NovelToon NovelToon
Skenario Rahasia Sang CEO

Skenario Rahasia Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Cintapertama
Popularitas:477
Nilai: 5
Nama Author: Shee Lyn

"Pernikahan ini adalah benteng, dan rahasia adalah senjataku."
Bagi dunia luar, Mike Raharja adalah lambang kesempurnaan sekaligus kutukan. Sang tirani korporat yang dingin, tak tersentuh, dan dirumorkan tidak bisa memberikan keturunan bagi dinasti bisnis raksasa Raharja Group. Demi menjaga takhtanya dan melindungi sebuah rahasia besar dari musuh-musuh dalam selimut, Mike merancang sebuah skenario gila: pernikahan kontrak selama empat tahun dengan pengacara ambisius, Anita.
Namun, ketika masa kontrak berakhir dan topeng-topeng mulai berjatuhan, sebuah kejutan besar yang sesungguhnya baru saja dimulai. Di balik dinding sangkar emas yang penuh manipulasi, ada satu jiwa yang selama ini disembunyikan Mike dari radar dunia—sebuah pelabuhan hati rahasia yang menjadi alasan di balik semua kelicikan dan pengorbanannya.
Saat badai korporasi mengancam dan masa lalu menuntut balas, akankah skenario yang disusun Mike berakhir sebagai kemenangan mutlak, atau justru menjadi bumerang untuknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shee Lyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 (Reuni di balik layar)

Sebuah ruang VIP di klub privat kawasan SCBD malam itu tampak lengang. Hanya ada alunan musik jazz bertempo lambat yang mengalun dari pengeras suara tersembunyi. Ruangan itu sengaja dipesan khusus agar tidak ada satu pun pasang mata asing yang bisa mengintip ke dalam. Di atas sofa kulit berdesain modern, tiga pria dengan setelan pasca-kerja duduk sembari menikmati minuman mereka.

Alvin, Kevin, dan Marvel. Ketiganya adalah sahabat karib Mike sejak masa kuliah, sekaligus para petinggi muda yang memegang kendali di perusahaan mereka masing-masing. Namun, malam ini, wajah mereka tidak menampilkan ketegangan bisnis, melainkan ekspresi campur aduk antara geli, tak percaya, dan sedikit ngeri.

Pintu geser kayu ek ruangan tersebut terbuka. Mike Raharja melangkah masuk dengan santai, melonggarkan dasinya, lalu duduk di sofa tunggal yang kosong. Tak lama setelah Mike duduk, pintu kembali terbuka menampilkan Anita. Wanita itu mengenakan gaun malam kasual berwarna biru dongker, tampak segar dan sama sekali tidak terlihat seperti seorang wanita yang baru saja menyandang status janda dua hari lalu.

"Nah, ini dia dua bintang utama kita minggu ini," seloroh Marvel, CEO dari perusahaan properti terkemuka, sembari bertepuk tangan sarkastik. "Pasangan yang perceraiannya sukses membuat bursa saham Raharja Group sempat goyang dua persen pagi ini."

Anita terkekeh, berjalan melewati Marvel dan Kevin, lalu memilih duduk di ujung sofa yang paling dekat dengan Alvin.

Saat Anita duduk, Alvin—yang sejak tadi diam menatap gelasnya—langsung menegakkan tubuh. Matanya meneliti wajah Anita dengan saksama, mencari tanda-tanda kesedihan yang mungkin disembunyikan wanita itu. Alvin adalah mantan atasan langsung Anita sebelum wanita itu "dipinjamkan" ke Mike untuk pernikahan kontrak empat tahun lalu. Dan bagi ketiga sahabat itu, bukan rahasia lagi kalau Alvin telah lama memendam rasa pada mantan sekretaris cerdasnya tersebut.

"Kamu baik-baik saja, Nit?" tanya Alvin, suaranya terdengar lebih berat dan sarat akan perhatian yang dalam, berbeda dengan nada bicara Marvel yang penuh candaan.

