Yusuf adalah seorang pemuda desa yang pintar,sopan dan baik hati. suatu hari dia mendapatkan beasiswa universitas di kota. Ibu dan ayahnya sangat senang, akan tetapi di samping kebahagiaan nya, tersimpan sebuah misteri tentang dirinya.
saat dia menanyakan hal itu, mereka hanya mengetahui bahwa ia adalah anak kecil yang ditemukan di sungai. "siapa sebenarnya aku? dan kenapa aku tak ingat sama sekali?" perjalanan nya pun dimulai.
namun saat tiba di kota, ia menemukan banyak sekali rintangan dan halangan dari beberapa orang yang merendahkannya. apakah Yusuf, seorang pemuda desa dapat bertahan dari semua ini dan menemukan kebahagiaan yang ia cari?
simak terus kisah Yusuf mencari keberadaan orang tua nya dan jati dirinya yang sebenarnya.
kritik dan saran sangat membantu untuk saya. terimakasih 😆
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alfa 2015, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tersangka #1
Pukul 7 malam, di Hotel A.
Semua tamu undangan, dari mahasiswa hingga kerabat serta keluarga Sabrina sudah hadir dalam pesta tersebut. Ruangan yang disewa ayah nya untuk merayakan ulang tahun anak nya sangat luas dan dihias dengan sangat megah, tepatnya berada di lantai 8, yang biasa nya digunakan untuk aula pertemuan para pejabat tinggi.
Saat ini, Sabrina memakai gaun putih yang indah dan menawan, membuat dirinya seperti seorang putri yang sangat cantik. Ia menarik banyak perhatian dari para laki laki yang hadir di pesta tersebut, termasuk laki laki dari kalangan konglomerat. Namun, ia tak menghiraukan mereka semua, karena dipikiran nya hanya satu laki laki yang membuatnya berpenampilan seperti itu.
Ramzy, Faisal dan Ismail juga datang menghadiri acara tersebut. Mereka terlihat tampan dan mempesona dari pakaian yang mereka dikenakan.
“Permisi, kalian lihat Yusuf tidak?” tanya Sabrina kepada ketiga orang tersebut.
“Belum lihat tuh, aku kira dia langsung bertemu denganmu” jawab Ramzy.
“Dimana dia? Apa dia tidak jadi datang ya?”
batin Sabrina. Ia sudah berkeliling, tetapi dia tidak menemukan nya dan berulang kali menelepon nya, tetapi tidak dijawab.
“Aku sudah menelepon nya berulang kali, tapi sepertinya hp nya sedang tidak aktif... mungkin sedang di jalan” lanjut Ramzy sambil berusaha menelepon Yusuf.
“Rara...” panggil orang tua nya dari jauh.
“Kalau begitu, kalian tolong bantu cari dia... aku kesana dulu”
pinta Sabrina yang berlalu pergi meninggalkan mereka.
“Dimana anak ini?” gumam Ramzy sambil memperhatikan jam tangannya.
Sementara itu, di tempat lain...
“Ini!! Sudah aku dapatkan...” sahut Yusuf sambil menyerahkan sebuah amplop besar.
“Kerja bagus!!... kau yakin,tidak ada yang mengetahui hal ini?” tanya Kevin sambil memeriksa isi dari amplop tersebut.
“Tidak ada, kecuali Alloh Yang Maha Tahu segala nya” jawab Yusuf dengan tenang.
“Baiklah... saya tahu, kau, anak yang teladan...dan masalah kedua adik mu.....akan aku kembalikkan, tapi ingat!! Jika kamu berbuat macam macam di belakangku nanti... maka aku tak akan segan lagi” balas Kevin.
Kemudian ia mengisyaratkan kepada anak buah nya untuk mengantarkan kedua orang tersebut kembali ke rumah.
“Oke, sampai jumpa si Jenius.....kampung”
lanjut Kevin, yang pergi meninggalkan nya, namun seketika ia menghentikan langkah nya.
“Oh ya, bukan nya kau mau menghadiri ulang tahun nya, kenapa tidak datang saja? saya tidak keberatan”
ucap Kevin lagi sambil melanjutkan langkah nya.
