NovelToon NovelToon
Gadis Desa Milik CEO Tampan

Gadis Desa Milik CEO Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: HegunP

Ayu pikir jadi istri dari CEO tampan hidupnya akan bahagia seperti di film-film, nyatanya malah selalu direndahkan dan diperlakukan kasar.

Sang CEO, bernama Arvin, memandang Ayu hanyalah gadis dari desa yang tak pantas bersanding dengan dirinya, yang berkelas dan premium. Arvin menikahi Ayu memang bukan karena cinta.

Hingga datanglah hari dimana kesabaran Ayu telah habis. Dia hendak mengakhiri rumah tangganya, namun perilaku Arvin malah berubah menjadi sosok yang tidak ingin lepas dari Ayu.

Sebenarnya apa yang terjadi dengan isi hati Arvin? Dan bisakah Ayu tetap mempertahankan rumah tangganya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HegunP, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 Isi Hati Sebenarnya

Malam sudah larut. 

Setelah memberi Ayu hadiah jaket, Arvin langsung masuk ke ruang kerja pribadinya. Beberapa proyek besar sedang menunggu dan perlu dikaji ulang.

Seharusnya di sini masalah di kepalanya sudah selesai.

Akan tetapi, laptop di depannya dari tadi tidak kunjung disentuh. Tangannya ingin segera mengetik. Tapi pikirannya masih sibuk kemana-mana.

Padahal Rasa bersalahnya kepada Ayu sudah hilang. Duri di hatinya sudah tercabut.

Malah penyakit sebelumnya soal ci u man tak sengaja itu, yang sampai pergi minum-minum demi bisa melupakannya, sekarang meneror kepalanya lagi.

“Sial! Kalau begini terus aku tidak bisa kerja!” rutuknya sambil menekan-nekan kepala kasar.

Tidak tahan menahan marah, Laptop ia banting ke lantai. 

Trask!

Pecah berkeping-keping.

Napasnya tersengal-sengal. Matanya membulat merah. Ingin berteriak.

“Pergi dari kepalaku, Ayu!” keluhnya lagi sambil menjatuhkan kepala pasrah ke sandaran kursi. 

Keningnya mulai berkeringat. Dia seperti ingin menyerah.

Padahal waktu itu Arvin datang ke kamar Ayu hanya ingin memastikan apakah Ayu baik-baik saja setelah dianiaya Elena.

Tapi ketika melihat lengan Ayu memar, dadanya sontak sesak dan panas sendiri.

Di saat bersamaan, dia melihat wajah sedih nan cantik Ayu yang benar-benar polos dan lemah, lalu muncul dorongan misterius.

Arvin tiba-tiba memiliki keinginan untuk memberikan Ayu hadiah agar wanita itu tenang dan tidak sedih lagi. Dan bodohnya, Arvin malah memberikan ci u man.

Hanya seperti itu kejadian sebenarnya.

Arvin sangat malu setiap kali mengingatnya. Rasanya ingin mati saja.

Dan apakah itu disebut dorongan cinta? Jawabannya jelas iya.

Arvin mencintai Ayu.

Cinta di dada Arvin bahkan sudah dimulai sejak Ayu sukses menghidangkan daging steak kesukaannya.

Awalnya cuma kagum biasa, lama-lama jadi suka dan cinta.

Cintanya semakin tumbuh tak terbendung seiring banyaknya peristiwa yang terjadi di antara mereka berdua.

Dan salah satu bukti cinta Arvin sampai dia berdalih sebagai kepentingan nama baik adalah ketika Elena menganiaya Ayu.

Arvin benar-benar marah ke Elena demi membela Ayu waktu itu. Ancaman pecat nyata adanya. Apalagi saat di acara pesta. 

Elena sekarang bahkan benar-benar sudah dijebloskan ke dalam penjara.

Lalu momen saat Arvin memberitahu orang-orang kantor serta di pesta perusahaan, bahwa Ayu adalah istrinya, itu asli pencitraan. Tapi di lubuk hati paling dalam, Arvin benar-benar senang memperkenalkan Ayu.

Tapi yang namanya seorang Arvino Pradipta, ego dan keras kepalanya selalu menekan hatinya agar tidak mengakui Ayu.

Apalagi Arvin juga masih mencintai Aurelia, alias mantannya yang sudah hidup bahagia bersama pria lain.

Setiap hari, Arvin selalu perang melawan diri sendiri.

Sangat melelahkan mental.

...****...

Ayu hari ini punya waktu lebih untuk pergi jalan-jalan bareng Cintia. Dia mengenakan jaket hoodie pink pemberian Arvin.

“jaketmu lucu banget. Beli dimana?” Puji Cintia saat mereka jalan bersama di mall.

“Ini, pak Arvin yang belikan.” Ayu tersenyum tipis.

“Hah? Gak mungkin! Jangan-jangan besok mau kiamat!” seru Cintia tiba-tiba saking tidak percayanya.

Seorang Arvin memberi Ayu hadiah, bagi Cintia sangat mustahil. Apalagi setelah mendengar cerita perlakuan kasar Arvin kepada Ayu selama ini.

Ayu sendiri beberapa hari ini sudah beraktivitas seperti biasa. Arvin pun sama. Mereka tetap tinggal satu atap. Soal kejadian salah paham sampai Ayu menampar Arvin tidak pernah dibahas lagi.

Semua seakan sudah selesai. Dia bahkan tidak menceritakan kepada Cintia. 

Ayu benar-benar tidak ingin membahasnya lagi. Malu dan takut.

Hari sudah sore, mereka turun menaiki eskalator untuk pulang.

Cintia meraih erat tangan Ayu. “Kamu jadi kuliah minggu depan, kan?”

“Jadi.” 

“Baguslah. Oh iya, kamu tau gak? di kampus ada kakak tingkat ganteng. Semua cewek naksir dia. Kamu pasti juga suka.”

“Oh iya?” alis Ayu terangkat.

“Iya. Kamu mending deketin dia. Lalu cerai sama suamimu itu. Dia bukan CEO tapi bisa lah nafkahin kamu layak di masa depan. Dia baik dan setia dan gak akan memperlakukan kamu kasar, apalagi jadiin kamu pembantu.”

“Oh kayaknya menarik.” Ayu memalingkan wajah.

Ayu diam-diam kurang suka sikap Cintia selama ini yang tidak pernah mendukungnya bersama Arvin. Sekarang malah memberi saran agar dekat dengan pria lain.

Cintia orang yang jujur dan apa adanya. Namun soal Arvin, Ayu ingin sekali saja bisa didukung Cintia. Apalagi sekarang cinta Ayu kepada Arvin kembali naik gara-gara diberi hadiah jaket yang ia sedang pakai sekarang ini.

Dia semakin percaya, mungkin memang butuh waktu dan kesabaran lebih sampai tiba waktunya Arvin mengakuinya sebagai istri.

Sementara di tempat lain. Wajah Arvin nampak pucat. Dia bangun dari kursinya untuk bersiap pulang dengan gerakan sedikit lunglai.

Sebelah tangannya memegang selembar kertas. Bertuliskan ‘Surat Cerai’

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!