Alisha Inara gadis cantik yang berusia 20 tahun, dia biasa di panggil Nara. Nara seorang gadis lugu, sederhana dan suka membantu Ibunya.
Suatu hari Nara di pertemukan laki-laki yang suka padanya, laki-laki itu bernama Adit Irawan yang satu tempat kerja dengannya dan berteman pula di Facebook.
Di hari yang bersamaan setelah berada di rumah Nara berkenalan dengan Veri Firmansyah melalui media sosial Facebook dari pesan Messenger.
Kisah Percintaan mereka seperti roller coaster penuh dengan lika liku.Siapakah yang akan mendapatkan Nara.
Buat yang penasaran dengan ceritanya, langsung saja ya baca ceritanya..
Terimakasih banyak 🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Windye Indie Prakoso, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. Dini Melabrak Nara
Wajah Nara tertunduk malu mendengar pertanyaan salah satu temannya tanpa menjawabnya.
"Jawab dong Nar, kok diam saja si.." Ucap teman Nara.
"Woy ada Leader.. Posisi.. Posisi.. Cepetan". Sahut Amanda yang memberitahukan temannya.
Salah satu teman Nara yang baru saja kepo akan hubungan Nara dan Adit pun langsung terburu-buru berlari masuk kedalam tempat posisi dia bekerja.
Mereka pun bekerja ke posisi masing-masing dengan teliti dan perlahan karena hari ini PT tempat mereka bekerja sedang mengerjakan produk baru dan harus lembur 3 jam.
Tidak terasa jam makan siang tiba.
"Tttiiiingg.. Ttoonnggg..Tttiiinggg.. Ttoonngg" Bunyi bel makan siang.
Adit dengan cepatnya keluar dari ruangannya dan langsung menghampiri Nara sambil? tersenyum menatap Nara.
"Man izin ya hari ini gue makan siang bareng Nara.." Ucap Adit yang meminta izin kepada Amanda sambil tersenyum manis.
"Ok sipp..Jangan lu apa-apain adik gue, awas saja lu kalau macem-macem".Sahut Amanda.
"Siap.. Tenang saja pasti aman sama gue di jaga dengan amat sangat baik". Jawab Adit sambil mengangkat tangannya di depan dahinya.
"Sudah sana pergi, gue lagi nunggu temen gue dulu. Kalian duluan saja sana". Ucap Amanda.
"Aku duluan ya Kak". Pamit Nara kepada Amanda.
"Ayo sayang".Ucap Adit sambil memegang tangan Nara dan berjalan menuju kantin.
"Iiikkkhhh.. Kak malu itu banyak yang lihatin kita, lepasin tangan Aku". Bisik Nara di telinga Adit.
"Biarin saja biar semuanya tau kalau kamu sudah milik aku." Bisik Adit di telinga Nara dan tersenyum melihat wajah Nara.
Nara hanya diam dan menunduk malu berjalan melewati semua Karyawan yang sedang melihat dirinya bersama Adit.
Semua Karyawan yang melihat Nara dan Adit bergandengan tangan langsung patah hati dan bergosip.
"Beruntung sekali Nara bisa jadian sama Kak Adit yang ganteng itu, aku jadi iri deh.." Ucap salah satu teman Nara yang melihat Nara dan Adit.
Sesampainya di Kantin Nara dan Adit segera mengambil makanan dan minuman untuk di santapnya.
"Kita duduk disini saja ya sayang". Pinta Adit sambil melihat ke wajah Nara yang sedari tadi hanya terdiam.
"Iya" Jawab Nara singkat.
Adit dengan sigap menarikkan kursi untuk Nara duduk.
"Silahkan duduk sayangku.." Ucap Adit dengan senyum manisnya melihat ke wajah Nara sambil mempersilahkan duduk untuk Nara.
"Terimakasih Kak." Jawab Nara sambil menduduki kursi.
Adit dan Nara mulai menyantap makan siangnya sambil mengobrol.
"Sayang kamu marah ya?" Tanya Adit sambil melihat wajah Nara.
"Aku tidak marah kok Kak". Jawab Nara.
"Itu kamu panggil aku Kakak, jangan marah ya sayang". Pinta Adit sambil menatap wajah Nara yang sedang serius menyantap makanannya tanpa melihat wajah Adit.
"Ini kan Lagi di tempat kerja Kak, terus buat apa juga aku marah Kak, kan bukan hak aku". Jawab Nara dengan tegas dengan melihat wajah Adit.
"Tadi kenapa kamu tinggalin aku di parkiran? bukannya langsung tarik aku buat pergi ikut kamu".Tanya Adit menatap wajah Nara.
Mendengar pertanyaan Adit, Nara sejenak berhenti makan dan menjawab dengan jelas dengan menatap mata Adit.
"Aku sama Kak Manda tadi lebih baik pergi, soalnya takut ada hal penting yang kalian berdua ingin bicarakan tanpa harus aku sama Kak Manda tau Kak.Aku takut mengganggu kalian berdua". Jawab Nara.
