Daniel Deron Kenzo, Dikenal sebagai sosok pria yang dingin dan juga berparas sangat tampan, Namun dibalik sikap dingin ya itu ada tersimpang masa lalu yang belum bisa Daniel lupakan, Yaitu tentang perselingkuhan Kevin Deron Kenzo (Papah Daniel) dan Yuliana, Yang mengakibatkan Mamah Daniel bunuh diri Vanesa Deron Kenzo.
Sampai suatu hari, Daniel dipertemukan dengan sosok seorang anak perempuan yang sangat ceria dan cantik yaitu Selin Callista Amor di sebuah taman sekolah Daniel.
Namun, Suatu hari setelah pertemuan itu Daniel kecil tidak bertemu lagi dengan Selin kecil, Daniel tampak sangat semakin murung dan merasa sangat kesepian. Hingga Daniel menyuruh anak buahnya mencari Selin sampai kemana pun. Namun hasilnya pun tetap mengecewakan.
Setelah Daniel Dewasa, Daniel pun menjalankan bisnis gelapnya, Yaitu perdagangan senjata api secara ilegal. Namun bukan hanya Daniel saja, Ada begitu banyak juga yang menjalankan bisnis ini, Tetapi tidak sesukses Daniel, Maka dari itu Daniel di tandai sebagai King Mafia yang paling Disegani diantara para Mafia. Dibalik kesuksesan ya itu Daniel memiliki banyak musuh, Salah satunya itu adalah Varon Calsta yang juga seorang Mafia.
Setelah Daniel kecil dan Selin kecil dewasa, Akankah mereka dipertemukan kembali??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yanti sihite, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25
Hari ini Selin terlambat bangun gara-gara kejadian malam itu, Membuat Selin jadi susah tidur hingga sampai jam 3 subuh. Namun Selin tetap masuk kerja meskipun nanti dirinya terkena teguran, Setidaknya masih ada usaha untuk masuk kerja.
Saat sedang buru-buru Selin pun langsung menabrak punggung seseorang.
Brrruukkkk...
"Aakkkhhhhh" Selin pun langsung terjatuh di atas lantai. Bukanya yang ditabrak terjatuh malah dirinya yang jatuh. "Maaf-maaf " Ucap Selin bangkit berdiri. Lalu melihat kearah yang telah Selin tabrak.
Deng...
Seketika Selin langsung mematung. Dan bukan hanya Selin saja yang memantung, Bahkan semua karyawan yang ada di dalam Loby itu pun ikut mematung, Saat tuan ya itu ditabrak seorang C.S. Namun sebagian lagi langsung cari aman, meninggalkan area Loby itu, Karna takut terkena imbasannya Daniel.
Daniel pun langsung mengepal kedua tangannya. Marahh, tentu saja sangat Marah. Baru kali ini ada seorang karyawan yang bersikap kurang ajar terhadapnya bahkan telah berani menabrak dirinya.
Saat melihat tatapan mata tajam Daniel, Selin pun langsung berdoa dalam hatinya, "Tuhan tolong aku dari amukan tuan Daniel" Batin Selin.
"Apa lagi yang kamu lakukan disini" Tanya Daniel mencoba bersabar.
"Tu-tuan apa saya akan Mati?" Tanya Selin tampa menjawab pertanyaan Daniel.
Harsan pun yang menyaksikan kedua sejoli itu, "Bukan sekali dua kali lagi, pertemuan tuan Daniel dengan nona Selin, meskipun tidak dengan momen menyenangkan. Sepertinya Mereka ada kecocokan satu sama lain" Batin Harsan.
"Singkirkan dia" Ujar Daniel langsung pergi meninggalkan Harsan dan Selin
Kini Selin yang menatap sendu ke arah Harsan, "Tuan apa saya akan dipecat?" Tanya Selin dengan mata yang telah berkaca-kaca.
"Saya tidak tau, Anda tau sendiri seperti apa sifat tuan Daniel" Sebenarnya Harsan tidak tega, tapi apa boleh buat, dia akan tetap mengikuti peraturan Daniel.
