NovelToon NovelToon
Rahasia Sang Wanita Besi

Rahasia Sang Wanita Besi

Status: tamat
Genre:Tamat / CEO / Kehidupan di Kantor / Identitas Tersembunyi / Wanita Karir / Fantasi Wanita
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nuah

Rahasia Sang Wanita Besi

Sebagai sekretaris pribadi, Evelyn dikenal sempurna—tepat waktu, efisien, dan tanpa cela. Ia bekerja tanpa lelah, nyaris seperti robot tanpa emosi. Namun, di balik ketenangannya, bosnya, Adrian Lancaster, mulai menyadari sesuatu yang aneh. Semakin ia mendekat, semakin banyak rahasia yang terungkap.

Siapa sebenarnya Evelyn? Mengapa ia tidak pernah terlihat lelah atau melakukan kesalahan? Saat cinta mulai tumbuh di antara mereka, misteri di balik sosok "Wanita Besi" ini pun perlahan terkuak—dan jawabannya jauh lebih mengejutkan dari yang pernah dibayangkan Adrian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Pengungkapan yang Menghancurkan

Suasana di dalam rumah tua itu kini semakin mencekam. Setelah pintu tertutup dengan keras, Evelyn dan Zayne berdiri dalam keheningan yang menegangkan. Langkah kaki berat yang terdengar semakin dekat itu seolah-olah mengkonfirmasi bahwa mereka bukanlah satu-satunya penghuni rumah itu saat ini. Evelyn merasakan jantungnya berdebar lebih cepat, tetapi dia berusaha untuk tetap tenang, berfokus pada situasi yang ada.

“Ada yang mendekat,” bisik Zayne, menatap pintu dengan waspada. “Kita harus siap menghadapi siapa pun itu.”

Evelyn mengangguk, matanya tajam memandangi sekitar. Dia tak bisa membiarkan dirinya kalah oleh ketakutan. Ini adalah momen yang sangat menentukan dalam hidupnya. Dia telah melangkah jauh, dan dia tidak bisa mundur begitu saja.

Di sisi lain, suara langkah kaki semakin jelas, dan tanpa diduga, sebuah pintu di ujung ruangan terbuka. Dari dalam kegelapan, seorang pria berpakaian serba hitam muncul, dengan langkah tenang dan penuh wibawa. Wajahnya tersembunyi oleh bayangan, tetapi suara dinginnya jelas terdengar.

“Evelyn,” pria itu memanggil nama Evelyn dengan nada yang tak mengenakkan. “Aku tahu kau akan datang. Tapi kau terlalu terburu-buru.”

Evelyn menegakkan tubuhnya, matanya menyipit menatap pria itu. “Siapa kau?” Suaranya tegas, meskipun ada getaran kecil yang bisa dirasakan dari nada bicaranya.

Pria itu melangkah lebih dekat, dan akhirnya wajahnya terlihat lebih jelas. Evelyn terkejut—pria itu adalah sosok yang tidak asing. Dia mengenal wajah itu, meskipun sudah bertahun-tahun tidak melihatnya. Wajahnya tampak lebih tua, lebih keras, tetapi itu adalah pria yang pernah menjadi bagian dari hidupnya—Ayah tiri Evelyn.

“Bapak...?” suara Evelyn tercekat. “Apa yang terjadi? Apa yang kau lakukan di sini?”

Pria itu tersenyum sinis, sebuah senyum yang tidak pernah dikenalnya sebelumnya. “Aku tahu kau pasti akan menemukan jalanmu ke sini, Evelyn. Hanya masalah waktu sebelum kau mengungkap semuanya.”

Zayne yang berdiri di samping Evelyn mengamati pria itu dengan penuh kewaspadaan. “Siapa kau sebenarnya?” tanya Zayne dengan suara tegas, menjaga jarak. “Apa yang kau inginkan dari Evelyn?”

Ayah tiri Evelyn, yang kini bernama Marcus, tersenyum lebar. “Apa yang aku inginkan? Ah, itu mudah. Aku hanya ingin melihat anakku akhirnya memahami semuanya. Setelah bertahun-tahun bersembunyi, akhirnya kalian datang. Tapi terlambat, Evelyn. Segalanya sudah terlambat.”

Evelyn merasa seolah-olah sebuah lonceng terdengar di telinganya. “Apa yang kau katakan? Kau... Kau tahu sesuatu tentang ayahku?”

