NovelToon NovelToon
Ku Gapai Cintamu

Ku Gapai Cintamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Ketos / Nikahmuda
Popularitas:15.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mrs. kim22

Tara, Si gadis ceria yang jatuh cinta kepada ketua osisnya pada pandangan pertama.


Ketua OSIS itu bernama Andre syahreza, laki laki itu memiliki sifat dingin dan datar sehingga membuat Tara kesulitan mendekatinya.


Lantas bagaimana kisah mereka akan terjalin?, ikuti kisah mereka disini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs. kim22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Andre

Entah kenapa sejak tadi perkataan Tara terus terngiang-ngiang dalam kepalaku, siapa sebenarnya yang di maksud?, dan apa yang sebenarnya terjadi sehingga membuat salma terlihat begitu marah dan geram.

"Kenapa gue terus kepikiran?." Aku berguman sambil menghembuskan napas dengan kasar.

"Apa gue selidiki aja ya." Aku kembali bergumam setelah terdiam selama beberapa menit.

Aku berpikir selama beberapa menit sambil mencoba mencari alasan yang jelas, kenapa aku harus mencari tahu tentang hidup Tara, dia bukan siapa siapaku, tapii rasanya seperti ada sesuatu yang membuat ku terus tertarik dengannya.

"Tidak Andre tidak, kenapa juga lo sekepo itu." Aku memukul Kepala ku dengan cukup keras untuk menyadarkan diriku.

Saat ini, Aku sedang duduk di taman belakang rumah setelah berolahraga selama 30 menit, Aku hanya melakukan olahraga ringan yaitu lari mengelilingi komplek perumahan.

"Abangg..."

Di saat sedang sibuk dengan pikiran ku, Tiba-tiba suara nyaring Rizka menggema sehingga membuatku tersadar dari pikiran ku.

Aku tersenyum dan merentangkan kedua tanganku begitu melihat Rizka beralari ke arahku, Aku segera mendekapnya ke dalam pelukanku begitu tubuh kecilnya mendarat di dadaku.

Cup.

Aku terkekeh mendapati pipiku basah karena ciuman Rizka, dia memang akan sangat manja ketika sedang bersama keluarga dekat, seperti, Aku, Bang Ar, Adit papa dan mama.

Dia tidak akan segan segan menunjukkan rasa sayangnya kepada kami semua dengan cara memeluk, ataupun mencium kami.

"Abang bau acem." Ucap Rizka sambil menutup hidungnya dengan ekspresi yang sangat menggemaskan.

"Kan abang abis olahraga sayang, nanti kalau udah mandi gak bau lagi." Aku memberikan penjelasan singkat sambil mengacak rambutnya dengan gemas.

"Ya udah ayo mandi, nanti kita beli es klim ya." Rizka menatapku dengan mata bulatnya yang terlihat sangat lucu, ahh mana bisa aku menolak permintaannya kalau dia sudah pose imut seperti ini.

"Ya sudah ayo." Aku akhirnya menggendong Rizka masuk ke dalam untuk menemaniku mandi sebelum nanti ke toserba yang ada di depan komplek untuk membeli es krim sesuai dengan permintaan Rizka.

Begitu sampai di dalam, Aku langsung menyerahkan Rizka ke mama untuk di mandikan sesuai dengan rutinitas setiap hari.

Sementara, Aku bergegas menuju lantai dua untuk membersihkan badan di kamar agar tidak bau keringat lagi.

Butuh waktu 30 menit untukku mandi dan juga bersiap, setelah itu, Akupun segera turun karena Rizka sudah merengek sejak tadi di depan pintu kamarku.

"Andre pergi dulu ma." Aku berpamitan kepada mama sebelum membawa Rizka keluar belanja.

"Iya, hati hati di jalan sayang." Mama tersenyum sambil melambaikan tangan ke arah kami berdua.

Setelah itu, Aku dan Rizka akhirnya berangkat menuju toserba, sepanjang jalan, Rizka tidak hentinya berceloteh menanyakan apa saja yang terlihat menarik di matanya.