Anita menoleh pada Alvin, menyunggingkan senyum hangat yang tulus—jenis senyuman yang jarang ia perlihatkan saat masih mengenakan topeng sebagai istri Mike. "Aku sangat baik, Vin. Malah, aku merasa seperti baru saja menyelesaikan proyek raksasa yang sangat sukses. Bebanku rasanya hilang semua."

Alvin mengembuskan napas lega yang kentara, membuat Kevin yang duduk di sebelahnya menyenggol lengan Alvin sembari berbisik menggoda, "Aman, Vin. Jalurmu sudah kuning bersih sekarang."

Alvin hanya memelototi Kevin, namun sudut bibirnya tidak bisa menyembunyikan rasa lega yang membuncah. Selama empat tahun ini, menyaksikan wanita yang dicintainya bersanding dengan sahabatnya sendiri—meskipun ia tahu itu hanya kontrak—adalah siksaan batin tersendiri bagi Alvin.

"Oke, lupakan dulu urusan asmara Alvin yang akhirnya mendapat secercah harapan," potong Kevin, beralih menatap Mike dengan pandangan tak habis pikir. "Mike, jelaskan padaku. Rumor mandul? Serius? Kamu benar-benar menyebarkan berita bahwa senjatamu tidak berfungsi ke seluruh jagat raya korporat?"

Marvel langsung terbahak mendengar ucapan Kevin. "Demi Tuhan, Mike! Saat ibuku menceritakan rumor itu di meja makan kemarin pagi, aku hampir tersedak kopi. Aku langsung berpikir, 'Sial, Mike benar-benar sudah gila.' Harga dirimu sebagai alpha-CEO hancur dalam semalam!"

Mike hanya menyesap minumannya dengan tenang, sama sekali tidak terganggu oleh ledakan tawa sahabat-sahabatnya. Wajah tampannya tetap datar, namun ada binar kepuasan yang dingin di matanya.

"Harga diri tidak ada artinya dibandingkan dengan hasil yang kudapatkan," jawab Mike santai, suara baritonnya terdengar mutlak. "Dan taktik itu berhasil seratus persen."

"Berhasil?" Alvin menaikkan sebelah alisnya, mulai tertarik pada kelanjutan rencana gila sahabatnya itu. "Apa yang terjadi? Gadis kecilmu... Alisha, bagaimana reaksinya?"

Anita yang menjawab pertanyaan itu sembari tersenyum penuh kemenangan. "Gadis itu termakan umpan dengan sangat sempurna. Kemarin, setelah sidang putusan, Mike sengaja menjemputnya di kampus saat hujan deras dengan memasang wajah paling merana yang pernah ada dalam sejarah hidupnya."

"Dan?" Marvel mencondongkan tubuhnya, penasaran.

"Dan Alisha, dengan segala kepolosan dan rasa bersalahnya atas masa lalu mendiang kakaknya, menawarkan diri untuk menikah dengan Mike," lanjut Mike, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis yang sangat posesif. "Dia menyerahkan dirinya sendiri agar posisiku di perusahaan tidak didepak oleh Kakek dan keluarga besar."

Ruangan VIP itu seketika hening selama tiga detik sebelum akhirnya Kevin menggebrak meja kopi di depan mereka.

"Gila! Kamu benar-benar memanipulasi rasa bersalah anak umur dua puluh satu tahun, Mike!" Kevin menggeleng-gelengkan kepala, antara ngeri dan kagum. "Kamu memanfaatkan fakta bahwa kakaknya meninggal demi orang tuamu untuk mengikatnya?"

"Aku tidak memaksanya," bela Mike dingin. "Aku bahkan melakukan tarik ulur. Aku menolaknya kemarin, berpura-pura bahwa aku tidak mau mengorbankan masa mudanya demi pria mandul sepertiku. Dan tebak apa yang terjadi? Rasa bersalahnya justru berlipat ganda. Tadi sore, ibunya meneleponku, mengatakan bahwa Alisha menangis semalaman dan bersikeras ingin membantuku."

