Akibat kecelakaan yang merenggut nyawa sang ayah, seorang pria paruh baya kaya meminta Senja untuk menikahi putra nya. Namun, siapa sangka, pria tersebut adalah Galaxy musuh Senja, si kejam yang sering mengebully dan merundung nya di kampus! Dari gadis cupu yang selalu menjadi objek bully-an, kini Senja harus menghadapi Galaxy setiap hari di rumah.
Hanya saja, seiring melewati waktu bersama, kebencian Galaxy pada Senja tak bertahan lama, perlahan kebencian itu berubah menjadi cinta. Sayang nya, sudah ada sosok pria lain di hati istri dari Galaxy itu. Terlebih, pria tersebut adalah sahabat baik Senja. Namun dunia begitu sempit, ternyata sahabat Senja itu memiliki kisah masa lalu bersama Galaxy.
Lantas, mampukah Galaxy merengkuh kebahagian nya bersama Senja, dan merebut hati dan cinta istri nya kembali?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ausilir Rahmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 25
Kaget, itu lah yang terlihat dari seorang Galaxy Alfadharan saat ini. Diri nya, sangat ter kejut, saat men dapati sosok yang sangat tidak asing untuk nya.
"Bukan kah pria ini, yang saat itu bersama Senja? Kenapa, dia bisa hadir di sini?" gumam Galaxy dengan rasa penasaran, yang seketika bersarang di dalam diri nya.
"Maaf, saya tidak mengenal anda," ujar Galaxy sopan, dengan masih menatap tak biasa pada Jackson.
Senyuman tipis terukir di wajah Jackson setelah mendengar kalimat yang baru saja terucap dari bibir Galaxy, yang dia tahu Galaxy adalah anak dari pimpinan nya, "Anda, memang tidak mengenal saya. Namun, saya mengetahui siapa anda." ucap Jackson. Dan apa yang baru saja Jackson ucapkan membuat Galaxy kembali kaget.
“Mengetahui siapa saya?” tanya Galaxy memastikan lagi.
"Iya. Kenalkan Saya adalah----." ucap Jackson menjelaskan tentang siapa sebenar nya dia.
"Dan, apakah wanita di sebelah ini, adalah---." Belum juga Jackson menyelesaikan ucapan nya, Selena sudah menyodorkan kan tangan nya.
"Kenal kan. Saya Selena, pacar dari Galaxy." ucap Elena pada Jackson.
"Senang berkenalan dengan anda, Nona. Dan, kalau begitu saya pamit. Ada bebeberapa hal yang harus saya urus, "pamit Jackson sopan, dan segera membawah langkah kaki nya meninggal kan Galaxy dan juga Elena.
Berlalu nya Jackson, turut membawah pandangan seorang Galaxy yang terus mengikuti langkah kaki pria itu, "Jadi, dia Manajer, di salah satu anak perusahaan. Bagai mana bisa semua kebetulan ini bisa terjadi?" gumam Galaxy dalam hati.
"Sayang---," panggil Selena tiba-tiba, yang juga menyadarkan lamunan seorang Galaxy.
"Yaa---," ujar Galaxy.
"Kamu baik-baik aja?" tanya Elena masih dengan memberikan tatapan tak biasa nya.
"Gue baik-baik saja! Ayo kesana!" ajak Galaxy dan ke dua nya kembali melanjut kan langkah kaki nya.
***
Kediaman Marvin Alfadharan.
Beberapa menit menempuh perjalanan dengan menggunakan taksi, kini Senja telah kembali berada di kediaman suami nya.
"Senja----," panggil seseorang.
Raut wajah itu seketika berubah, dan dengan berat hati Senja membalikkan tubuh nya, "Kamu dari mana saja?!" tanya Mama Lani.
"Maaf, Maa---, Senja ngga bisa ikut karena ada tugas dari kampus, dan Senja mengerjakan bersama teman Senja," ujar Senja pelan.
"Pada hal Mama sangat berharap, kalau kamu akan pergi bersama Galaxy tadi nya," ujar Mama Lani dengan wajah kecewa nya.
"Maaf ma---," lirih Senja dengan menunjukkan wajah penuh rasa bersalah nya.
***
Awan tak lagi hitam, begitu pun juga rembulan yang tak lagi bersinar di atas sana, sebab kini mentari telah kembali memeluk bumi dengan sinar hangat nya.
Galaxy menuruni tangga setengah berlari. Memijak kan ke dua kaki nya di lantai bawah, dan tak ada lelaki tampan itu dapati ada nya sang ayah, saat tiba di ruang makan.
"Maa--, di mana Papa?" tanya Galaxy.
"Papa, lagi di ruang kerja nya." ucap sang mama.
Galaxy seketika beradu pandang dengan Senja yang juga tengah menatap nya. Dan, dengan segera Galaxy berlalu dari sana.
"Lain, kali-kamu harus menghadiri acara bersama Galaxy. Biar orang mengetahui kalau kamu adalah menantu dan juga istri dari-putra Papa, dan Mama!" ucap mama Lani dengan lembut pada Senja.
"Iya, Maa--," sahut Senja dengan senyum palsu nya.
Diruang kerja.
Galaxy memberikan ketukan pintu beberapa kali pada badan pintu, hingga suara sambutan dari dalam, mem buat Galaxy segera membuka pintu ruangan itu.
