NovelToon NovelToon
My Enemy Is My Soulmate

My Enemy Is My Soulmate

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:687k
Nilai: 4.9
Nama Author: Zahard

Candra dan Azila memiliki hubungan permusuhan yang panas sejak mereka kelas 6 SD, permusuhan mereka berlanjut sampai lulus kuliah.

Sebuah takdir yang mengejutkan menimpa mereka setelah lama bermusuhan dan tidak bertemu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zahard, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keluarga baru

"Mamah, Papah, Yasa," teriak Azila yang masih berjalan menuruni tangga dan berhambur menghampiri mereka.

"Kalian habis ngapain sih, kok lama banget turunnya?" Tanya Mamah Mitha.

"Tuh, Mah. Zila bikin alis nggak selesai-selesai makanya lama," Candra mengadu ke Mamah Mitha.

"Kenapa kamu malah nyalahin aku?" Dengus kesal Azila.

"Zilaa!" Panggil Papah Hendri. "Tidak boleh membantah omongan suami," lanjut Papah Hendri.

"Tapi, kan, Pa--" ucapan azila yang belum selesai sudah di potong Mamah Mitha.

"Zilaaa!" Panggil Mamah Mitha dengan muka yang seakan memiliki arti untuk tidak membantah.

"Iya, Mah, Pah," balas lesu Azila sambil menundukkan kepalanya.

"Sukurin!" Bisik Candra di telinga Azila dengan wajah sumringahnya karena mendapat dukungan dari kedua Mertuanya.

"Awas aja kamu nanti!" Balas pelan Azila yang mendekatkan kepalanya ke tubuh Candra.

"Mah, Pah. Kita berangkat, ya," pamit Candra sambil menyalami dan mencium punggung tangan Papah Hendri dan Mamah Mitha. "Yasa, Kak Candra berangkat dulu sama Kak Zila," pamit Candra ke Yasa dan Yasa menyalami dan mencium punggung tangan Kakak Iparnya.

"Zila pamit, ya, Pah, Mah," pamit Azila sambil memeluk kedua orangtuanya. "Kakak pergi dulu, kamu jaga mereka, jangan bandel," ucap Azila ke Yasa sembari berpelukan.

"Pasti," jawab Yasa.

"Sayang, kalau sudah sampai sana, kabari Mamah sama Papah, ya, dan jangan lupa kamu harus sering main ke sini juga, berbaktilah sama keluarga barumu, terutama sama suamimu," tutur nasihat Mamah Mitha untuk anak perempuannya, Azila mencoba untuk menahan air matanya agar tidak menangis di depan mereka.

"Kita berangkat, ya, Mah, Pah," ucap Azila sembari memeluk kedua orangtuanya lagi.

"Jadilah laki-laki yang hebat, Yasa. Banggakan Papah sama Mamah, jaga mereka selagi kakak nggak ada di sini," ucap Azila di telinga Yasa yang berada dalam pelukannya.

Setelah selesai berpamitan, mereka berjalan menuju teras depan, di sana sudah terparkir mobil Candra yang sudah di siapkan, Candra membukakan pintu untuk Azila, setelah Azila sudah masuk, Candra segera masuk ke dalam mobil.

"Mah! Pah! Yasa! Aku berangkat!" Teriak Azila saat mobil Candra sudah melaju pelan di halaman depan, Azila mengeluarkan setengah tubuhnya lalu melambaikan tangannya ke Papah Hendri, Mamah Mitha dan juga Yasa.

Setelah mobil Candra keluar dari gerbang rumah keluarga Yudistira, Azila diam dengan kepala yang menunduk dan air mata yang mulai mengalir.

"Jangan menangis, kita akan sering menjenguk mereka," ucap Candra yang mencoba menenangkan Azila, sedangkan Azila hanya diam tidak merespon ucapan Candra, dia lebih memilih memalingkan wajahnya menatap pemandangan jalan di luar kaca mobil.

