NovelToon NovelToon
BISIKAN LUKISAN BERDARAH

BISIKAN LUKISAN BERDARAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Misteri / Penyelamat
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Andhig Rosdiana

Bagi Adista, barang antik bukan sekadar benda mati; mereka memiliki jiwa, cerita, dan keindahan tersendiri. Hobinya mengoleksi barang-barang unik dan kuno selalu berhasil membawa kepuasan tersendiri, hingga suatu malam di sebuah ruang pelelangan rahasia, matanya terpaku pada sebuah mahakarya yang unik.
​Sebuah lukisan tua berbingkai emas kusam yang menggambarkan sosok perempuan dengan air mata darah.
​Ada daya tarik magis yang tak kasat mata, seolah lukisan itu sengaja memanggil namanya. Tergiur oleh keunikan dan aura mistisnya, Adista berhasil memenangkan lelang tersebut tanpa tahu harga yang harus ia bayar bukan sekadar uang.
​Sejak lukisan itu tergantung di dinding rumahnya, atmosfer berubah mencekam. Langkah kaki misterius, bau anyir yang menguap di udara, hingga bisikan ghaib yang menyayat hati mulai meneror malam-malam Adista. Sosok perempuan dalam kanvas itu seolah hidup, dan tangisan darahnya perlahan mulai merembes keluar dari bingkai, menuntut balas yang mengerikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andhig Rosdiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 25

​Kegelapan yang tebal menyelimuti ruang tengah itu hanya berlangsung beberapa detik, namun terasa seperti keabadian bagi Adista. Di dalam kegelapan itu, ia hanya bisa mendengar detak jantungnya sendiri yang berpacu liar dan suara rintik hujan di luar. Ia berdiri mematung di dekat pembatas ruangan, tidak berani melangkah setapak pun.

​Tiba-tiba, suara derap langkah kaki yang tergesa-gesa terdengar dari arah dapur. Cahaya samar dari lampu senter ponsel bergoyang-goyang, menembus kegelapan dan mengarah tepat ke Adista.

​"Non... Non Adista? Ada apa? Lampunya mendadak mati," suara Bik Sumi terdengar gemetar dan ketakutan dari kegelapan. Wanita tua itu baru saja kembali dari dapur setelah membuatkan kopi untuk Rian, namun ia mendapati ruang tengah sudah gelap gulita.

​"Bik... Bik Sumi, di sana... Rian ada di sana..." jawab Adista dengan suara parau dan gagap, menunjuk ke arah di mana Rian tadi berdiri mematung.

​Bik Sumi mengarahkan cahaya senter ponselnya ke arah yang ditunjuk Adista. Cahaya putih itu menembus kegelapan dan menerangi sosok Rian yang masih berdiri kaku, menatap lurus ke atas. Wajah Rian yang pucat pasi terlihat semakin mengerikan di bawah sorotan cahaya senter yang bergoyang-goyang.

​Tiba-tiba, sebuah suara kretek... kretek... terdengar dari atas kepala Rian. Suara itu terdengar seperti patahan logam atau kayu yang rapuh. Adista dan Bik Sumi refleks mendongakkan kepala ke atas. Di langit-langit ruang tengah, lampu gantung hias yang besar dan berat mulai bergoyang-goyang dengan sendirinya, seolah-olah ada kekuatan gaib yang sedang menariknya turun.

​Adista membelalakkan matanya dengan penuh kengerian. Lampu hias itu memiliki banyak ornamen runcing dan tajam, mirip seperti tombak-tombak kecil yang terbuat dari kristal dan logam. Ia menyadari bahaya yang sedang mengancam Rian, namun tubuhnya terasa lumpuh dan tidak bisa bergerak.

​"Rian! Awas! Pergi dari sana!" teriak Adista dengan suara histeris, mencoba menyadarkan pria yang sedang membeku itu.

​Namun, peringatan Adista sudah terlambat. Dengan suara BRAK! yang sangat keras, lampu gantung hias itu tiba-tiba terlepas dari langit-langit dan jatuh dengan sangat cepat, tepat di atas kepala Rian.

​JLEB!

​Suara tancapan yang sangat mengerikan terdengar di dalam ruangan yang sunyi itu. Lampu gantung hias yang berat itu tertancap tepat di tengah-tengah kepala Rian. Ornamen runcing dan tajam dari lampu itu menembus tengkorak Rian, hingga sebagian besar lampu hias itu masuk ke dalam kepalanya.

​"TOLONGGG! TIDAKKK!"