"Pagi, Paa---," sapa Galaxy sopan yang kini telah membawa langkah kaki nya ke dalam ruangan.
"Pagi. Apa kah semalam kamu berkenalan dengan Jackson? Dia adalah manajer terbaik di salah satu perusahaan kita." ucap Papa Marvin pada Galaxy.
Dan, Galaxy yang mendengar ucapan ayah nya hanya mendesahkan napas nya berat.
"Iya. Kami sudah berkenalan. Dan, apa kah dia bekerja sudah lama di perusahaan kita?" tanya Galaxy.
"Baru, beberapa tahun. Namun, kinerja kerja nya sangat bagus. Berkat dia penjualan barang ke luar negeri mengalami kenaikan yang pesat." ucap Papa Marvin menjelaskan.
"Oh---, begitu," ujar Galaxy dengan raut wajah yang sangat sulit untuk di lukis kan.
"Ya, sudah kalau begitu aku permisi dulu," pamit Galaxy dan segera membawah langkah kaki nya. Namun alunan langkah kaki itu dia jeda, saat tiba-tiba saja Papa Marvin bersuara.
"Kamu datang ke ruangan Papa, terus belum membicarakan apa yang membawa mu kesini, namun kamu sudah mau pergi." ucap Papa Marvin heran.
"Nanti saja. Sebab seperti nya saat ini Papa sedang sibuk," lanjut Galaxy dengan kembali mengayunkan langkah kaki nya.
"Lain kali, kamu harus mengikuti acara bersama Senja." teriak papa Marvin, dan itu membuat langkah Galaxy berhenti seketika.
Seperti kehilangan semangat nya, Galaxy hanya mendesahkan napas nya berat. Dan Papa Marvin menyadari nya, Marvin pun kembali bersuara.
"Gal---, Senja adalah istri mu. Suka atau tidak suka kamu harus menerima dia!" ucap Papa Marvin bersuara dengan tegas.
Memilih untuk tak menanggapi nya, Galaxy kembali melanjut kan langkah kaki nya, setelah berpamitan dengan Papa Marvin, "Gala pergi-Paa--," pamit Galaxy dengan langkah kaki yang telah kembali dia lanjut kan.
"Gala--, Galaxy--- papa belum selesai bicara---," gumam Papa Marvin, sembari mengelengkan kepala nya pelan, setelah mendapati bagaimana sikap putra nya.
Galaxy sudah akan berangkat kuliah. Namun langkah kaki itu dia henti kan saat tiba-tiba sang Mama bersuara, "Galaxy-"panggil Mama Lani dengan setengah teriakan. Galaxy pun membalikan tubuh nya, menghadap pada sang Mama.
"Kamu lupa, kalau kamu sudah punya istri?!" tanya Mama Lani.
Galaxy pun memalingkan pandangan nya pada Senja, menatap wanita itu dengan tatapan yang tak biasa, "Biar, Senja berangkat dengan taksi saja ma!" ujar Sanja yang bisa merasakan kalau Galaxy enggan berangkat bersama nya.
Mama Lani nampak tidak setuju. Ia segera mendekat pada Senja dan mendorong pelan tubuh wanita itu.
"Pergi sana!" pinta nya, namun Senja tetap membeku di tempat.
"Cepat lah!" ujar Galaxy dengan nada suara nya yang terdengar tidak suka, hingga akhir nya Senja pun mengayunkan langkah kaki nya.
Di sepanjang per jalanan tak ada yang saling berbicara di antara mereka. Senja lebih memilih diam sebab dia dapat merasa kan kalau saat ini suasana hati dari Galaxy tengah buruk.
"Gue harap lo nggak mengatakan kebenaran nya!" ujar Galaxy tiba-tiba yang turut membela ketenangan sedari tadi.
"Kamu tenang saja. Aku tidak mengatakan nya!" ucap Senja.
"Gue sangat mencintai Elena. Bahkan sangat mencintai nya," ujar Galaxy yang kini memasang wajah serius nya. Dan, apa yang pria itu kata kan membuat Senja hanya bisa diam.
Keheningan kembali melanda, setelah perbincangan singkat mereka. Hingga, tiba-tiba saja Galaxy meng hentikan lajuan mobil nya.
"Nggak mungkin kan lo sama gue, sama-sama tiba di kampus, " ujar Galaxy dengan memasang wajah datar nya. Dan, tanpa bersuara lagi Senja segera menurunkan ke dua kaki nya.
Lula mengenderai kendaraan roda dua nya. Bersenandung di sepanjang perjalanan namun, sekejap gadis itu menghentikan lajuan motor nya tiba-tiba, saat dari jauh, gadis itu mendapati pemandangan yang sangat mengusik hati nya.
"Bukan nya itu Senja?" gumam Lula dengan pandangan yang terus dia bawah pada pemandangan di depan nya.
"Itu bukan nya mobil milik Galaxy ya? Bagaimana bisa dia bersama Galaxy? Dan, kenapa Galaxy menurunkan Senja di tengah jalan," gumam Lula dengan sejuta tanda tanya yang kini bersarang di dalam diri nya.
*
Bersambung......................
ceritanya bagus ,bikin pnasaran trus😊