≈≈≈

Candra dan Azila sudah lebih dari 2 jam terjebak macet di perjalanan karena mereka terjebak macet, Candra melihat Azila sudah tertidur di kursi sampingnya, mata Candra menatap lekat wajah Azila, dia tidak menyangka kalau dia akan menikahi wanita yang sudah 12 tahun dia benci.

Candra memegang tangan Azila dan mengusapnya pelan yang membuat Azila terbangun dari tidurnya, tetapi dia memilih untuk pura-pura masih tertidur.

"Mungkin aku akan belajar mencintaimu, Sayang. Aku juga akan membuatmu jatuh cinta padaku," gumam Candra yang masih terdengar sampai telinga Azila.

Azila yang mendengar perkataan Candra tadi tidak bisa mengontrol detak jantungnya. "Hei, jantung, jangan kencang-kencang berdetaknya, nanti dia denger suaramu," ucap Azila yang mencoba bernegosiasi dengan jantungnya.

"Kamu tenang saja, Sayang. Aku tidak akan mentutmu untuk melayaniku sebagai suamimu kalau kamu belum mencintaiku," ucap Candra sambil mengelus pelan wajah Azila.

Wajah Azila mulai memerah karena ucapan Candra barusan. "Diamlah, Candra. Aku sudah nggak bisa mengontrol jantungku, bisa-bisa aku kena serangan jantung karena mu," teriak Azila dalam hatinya.

"Kecuali, kalau aku khilaf karena tergoda denganmu," tambah Candra sambil membelai pipi halus Azila.

"Dasar cowok mesum, ini. Masiiih, aja, suka nyuri kesempatan dalam kesempitan," ucap Azila dalam hatinya yang mulai tumbuh rasa kesal karena pipinya di pegang Candra tanpa izin dulu ke Azila.

≈≈≈

Setelah terjebak macet cukup lama, mobil Candra akhirnya telah tiba di halaman depan rumah Wibawa, di depan pintu, mereka sudah di sambut oleh Ayah Yoga, Bunda Putri dan juga Dara.

"Zila bangun, kita sudah sampai," ucap Candra yang membangunkan Azila sambil mengelus pipi Azila.

"Hhuuooamm," Azila terbangun dan menguap lalu dia merapikan baju dan rambutnya.

Candra turun lebih dulu lalu membukakan pintu untuk Azila, dan tidak lupa mereka mengambil 2 koper besar milik Azila di bagasi mobil, lalu Candra dan Azila berjalan menaiki tangga teras.

"Ayah, Bunda. Maaf lama, tadi macet parah di jalan," jelas Candra ke Ayah dan Bundanya.

"Tidak apa-apa, Nak. Yang penting kalian berdua sampai di sini dengan selamat," balas Ayah Yoga lalu Candra dan Azila menyalami tangan mereka dan mencium punggung tangan Ayah Yoga dan Bunda Putri.

"Hai, Kak Azila," sapa Dara.

"Hai juga, Dara cantik," jawab Azila.

"Apa kamu nggak menyapa Kakakmu ini?" Tanya Candra pada Dara.

"Udah bosen," jawab santai Dara yang membuat mereka semua tertawa bersama.

"Ayo, kita masuk dulu," ajak Bunda Putri, lalu mereka semua mengangguk dan masuk bersama.

≈≈≈

Waktu kian berlalu dengan cepat, kini Candra sudah mulai di sibukkan oleh urusan kantor, sedangkan Azila mulai terbiasa dengan keluarga barunya, dan yang pasti sekarang dia selalu berada di dapur untuk membantu Bunda Putri menyiapkan sarapan di setiap paginya, walaupun di rumah keluarga Wibawa banyak pelayan, tetapi Bunda Putri lebih suka menyiapkan sendiri untuk sarapan keluarganya, tetapi untuk makan siang dan malam, Bunda Putri menyerahkan semua itu ke pelayan.

Di meja makan.

"Zila, panggil Candra turun untuk sarapan, Bunda akan manggil Ayah sama Dara," perintah Bunda Putri.

"Baik, Bun," jawab Azila sembari berlalu pergi menuju kamarnya dengan Candra.

