NovelToon NovelToon
BATAS 2 TAHUN

BATAS 2 TAHUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / Nikahmuda
Popularitas:967
Nilai: 5
Nama Author: Ainun masruroh

Aleea nama panggilannya, Putri dari seorang pemilik pesantren yang cukup ramai di kotanya, aleea dikenal ramah dan santun, dia juga mengajar di pesantren milik abahnya namun aleea juga sibuk dengan dunianya sebagai penulis.

Areez seorang ustadz muda yang mengajar di pesantren milik abahnya aleea, tingginya yang semampai dengan badannya yang gagah membuat setiap orang melihat tak berkedip mata. sangat tampan memang tapi areez tidak banyak bicara hanya seperlunya, kecuali abahnya aleea.

Kebanyakan lingkungan pesantren memegang teguh adat dan senioritas, begitupun pesantren milik abahnya aleea. perbedaan umur terkadang seperti jurang yang dalam, rasa sulit untuk mengungkapkan terbatas rasa sopan seringkali menjadi pikiran.yang lebih tua merasa umurnya menghalangi untuk menunjukkan perasaan sedangkan yang lebih muda selalu bersikap sopan, bahkan terasa terlalu sopan hingga sulit di bedakan, entah itu rasa hormat, takdim atau justru menyimpan perasaan lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ainun masruroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dear alea

Aroma cat masih tercium di hidungku namun ini bukan hanya tentang bau cat, aku berdiri di balkon bangunan baru, aku membuatnya di tengah kesibukanku, rasa lelah bukan lagi hal biasa kali ini sudah menjadi final chapternya, dari mimpi yang hanya ada di mimpi, dari angan menjadi sebuah tantangan, kali ini akan jadi perjalanan baru, ritme baru dari ritmeku dulu, masih jadi penulis tapi kali ini owner sebuah butik dengan desainer ibuku sendiri.

Ini bukan hanya kerja keras, kataku ini sebuah pelarian, aku perlu menghilangkan seseorang dan ini adalah sebuah jalan keluar, dua tahun terakhir adalah maraton tanpa henti. Lima buku, ribuan kata, dan emosi yang terkuras habis-habisan telah membawanya ke puncak literasi. Namun, sebulan lalu aku memutuskan untuk Hiatus. aku memilih menutup tab.ku sejenak untuk menyentuh kesibukan baru.

Aku melihat sekeliling gedung baru yang ku buat sejalan dengan menulis buku, semua sudah sesuai dengan keinginanku, lampu-lampu sudah terpasang, semua barang juga sudah pada tempatnya,​ aku memandangi papan nama di atas pintu masuk yang baru saja terpasang, Dear Alea. Font coklat yang elegan itu memantulkan cahaya lampu jalanan malang yang mulai menyala.

​"Mbak Alea, stok Dress Amara di aplikasi sudah habis lagi dalam sepuluh menit," seru ila,sambil menunjukkan layar tablet yang menampilkan grafik penjualan nomor satu di kategori Fashion Wanita. iya... Mbak ila sekarang membantu ibu dan aku, sebagai murid kesayangannya ibu dan satu-satunya santri putri yang cukup dekat denganku, kami mempercayakan mbak ila untuk mengurus stock dan kualitas busana.

​Aku tersenyum tipis. "Sepertinya costumer benar-benar ingin kita segera membuka pintu ini, ya?"

​Keputusanku untuk merambah bisnis busana bukan pelarian dari writer's block. Namun, banyak komentar permintaan customer yang membanjiri akun store baju milik ibu, untuk membuka offline store, jadi aku wujudkan sembari aku menulis novelku, bagi seorang penulis seperti ku, ini bukan hanya sebuah bisnis tapi ini adalah karakter, aku berkolaborasi dengan ibu, memilih kain, motif dan model bersama, bagiku ini bukan tentang fashion baru tapi aku dan ibu ingin Saat pelanggan memakai baju-baju ini, mereka merasa sedang melakukan cosplay menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri.

sebenarnya aku tidak membuat satu gedung, aku membuat dua, satu untuk butik dan satu lagi untuk tempat produksi. Karna jika memproduksi di kelas pesantren sudah tidak cukup untuk menampung ribuan baju lagi, jadi aku membuatnya sekaligus, ratusan mesin jahit sudah lengkap di gedung baru, aku buat sedikit lebih jauh dari gedung butik supaya tidak kelihatan oleh customer dan juga aku membuat dua jalan berbeda untuk customer dan juga para pekerja.