Marcus tertawa kecil, lalu melangkah maju, mendekati mereka. “Kau belum memahami semuanya, Evelyn. Ayahmu... dia bukan orang yang kau pikirkan. Dia sudah lama bergabung dengan organisasi yang kau takuti. Dan sekarang, dia sudah tidak lagi menjadi bagian dari hidupmu.”

Jantung Evelyn seolah terhenti mendengar kata-kata itu. Semua yang selama ini dia percayai, semua yang dia pikirkan tentang ayahnya, ternyata salah. “Apa yang kau maksud? Kau berkata ayahku... bergabung dengan organisasi itu?”

Marcus mengangguk pelan. “Benar. Ayahmu bukan hanya seorang pengusaha yang berusaha melindungi keluarganya. Dia adalah bagian dari sebuah rencana yang lebih besar—rencana yang aku dan orang-orang lainnya rencanakan bertahun-tahun yang lalu. Kau hanya bagian kecil dari permainan ini, Evelyn.”

Evelyn merasakan kepalanya pening. Dia ingin memahami semuanya, tetapi kata-kata itu terlalu berat untuk dicerna. Apa yang sebenarnya terjadi dengan ayahnya? Apa yang dia sembunyikan? “Kenapa... kenapa kau melakukannya, ayah?”

Marcus memiringkan kepala, menatap Evelyn dengan ekspresi yang tak terduga. “Karena aku tahu apa yang sebenarnya kau inginkan, Evelyn. Kau ingin tahu kebenaran. Kau ingin mengungkap semua kebohongan, tapi kau tidak pernah siap untuk menghadapi kenyataan. Semua ini bukan untukmu, anakku. Semua ini untuk masa depan yang lebih besar.”

Evelyn menatapnya, rasa sakit mulai mengalir dalam dirinya. Ayahnya—orang yang selama ini dia percayai—ternyata telah menyembunyikan kebenaran yang begitu besar. Hatinya hancur, dan seluruh dunia yang dia kenal terasa runtuh.

“Tapi... kenapa?” suara Evelyn bergetar. “Kenapa kau harus melibatkan aku dalam semua ini?”

Marcus berhenti sejenak, menatap Evelyn dengan pandangan yang penuh dengan kebencian. “Karena kamu adalah satu-satunya yang bisa menghentikannya. Kau adalah ancaman terbesar bagi rencana ini. Kau tidak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi di balik layar, dan kau akan menjadi masalah besar bagi kami. Itulah kenapa aku di sini—untuk memastikan bahwa tidak ada yang menghalangi rencana kami.”

Zayne yang berdiri di samping Evelyn melangkah maju. “Kau takkan bisa menang. Kami akan menghentikanmu dan menghentikan organisasi itu. Apa pun yang terjadi selanjutnya.”

Marcus tersenyum sinis, matanya berkilat dengan penuh kebencian. “Kalian tidak mengerti. Ini sudah terlalu besar untuk kalian berdua. Tidak ada yang bisa menghentikan apa yang sudah dimulai.”

Namun, sebelum Evelyn bisa merespon, suara keras terdengar dari belakang mereka. Seorang pria berpakaian hitam muncul dari kegelapan, dan langkah kakinya menandakan dia bukanlah orang biasa. Dengan cepat, pria itu menghunuskan pedang panjang yang berkilau di bawah cahaya remang. Evelyn dan Zayne bergegas mundur, siap menghadapi ancaman baru yang muncul di hadapan mereka.

Pria itu tidak berkata apa-apa, hanya tersenyum dingin sebelum melangkah lebih dekat.

“Evelyn,” suara Marcus terdengar seperti sebuah peringatan, “Apa yang kau lakukan selanjutnya akan menentukan. Jika kau melawan kami, tak akan ada yang tersisa.”

Namun, Evelyn tidak gentar. Dia sudah cukup mendengar dari mereka. Apa yang akan terjadi sekarang adalah keputusan yang harus dia ambil. Menyerah bukanlah pilihan.

---

Dengan pedang terhunus di tangan, pria misterius itu bergerak cepat, seolah-olah seluruh tubuhnya terlatih untuk bertarung. Zayne langsung bersiap, matanya terfokus pada setiap gerakan pria tersebut. Namun, Evelyn merasakan sesuatu yang berbeda—sebuah ketegangan yang lebih dalam, bukan hanya karena bahaya yang mengancam, tetapi juga karena rasa tak percaya yang semakin menumpuk di dalam hatinya.