"Abang, kenapa monyet suka lompat lompat."

Aku terkekeh mendengar pertanyaan konyol Rizka, astaga entah bagaimana dia kepikiran bertanya soal kenapa monyet lompat.

"Karena monyet rumahnya di atas pohon, dan kalau nyari makan juga kadang di atas pohon, jadi harus bisa lompat, kalau tidak bisa lompat, kasihan monyetnya nanti jatuh dan bisa mati." Aku mencoba memberikan jawaban yang setidaknya bisa masuk dalam logika anak kecil ini.

"Ouhh..." Dia mengangguk angguk seperti seseorang yang sangat faham dengan penjelasan ku.

Untunglah setelah itu, kami akhirnya sampai di toserba, sehingga aku tidak perlu menjawab pertanyaan aneh lagi.

Aku keluar dari mobil terlebih dahulu, setelah itu, Aku berputar untuk membukan pintu mobil untuk Rizka.

Aku menggandeng tangan kecilnya masuk ke dalam toserba yang sedikit ramai, tadinya aku berniat menggendongnya, namun anak itu menolak dengan alasan malu, padahal di rumah suka nempel.

"Mau itu abang." Rizka menarik tanganku menuju stand es krim, dan akupun mengikutinya dan membelikan beberapa cup es krim kesukaannya untuk stok di rumah.

Setelah itu, aku membawanya mencari makanan ringan dan juga membeli beberapa kebutuhan rumah titipan mama, seperti susu Rizka dan beberapa nuget instant.

"Rizka, jangan lari nanti nabrak orang." Aku menegur Rizka yang malah berlari lari kecil ketika berada di lorong khusus susu.

Bruk...

Nahkann, baru saja di tegur, anak itu sekarang sudah terduduk karena tidak sengaja menabrak seorang pengunjung perempuan.

"Astaga adek, kamu gak papa."

Deg...

Jantungku tiba-tiba berdetak lebih cepat mendengar suara lembut perempuan yang di tabrak oleh Rizka.

Perlahan, aku mendongak untuk melihat wajah perempuan itu, dan mataku terpaku begitu melihat siapa perempuan itu.

"Abang..." Rizka berlari ke arah ku dan langsung memeluk kakiku dengan bibir mengerucut.

Aku tersadar dan l segera mengusap rambut Rizka untuk menenangkannya agar tidak menangis.

Aku berjongkok untuk menyamakan tinggiku dengan tubuh Rizka yang masih setinggi lutut ku.

"Jangan nangis, kalau salah kita harus minta maaf ya sayang." Aku memberikan nasihat dengan lembut agar tidak menyinggung perasaannya.

"Aku gak sengaja." Ucapnya dengan kepala tertunduk, mungkin dia sedang merasa bersalah karena tidak mendengarkan ku sejak tadi.

"Iya, abang tahu, tapi kamu harus minta maaf sama kakak itu ya." Aku mengusap kepalanya dengan lembut sambil tersenyum menenangkan, dan untungnya dia mengangguk dan tidak jadi menangis.

Dengan ragu, Rizka kembali berjalan menghampiri perempuan yang sejak tadi berdiam diri di tempatnya sambil menatapku dengan lekat.

Rizka mulai meminta maaf dengan malu malu, dan aku memperhatikan interaksi keduanya sambil tersenyum kecil.

Beberapa menit kemudian, Rizka kembali berjalan ke arah ku sambil menarik tangan perempuan itu.

"Abang, kata kakak Talla, dia udah maafin lizka." Rizka tersenyum sumringah sambil mendongak menatapku.

"Iya sayang, bagus kalau gitu." Aku tersenyum kecil menanggapi perkataan Rizka.

Sementara kami berdua malah merasa canggung, tidak lebih tepatnya mungkin aku yang canggung, karena Tara saat ini malah tersenyum lebar seperti biasanya, namun pandangan ku salpok ke arah matanya yang terlihat sedikit bengkak seperti habis menangis.