​Adista menjerit histeris dengan suara yang sangat melengking, menutup matanya rapat-rapat dengan kedua tangan. Ia tidak kuat melihat kejadian yang sangat tragis itu terjadi di depan mata kepala sendiri. Air mata ketakutan mengalir deras di pipinya. Ia jatuh terduduk di lantai dengan tubuh yang gemetar hebat, tidak percaya dengan apa yang baru saja ia saksikan.

​Bik Sumi yang menyaksikan kejadian mengerikan itu juga ikut menjerit ketakutan. Ponsel yang dipegangnya terlepas dari tangannya, jatuh ke lantai dengan suara keras, meninggalkan ruangan itu kembali dalam kegelapan yang sunyi dan mencekam. Wanita tua itu jatuh terduduk di dekat Adista, tubuhnya gemetar hebat dan mulutnya terus komat-kamit merapalkan doa.

​Di dalam kegelapan itu, hanya terdengar suara rintik hujan di luar dan suara tetesan darah yang jatuh dari kepala Rian ke lantai .

​TIK... TIK... TIK...

​Aroma anyir darah yang sangat menyengat kembali menguar di udara, bercampur dengan bau gosong dari kabel lampu yang putus. Bau busuk itu begitu kuat hingga membuat Adista merasa mual dan pusing. Ia meringkuk di lantai dengan tubuh yang gemetar hebat, meratapi nasib tragis Rian yang tewas mengenaskan di dalam rumahnya sendiri.

​Misteri kematian Ronald dan Bram kini mulai terbuka seiring dengan berakhirnya hidup Rian. Ketiga pria itu tewas dengan cara yang mengerikan, Rian tewas tertancap oleh benda tajam di bagian kepalanya. Teror dari hantu wanita di dalam lukisan berdarah itu telah mencapai puncaknya, dan Adista sadar, hidupnya di dalam rumah ini tidak akan pernah sama lagi seperti dulu.

1
Ungkar Aj
maaf ya suy untuk saat ini author belum bisa update ,hape author rusak ,tunggu seminggu lagi insyaallah author up sampai tamat /Sob/
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
aduh piye sih di ulur3 mkin lama makin menjadiw saja
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
sesulit itukah berkata jujur

krn dosa lama kai skrg menempuh apa yg kau tabur

tp.setidaknjya klo berani mengakui dn bertibat akan lenih enteng tp ini tak ada niat ya sudah lah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
ininlah akibatnya klo salah g mau ngaku salah jd ya di hantui rasa bersalah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
kenapa g mengku saj biar g di hamtui rasa bersalah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
waduhh ini knp rupanya lukisan itu smpe ke adista krn ada dalam li gakran keluarganya
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
jadi ini rupanya anak nya di bantai padahal anak nya tak tau apa2
apakah dgn riyan juga ya
nahhh ini jadi misteri
Iis Dawina
iya kali om Harun terlibat pembunuhan laras
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
lha jadi ada kaitanya ya
weehhh kira2 apa ya
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
lha apakah ada kaaitanya dgm rian
aduh entah lah
andhig Rosdiana
kita lupa tuntas apa yang sebenarnya om harun lakukan pada Laras , terimakasih udah like dan koment 👍😍
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ: ini dia yg bikin penasaran
total 1 replies
Iis Dawina
apa om Harun salah satu yg sudah membunuh Laras . trs Laras bls dendam ke bram
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
nahhh sekarang gmn kek buntu gitu sih
aduh kira2 kmn lagi akan melangkah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
jadi belum di ceritakan ya perempuan iru

knp.sih susah sekali nyebut namanya hadeh
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
nahh kan semakin rahasia nya terkuak akhirnya akan bertemu di alam berbeda damar dan perempuan itu jgn bilang nama permouan itu nawang wulan/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
wow akan terkuak lah apa yg selama ini terpendam

tp setifak nya g ada yg mati dlu deh kasihan jiwa adista terguncang hebat dgn kejadian kematian yg tak wajar
andhig Rosdiana
tenang tahan nafas kita kupas tuntas ya dik ...🤭 terimakasih selalu setia di karya aku ,😍
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
apa mungkin lukisan itu minta di kemabalikan di rumah itu ya
waduh gmn dong
yg pasti kukisan nya g minta tumbal lagi
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
waduh bahayakah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
jadi pere.puan itu tidak meneror karna akan menemukan apa kebenaran yg akan menguak sebuah misteri wow su guh perjalanan yg tak mudah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!