Alvin menatap Mike dengan pandangan lurus. Sebagai pria yang juga sedang mengejar cinta, Alvin bisa memahami rasa frustrasi Mike yang harus menahan diri selama empat tahun. "Lalu, apa rencana langkahmu selanjutnya, Mike? Kakek Surya bagaimana?"

"Aku sudah menelepon Kakek," ujar Mike, menyandarkan punggungnya ke sofa. "Kakek sekarang mengira aku adalah produk gagal yang tidak bisa memberikan cicit. Beliau sudah putus asa. Jadi, saat minggu depan aku membawa Alisha dan mengatakan bahwa gadis sederhana inilah satu-satunya wanita yang tulus menerimaku apa adanya di tengah rumor kemandulanku, Kakek pasti akan langsung menangis haru dan merestui kami tanpa peduli latar belakang keluarga Alisha."

"Sialan, skenario yang luar biasa rapi," gumam Marvel, menatap Mike dengan gelengan kepala. "Kamu membersihkan jalur dari para sosialita penuntut harta, membungkam mulut Kakek Surya, dan mendapatkan Alisha yang datang menyerahkan diri dengan sukarela karena rasa kasihan. Kamu benar-benar iblis berjas mewah, Mike."

Anita tertawa mendengar umpatan Marvel. "Tapi jujur saja, aku lega semuanya berjalan sesuai rencana Mike. Selama empat tahun mendampinginya, aku selalu melihat bagaimana dia menderita setiap kali harus menahan diri untuk tidak mendekati Alisha. Dia hanya berani memantau tumbuh kembang gadis itu lewat laporan berkala dan foto-foto rahasia."

Anita kemudian menoleh ke arah Alvin yang sejak tadi terus memperhatikannya. "Dan sekarang, tugasku sudah selesai. Aku bisa fokus membangun firmaku sendiri... dan mungkin, mulai memikirkan kehidupan pribadiku yang sempat tertunda."

Mendengar kalimat terakhir Anita, Alvin tersenyum hangat. Ia mengulurkan tangannya, menyentuh punggung tangan Anita yang berada di atas sofa dengan lembut. "Aku akan membantumu membangun firmamu dari nol, Nit. Kali ini, tidak ada kontrak, dan tidak ada Mike yang mengintervensi."

Anita tidak menarik tangannya. Ia membiarkan jemari Alvin bertautan dengan jemarinya, memberikan sinyal hijau yang telah dinantikan pria itu selama empat tahun penuh.

Kevin dan Marvel kompak bersiul menggoda pasangan baru itu, sementara Mike hanya menatap mereka dengan tatapan datar yang setuju. Baginya, kebahagiaan Anita dan Alvin adalah bonus dari kesuksesan rencananya sendiri.

"Jadi, kapan pernikahan aslimu dengan Alisha akan digelar?" tanya Kevin kembali fokus pada Mike.

Mike menatap cairan bening di dalam gelasnya, membayangkan wajah jernih Alisha yang kemarin malam menatapnya dengan penuh rasa iba dan tekad untuk melindunginya. Alisha-nya yang polos tidak pernah tahu bahwa pria yang dianggapnya 'malang' dan 'kesepian' ini sebenarnya adalah dalang yang sedang tersenyum puas di balik layar, siap menguncinya di dalam sangkar emas yang penuh dengan cinta posesif.

"Secepatnya," jawab Mike, suaranya terdengar dingin namun sarat akan obsesi yang mendalam. "Aku sudah menunggunya selama empat tahun dalam sunyi. Begitu dia menandatangani berkas pernikahan kami nanti, aku akan memastikan dia tidak akan pernah bisa lepas lagi dariku seumur hidupnya."

Malam itu, di dalam ruang VIP yang tersembunyi, empat tahun sandiwara penuh kepalsuan resmi ditutup. Dan bagi Mike Raharja, tirai untuk pertunjukan yang sesungguhnya—di mana Alisha akan menjadi ratu tunggal di dalam hidupnya—baru saja diangkat tinggi-hingga tak ada jalan untuk kembali.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!