Aku buat taman di sekeliling gedung produksi ada kolam ikan dan juga beberapa burung.

Butik dear alea kubuat dua lantai, lantai bawah untuk store dan lantai atas untuk customer yang mau custom, karna di sini bukan hanya baju keluarga tapi juga bisa custom baju pengantin muslimah modern, jadi aku sudah siapkan semuanya. Kantorku dan ibu ada di gedung produksi, karna itu ku buat taman di sekitarnya agar aku tidak bosan.

Aku menghampiri ibu di gedung produksi, dia sedang meeting untuk pembukaan butik besok siang dan juga peluncuran baju baru yang dia keluarkan untuk merayakan peresmian. Ibu sekarang sudah tidak sendiri lagi, dia sudah bisa lebih percaya kepada orang, ratusan karyawan disini adalah hasil pilihannya dan kepercayaannya, jadi sudah dipastikan kualitasnya.

" ibu... Belum selesai? " tanyaku

" belum mbak... Sedikit lagi " ucap ibu di meja meeting

" kalau begitu aleea mau jemput aylin dulu ya bu, abis itu jemput ibu lagi lalu kita pulang " kelasku

" gausah jemput ibu lagi deh mbak... Ibu Pulang sama ila aja, kita ketemu di rumah ya " ucap ibu

" baiklah " ucapku sambil mencium tangan ibu dan melangkah pergi.

Aku berjalan ke parkiran, menghampiri mobilku yang terparkir disana, benar... sekarang aku sudah lihai mengendarainya, banyak hal yang ku pelajari mati-matian dan sekarang aku disini dengan hasil usahaku, melupakannya salah satunya, tapi dia tidak benar-benar hilang. Aku melaju di gelapnya malam tapi tenang malang tidak benar-benar sepi di malam hari, malam ini aylin pulang, sebenarnya ini bukan hari kepulangan anak santri tapi aylin ijin sebentar untuk pencegahan karna di pesantrennya lagi marak penyakit kuning atau Hepatitis yang mudah menular. Pas sekali dengan peresmian butik baru.

Aku menunggu aylin di stasiun, di lihat dari jadwalnya harusnya aylin akan datang sepuluh menit lagi, aku duduk bersandar di kursi depan lobi, merapatkan jaketku dan menurunkan kuplukku. Malang dingin malam ini.

" mbak leeaa " panggil seseorang yang suaranya tidak asing di telingaku, aku menoleh ke arahnya, dia sedang berlari kecil menghampiriku. Aku membentangkan kedua tanganku untuk menyambutnya dalam pelukku.

" sudah makan " tanyaku

" belum mbak... Aylin laper banget " rengeknya

" oke... Nasi goreng atau mie apong ? " tanyaku

" nasi goreng "

" oke " ucapku setuju

aku melaju pelan sambil memilih penjual nasi goreng pinggir jalan, aylin turun untuk memesan, kami juga membeli beberapa untuk Abah dan ibu juga para guru yang piket menginap di pesantren, tak lama kami sampai di rumah, Abah dan ibu sudah menunggu aylin pulang, Abah dan ibu memberinya pelukan hangat. lalu kami berbincang dan makan bersama sebelum semuanya istirahat.

Selasa 03.55

Aku sudah bangun dan sudah bersiap sholat subuh, pagi ini aku,mbak ila dan beberapa karyawan akan berangkat dulu untuk menata dan merapikan butik sebelum peresmian, aku membawa pita besar yang akan di potong nanti saat pembukaan butik, dan juga menata papan ucapan selamat dari beberapa kerabat.

