Hidup tidak selalu sesuai dengan apa yang kita impikan,tapi percaya lah di setiap air mata yang menetes akan berujung kebahagiaan walau tidak terjadi saat itu juga.
Aini bertahan hidup demi anak yang dikandung nya,berbagi rintangan dia lalui hanya untuk membuat anak nya tidak jadi bahan omongan orang lain.
IG.lelyanai07
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yanai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 25
Aini terbangun saat mendengar azan subuh yang berkumandang dengan merdu nya,Aini membuka mata nya perlahan dan saat mata nya terbuka sempurna dia dapat melihat adik nya yang tidur di samping nya. Aini mengelus puncak kepala sang adik penuh dengan kasih sayang. Aini melakukan kewajiban nya untuk mengadukan segala nya kepada sang pencipta, Setelah selesai Aini membangun kan sang adik untuk solat.
"Kiki bangun sayang solat dulu".ucap Aini sambil melipat kembali mukena nya
"Iyah mbak 5 menit lagi yah Kiki masih ngantuk banget."jawab Kiki malas karena memang dia baru tidur pukul tiga pagi karena Kaka ny yang selalu mengigau
"Sayang gak baik loh solat itu di tunda nanti Allah juga bakal tunda semua apa yang kau minta pada nya".jawab Aini sambil menoel pipi adik nya
"Iyah ini Kiki udah bangun kok mbak udah baikan kan? "tanya Kiki
"Alhamdulillah udah kok sekarang Kiki solat sekalian mandi yah".ucap Aini sambil tersenyum
"Iyah udah Kiki ke kamar Kiki yah mbak",kata Kiki sambil mengelus pipi Kaka nya
setelah Kiki keluar dari kamar nya Aini mengambil ponselnya dan menghubungi nomor yang di tinggalkan oleh Varel . Setelah beberapa kali menghubungi nya akhirnya ada jawaban juga
"Halo."Ucap Varel malas karena ini memang baru pukul 5 pagi
Aini yang mendengar suara Varel pun tiba-tiba tubuh nya menegang karena takut,bayangan saat Varel memaksa diri nya melayani ***** bejat nya. tiba-tiba ponsel yang di pegang oleh nya terjatuh
"Halo ini siapa?kalau kau hanya ingin membuang waktu aku saja kau akan tau apa yang akan aku lakukan nanti."kata Varel kesal
Aini mengambil kembali ponsel nya sebelum laki-laki yang ada di ujung neraka sana bicara lebih menyakitkan lagi.
"Ini aku."kata Aini dengan suara yang bergetar ketakutan
"Aku siapa? memang nya kamu siapa sehingga aku harus mengenal mu".ucap Varel geram
"Aku ingin bertemu dengan mu."kata Aini
"Dasar gadis bodoh katakan kau siapa jangan buat aku semakin marah".kata Varel yang kini sudah bangun sempurna dari tidur nya
"Ini aku gadis yang sudah kau hancurkan masa depan nya".ucap Aini sambil menahan tangisnya
"Oh ternyata kau rupanya,ada apa kau menghubungi aku?apa uang yang aku tinggal kan masih kurang?"tanya Varel dengan sombongnya
"Aku tidak membutuhkan uang anda aku hanya ingin bertemu dengan mu".jawab Aini merasa tersinggung dengan apa yang dikatakan oleh Varel
"Tidak perlu munafik di dunia ini tidak ada orang yang tidak suka dengan uang."ucap Varel sambil tersenyum sinis di seberang sana
"Mungkin buat anda uang bisa menyelesaikan segala nya ,tapi anda salah besar kalau itu yang anda pikirkan.tidak semua hal uang bisa menyelesaikan masalah."kata ini
"Sudah lah aku tidak punya banyak waktu untuk mendengar ocehan mu yang tidak penting itu,kalau kau ingin bertemu dengan aku maka datang lah ke kota B ."ucap Varel sambil menutup telponnya
Tidak lama kemudian Aini mendapatkan notifikasi dari Varel yang mengirimkan alamat yang harus dia datangi nanti nya.
"Bahkan dia tidak merasa bersalah sama sekali atas apa yang sudah dia lakukan pada aku, untuk minta maaf saja dia tidak mau."gumam Aini
Varel yang baru mendapatkan panggilan dari gadis yang menggangu tidur nya pun merasa sedikit kesal karena baru kali ini dia mendapatkan ocehan dari wanita,
"Kita lihat saja sampai mana kau bisa menolak uang yang aku berikan".batin Varel
Tepat pukul 7 pagi Cici sudah tiba di rumah Aini ,dia bahkan rela untuk bolos kuliah hanya untuk menemani sahabat nya.
"Mbak Kiki ikut yah".kata Kiki
"Gak usah Ki kamu harus ke sekolah lagi pula kamu harus menemui orang yang ingin memberikan modal untuk mu".ucap Aini
"Tapi Kiki khawatir kalau nanti mbak diapa-apain sama dia".jawab Kiki
"Kamu gak usah khawatir Ki kan ada mbak Cici yang nemenin."kata Cici
"Baiklah tapi mbak harus janji akan langsung menghubungi Kiki kalau ada apa-apa."kata Kiki dengan berat hati, sebenarnya dia ingin ikut menemui laki-laki yang sudah membuat kakak nya seperti ini tapi dia juga tidak ingin kehilangan kesempatan untuk mendapatkan bantuan dari orang yang ingin memberikan nya modal usaha.
"Iyah sayang mbak janji,dan Kiki juga harus Janji akan jadi yang terbaik buat mbak".ucap Aini
"Iyah sudah Kiki berangkat yah mbak,"kata Kiki sambil memeluk Kaka Nya
"Mbak Cici janji yah jagain mbak Aini buat kiki."kata Kiki menatap sahabat sang kakak
"Iyah janji kamu berangkat gih,nanti telat lagi".kata Cici
"Assalamualaikum".ucap Kiki sebelum pergi
"Walaikumsalam".jawab Aini dan Cici bersama
Setelah kepergian sang adik Aini pun bersiap untuk pergi ke kota B, berharap hal yang baik yang akan mereka dapatkan.
bersambung
maafin yah kak kalau alur nya masih berantakan, Jagan lupa untuk meninggalkan jejak ya kak 🤗 biar aku tambah semangat nulis nya.
cukup dengan meng-klik like dan coment trus tekan tombol love nya.vote nya juga jangan lupa 😊
nyimpen di buku rak....😊
lha si varel untung tak terhitung dptin yg segelan