Lulu gadis tomboy putri dari keluarga miskin yang dijodohkan dengan seorang pangeran dari keraton jogjakarta, sebagai balas budi keluarga kerajaan atas jasa almarhum Ayahnya yang telah menyelamatkan nyawa putra mahkota.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 25 # Pengawalan
Betapa terkejutnya ia ketika melihat Candramaya sedang mengerang kesakitan didepannya.
"kalo Maya ada diseberang sana lalu siapa dia" kata Damar Langit sambil menatap sosok yang ada didepannya.
"tidaaakkkk!!! " teriak Damar Langit sambil melepaskan tangan Luku
Lulu hanya menyunggingkan senyumnya, kemudian ia menarik Damar Langit bangun dan berdiri.
"sekarang bukan saatnya untuk love - lovean, tapi lo harus tolong gue dari mereka" kata Lulu sambil menunjuk segerombolan cewek yang mengejarnya
"oh tidak!!! " kata Damar Langit yang juga kaget ia segera menarik tangan Lulu dan berlari meninggalkan Candramaya.
Candramaya merasa kesal dengan Lulu yang mendorongnya hingga jatuh.
"andai saja, kamu tak mendorongku tadi, pasti Damar sudah menjadi miliku!! " gerutu Candramaya kesal
"awas saja kau Lulu, tunggu pembalasanku!!" ancam candramaya sambil mengepalkan tangannya
"pangeran!!!! "teriak para pendemo yang semakin banyak dan terus mengejar Lulu dan Damar Langit.
Damar Langit dan Lulu masih terus berlari hingga sebuah mobil berhenti didepannya dan menarik mereka masuk kedalamnya.
"apa kau tidak apa-apa yang mulia" tanya paman Danar Gumilang
"aku baik-baik saja paman" jawab Damar Langit
Mobilpun berhenti didepan istana yang kini juga dipenuhi oleh pendemo yang menolak perjodohan Damar Langit dengan Lulu.
Semenjak pengumuman perjodohan itu, hidup Lulu menjadi tidak tenang, Ia semakin terkekang apalagi kalau bukan dari para wartawan yang selalu mengawasi gerak geriknya dan juga para Damar Lovers yang membuatnya susah bergerak. Ia semakin tak leluasa untuk melakukan kegiatan karena harus mendapatkan pengawalan ketat.
Untuk bersekolah saja ia sekarang dikawal oleh pengawal yang selalu setia menungguinya seperti anak Tk.
Lulu sangat sedih meratapi nasibnya kini, ia berjalan ketaman untuk menelpon keluarganya. Tetapi ia terkejut ketika melihat Damar langit yang juga sedang bersedih.
Ia tau bahwa Damar Langit tidak suka dengan perjodohan ini, dengan hati-hati Lulu datang menghampirinya. Ia mencoba untuk menghiburnya.
"hey bro, lagi ngapain lo malam-malam disini?" tanya Lulu
"berisik !!, pergi kamu" usir Damar Langit
" diiih, nyolot orang gue kesini lagi nyari signal wee" jawab lulu sambil menjulurkan lidahnya
Damar langit hanya menatap sinis kearah Lulu yang masih berpura-pura menyari signal.
"gue tau kok, lo sedih karena dijodohin sama gue, gue janji gue bakal lakuin apapun buat gagalin pernikahan kita" kata Lulu dalam hati.
Lulu masih terus berjalan sambil sesekali melihat kearah Damar Langit yang masih termenung disamping taman, karena ia tak melihat jalan didepannya, tak terasa ia berada di bibir sendang taman. Matanya yang terus menatap kebelakang membuat kakinya terperosok jatuh kedalm sendang .
**byuuuuur!!!
Ia jatuh kedalam sendang yang lumayan dalam, Ia berusaha meminta tolong karena tidak bisa berenang.
"tolong!!!! " teriak Lulu
"tolooong!!! "
Damar langit yang mendengar teriakannya segera berlari untuk menolongnya. Ia segera menceburkan dirinya kedalam sendang dan menolong Lulu.
Ia membawa Lulu naik keatas.
