleh keluarga suaminya karena latar belakangnya sangat berbeda jauh. Bagaimana kisah cinta mereka jika tahta dan sosial menjadi penghalang utama hubungan mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Armelia Melmel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.18 Pesta Ulang Tahun Nyonya Morley

 "Dadah..."

Lily melambaikan tangannya ke arah Grace yang baru saja masuk ke dalam mobil taksi.

 Melihat mobil Grace melaju meninggalkannya.

Lily berbalik.

Dia berjalan ke depan pintu. Lily menunggu kedatangan taksi langganannya.

Beberapa menit kemudian. Taksi yang di pesannya juga datang.

Lily melangkah masuk ke dalam mobil.

"Seperti biasa paman."Ujar Lily.

"Baik nona."

Di sisi lain. Eldrick merapikan meja kerjanya. Pria itu bersiap untuk pulang.

"Apa Lily sudah pulang?"

"Sudah tuan. Jawab Wil.

" Di hari ulang tahun nenek anda. Beliau mengundang para keryawan."Ujar Will.

"Entah apa yang di rencanakan mereka lagi."

Eldrick memijit pelipisnya. Dia benar-benar lelah dengan keluarganya.

Ceklek...

Eldrick dan Wil menoleh secara bersamaan.

Saat ini Alex sedang berdiri di balik pintu menatap ke arah mereka.

"Ada apa?" Eldrick bertanya dengan dingin.

"Ayo minum."

Eldrick tidak menanggapi ucapan Alex.

"Ayolah kak. Kita sudah lama tidak melakukannya. Selama ini kamu begitu sibuk."

"Tunggu aku di luar."

"Oke. Ikutlah Wil."

Alex menoleh kepada Wil.

"Baik tuan."

 Beberapa menit kemudian.

Eldrick dan Wil meninggalkan perusahaan. Di belakang mobil mereka ada Alex . Alex berada di dalam mobilnya sendiri. Pria itu mengiku mobil kakaknya.

 Setibanya di depan klub. Alex tersenyum lebar.

"Sudah lama aku tidak datang ke sini."Gumam Alex tersenyum lebar.

 Lagi-lagi Eldrick tidak menanggapi ucapan adiknya. Dia berjalan masuk ke dalam bersama dengan orang kepercayaannya.

 Melihat sang kakak berjala masuk. Alex dengan cepat menyusul masuk ke dalam klub.

Di sisi lain, Lily tiba di depan mansion. Wanita itu melangkahkan kakinya masuk ke dalam.

"Apa tuan sudah kembali?"

Lily menoleh kepada pelayan.

"Belum nyonya."

Lily melangkah masuk ke dalam mansion. Baru saja tiba di ruang tamu.

Langkah Lily terhenti.

Netranya langsung tertuju kepada mertuanya.

"Mamah."

Mery tersenyum miring menatap istri putranya. Sejenak Mery terpaku dengan kecantikan Lily. Tapi detik berikutnya dia menepis semua itu.

"Duduklah."Ujar Mery sedikit dingin.

Lily duduk di hadapan mertuanya. Tangannya sedikit berkeringat.

 Jantungnya berdetak lebih cepat. Lily merasakan gugup berhadapan dengan mertuanya untuk pertama kalinya.

 "Tolong buatkan mamah teh."

Lily menoleh kepada pelayan.

"Tidak perlu. Aku hanya sebentar. Nenek akan berulang tahun. Datanglah dan bawa hadiah untuk meluluhkan hatinya. Kamu begitu bersikeras tidak ingin melepaskan Eldrick. Maka kamu harus mendapatkan restu neneknya."

Lily hanya tersenyum kecil.

 Entah apakah dia mampu atau tidak. Tapi Lily berniat mencobanya.

 Mery beranjak dari sofa setelah mengatakan hal itu. Melihat mamahnya beranjak dari tempat duduknya. Dia segera menyusul.

"Hati-hati mah."

Lily melambaikan tangannya.

 Mery sama sekali tidak menanggapi ucapan menantunya. Dia tetap berjalan masuk ke dalam mobil tanpa menoleh kepada menantunya.

 Melihat mobil mertuanya meninggalkan mansion. Lily juga kembali ke kamarnya.

 Wanita itu hanya bisa menghembuskan nafas kasar. Bahkan Lily menghembuskan nafas kasar.

 Ke esokan malamnya...

 Lily berdiri di depan balkon. Wanita itu bahkan masih mengenakan pakaian kantor.

 Di belakangnya, ada Eldrick yang sedang mendekatinya.

"Datanglah sayang jika kamu mau. Aku sama sekali tidak keberatan. Aku tahu jika mamah datang menemui mu. Apa kamu baik-baik saja?"

Eldrick memeluk sang istri.

Lily menatap suaminya. Hatinya benar-benar bimbang saat ini.

Drt...

Bunyi ponsel Lily mengalihkan perhatian mereka.

"Siapa sayang."