"Kakak, ini abang aku." Rizka dengan riang memperkenalkan ku kepada Tara.

"Iya kakak tahu, dia teman kakak di sekolah." Tara menjawab perkataan Rizka dengan nada tak kalah riang, entah sejak kapan keduanya malah akrab.

setelah itu, keduanya terus berbicara, bahkan kini mereka memilih snack berdua, sementara aku di belakang teru memperhatikan keduanya dari belakang.

Kurang lebih satu jam, kami akhirnya selesai belanja, Aku segera mengajak Rizka ke kasir untuk membayar, sementara Tara juga berada di kasir sebelah sehingga kami kini berdiri cukup dekat.

"Baik kak, totalnya jadi 200 ribu."

Aku segera mengambil dompet dan mengeluarkan kartuku untuk membayar belanjaaan kami.

"Totalnya 300 ribu ya kak."

Aku menoleh begitu suara kasir yang menghitung belanjaaan Tara selesai meng scan barang barang Tara.

"Bayar, sekalian punyanya mbak." Aku segera menyerahkan kartu ku dan membayar sekalian belanja tara, hitung hitung sebagai tanda terima kasih karena dia sudah berbaik hati mau mengajak Rizka bercanda.

Tara tampak melotot di sebelah ku, wajahnya cengo dengan mulut terbuka sedikit, sepertinya dia syok karena aku tiba-tiba membayar belanjaaannya.

Setelah selesai membayar, kami keluar dari toko bersama sama, Rizka terlihat sangat senang karena Tara terus meladeni celotehannya sejak tadi.

"Terima kasih." Ucapku begitu Aku sampai di depan mobil, motor Tara kebetulan parkir di samping mobilku, sehingga kami masih bisa berbicara sampai parkiran.

"Aku yang seharusnya berterima kasih karena kakak sudah membayar belanjaku." Tara tersenyum menatapku dengan binar mata yang membuatku merasa bersalah entah karena apa.

"Ya sudah, gue pergi dulu " Akupun berpamitan dan segera masuk mobil setelah mendapat anggukan dari Tara, Aku tidak ingin berlama lama menatapnya, karena itu tidak baik untuk kesehatan jantungku.

1
M. T🌻
pasti tara habis di siksa lagi sama ibu tiriny itu
Miranda.
jalannya sama Erlangga, salfoknya tetep sama andre😭😭
Miranda.
gambarnya ngebug kak/Shy/
Mingyu gf😘: kok bisa
total 1 replies
Mega Siregar
cieeee jika tara dengar dan lihat andre tersenyum gitu pasti tara bakalan salting🤭
Melissa McCarthy
dibalik kekesalan, ada dua kebahagiaan di bab ini, datangnya ayah dan siapa laki-laki itu? agaknya tara suka🤭
Key
Sad ya, rumah yang katanya tempat pulang tapi justru menjadi tempat paling merusak mental health.
Mochi
duuh.. nanti nyesel loh ndre buang muka begitu..
Mochi
udah ga bisa dihindari lagi andree... tersiksa sendiri loh
My_Lucia
mereka ga bawa Sajam kann 😖
My_Lucia
akhirnya Tara kamu muncul lagi, setelah beberapa bab kamu menghilang 🤭

tapi knp munculnya lagi momen begini
My_Lucia
Aku juga suka 🤭🤣
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
nanti kalau tara di tikung orang baru nyesel kamu
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
masalalu mu kelam ya ndre. balik arah aja Tara
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
Rasain kamu
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
Terpesona kamu ya Dre🤭
ginevra
hah lama banget pingsannya Sampek 5 jam
ginevra
heh Tara, secara tidak langsung si Salma udah memperingatkanmu kalau Andre ini sulit didekati. buat yeah... good luck lah
Mingyu gf😘: biarin aja dia kak😆
total 1 replies
Three Flowers
kenapa ada yang mau nembak Kiara?
Three Flowers
memang si Andre gak ada sedikit pun perasaan cinta ke Kiara?
Three Flowers
Andre kayak kasih harapan mulu ke Kiara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!