Seorang gadis berumur 18 tahun,bernama Wulandari.
Hanya lulusan SMA yang di tinggalkan kedua orang tua nya,lalu di titipkan di panti asuhan yang kemudian di adopsi oleh orang kaya,awal nya Wulan sangat bahagia namun setelah datang Rika anak dari orang tua angkat nya, kebahagiaan itu ber angsur hilang,hingga menjadikan nya seorang gadis mandiri.
Penasaran dengan kisah Wulan,yuk simak terus 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viya Khairullah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25 DI TEGUR
Rika menatap tajam Wulan saat makan malam bersama.
"Ambilin nasi aku dong!'' ujar Rika pada Wulan, Purnama dan Pandu saling pandang melihat Rika meminta Wulan mengambilkan nasi nya.
"Rika kamu kan bisa ambil sendiri jadi gak usah meminta Wulan untuk mengambil nya"tegur Purnama lembut tapi agak tegas.
"Ma aku kan hanya minta ambilin nasi gak ada yang lain,Wulan nya aja gak keberatan iy kan?'' tanya Rika pada Wulan, penuh penekanan.
"I..iya ma,gak apa kok,,ini nasi nya"ujar Wulan seraya menyodorkan nasi yang di minta Rika.
"Lauk nya mana?'' lagi dan lagi Rika meminta Wulan mengambilkan lauk nya,purnama yang melihat hanya bisa menghela nafas kasar.
"Iya"ujar Wulan seraya mengambilkan lauk untuk Rika.
Rika pun akhirnya makan,Wulan juga makan namun di sela suapan nya lagi-lagi Rika memintanya mengambil kan sesuatu.
"Sekalian sama minum nya ya!''ujar Rika Wulan yang masih makan pun menghentikan makan nya.
"Ini kak"ujar Wulan,namun saat Wulan menyerahkan gelas Rika dengan sengaja menyenggol gelas hingga tumpah ke baju Wulan.
"Oopssss!''Rika menutup mulutnya, Pandu yang sedari tadi diam pun tak tahan untuk tidak menegurnya.
"Rika apa-apaan kamu,kita ini lagi di meja makan dan sedang makan sekarang,tidak bisa kah kamu menghargai nya,lihat Wulan basah karena ulah mu.Padahal dia selalu menurut mau kamu ini itu,cepat minta maaf pada adik mu!''bentak Pandu,Rika yang pertama kali di bentak pun memanyunkan bibir.
Ia sungguh tak suka papa nya lebih membela Wulan dari pada dirinya.
"APA papa membentak ku demi anak yang bukan keturunan kita ini,Pa apa sih yang di pikiran papa.Aku ini anak kandung kalian hiks...papa dan mama sama saja..lebih sayang dia dari pada anak sendiri!''Rika berucap sambil pura-pura terisak berharap kedua orang tua nya akan luluh pada nya.
Terus bagaimana dengan Wulan? ya gadis itu sudah menangis duluan karena merasa Rika menghina nya.
"Ma,pa,Wulan mau kekamar dulu!'' ujar Wulan seraya menghapus air mata nya purnama mengangguk.
"Iya sayang,ganti pakaian mu ini sudah terlalu basah"ujar Purnama.
Setelah Wulan ke kamar. Purnama menatap Rika penuh kecewa,, seperti disidang kedua orang tua nya. Rika menatap kedua orang tua nya yang juga menatap ke arah nya.
"Kamu sungguh keterlaluan Rika,Tak seharusnya kamu bersikap seperti itu sama Wulan,kamu menyuruh dia ini itu,padahal kamu bisa tolong sama bibi!" ujar Purnama penuh kekecewaan.
"Iya papa,tidak pernah mengajarkan kamu perbuat semena-mena seperti itu,apa lagi mulai sekarang Wulan sudah menjadi adik mu,walaupun hanya adik angkat tapi papa berharap kalian bisa akur layaknya saudara kandung" tegas Purnama.
"Gak,aku gak akan mau akur sama Wulan,selama nya dia gak bisa jadi adik aku!'' jawab Rika dengan tegas juga.
Purnama menggeleng melihat Rika yang begitu keras kepala.
"Yasudah kalau begitu mau kamu,mulai sekarang papa gak akan memberikan kamu uang sepeser pun jika kamu tidak mau mendengarkan papa,dan satu lagi kamu juga gak boleh memakai mobil yang ada dirumah ini jika ingin bepergian!'' ancam Pandu yang tak main-main
Rika tercengang mendengar teguran sang papa.ia pun menggeleng..
"Tidak pa,Rika tidak mau. Apa ini kenapa hanya karena Wulan itu papa jadi tega sama aku" ujar Rika yang tak habis pikir dengan papa nya.
"Keputusan papa tidak dapat dirubah,lagian disini juga bukan kesalahan Wulan,ia masuk ke keluarga ini juga karena kamu yang selalu mengabaikan kami,kamu tahu mama mu selalu merindukan kamu,tapi kamu tak pernah mengabari atau pun pulang,sekali berkabar itu cuman minta kirimin uang, selebihnya kamu gak pernah peduli "ujar Pandu lagi.
"Iya tapi pa....."
"Papa gak mau mendengar ucapan mu lagi,pilihan ada di tangan mu"setelah mengucapkan itu pandu pun kembali masuk ke kamar ,di ikuti Purnama.
"Mama kecewa sama kamu!'' ujar nya.
"Ah semua gara-gara Wulan,awas kamu Wulan!!'' geram Rika sambil menghentakkan kaki nya