"Tolonglah...tuan, Bantu saya sekali lagi" Mohon Selin dengar air mata berjatuhan.
"Hhaaahhhh" Hela Harsan, Kemudian menatap kearah Selin, "Sekarang pergilah bekerja, Saya akan coba bicara baik-baik dengan tuan Daniel".
Selin pun langsung menyeka air matanya, lalu bekata "Terima kasih tuan" Angguk Selin penuh harap.
"Tapi saya tidak bisa pastikan"
"Tidak apa-apa tuan, Saya percaya dengan tuan" Balas
Selin tersenyum.
Harsan pun langsung pergi meninggalkan Selin yang masih berdiri di posisinya.
Tok.. Tok..
"Masuk" Jawab Daniel dari dalam ruangannya.
Setelah Harsan masuk, Daniel pun langsung bertanya, "Apa kamu telah mengusirnya?" Tanya Daniel sambil memijit pelipisnya.
"Belum Tuan" Jawab Harsan.
"Kenapa?" Lihat Daniel sambil mengerutkan keningnya.
"Maaf tuan, Saya tidak bermadsud untuk melawan perintah tuan, Saya hanya merasa kasihan saja terhadap nona Selin tuan, Sepertinya dia tidak punya apa-apa, Bahkan dia selama ini tidak memiliki orang tua, Nona Selin pun dibesarkan di panti asuhan, Setelah nona Selin lulus SMA dia pun akhirnya meninggalkan panti asuhan dan tinggal di kontrakan Sempit" Jawab Harsan panjang lebar. "Kenapa aku semakin hari semakin perduli dengannya? Aneh..?" Batin Harsan bertanya-tanya.
"Apa kamu sedang peduli dengan dia?" Tanya Daniel dengan tajam.
"Maafkan saya tuan" Tunduk Harsan langsung.
Daniel pun langsung menghela nafas panjang dan menyenderkan kepalanya di belakang kursi kebesaranya. "Har...
DDDRRRTTTTT... DDDRRRTTT...
Gantung Daniel saat ponselnya tiba-tiba saja berdering.
"Hallo" Terdengar suara dari sebrang telpon Daniel, "Hallo Daniel" Panggilnya lagi saat Daniel tidak menjawabnya, "Ini Paman kami sekarang tengah berada di Mension, Jam berapa kamu akan pulang? Paman dan Bibi mu sangat merindukan mu. Cepat pulang yaa, malam ini kita akan makan malam bersama, Rara dan Rere juga ikut. Paman tunggu, ok". Ucap Thomas panjang lebar.
Tampa memberikan jawaban, Daniel pun langsung memutuskan sambungan telpon ya secara sepihak. Malas mendengar coleteh pamannya itu dan sepertinya Daniel tau apa tujuan pamannya itu datang.
Lalu Daniel menatap Harsan, "Har, Paman tengah berada dimension, Mereka akan mengadakan makan malam, Jadi kamu sendiri yang akan menghadirinya" Ucap Daniel.
"Baik tuan, Lalu bagaimana dengan tuan?" Tanya harsan.
"Aku akan tetap disini sampai mereka meninggalkan Mension" Jawab Daniel.
Harsan pun langsung menganguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti. Dan untuk sementara Daniel pun melupakan kejadian yang menimpanya di Loby.
.
Sekarang telah menunjukkan pukul 7 Malam, Harsan pun langsung pamit kepada Daniel, untuk menghadiri acara makan malam paman Daniel yang dimadsud (Thomas).
Setelah Harsan keluar dari ruangannya, Daniel pun langsung memijit pelipisnya, sepeninggalan Harsan, Menandakan dia sangat lelah. Sedangkan Selin malam ini akan Lembur akibat dari ulahnya.
Flasback
"Ayok-ayok semua berbaris dengan rapi" Ucap sang leader bertepuk tangan.
"Siapa yang membuat kesalahan tadi pagi? Tanya leader Selin.