≈≈≈

Ccklekk.

"Ayo, turun, sarapan udah siap di bawah," ajak Azila yang baru masuk ke kamar.

"Iya, bentar, masih pakai sepatu," jawab Candra, setelah selesai memakai sepatu, dia berdiri mengambil dasi di sebelahnya dan mendekat ke arah Azila yang duduk di sofa.

"Pasangin!" Perintah Candra sambil menyodorkan dasinya ke Azila.

"Lain kali belajar, biar bisa masang sendiri," jawab ketus Azila sambil meraih dasi di tangan Candra, Azila berdiri dan memasangkan dasi di kerah kemeja Candra.

"Ini sudah jadi tugasmu sebagai istriku," ucap Candra sambil mengangkat dagu Azila.

"Dah, selesai, cepat turun," ucap ketus Azila dan dia berlalu berjalan duluan meninggalkan Candra.

"Haish, kapan dia akan bisa jatuh cinta padaku," keluh Candra dalam hatinya sebelum dia menyusul Azila dengan sedikit berlari.

Setelah mereka selesai makan, Ayah Yoga dan Candra berangkat ke kantor, lalu Azila kembali ke kamar untuk mandi, sebelum mandi dia berniat untuk membersihkan kamarnya dulu.

Di kamar Azila dan Candra.

Azila mulai membersihkan kamarnya, mulai dari kasur hingga menata lemari pakaian, Azila menyalakan robot penyedot debu yang ada di kamarnya, saat menata lemari pakaian, Azila menemukan kotak kayu yang terlihat cukup tua, Azila membawa kotak tersebut dan duduk di kasur empuknya.

Jangan lupa like, comment dan favorit ya 🤗,

dan terima kasih banyak untuk kalian yang sudah mendukung dan mensupport author 🙏😘💙

1
Raffasya
keren banget aku mau belajar nulis tapi liat kamu nulis q malu Thor 97 sempurna buat loe Thor..
wow... dipantai.....
😂😂😂
awas kalo sudah bucin..... baru tau rasa... he... he...
lanjut thor......
sudah dilike terus thor.... semangat
Pri Yanti
Up thor penasaran nhe
Heny Ekawati
tdk ada akhlak mereka berdua walaupun dimabuk cinta dialam terbuka pun jdi
Heny Ekawati
ngakak bayangan abang candra pakai celpen pink bergambar hello kitty
Heny Ekawati
ayo vin gaet si nabila
Heny Ekawati
kevin dijodohin dg si nabila aj
Heny Ekawati
visualx dong thor biar tambah semangat bgehalux
Heny Ekawati
bakal seru nih
Nuri Samedina
up dong thor
maya kitajima
belum update lagi thor?????
aurel
aku mampir dan memberikan like untuk kamu, kalau mau yuk mampir di karya aku " perjuangan cinta mentari " jangan lupa tinggal kan jejak , aku tunggu ya dan salam kenal dari liana
~🆑Yetty_Hero🆑~
mampir ya "Noble Princess and Royal Prince"
Sribudiyanti Rahayu
bener" menegangkan toor 👍
aurel: hai kakak aku mau promosikan karya aku ni
" perjuangan cinta mentari " yuk mampir dan jangan lupa tinggal kan jejak salam kenal dari liana
total 1 replies
asna
bahasanya bagus ,tulisanya rapi .alurnya juga enak
Dao_Sea: izin promo nya thor, hai guys jangan lupa mampir dilapakku yah.

Buat baca cerita Cinta untuk tuan.

💪semangat thor buat nulisnya

makasih
total 2 replies
asna
siap siap perang
Dao_Sea: izin promo nya thor, hai guys jangan lupa mampir dilapakku yah.

Buat baca cerita Cinta untuk tuan.

💪semangat thor buat nulisnya

makasih
total 2 replies
Nichkella Anaila
nulisnya disini aja thor..
Zahard: aku mau melebarkan sayap, jadi tidak hanya di sini saja nulisnya.

oh ya, bentar lagi novel baruku bakal rilis, jangan lupa baca ya.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!