"Grace. Mungkin dia ingin ke pesta."

 Eldrick tersenyum kecil.

"Ganti pakaian mu. Pergilah sayang."

Lily terdiam sejenak.

 "Baiklah, aku akan berganti pakaian."

"Pergilah. Aku akan pergi sendiri."Ujar Lily.

Eldrick terlihat kecewa.

 Pria itu hanya menatap kepergian sang istri.

 Melihat sang istri menghilang di balik pintu. Eldrick melangkah pergi meninggalkan kamarnya.

 Dia pergi lebih dulu karena keinginan sang istri. Meski Eldrick merasakan kekecewaan di dalam hatinya. Dia menghormati keputusan sang istri.

 "Tuan baik-baik saja?"

 "Lily akan ke pesta. Aku takut jika ada sesuatu yang akan terjadi di sana."

Eldrick menghembuskan nafas berat.

"Semoga saja tidak terjadi apa-apa tuan."

"Aku juga berharap demikian Will."

Mobil mereka melaju dengan kecepatan sedang. Setibanya di depan hotel. Eldrick turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam.

"Semua para tamu undangan sudah hadir. Termasuk dengan nyonya Colins dan wanita yang akan di jodohkan dengan anda."Ujar Will tersenyum kecil.

Senyuman itu seolah-olah mengejek Eldrick. Eldrick jelas menyadari hal itu.

Dia menoleh kepada Will dengan tatapan tajam. Melihat hal itu, Will tidak mengatakan sepatah kata pun lagi.

Keduanya melangkah masuk ke dalam aula. Kedatangannya tentu saja menjadi pusat perhatian dari para tamu undangan.

Eldrick sama sekali tidak bereaksi. Bahkan Eldrick sama sekali tidak tersenyum ketika berpapasan dengan Ana.

Ana yang melihat sikap dingin Eldrick hanya bisa menahan kesalnya. Bagaimana pun, dia mendapatkan dukungan dari nyonya Morley. Dia hanya perlu bersabar.

"Ana, sapa Eldrick."Bisik mamah Ana.

Ana menoleh kepada mamahnya.

"Aku malu mah. Bagaimana jika dia mengabaikan ku? Ini akan sangat memalukan."Bisik Ana tepat di telinga mamahnya.

"Kalau begitu berusahalah untuk meluluhkan hatinya Ana. Laki-laki akan tidak bisa mengelak jika dia sudah melihat tubuh wanita."

Ana menoleh kepada mamahnya.

"Mamah sudah gila. Aku ini seorang wanita. Aku tidak mau melakukannya."

Ana jelas tahu apa yang di maksud oleh mamahnya. Jika dia gagal maka dia mempertaruhkan harga dirinya.

Netra Ana dan mamahnya kemudian teralihkan oleh kedatangan Lily. Lily tampaknya datang seorang diri.

"Sepertinya dia malu membawa suaminya yang sopir itu."Gumam Ana tersenyum mengejek.

"Dia punya nyali besar datang ke sini."

Ana dan mamahnya tertawa kecil.

"Apa nenek akan datang mah?"

"Tentu saja dia akan datang. Nyonya Morley adalah teman baiknya. Dia tidak mungkin melewatkannya."Ujar mamah Ana.

"Lalu kenapa dia belum datang?"

"Dia ada urusan mendesak. Tapi dia pasti datang."

Di sisi lain, Lily celingak-celinguk mencari keberaradaan Grace.

"Kemana Anak itu?"

"Hallo kakak ipar." Bisik seseorang dari belakang.

Lily menoleh.

Alex sudah berdiri di hadapannya sambil tersenyum ke arahnya.

"Jaga ucapan mu. Orang bisa mendengar mu."Tegur Lily.

"Memangnya kenapa? Justru aku penasaran bagaimana reaksi mereka semua. Kamu selalu menolak go publik. Itu sedikit menyiksa kakak ku."

Alex tersenyum kecil mengatakan semua itu.

Dari kejauhan Ana mengamati mereka berdua. Ana hanya bisa mengerutkan keningnya melihat Alex dan Lily mengobrol.

"Ada apa ini? Mereka saling mengenal. Bagaimana bisa?" Gumam Ana dengan tatapan yang tidak pernah lepas dari Lily dan Alex.

"Siapa?" Mamahnya yang ada di sampingnya menoleh.

"Adik Eldrick dan Lily rupanya saling mengenal."

Wanita paruh baya itu mengikuti arah pandang putrinya.

"Mungkin dia sedang mencoba merayu pria yang lebih muda demi mengangkat derajatnya. Kamu harus berhati-hati Ana. Jangan sampai kamu kalah. Lagipula adik Eldrick sama sekali tidak memiliki apa pun."Ujar mamah Ana.

"Perhatian semua."

1
Armelia Melmel
terimah kasih kak.
Nabila
bagus
Armelia Melmel: terimah kasih kak.
total 1 replies
Nabila
lanjut thor.. ceritanya menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!