Jam yang di nanti tiba... Memang sedikit mundur dari jadwal karena masih menunggu Abah selesai rapat, Abah ibu dan aku memotong pita bersama, dan resmilah butik baru di buka.

semua berbondong-bondong masuk ke dalam butik, Abah dan ibu juga masuk untuk menyapa beberapa customer langganan yang mereka kenal. Tapi aku tidak masuk, aku terpaku dengan papan ucapan selamat, tadi itu tidak ada, apa baru datang? Tanyaku dalam hati, aku membaca ulang nama pengirimnya.

...Turut Bahagia atas Pencapaian Barunya, dan Selamat atas Semua Karya Novelnya....

...* Areez lysander Zephyr *...

aku baca lagi nama pengirimnya, aku tidak tau siapa tapi rasanya tidak asing. apa benar areez, aku tidak tau nama panjangnya jadi aku ragu jika itu benar dia, tau darimana dia kan masih di Maroko.

" itu nama panjangnya ustadz areez mbak lea " ucap ila dari belakang

" astaghfirullah ila... Kaget aku " jawabku

" ini... Tadi ada surat yang dikirim bareng sama papan ucapannya " ucap ila sambil menyodorkan amplop hitam.

" ayo mbak... Sudah di tunggu ibu di dalam " lanjut ila

Aku masih seperti orang linglung, aku masukkan amplop itu ke salu gamisku, dan berjalan mengikuti ila, aku menyapa beberapa customer dan melayani mereka, foto bersama dan juga berbincang ringan dengan mereka. Aku ingin cepat selesai dan pulang sekarang juga, aku ingin membuka amplopnya, aku ingin baca apa isinya, tapi aku harus di sini sampai selesai.

Butik masih tutup nanti malam, Abah dan ibu sudah pulang untuk istirahat dan aku masih di butik melayani customer, mereka datang dan pergi tanpa henti, entah di pakai kemana baju-baju itu, mereka beli baru padahal hari raya masih jauh, atau mereka banyak acara atau di pakai sehari-hari aja. entahlah bukan urusanku.

Aku melihat penjualan hari ini, 738 pics terjual, baju baju untuk pembukaan terjual habis, dan stock beberapa model habis dalam satu hari. Luar biasa, aku dan mbak ila pulang terakhir setelah memastikan semua pulang dan memastikan beberapa stock untuk seminggu kedepan.

" sepertinya ustadz areez melanjutkan S3 di arab saudi tahun ini mbak leea " ucap ila tiba-tiba

" aku tidak peduli ila... dia bukan siapa-siapa " jawabku, tapi aku juga tersentak

" iya... saya cuma menyampaikan, semalam saya dengar para guru berbincang, sepertinya ustadz areez datang ke pesantren semalam, bertemu Abah " terangnya panjang, aku tidak menjawab tapi sebenarnya aku ingin tau

" lalu... " sambungku

" iya begitu katanya ustadz areez dapat beasiswa di king Abdulaziz university, jadi beliau melanjutkan S3 disana " lanjut ila..

" syukurlah kalau begitu, sudah jangan di bahas lagi, sudah malam, kita pulang " ucapku sambil masuk ke mobil.

Aku mengeluarkan mobilku dari parkiran dan akan keluar di jalan, aku menunggu beberapa motor melintas agar aku bisa melaju di jalan, tiba-tiba aku menyadari sesuatu di seberang jalan, seseorang dengan sepeda motor yang dulu pernah mengantar aku pulang, persis sekali, tidak ada yang berubah tapi aku tidak bisa melihat wajahnya, di seberang sana gelap jadi aku hanya melihat siluet saja dan itu sama persis dengan siluet seseorang yang menunggu masuk ke dalam kereta waktu itu.

" ayo mbak kok bengong " ucap ila membuyarkan pandanganku

" oh iya... " sadarku dan aku menoleh lagi ke arah sebrang sana, tapi orang itu sudah pergi....

...Sayang sekali... Setidak aku bisa melihatnya sebelum dia pergi lagi.... ( gumamku )...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!