" dasar ceroboh!!!" batin Damar Langit sambil membaringkan tubuh Lulu kelantai
Ia segera memberikan pertolongan pertama dengan mengeluarkan air dari perut Lulu.
"belum sadar juga?" gumam Damar Langit
"masa sih aku harus kasih nafas buatan buat dia" kata Damar langit Lirih
Ia kemudian mendekatkan bibirnya kearah Lulu, tapi ia segera mengurungkan niatnya karena ia takut kena hajar Lulu lagi.
"gak jadi ah nanti pasti dia akan menghajarku lagi" katanya dalam hati
"cepat lakuin atau aku yang akan melakukannya" kata Ganendra yang kini berada dibelakang Damar Langit
Akhirnya Damar Langit segere mendekatkan bibirnya dengan bibir Lulu kemudian memberikan nafas buatan.
Lulu mulai mengerjapkan matanya, ia langsung menendangkan kakinya kearah perut Damar langit yang masih memberinya nafas buatan.
Damar langitpun terhempas menjauh darinya.
"dasar omes!!!" kata Lulu sambil berdiri
Ganendra hanya tersenyum melihat tingkah Lulu.
" dia bukan omes, tapi Damar" kata Ganendra mulai menggoda Lulu
"dasar cewek bar-bar!!, udah ditolong bukannya terima kasih malah nendang aku! " kata Damar Langit kesal
Ia kemudian pergi meninggalkan Lulu tapi tangannya ditarik oleh Lulu.
"maafkan aku, aku gak tau kalau kamu yang menolongku" kata Lulu
"hmmm" jawab Damar Langit
"maafin gak? " kata lulu lagi
"iya!!"jawab Damar Langit
Lulu begitu senang mendengar jawaban itu, ia langsung memeluk Damar Langit. sementara Ganendra hanya memperhatikan mereka dengan hati yang berkecamuk.
******
Pagi harinya Lulu sudah siap untuk pergi kesekolah ia tampak kaget melihat dua orang wanita duduk dibelakangnya.
"siapa mereka paman" kata Lulu
"dia yang akan menjaga nona selama disekolah" jawab Paman Danar
"yang mulia Ratu ingin mereka menjaga Anda agar kejadian kemarin tidak terulang lagi" kata Danar Gumilang
"ooh gitu" jawab Lulu
Sesampainya disekolah Lulu segera masuk kelas diikuti oleh dua orang pengawalnya.
"kalian gak usah ikut masuk, diluar saja" kata Lulu
" tapi kami harus melindingi nona" jawab pengawal
"selow aja, kalo disekolah ga da musuh, amaan" bisik Lulu
"tidak bisa nona kami tetap harus menjaga nona, lagian pihak sekolah juga sudah tau
"cie, cie... ada anak TK yang pindah kesini" kata Lingga mengejek
"berisik lo" kata Lulu
"uhhh, takut!!" jawab Lingga sambil pura-pura ketakutan
"apa dia perlu kami urus nona" kata pengawal
"hajar saja dia" perintah Lulu
Kedua pengawal Lulu kemudian mendekati Lingga. Mereka langsung menghajar Lingga, ia tak bisa melawannya karena pengawal Lulu bukanlah orang sembarangan. Mereka segera kembali berdiri dibelakang Lulu setelah membuat lingga tak berdaya.
"mampus lo" kata Lulu dengan senyum sinisnya.
"bangsaat! " maki Lingga
"awas kau Lulu" ancam Lingga
"ada enaknya juga punya bodyguard" gumam Lulu.
*Kriiing....kriiiing.... kriiing
Bel akhir pelajaran telah dibunyikan Lulu segera berganti kelas, sekarang saatnya ia belajar kelas kepribadian.
Lulu langsung duduk dibangku paling depan sementara dua pengawalnya memperhatikannya dari luar kelas. Dua orang anak perempuan datang menghampirinya, mereka adalah Raisha dan Clara. Ia segera menarik rambut Lulu dan menyeretnya kebelakang.
"awwww!! sakit" kata Lulu
Melihat Lulu kesakitan Candramaya segera menolongnya, ia menarik tangan keduanya dan menamparnya.
"sudah kubilang jangan membully anak baru" kata Candramya
"kak Maya!! "kata Raisha dan Clara bersamaan.