"Aku sama Dini sudah tidak ada perasaan sama sekali sayang, kamu tidak usah khawatir ya." Ucap Adit sambil memegang erat tangan Nara dan saling bertatapan Mata.
"Iya Kak,aku percaya kok sama Kakak".Jawab Nara sambil menganggukan kepalanya.
"Terimakasih ya sayang kamu sudah percaya sama aku".Sahut Adit sambil tersenyum melihat wajah Nara.
Tiba-tiba Dini datang ke tempat Adit dan Nara yang sedang berbicara.
"Oh jadi ini cewek kampung yang sudah ngerebut pacar gue.." Ucap Dini sambil menepuk meja makan.
Semua Karyawan yang sedang makan kaget mendengar ucapan Dini yang begitu kencang dan semua mata tertuju kepada mereka bertiga.
"Apa-apaan si kamu Din." Sahut Adit dan langsung berdiri berhadapan dengan Dini.
"Kamu gara gara cewek ini jadi ninggalin aku Dit, sadar Dit dia itu cewek kampung". Ucap Dini sambil menunjuk ke wajah Nara yang sedang tertunduk malu.
"Kamu sudah gila Din". Jawab Adit dengan tegas.
Adit segera memegang tangan Nara untuk mengajaknya pergi meninggalkan Dini sendiri. Untuk menghindari pertengkaran karena sedang berada di lingkungan kerjanya.
"Woy cewek kampung, perebut pacar orang". Teriak Dini ke arah Adit dan Nara yang pergi meninggalkannya.
Nara hanya tertunduk malu dengan mata yang berkaca-kaca karena mendengar Ucapan Dini yang menyakiti hatinya.
Amanda yang dari jauh melihat kelakuan Dini yang berkata tidak baik kepada Nara merasa tidak terima dan langsung menghampiri Dini dengan kesalnya.
"Heehhh.. Cewek gila lu yang selingkuh tapi jelek-jelekin orang, sadar diri dong mantan lu itu udah tidak cinta sama lu." Ucap Amanda yang menarik kasar tangan Dini.
Dini sontak kaget dan langsung melihat ke wajah Amanda.
"Ikut campur saja lu, mentang-mentang dia itu temen lu terus lu belain gitu."Jawab Dini sambil menghempas tangan Amanda.
"Heehhh.. Sadar jangan tidur mulu lu bangun dari mimpi lu, adik gue mah orang baik. Lu tuh yang tidak pernah bersyukur sudah punya cowok ganteng tapi masih selingkuh di balakangnya, makanya lu kena karmanya sekarang."Ucap Amanda sambil memegang menepuk pipi Dini pelan.
Dini mendengarkan ucapan Amanda langsung berlari pergi meninggalkan Amanda sendiri, semua Karyawan menatap Dini yang berlari keluar Kantin.
"Sukurin lu, tidak terima gue Adik gue di gituin". Gerutu Amanda.
"Keren banget lu Man". Ucap salah satu teman Amanda yang berada tepat duduk di samping Dini dan Amanda sedang adu mulut.
"Cewek kaya gitu memang harus di bikin pelajaran biar dia jera." Jawab Amanda dengan melirik ke arah temannya.
Disisi lain Adit dan Nara berjalan menuju ke bawah tempat mereka bekerja.
Adit yang melihat mata Nara berkaca-kaca langsung memeluk Nara dengan berisik di telinga Nara.
"Kamu jangan nangis ya sayang, maafin aku ya". Bisik Adit ke telinga Nara.
Nara langsung menangis di pelukan Adit. teringat ucapan Dini yang sudah menyakiti hatinya.
"Sudah kamu jangan Nangis ya sayang, air mata kamu sangat berharga buat aku. Aku tau kamu perempuan kuat." Ucap Adit sambil menghapus air mata Nara dengan tangannya.
"Iya Kak". Jawab Nara singkat.
"Sekarang semua orang yang ada di PT ini sudah tau kalau aku milik kamu seorang, kamu tidak usah takut ya." Bisik Adit sambil memeluk kembali Nara.
"Kak lepasin aku malu dilihat orang nanti". Bisik Nara di telinga Adit.
"Biarkan saja aku kan lagi peluk pacar aku sendiri.," Canda Adit agar bisa membuat Nara tersenyum.
🌸BERSAMBUNG 🌸
Maaf ya teman-teman jika ada kesalahan dalam penulisan.. Jangan lupa tinggalkan jejak yaa.. 😉
Jangan lupa Like, Komen, Vote dan Rate ya
Terimakasih banyak sudah mampir ya.. 🙏
*hujan dibalik punggung
*suamiku ceo ganas
Semangat Up kak, lanjut 🌸🌸🌸
salam dari -ZEVANAYA-
salam hangat dari Zahra Anak Yang Tak Berdosa