Marcus berdiri tegak, matanya masih tajam menatap Evelyn, seolah tak tergoyahkan oleh ancaman yang datang. “Jangan pikir kau bisa melarikan diri,” katanya dengan suara penuh kebencian. “Kau bukan lagi putri yang dulu aku kenal. Kekuatanmu yang sebenarnya—semua itu akan berakhir di sini.”

Evelyn merasa seperti tersudut dalam pertempuran ini. Semua yang dia percayai telah dihancurkan dalam sekejap. Kenyataan tentang ayahnya, tentang Marcus yang ternyata adalah musuh besarnya, dan tentang kebenaran yang semakin mengungkapkan dirinya, membuat kepalanya berputar.

“Apakah itu yang kau inginkan, Marcus?” tanya Evelyn dengan suara bergetar, meski dia berusaha keras untuk tidak menunjukkan kerentanannya. “Menghancurkan keluarga kita dan memperalatku untuk tujuanmu?”

Marcus menatapnya tajam, senyum sinis kembali muncul di wajahnya. “Keluarga? Apa yang kau tahu tentang keluarga? Kau pikir kita masih bisa menjadi keluarga setelah semua yang terjadi? Kau hanya pion dalam permainan besar ini, Evelyn. Kau takkan pernah mengerti.”

Tapi sebelum Evelyn bisa membalas, pria bersenjata yang berdiri di belakang Marcus bergerak maju dengan cepat. Zayne tidak terkejut, melompat untuk menghadapi pria itu dengan kekuatan penuh. Pedang mereka bersilang, dan percikan api muncul saat logam bertemu logam.

Evelyn hanya bisa berdiri di tempat, bingung. Keadaan ini terlalu rumit untuknya. Begitu banyak kebenaran yang terungkap dengan begitu mendalam dan kejam. Ayahnya, pria yang selama ini dia anggap pelindung, ternyata adalah bagian dari organisasi gelap yang ingin menghancurkan hidupnya. Marcus—pria yang pernah dia anggap sebagai bagian dari keluarganya—adalah musuhnya yang sesungguhnya.

Marcus mengamati pertarungan yang terjadi di depan matanya, seolah menikmati kekacauan yang ada. “Kalian semua terlalu lambat,” katanya dingin, menatap Zayne yang sedang berjuang menghadapi pria bersenjata itu. “Tak ada yang bisa mengalahkan kami. Semua ini sudah direncanakan.”

Evelyn tidak bisa lagi menahan amarah yang meluap dalam dirinya. “Kenapa? Kenapa aku harus menjadi bagian dari rencanamu yang jahat ini?” suaranya penuh dengan kebingungan dan kekecewaan.

Marcus tersenyum, seolah mendapatkan kepuasan dari penderitaan Evelyn. “Karena kau adalah kunci untuk membuka pintu bagi dunia baru. Dunia yang lebih besar dan lebih kuat, tempat kita bisa mengontrol segalanya. Kau, Evelyn, adalah seseorang yang tidak bisa kita biarkan bebas. Kau adalah ancaman terbesar yang kami miliki.”

Perkataan itu menghujam dalam seperti pisau yang tajam. Evelyn terdiam. Apa yang dimaksud Marcus dengan dunia baru? Apa yang dia maksud dengan mengatakan bahwa dia adalah ancaman terbesar? Sejujurnya, semua ini lebih besar dari yang dia bayangkan. Semakin dia mencoba mengerti, semakin sulit untuk menangkap keseluruhan gambaran.

Zayne, yang terjebak dalam pertarungan sengit dengan pria bertopeng, memberikan sinyal kepada Evelyn untuk mundur. “Kita perlu keluar dari sini,” katanya dengan suara yang tertahan oleh tekanan pertarungan.

Namun, Evelyn tidak bisa bergerak. Dia merasa terikat oleh kebingungan dan rasa sakit yang menguasai dirinya. “Zayne, aku... aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan lagi,” katanya lemah, matanya berkilau dengan air mata yang hampir jatuh.

Zayne mendekat, menggenggam tangannya dengan erat. “Jangan ragu, Evelyn. Kita bisa melewati ini bersama. Apa pun yang terjadi, kita hadapi bersama.”

Evelyn menatap Zayne, lalu berbalik untuk menghadapi Marcus dan pria misterius yang ada di depannya. Hatinya dipenuhi rasa takut, namun juga kemarahan yang semakin membara. Dia tidak bisa lagi mundur. Jika ini adalah takdir yang harus dia hadapi, maka dia harus melawan.