Mereka Semua pun langsung melihat kanan kiri masing-masing. "Siapa woi?" Tanya james.
"Iya siapa woii?" Sambung yang lainya.
Selin pun tampak sangat ketakutan, Dan sekarang wajahnya sangat memucat, "Haruskah aku berhenti? Apa mungkin tuan Harsan tidak berhasil membujuk tuan Daniel?" Gumam Selin menabak-nebak.
"Siapa" Tanya sang leader lagi dengan kesal saat mereka hanya diam saja.
"Sa-saya pak" Tunjuk tangan Selin langsung.
Dan spontan saja tatapan mereka semua langsung tertuju kepada Selin. "Sel, kok kamu bisa bermasalah dengan tuan Daniel?" Tanya Sani cemas dan penasaran.
"Aku pun tidak tau kenapa bisa terjadi seperti ini San" Jawab Selin menunduk sedih.
"Ya ampun, yang sabar ya Selin, kita memang tidak akan tau kapan masalah datang" Ujar James menenang kan Selin.
"Apa kamu siap menerima resikonya" Tanya sang leader lagi.
"Siap pak" Jawab Selin menangis. Seperti sudah tau apa yang akan di ucapkan sang leadernya itu.
"Malam ini kamu akan lembur"
Dengg...
Selin pun dibuat terkejut, Bukannya pemecatan yang Selin dapat, Malah sang leader menyuruhnya untuk lembur malam ini.
"Pak.. Apa kami tidak salah dengar?" Tanya Maya bingung.
"Tidak, kamu Selamat, Tuan Daniel masih memberi mu pertimbangan, Dan baru kali ini ada seseorang selamat dari tuan Daniel. Jadi ingat, jangan sampai kejadian ini terulang lagi, Kamu mengerti?" Ucap si leader tegas.
Selin pun semakin kencang menangis, "Saya mengerti pak, Saya berjanji tidak akan melakukan kesalahan lagi pak" Angguk-angguk Selin menyeka air matanya, "Terima kasih banyak pak, Sekali lagi terima kasih" Sangat senang Selin menundu nundukkan kepalanya.
"Hmmmm, Dengar... Ini berlaku untuk kalian semuanya, tampa terkecuali, mengerti?".
"Mengerti pak" Jawab mereka serentak.
"Silahkan kalian bubar, dan kamu Selin" Tunjuk sang leader, "Jangan sampai kamu berbuat kesalahan lagi. Lakukan dengan benar dan hati-hati"
"Siap pak" Mengerti Selin.
"Semangat ya Selin" Langsung hibur ketiga sahabatnya Selin, Maya, Sani dan juga James
"Iya" tersenyum.
.
Kini Selin telah berada di didalam lantai 50. Tampak semua karyawan telah berpulangan, Dan hanya petugas keamanan saja yang berjaga di lantai itu, "Ternyata tuan Harsan membantu ku" Gumam Selin tersenyum senang dan langsung melangkah menuju ruangan Daniel, Namun sebelum masuk Selin mengetuk pintu itu terlebih dahulu, siapa tau tuan Daniel belum pulang.
Tok-Tok-Tok
Tidak ada jawaban "Bagus, tuan Daniel telah pulang" Gumam Selin bahagia.
Selin pun langsung masuk dengan hati-hati, Lalu mengeluarkan semua peralatan kerjanya. Dengan senang hati Selin pun membersihkan ruangan Daniel dan sekali-kali dia bersenandung ria.
Namun saat Selin sedang asik dengan pekerjaannya, Tiba-tiba saja Selin memberhentikan kegiatannya, Saat mendengar ada suara di dalam ruangan itu. "Suara apa ini?" Gumam Selin ketakutan. "Apa jangan-jangan ruangan tuan Daniel ada hantunnya?" Sambil mengso-gosok lengan yaa. "Tapi suaranya, kok berasal dari rak buku itu ya?" Tanya Selin sambil melangkahkan kakinya untuk mendekat.
Takut sihh.. Takut, tapi entah kenapa Selin sangat penasaran dari mana sumber suara itu.