Yusuf pun berdiri mematung di sana sambil bersandar pada sebuah dinding belakang rumah. Ia kemudian menyalakan hp nya yang sengaja ia matikan terlebih dahulu.
“Maaf aku tidak bisa datang...” gumam Yusuf ketika melihat beberapa panggilan masuk dari ponsel nya.
*****
Pukul 9 malam...
Pesta ulang tahun Sabrina hampir selesai, hanya tinggal menikmati hidangan makanan yang sudah disajikan, akan tetapi ada juga yang sudah pulang setelah menikmati hidangan tersebut.
“Bagaimana? Apa sudah menemukan nya?” tanya Sabrina yang penasaran.
“Tidak ketemu, aku bahkan sudah ke rumah nya” sahut Rizki.
“Ngapain kalian menunggu yang tidak pasti... dia tidak mungkin datang, kalau ia memang pintar”
kata seseorang yang datang menghampiri mereka.
“Apa maksudmu?” tanya Ramzy.
“Bukan nya sudah jelas, dia itu... hanya lah anak desa yang beruntung dapat beasiswa di kampus kita....jadi mana mungkin dia punya muka untuk ke sini” ketus orang tersebut, yaitu Rendy.
“Hei... JAGA MULUTMU!!” teriak Ramzy sambil menarik kerah baju nya.
“Wow... santai bang, santai... jangan terlalu cepat untuk marah... nanti di rambutmu tumbuh uban...hahaha”
ucap Rendy sambil tertawa.
“Sudah lah, tidak perlu pedulikan si kronco ini... mendingan kita cari lagi... siapa tahu dia sudah hadir”
ucap Ismail mengajak mereka keluar.
“Ya tuh... jangan lupa cari di tempat sampah... siapa tahu dia sedang mulung...hahaha”
kata Rendy yang masih tertawa.
Mereka berempat pun mulai berpencar mencari Yusu. Beberapa saat kemudian, mereka tetap tidak bertemu dengan nya, lalu Sabrina pun merasa sedikit kecewa terhadap Yusuf karena tidak datang ke acara nya.
Keesokan hari nya....
“APA!!” teriak seseorang, yaitu ayah nya Sabrina bernama Tito Kurniawan ketika keluar dari ruang kerja nya.
“Ada apa, Pah?” tanya Sabrina yang segera menghampiri ayah nya.
“Surat kontrak yang berisi kerjasama dengan pemilik saham terbesar hilang.... padahal papah yakin ada di sini” jawab Pak Tito yang gelisah.
“Coba cari di kamar, pah... pasti keselip di sana”
sahut Sabrina memberi saran.
“Sudah nak, papah tadi menyuruh Mas Wawan untuk mencari nya”
kata Pak Tito, yang sudah menyuruh pembantu nya semenit yang lalu.
Tak lama kemudian, Mas Wawan menghampiri mereka berdua.
“Bagaimana?” tanya Pak Tito.
“Tidak ketemu, tuan” sahut Mas Wawan.
“Ugh... kenapa bisa begini?”
gerutu Pak Tito sambil mengacak ngacak rambut nya.
Sabrina pun berfikir sejenak...
“Ada apa ini?” tanya seorang pria yang berbadan tegap menghampiri mereka.
“Kenapa kamu datang kesini?dasar Kutu” ketus Sabrina kepada pria itu yang rupanya adalah Rendy.
“Aku kesini ingin mengujungi mu, kan tanggal pertunangan kita sebentar lagi”
kata Rendy sambil berjalan mendekati Sabrina.
“Jangan mendekat!!”
pinta Sabrina sambil menjauhi nya.
“Wan, coba kamu periksa rekaman cctv tadi malam” pinta Pak Tito.
Mas Wawan pun pergi memeriksa rekaman cctv. Tak lama kemudian, ia pun kembali ke hadapan mereka.
“Saya sudah memeriksa nya, ternyata ada yang mengambil nya”
kata Mas Wawan kepada Pak Tito.
“Apa? Tidak mungkin” tanya Pak Tito yang terkejut.