“Tapi bagaimana?” Evelyn bertanya dengan suara terbata. “Aku tidak punya kekuatan untuk melawan mereka semua.”

Marcus tertawa, matanya penuh dengan penghinaan. “Kau pikir itu masalah? Kau memiliki lebih dari cukup kekuatan untuk mengakhiri semuanya, Evelyn. Kekuatan yang ada dalam darahmu. Kekuatan yang tak akan pernah kau pahami.”

Perkataan itu membuat Evelyn semakin bingung, namun sekaligus terpicu. Kekuatan dalam darahnya? Apa yang dia maksud dengan itu? Apa yang sebenarnya ada dalam dirinya yang belum dia sadari?

Zayne melihat Evelyn terdiam, dan dia tahu bahwa inilah saatnya. “Evelyn, kita tidak punya waktu untuk ragu lagi. Fokus pada apa yang ada di depanmu. Kamu lebih kuat daripada yang kau kira.”

Dengan sedikit kebingungan di dalam dirinya, Evelyn merasakan sesuatu bergerak dalam dirinya. Sebuah kekuatan yang selama ini tersembunyi, yang baru kini mulai terasa. Tanpa pikir panjang, dia memusatkan seluruh perhatian pada Marcus dan pria bersenjata di depannya.

Perlahan, ia merasakan perubahan yang aneh pada tubuhnya. Ada energi yang mengalir deras di dalam dirinya, sesuatu yang terasa sangat kuat dan mendalam. Tanpa sadar, matanya mulai bersinar dengan cahaya yang luar biasa, dan kekuatan yang sebelumnya terkubur jauh di dalam dirinya mulai muncul dengan kehebatannya.

“Ini... ini yang kau maksudkan?” kata Evelyn dengan suara gemetar, namun penuh kekuatan. “Kekuatan ini... ada dalam diriku?”

Marcus tampak terkejut, seolah tak memperkirakan hal ini. “Kau... Kau memang memiliki kekuatan itu, tapi kau tidak bisa mengendalikannya. Kamu takkan bisa menghentikan kami.”

Evelyn merasakan panas yang meluap dari tubuhnya. Energi itu semakin kuat, semakin hidup, dan semakin membuatnya merasa terhubung dengan sesuatu yang lebih besar dari dirinya. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, dia maju dengan cepat, mengarahkan kekuatan yang baru ditemukan itu pada Marcus.

Tapi sebelum kekuatan itu mencapai Marcus, pria bersenjata yang berdiri di belakangnya bergerak cepat, mencoba melindungi sang pemimpin. Pertarungan yang berlangsung begitu sengit, dengan setiap gerakan terasa berat dan mematikan.

Evelyn merasa kekuatannya mulai mengalir semakin kuat, dan dalam sekejap, dia melontarkan kekuatan itu pada pria yang menghalangi jalan. Sebuah ledakan energi yang dahsyat terjadi, membuat tubuh pria itu terlempar jauh ke belakang.

Di saat yang bersamaan, Zayne mengalahkan lawannya, dan kini hanya ada satu lawan tersisa di depan mereka—Marcus. Evelyn tidak gentar. Ini adalah pertarungan terakhir. Dia tidak akan mundur lagi.

1
Yhunie Andrianie
tiba" adrian sama damian hilang..kmna mrka??
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
semoga bahagia selalu buat kalian
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
Alhamdulillah kalau berhasil mereka melakukan nya
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
terus bersama kalian biar bisa terungkap teka teki nya
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
kau pasti bisa lyn
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
semoga aja menang di pertempuran itu
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
kalau pintu nya tertutup gak bisa keluar dong
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
semoga aja rahasianya terbongkar
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
mudah²n ini jalan terbaik buat mereka
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
bener harus bersama² melakukan nya kalau sendirian bisa gawat tuh
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
kira² mereka memilih yang mana yaa
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
kalau gak mau kerja sama ya jangan di paksa dong 😡
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
siapa org yang sedang mata²n elyn yaa
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
siapa tuh sosok yang bertopeng apakah dia suruhan leo
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
bnr selesai aja misi nya baru deh nanti bicara soal perasaan 🤭
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
pasti kalian bisa menghancurkan musuh² itu
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
meskipun Leo udh ditahan masih aja ada musuh lain yang mau mengalahkan lyn dan teman² nya,
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
hati hati takutnya ada jebakan disana,semoga aja kalian menang melawan leo
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
semoga misi nya berhasil mengalahkan leo
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
JD benar kah lyn itu hasil penelitian dari leo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!