“Tapi orang itu memakai pakaian hitam dan memakai topi sehingga tidak terlalu jelas wajahnya .. dia masuk sekitar jam 7 malam, Tuan” jawab Mas Wawan.
Pak Tito dan Sabrina pun terdiam sambil memikirkan solusi nya.
“Pak, satu satu nya orang yang tidak hadir dalam acara tadi malam hanya dia, pasti dia lah pelaku nya”
ucap Rendy kepada Pak Tito.
“Apakah kamu mengenal nya?”
tanya Pak Tito kepada Rendy.
“Saya kenal dia, Pak... dia adalah teman kampus saya, namanya adalah Yusuf”
jawab Rendy yang membuat mereka terkejut.
“Itu tidak mungkin dia!!... kamu jangan asal menuduh orang dong!”
ketus Sabrina yang tidak terima dengan ucapan Rendy.
“Kalau begitu, kenapa dia tidak hadir dalam acara dan bertemu dengan mu? Mungkin saja dia hanya ingin mengambil kesempatan ini, untuk mencuri nya” kata Rendy sambil menaikan kedua pundak nya.
“Sudah! Lebih baik, kita ke ruangan cctv”
pinta Pak Tito sambil melangkah menuju ruangan tersebut, lalu disusul Mas Wawan, Sabrina, dan Rendy dari belakang.
Ketika sampai di ruangan tersebut, pembantu nya, Mas Wawan memutar ulang rekaman nya. Mereka pun memperhatikan dengan seksama.
“Sial... benar benar tidak terlihat jelas wajahnya!”
gerutu Pak Tito ketika tidak berhasil menemukan buktinya.
“Kenapa tidak coba tanya pada satpam yang berjaga tadi malam?”
ucap Rendy yang memberikan saran.
Pak Tito pun meminta Mas Wawan untuk memanggil satpam agar segera menemui nya, lalu satpam tersebut datang dan menghampiri mereka.
“Pak Sardi, kenapa orang ini bisa masuk? Kemana saja kamu tadi malam?”
tanya Pak Tito dengan tegas.
“Saya tadi malam berjaga di depan gerbang, tapi tiba tiba ada yang memukuli saya dari belakang dan saya pingsan sebentar” jawab satpam tersebut.
“Gawat... Sayang!” teriak istri nya yang berlari menghampiri mereka.
“Ada apa, mah?” tanya Sabrina.
“Itu... barang yang ada di brankas, tiba tiba menghilang”
jawab nya terengah engah karena berlari terlalu cepat.
“APA? Sialan... apakah semua orang yang saya kerjakan di sini tidak berguna!!... bagaimana saya bisa kena musibah seperti ini” kata Pak Tito yang sudah sangat marah karena sebagian harta nya telah dicuri.
“Sudah lah, Pak... ini sudah jelas dia lah pelaku nya... coba bapak lihat! Cctv di sana tiba tiba rusak”
kata Rendy sambil menunjuk ke rekaman cctv yang berada di kamar.
“Cukup! Ini sudah keterlaluan... cepat selidiki ini!”
pinta Pak Tito dengan tegas.
“Tunggu tuan, saya menemukan ini ketika saya sadar waktu itu”
kata Pak Sardi sambil menyerahkan kartu identitas seseorang kepada Pak Tito.
“Kalau begitu, kita langsung pergi ke sana” pinta Pak Tito.
Sabrina hanya memilih diam dan tidak berkomentar atas apa yang ia lihat barusan. Rendy pun seketika merasa senang karena rencana nya dengan Kevin sudah berhasil membuat nya tertimpa masalah yang begitu besar.
Bersambung...
Sambil menunggu cerita selanjutnya, yuk like & coment agar penulis semangat membuat ceita. terimakasih
lansung tidak tersentuh cerita nya seharusnya dia pun di kabarin bahwa sudah bertemu orang tua nya sendiri seakan akan lupa diri
pertama aja yg bagus,,kesini malah kayak begini..
MC goblog!!!tolol dipelihara,,kambing pelihara biar laku dijual!!!